
...---...
Melihat amarah sang Ayah, Lucy menutup wajahnya dengan kedua tangannya antara menahan malu atau takut untuk menjelaskannya yang sebenarnya. Ia pun melirik Queen Karollin yang sudah diambang mati rasa mendengar ucapan Kendric yang seolah berkata kepadanya bahwa dia adalah Mate sesungguhnya Lucy jadi menjauh lah.
"Ayah, kau sudah salah paham. Tidak ada yang terjadi semalam, Kendric katakan yang sebenarnya." Lucy semakin kesal, saat Kendric hanya menanggapinya dengan senyum polos penuh dosa itu.
'Apa-apaan dengan senyumnya itu?! Tidak tahukah Ayah sedang mencoba memikirkan cara membunuh kita?'
"Uni Lucy !!" Sofia berlari melewati Welliam dan Fedrick dengan terburu-buru menghampirinya sembari membawa bunga Ratencer berwarna ungu dalam jumlah banyak.
"Sofia?"
"Uni jangan khawatir, Sofia akan menolong Uni dari monster jahat itu."
"Monster ?" Lucy melihat kearah Kendric yang sepertinya mengetahui sesuatu. Sofia berjalan memutari Lucy sembari menyelipkan bunga itu di gaun, tangan, telinga dan juga rambut Lucy. Hingga ia terlihat bingung dengan kelakuan ponakannya ini.
"Paman tampan bilang, bunga ini bisa membuat monster itu menjauh karena tidak suka dengan aroma bunganya."
Dan benar saja, dari banyaknya orang yang ada di sana hanya ada satu orang bereaksi dengan bersin yang berlebihan. "Queen Karollin, anda baik-baik saja?" Lezzy menanyakan keadaan Karollin yang tiba-tiba saja bersin.
Sepertinya serbuk bunganya berhasil, karena bangsa Merrmaid yang sering menghabiskan waktunya lebih banyak di dalam air cenderung tidak akan menyukai jenis bunga ini. Itu karena bunga ini bertolak belakang dengan suhu tubuh yang lembab atau dingin. Berbeda dengan bangsa Merrmaid yang ada di atas permukaan air.
Dan seketika seluruh orang menyadari, apa monster yang di maksud adalah Queen Karollin?
"Paman tampan? Sofia sayang siapa yang kau maksud?" Fedrick mendekati cucu manisnya. "Tentu saja, dia adalah paman tampan itu Kakek." Sofia menunjuk kearah Kendric dengan wajah ceria.
Bagai disambar petir, Welliam maupun Fedrick merasa tidak terima dengan ucapn Sofia. Bagaimana bisa dia mendapat kesan baik dari Sofia yang sering pilih-pilih dalam mendekati orang baru.
"Tidak, Sofia! Kau ingat kan dengan ucapan Kakek? dia adalah Monster emas yang Kakek maksud."
"Bukan! Paman tampan bukan seorang monster. Sofia, sangat kenal paman tampan ....," Sofia berlari dari Fedrick menuju Kendric lalu dengan sigap, Kendric mengangkat dan menggendong Sofia. " ...karena Paman tampan, pria yang sangat baik dan begitu peduli dengan Uni Lucy. Sofia sangat menyayangi paman tampan!"
Sofia memeluk Kendric, begitu juga dengan respon Kendric yang terlihat senang melihat sekutunya mampu membuat seorang Welliam dan Fedrick diam seperti orang bodoh.
"Ayah, Sofia sudah di cuci otak olehnya!"
"Apa sebaiknya kita karungin saja pria gila ini? Lalu membawanya ke ruang bawah tanah." cibir Fedrick dan Welliam melihat kedekatan Sofia dengan Kendric.
Di sisi lain, Queen Karollin yang mencoba mengontrol dirinya dengan serbuk bunga yang memenuhi tubuh Lucy. Mencoba bangun dan mendekati Lucy, dia tidak tahu datang darimana pria tidak sopan ini. Tapi sepertinya pria ini akan berdampak buruk untuk hubungan putranya dengan Putri Lucy.
