The Queen Of Vasellica Moon

The Queen Of Vasellica Moon
Infiltrate the Holy Shrine II


__ADS_3


...---...


.......


.......


.......


...***...


"Kau terlambat." Fedrick terlihat sudah cukup bosan menunggu Kendric. Ia bersandar santai pada dinding bangunan. "Jadi, apa yang kau lakukan? "


"Hanya mengurus, beberapa hama."


Dasar ruang rahasia ini begitu sangat dalam dan juga gelap, untungnya masih ada beberapa obor yang menyala walau pencahayaannya terlalu remang.


Kendric memperhatikan lingkungan, terlihat banyaknya kobaran api hitam membakar habis ular beracun, tak heran jika Fedrick sudah cukup bosan menunggunya. Lebih cepat dari yang aku bayangkan, pikir Kendric.


"Bagaimana dengan tempat ini?"


"Aku sudah memahami ruangan labirin ini, hanya saja aku belum menjelajahinya karena hal yang merepotkan terus tercium dari setiap lorongnya."


Kendric memimpin jalan menelusuri lorong-lorong labirin yang terlihat seperti tempat penyiksaan. Bisa ia pahami kenapa Fedrick sedikit enggan untuk menyusuri duluan dan setia menunggunya.


Dari setiap jarak satu meter pada dinding lorong, terdapat sebuah sel penjara yang menyimpan begitu banyak tulang-belulang yang sudah begitu kering namun bagi bangsa Demon yang memiliki indra sensitif, mereka mampu mencium bau jasad yang menumpuk perasaan dendam.


Miasma Kebencian,


"Mereka adalah keluarga serta keturunan Resscount." Kendric menyimpulkan bahwa tahanan yang sudah menjadi tumpukan mayat, adalah keluarga Resscount yang di buru hanya untuk membantu paksa Octopus dalam rencana biadabnya.


"Siapa Resscount? "


"Mereka adalah keluarga kandung Tahlia. Seperti halnya Tahlia yang mengembangkan sihir gelap, setiap keturunannya mereka dapat membaca sihir kuno yang terlarang dan itu di manfaatkan oleh Octopus. Kurasa sudah tidak ada keturunan Resscount selain Tahlia, tapi sayangnya dia juga tak dapat bertahan."


"Tidak heran, jika di sini begitu banyak jiwa yang menyimpan dendam. Aku tidak suka hawa yang menyengat dari jiwa tidak tenang mereka. Sangat mengganggu!"


"Mereka hanya menuntut keadilan." Kendric kembali berjalan melewati tiap lorong labirin.


Tetapi, seakan ia mendengarkan dengan baik keluhan dari berbagai jiwa yang terus meminta harapan dari seorang Kaisar langit. Kendric mengambil alih beban hidup dan rasa kebencian yang di tinggalkan oleh jiwa rapuh di dalam sel itu.


Dan membiarkan mereka untuk pergi dengan tenang, karena sebagai penguasa sudah jadi tanggung jawabnya untuk mengambil alih dan menghukum sosok yang begitu di benci oleh mereka.


Satu demi satu tulang-belulang yang ada di sana mulai menghilang menjadi butiran cahaya bintang, melepas kebencian dan pergi dengan tenang. Saat merasa bahwa keadilan akan ada untuk mereka, saat sang matahari mengambil alih kegelapan dan menghukum sang pendosa.


"Keagungan Gellium menyertaimu, Baginda." ucapan rasa terimakasih atas tindakan Kendric menuai perasaan tenang bagi jiwa yang masih terjebak dendam.


Fedrick cukup terkesima dengan sikap yang di ambil oleh penguasa Dewa ini. Tak mudah mengambil alih beban hidup atau masalah yang masih tersisa dari orang-orang yang sudah tiada.


Jika itu Fedrick ia sedikit tidak sanggup, karena setiap hari akan ada banyak hal yang terus membisikan mu untuk menuntut balas dendam. Sehingga raga dan pikiran akan terseret kegilaan untuk menghabisi semua hal yang terdengar memusingkan.


