
PRANG!!
Kendric membanting buku Carzie dengan perasaan amarah yang tinggi, hingga menghancurkan meja kaca di dekatnya. Ia meninju dinding seraya berteriak, membuat retakan besar di sana. Kendric frustasi pada hal yang ada di buku Carzie, bahwa saat ia tengah serius untuk mendapatkan jawaban lain dalam masalah Alabasta---ia harus di sadarkan dengan kasar pada kenyataan yang sebenarnya.
Bahwa sebenarnya Carzie tidak punya cara lain selain memberikan pendapat, bahwa Robin lah yang berperan paling penting di bencana ini. Tidak perduli meski Selini Thea pernah memintanya meneliti mengenai hal ini tapi Carzie tetap tidak menemukan jawaban apapun. Pada lembar terakhir hanya terdapat satu kalimat pendek disana, yang bertajuk "Anda mengetahuinya, Putra Dewa Matahari."
Sejak awal Kendric memang sudah mengetajui solusi cadangan ini dan ia menyadarinya, bahwa ada kemungkinan ia yang merupakan Putra Vernitysha memiliki hak khusus untuk menghentikan Krhanos. Tapi ia sendiri tidak yakin apa yang akan terjadi jika ia memilih pilihan ini. Ia berharap di buku Carzie punya pilihan yang lainnya tapi ternyata semua tetap tertuju pada satu titik----Robin adalah tumbal yang sempurna!
Dulu ia pernah membuat janji dengan Aletha bahwa jika tidak ada cara lain yang bisa menyelamatkan Lucy dari tanggung jawab seorang Robin, maka Kendric akan menggunakan cara ini. Tapi, apakah Lucy akan setuju dengan keputusannya? Sedangkan dia yang lebih tersiksa bila Mate nya yang harus jadi tumbal.
"Sial! Apanya yang seorang pemurni. Robin hanyalah senjata untuk menghabisi Krhanos! Tapi Lucy bukanlah sebuah alat yang bisa kau pergunakan---Yggdrasil."
Kendric membakar buku Carzie lalu meninggalkan Istana bulan, ia ingin melihat kekasihnya tapi ia sendiri bingung harus membicarakan apa kepadanya. Kendric hilang arah, perasaan takut ini menghantuinya---lebih dari sosok Krhanos yang akan ia hadapi nanti.
Kendric memandang bulan, ketakutan ini memburu tiap napas yang ia hembuskan. Seakan perasaan dapat membunuhnya dengan kejam. "Jika kau memilihnya, lalu kenapa kau tidak mencoba melindunginya?"
Sekali lagi Kendric merasa bulan tidak pernah memberikan jawaban apapun. Entah firasatnya salah atau tidak, tetapi sejak kematian Selini Thea dan kosongnya kursi Dewi Bulan. Rembulan yang menjadi mutiara malam selalu diam tanpa menunjukkan sedikitpun petunjuyj wahyu yang ia pelikkan kepada dunia, seakan ia benar benar bisu untuk menyembunyikan masa depan.
"Kau kembalilah, Calister." Kendric mengabaikan kesunyian bulan dan menyuruh Calister kembali menuju istana Litch.
...---, '🍁' , ---...
*Wilayah Moonlight Pack.
Kembali pada posisi Lucy yang telah kembali ke pack Werewolf. Walau ia hanya pergi sesaat tapi sepertinya waktu fajar akan segara tiba, terlihat bagaimana awan kelabu memperlihatkan samar-samar cahaya terang pada ufuk timur.
Lucy yang sedang duduk di bibir sungai, masih asik menuliskan tiap nama korban atas insiden kemarin di tiap kelopak bunga teratai---yang nantinya akan ia biarkan melarung di sungai sebagai bentuk doa peristirahatan terakhir mereka. Meski begitu Lucy masih terus memikirkan apa yang dikatakan Pohon Dnuia kepadanya, sehingga Lucy nyaris menumpahkan sebotol tinta keatas bunga yang di persiapkan Monna kepadanya.
"Putri," Panggilan Molie membuat Lucy tersadar, untungnya tinta itu tidak jadi tumpah.
"Maaf, aku hampir merusaknya."
"Tidak apa, Putri. Tapi saya lihat, wajah Putri sangat pucat apa anda sakit? Pesta semalam juga, saya tidak melihat anda Putri?" Ujar Monna.
"Eum, seperti yang kau lihat, sejak tadi aku menikmati keindahan wilayah ini. Mungkin karena terlalu lama di luar, jadinya aku terlihat lelah." Lucy berusaha menunjukkan sikap baik-baik saja kepada Monna.
"Anda begitu mulia, Putri. Hanya saja----" Monna menatap langit yang kembali di hujani salju oleh bencana miasma, beberapa tumbuhan pun turut termakan oleh racunnya sehingga hal indah yang kemarin mereka lihat tidak berlangsung lama untuk di nikmati.
__ADS_1
"---Aku tahu, miasmanya tetap tidak bisa di hilangkan, tidak perduli berapa banyak aku berusaha." Gumam Lucy.
"Tidak, anda sudah melakukan hal yang terbaik, Putri. Saya sangat senang setidaknya anak-anak kembali dengan selamat dan bangsa pemberontak itu mendapatkan harga yang setimpal. Anda adalah pahlawan kami, bintang Asteri untuk kami Putri." Monna menunjukan senyum kelegaannya seakan ia mewakili rasa terimakasih dari seluruh orang.