"Putri, kita tidak punya banyak waktu. Saya harap anda dapat ikut dengan saya, karena hal ini sangat mendesak." Queen Karollin masih saja bersikukuh ingin membawa Lucy ke wilayah Neptuna.
Kendric sudah sangat kesal mendengarnya, tangannya sudah gatal ingin merobek mulut itu untuk tidak berbicara hal bodoh lagi.
"Kau ingin membawa Putriku kemana?"
"Saya mohon belas kasih anda, Lord Besar. Saya harap anda bisa mengizinkan Putri Lucy untuk bertemu dengan Putra hamba."
"Apa hak mu bisa berbicara seperti itu?! Kau kira aku telah melupakan semua yang dilakukan putramu kepada putri kekaisaran Lucifer Kingdom? Queen Karollin aku belum membuat perhitungan dengan putra bodoh mu itu."
"Saya minta kebesaran hati anda, Yang Mulia. Saat ini putra hamba dalam keadaan kritis, saya harap Putri Lucy dapat membantu mengobati rasa sakitnya. Bukankah mereka pasangan Mate yang telah ditakdirkan oleh matahari dan rembu---"
__ADS_1
"Siapa yang menjadi mate Lucy sebagai takdirnya?" Kendric naik pitam, dia terlihat mengerikan dengan tatapannya yang begitu dingin. Sampai-sampai Queen Karollin dibuat merinding dengan auranya. "Bahkan matahari pun tidak pernah mengakui hal itu, bisa-bisanya kau mengatakannya dengan mudah!"
"Kau! Kau hanya pria luar yang tidak beretika. Bisa-bisanya kau memasuki ruangan ini dengan keributan lalu mengatakan hal tak sopan kepada seorang Putri kekaisaran, ke-kenapa tidak ada pengawal yang menyeret keluar pria hina ini?!" Queen Karollin menatap benci sosok Kendric yang menurutnya dia adalah hama untuk hubungan putranya.
Dia hilang kendali. Sudah hampir sebulan dia terus-terusan di halangi untuk bertemu dengan Putri Lucy, dan berulang kali melihat putranya terkulai menderita di kamarnya dengan kondisi tubuh sangat buruk dan terus-terusan meneriaki nama Lucy sembari menahan sakit.
Ia benci dengan kekaisaran ini, hanya karena dulu Putranya pernah melakukan kesalahan sebagai pengikut Katastrofi. Dia tidak pernah di perlakukan layaknya seorang bangsawan. Semua pikiran Karollin menjadi kacau dan tak terkendali, ia tidak tahu yang sebenarnya mengenai tindakan putranya selama ini. Sehingga ia menjadi buta untuk kebenaran.
Lucy harus menghentikan ini sebelum Kendric hilang kendali. Dia juga harus meluruskan masalah ini, dan mengambil tindakan tegas serta memutuskan semua masa lalunya yang berhubungan dengan seorang Harlie. Karena dia sudah bertekad akan mempercayai Kendric dan menempatkannya secara khusus pada hatinya.
"Queen Karollin, tutup mulutmu yang keterlaluan itu!" Lucy secara tegas menentang ucapan Karollin yang menghina Kendric. "Setelah kelancangan anda memaksa seorang Putri kekaisaran untuk mengikuti anda, kau sekarang berani menghina mate ku?"
"Mate? Putri, mate anda adalah King---"
"Bukan! King Harlie bukanlah Mate ku. Justru ada yang ingin aku katakan kepada anda. Bahwa, sebenarnya pria yang berdiri di sebelahku saat ini adalah Mate yang ditakdirkan untuk ku. Jadi, jika anda menghinanya, maka anda juga telah menghina diriku sebagai Putri kekaisaran Lucifer Kingdom."