Itu sebabnya Fedrick selalu enggan menyentuh perasaan yang tertinggal oleh jiwa orang mati, karena untuk mengontrol emosional, bangsa Demon begitu buruk.


"Jika di lihat, hanya ada satu arah di dalam lorong labirin ini, pasti pintu ini adalah ruangan utama yang menjadi area kekuasaan Octopus."

__ADS_1


"Sejak awal tempat ini hanyalah formalitas. Begitu banyak sihir gelap di seluruh bangunam suci ini, apa mereka berharap menjadi langit yang mengatur bumi? Ironis sekali," Kendric membuka pintu tanpa ada kunci rahasia untuk membukanya.



Di dalam sana begitu sangat berantakan daripada laboratorium yang ada di atas. Tabung-tabung berupa eksperimen Goblin tersusun di atas meja. Dan sepertinya semua hal yang ingin mereka ketahui terdapat di sana, buku Carzie memang di tangan Octopus.


Namun daripada tabung sihir, mereka lebih tertarik pada benda yang ada di atas meja. Jika di lihat posisinya bukankah ini adalah kursi Octopus.


Terdapat dua catatan buku yang menjadi jurnal sihir dan penelitian Carzie. Masing-masing dari mereka membaca satu buku itu, dan begitu sangat luar biasa dengan apa yang mereka baca.


Ini terlalu mengagumkan dan sangat luar biasa untuk ukuran manusia yang dapat meneliti tiap tingkatan kekuatan mana. Bahkan ia berhasil menciptakan kekuatan baru jika menggabungkan mana seseorang dengan mana alam dalam jumlah yang begitu besar. Tidak heran jika Octopus begitu terobsesi dengan buku ini.


"Apa benar Carzie itu seorang manusia?"


"Saat kejadian hal ini, aku mengasingkan diri dan sangat tidak begitu tertarik dengan apa yang terjadi oleh Selini Thea dan Mate nya. Tapi saat itu keberadaan dan kejeniusan ilmiah Carzie cukup mengguncang Imorrtal."


"Bagaimana caranya dia meneliti semua ini? Tidak banyak bangsa fana seprti kita memilih tinggal di bumi, bahkan aku yakin mereka juga tidak akan membuat identitas mereka."


"Kabarnya dia seorang jurnalis yang terobsesi dengan hal-hal mitologi. Ia berkelana dari negara ke negara lain yang memiliki sisa reruntuhan abad pertengahan. Dimana Dewa ataupun bangsa malam sering berinteraksi dengan manusia."


"Satu kemungkinan yang membuatnya yakin bahwa mahluk selain manusia itu ada dan dunia fana memang hidup berdampingan, adalah saat dia berhasil menemukan peradaban yang hilang. Dan sejarah pribumi menuliskan bahwa Dewa dan Dewi ada untuk melindungi wilayah otoritas kerajaan. Hal ini membuatnya menjadi terobsesi untuk membuka rahasia dunia, di tambah lagi ia bertemu langsung dengan Vasilissa Imorrtal, Selinin Thea."


"Tapi ini aneh, ada sesuatu hal yang belum terjelaskan dengan faktor utama hubungan Dewi Bulan dengan Carzie." Fedrick berasumsi dan pikirannya terus bertanya-tanya sejak dulu.


Jika dua insan berbeda dunia menjadi sepasang kekasih alam akan menuntut perpisahan. Tapi kenapa hubungannya dengan Lezzy berjalan mulus, Aletha dan Welliam justru di dukung alam, bahkan Kendric begitu yakin Lucy Mate yang di inginkan alam untuk menjadi pemimpin sempurna di Imorrtal.


Lalu kenapa Carzie dan Selini Thea harus di tuntut perpisahan? Apa benar faktornya karena Octopus?