Lucy melihat beberapa sekelomook wanita dari berbagai kalangan yang ikut turut hadir mengikuti upacara doa untuk pasukan mereka yang telah gugur. Anak-anak yang memandangnya dengan senyuman membuat Lucy semakin bersalah, mau sampai kapan ia menunda semua ini padahal ada banyak tunas tunas penerus bangsa yang harus mereka jaga.
"---Terimakasih," Lucy segera kembali melakukan kegiatannya mencoba mengalihkan perhatian dari topik ini.
Waktu Fajar semakin dekat, Lucy meminta izin untuk kembali ke tenda lebih dulu. Dia berjalan seraya menanggapi sapaan kaum Wolf saat berpaspasan dengannya. Lucy lelah ia ingin segera cepat tidur sebentar mencoba meredakan pusing di kepalanya, namun saat ia ingin melepaskan jubah hangatnya Lucy harus terdiam melihat sosok pria yang terlihat menunggu kepulangannya.
"Kakak?"
Pria itu yang tidak lain adalah Welliam datang untuk menjemput Adik nya. Entah rasa penasarannya akan laporan kemarin atau ia merasa khawatir dengan Adiknya sehingga Welliam harus pergi sendiri sebagai utusan yang akan membawa Lucy kembali.
"Kau sudah kembali?" Welliam meletakan lembaran laporan yang dia minta dari Muzakka setelah kedatangannya.
"Apa yang Kaka----maksudku, apa yang membuat anda datang Lord?"
"Hei, hanya ada kita berdua saat ini. Kau tidak perlu seformal itu menyapaku, lagipula kau memang tidak pernah menyapaku dengan sopan, bukan?"
"Jika di bilang seperti itu, aku akan terlihat sangat buruk sebagai Adik." Cibir Lucy sembari mendekati Welliam. "Jadi, bisa aku tahu kedatangan mu?"
Mendengar hal itu Lucy mengambil posisi duduk di sebelah Welliam, ia memandang furnitur barang di hadapannya dengan pandangan lara. Welliam menoleh menatap sang Adik yang tidak meresponnya.
"Ada apa? Kenapa kau diam saja? Apa kau tidak rela Harlie mati------"
"Bukan! Aku tidak sedang menyesal."
"Lalu?"
"-----Hanya, yah..., aku hanya sedang lelah saja." Lucy membalas tatapan bingung Welliam.
"Apa semua baik-baik saja?"
"Tentu,, semua baik-baik saja. " Lucy mencoba mengalihkan pandangan Welliam dengan senyuman canggung. "Berhenti berbohong, aku Kakak mu, aku tahu seperti apa dirimu saat ada masalah."
"Sudah kubilang, semua baik-baik saja. Kakak tidak perlu khawatir."
__ADS_1
"Lucy----"
"Kita harus segera berkemas. Sebelum salju menutupi jalan." Lucy buru-buru beranjak pergi mencoba menghindari Welliam.
Welliam tahu dengan reaksi gugupnya, tapi dia memilih untuk diam dan tidak terlalu memaksa hal privasi Adik nya. "Baiklah, aku tunggu di luar. Kita akan menuruni gunung terlebih dahulu sebelum aku membuka portal menuju istana."
"Baiklah, aku tidak akan lama." Ujar Lucy.
.......
.......
.......
"Apakah kita masih bisa bertemu, Putri?"
Lucy merendahkan dirinya, agar pandangannya menjadi sejajar dengan Kiara. Ia mengelus kepala gadis kecil itu. "Tentu saja, jika ada kesempatan, aku ingin memperkenalkan mu dengan keponakan ku. Sofia pasti akan senang."
"Sungguh! Apa rakyat biasa seperti ku bisa bermain dengan Putri kecil Kekaisaran?"
"Tentu saja, Kiara sudah menjadi tamu terhormat Lucifer Kingdom. Datanglah dengan teman-teman mu, oke?"
"Baik, Yang Mulia. Kiara doakan, anda selalu baik-baik saja."
"Terimakasih." Lucy mengelus kepala Kiara.
"Putri, sudah waktunya untuk pergi." Salah satu Kesatria yang turut megiringnya menyampaikan pesan Welliam yang memimpin pasukan di paling depan.
"Baiklah, aku pergi dulu. Jaga diri kalian." Ujar Lucy yang di tanggapi dengan sangat antusias oleh bangsa Werewolf.
Muzakka menunduk hormat kepadanya seakan berkata bahwa Lucy bisa mempercayai wilayah Moonlight Pack kepadanya. Lucy menaiki kereta kuda, mereka memerlukan permukaan yang tidak begitu banyak bebatuan curam untuk membuka portal.
Sehingga Welliam putuskan untuk menuruni pegunungan terlebih dahulu sebelum membuka portal. Karena Welliam bukan Kendric yang mampu melakukan perpindahan tempat dengan sempurna.
"Sampai bertemu kembali, Putri. Perlindungan Asteri selalu bersama mu."
Ujar seluruh bangsa Werewolf. Mereka berangkat menuju kaki gunung yang memiliki hamparan padang yang lebih rata dan sangat luas.
__ADS_1
......✧༺ 🍁 ༻✧......