"Aku juga pernah memikirkan hal ini. Selini adalaha seorang Maharani, kekuatannya besar dan cukup untuk melawan semua titah Octopus. Dalam artian ia bisa saja menyelamatkan Mate nya dari hukuman mati dan pengasingan Dewi Alice, tapi sepertinya terdapat sebuah masalah yang membuatnya tak bisa melawan titah alam ataupun sekedar menuntut Octopus."


Benar, Kendric juga selalu kepikiran kenapa harus Selini Thea duluan yang mengambil alih tahta padahal mereka berdua bisa saja menjadi Raja dan Ratu, ataupun jika memang harus satu penguasa matahari lebih dapat menjunjung otoritas tertinggi untuk di jadikan kaisar.


Pada dasarnya alam tidak akan menuntut perpisahan dengan kematian dari dua insan yang berbeda dunia. Karena Mate ada itu juga karena alam sudah menghendakinya. Kalaupun ingin memisahkannya ada secara paksa atau tidak.


Di paksa karena sepasang mate itu melakukan kesalahan yang tidak dapat terampuni, dan ia harus berpisah dalam pengasingan tanpa harus mengingat satu sama lain.


Dan pilihan kedua, mereka memilih untuk berpisah secara sepihak atau di pisahkan oleh kehendak Maharaja karena alasan tertentu seperti poin pertama.


Selini memang seorang Vasilissa tapi Carzie tercatat bahwa dia benar Vasiliasnya. Lalu apa yang membuatnya harus di hukum mati?


Kendric memperhatikan kedua buku milik Carzie dan seakan ia menyadari satu hal. Carzie melakukan kesalahan dengan menentang alam, dia membuat resume jurnal sihir terlarang yang seharusnya tidak di teliti. Bahkan Dewa pun di larang untuk mempelajarinya tapi dia sampai membuat buku mengenai---sihir yang dapat melampaui kata batas itu sendiri.


Sudah sewajarnya jika kaum manusia tidak menyentuh dunia fana ataupun rahasia di baliknya. Tapi Carzie menjadi buta dan sifat alamiah manusianya yang egois mendorong rasa ingin tahunya tentang kekuatan alam.


Hasil yang di perbuatanya adalah banyak mata bangsa Dewa ataupun bangsa malam yang menginginkan kekuatan besar. Mereka menjadi gila hanya untuk mendapatkan buku Carzie. Dan pertumpahan darah pun terjadi, alam marah dan sebagai hukumannya Carzie memang harus di adili.


Dan harusnya Carzie bisa saja di kembalikan ke bumi dan menghapus ingatannya tentang dunia fana. Tapi Octopus berulah, bahwa kematian adalah hukuman yang setimpal dengan banyaknya nyawa yang jatuh menodai dunia Imorrtal.


Sedangkan Selini Thea mendapat hukuman menjadi penguasa tak berotoritas, karena ia tidak mampu mengadili kekasihnya sendiri ataupun menghentikan aksinya dalam membuat buku terlarang.


Dan sudah jelas Octopus memanfaatkan hukuman ini untuk mengendalikan kekuasaan yang kosong, perlahan dia mendapatkan setitik harapan untuk menjalankan rencananya yang sempat terkubur.


"Manusia jika sudah terobsesi akan sesuatu, bisa lebih menyeramkan daripada kaum seperti kita."


"Itu sebabnya, sang pencipta melarang mu untuk menjadi serakah dalam bentuk apapun, meski itu untuk sebuah keadilan semata."

__ADS_1


Mereka berdua saling menghela nafas, bukannya mencari solusi untuk bencana Alabasta malah justru berdiskusi tentang Carzie dan temuannya. Tapi memang sungguh di sayangkan kedua buku carzie hanya menerapkan cara pembuatan dan data riset sihir tanpa ada penjelasan penanggulangannya sebagai penawar atas sihir ilmiah ini.


Bahkan hal mengenai Alabasta hanya tertulis sedikit dan sangat singkat. Rasanya sia-sia saja mereka mencari buku ini. Terlebih Kendric sudah tersiksa karena merindukan Lucy yang ia biarkan berada di Castle nya.


"Coba cari di sudut tertentu, aku harap kita menemukan sesuatu. Kedua buku ini sudah ku salin untuk di coba teliti untuk mencari penawarnya." Kendric berjalan kearah meja yang terdapat semacam alat-alat laboratorium yang tersusun rapih, dengan berbagai macam hal yang di teliti menjadi cairan sihir baru.



Tapi mereka tidak menemukan catatan penting yang berkaitan dengan Krhanos atau pun Alabasta. Kendric terlihat panik dan sedikit kecewa, bagaimana jika ia tidak berhasil menemukan petunjuk satu pun. Tidak kah itu berarti kekasihnya akan semakin dalam bahaya.


"Hei, kemari dan lihat ini." Fedrick terlihat menemukan sesuatu, mendengar hal itu Kendric bergegas menghampiri Fedrick.


Dari balik tirai gorden ungu gelap, terdapat coretan kertas yang selalu tertulis kata Robin. Fedrick tidak memahaminya tapi ada satu hal yang sedang ingin mereka hancurkan dari keberadaan seseorang.


"Sepertinya Octopus menargetkan Little Winkly."


"Kau mengatakan sesuatu? "


"Tidak ada, sebaiknya keamanan Little Winkly harus di perkuat."


"Kenapa? "


"Sepertinya Octopus berencana menyerang keturunan Demon."


"Beraninya dia mencoba melukai cucu ku! sebaiknya aku harus segera kembali. Apa tidak ada hal yang menjadi petunjuk di sini?"


"Sayangnya memang tidak ada selain dua buku Carzie tadi."


"Aku rasa sebaiknya jangan mencari lagi, keberhasilan melawan mereka, itu tergantung dengan cara dan usaha kita sendiri. Aku akan coba mendiskusikan ini dengan bawahan ku. Kabarkan saja jika kau memiliki strategi lain."


"................" Kendric tidak menanggapinya, dia tengah menatap serius dengan nama yang terus di coret dari dinding yang menyusun rencana mereka.


Sebagai gantinya, Kendric mendapatkan petunjuk bahwa Octopus sedang memburu keturunan Robin, dan ini yang membuatnya terus kepikiran. Apalagi, Octopus mengira Sofia adalah reinkarnasi dari Robin itu sendiri.


Bukan! bukan karena tidak ada petunjuk lagi. tapi memang ada kemungkinan besar Carzie memiliki buku lain yang memang tidak pernah di ketahui. Selini Thea tidak akan membiarkan kekasihnya menciptakan sihir besar dan terlarang begitu saja.


Pasti ada satu buku yang masih tersembunyi, tapi apa? dan bagaimana wujud serta tersembunyi dimana.


"Matahari akan segera terbit, akan lebih baik jika kita pergi dari sini. Terlalu banyak jejak yang tertinggal sejak kau menghabisi hama tadi."


"Kau benar, aku juga tidak bisa menggunakan kekuatanku secara lebih karena mereka akan dapat menyadari keberadaan ku disini."


"Ayo-----"


"Tetua Agung. Seluruh ular Heiton mati terbakar dan juga, kami merasakan kehadiran seseorang disini."


Fedrick dan Kendric saling memandang. mendengar teriakan kecil dari luar ruangan ini, sudah dapat membuat mereka saling berpendapat bahwa pasukan Titania telah kembali bertugas, dan ini lebih cepat sebelum Matahari benar-benar terbit.


"Octopus telah kembali," itulah yang tertanam dalam benak mereka.


BRAK!


Dan tanpa aba-aba apa pun, pintu terbuka secara kasar menampakkan 20 pasukan Titania serta satu sosok pria paruh baya dengan seragam kuil nya yang begitu agung.


"TANGKAP PENYUSUP ITU!!"

__ADS_1


...---, o🍁o , ---...


__ADS_2