"Tidak, ini mustahil. Setiap mahluk hanya memiliki satu mate, anda pasti hanya mencoba menghindari Putra hamba. Putri---"
"Queen Karollin, dengarkan ini baik-baik. Aku Lucy Daiana Lorddarks, tidak pernah memiliki ikatan khusus apapun terhadap King Harlie. Semua yang terjadi di masa lalu hanyalah perasaan suka yang di dasari pikiran bodoh, karena saat ini hanya Kendric Mate ku seorang dan selamanya akan tetap seperti itu. Jadi aku mohon, sebaiknya anda kembali saja."
Semua yang mendengar itu tak mempercayainya bahwa Lucy akan berterus-terang mengatakan pria yang dia cintai. Dan saat itu Fedrick maupun Welliam melihat mata Adik serta Putrinya dipenuhi gemerlap cahaya. Sepertinya harus mereka akui, bahwa Lucy bukanlah seorang Putri yang perlu mereka lindungi.
Lezzy tersenyum, akhirnya Putrinya membuat keputusan yang tepat dan semoga saja dia tidak melepaskan genggamannya dari tangan Kendric. Sedangkan reaksi Queen Karollin yang hampir saja tak mampu berdiri, menatap kecewa kepada Lucy.
Apa sungguh ini hukuman untuk putranya, bahwa Harlie telah memetik buah dari bala yang ia tanam sejak dulu. Tapi, seakan dia tidak pernah merasa cukup puas Karollin berulang kali memikirkan, bahwa semua ini adalah rencana Lucy untuk menghancurkan kehidupan anaknya sebagai balas dendam atas tindakan memalukan di pesta itu.
"Saya kecewa dengan anda Putri. Bukan kah Putra saya kehilangan sebelah tangannya karena anda?" Lucy mengerutkan keningnya, apa saat ini Queen Karollin sedang menyalahkannya?
"Setelah dia menderita cukup banyak anda ingin menyiram garam di atas lukanya lagi? setidaknya bertanggung jawablah atas kehidupan cacatnya!"
Kendric menurunkan Sofia dari gendongannya, lalu memberikan buket bunga mawar merah yang ia bawa kepada Queen Karollin seraya berbisik dingin kepada wanita paruh baya itu. Dan seketika ekspresi Karollin menjadi ketakutan, seluruh tubuhnya menjadi merinding saat mencoba membalas mata merah yang berkilat---menuntutnya untuk diam dihadapan seorang kaisar dewa.
Pria ini begitu sangat berbahaya, siapa dia sebenarnya?! Queen Karolin kian bergetar saat meraih buket mawar merah, yang sebenarnya adalah mawar putih yang sudah di warnai dengan darah bangsa Merrmaid atau lebih tepatnya Kendric membunuh beberapa orang terpercaya Queen Karollin dan membiarkan darah mereka menjadi cat paling baik dalam mewarnai mawar ini.
Dalam bisikan kecil tersirat banyak pesan untuknya, bahwa semua yang terjadi pada Putranya saat ini adalah ulahnya. Mulai dari tangan hingga racun yang terus menggerogoti pikiran serta jantung, karena Kendric paling tidak suka melihat orang manapun menyiksa Mate nya.
Apa menurut mereka Raja para Dewa ini tidak bisa lebih kejam? Apa untungnya juga bagi dirinya membiarkan Harlie hidup? Jadi dia memberikan racun Gravos secara berkala kepada Harlie. Karena melihat musuhnya mati dengan cara perlahan-lahan sungguh sangat mengasikkan.
"Jikan kau masih ingin melihat putramu hidup, segera tinggalkan tempat ini dan jangan pernah usik kehidupan Lucy lagi!"
Kendric menarik diri dan kembali berdiri disebelah Lucy dengan senyuman menawannya. Tapi bagi Welliam serta Fedrick yang melihat senyumnya itu hanyalah senyum kepuasan saat melihat musuhnya kian menderita.
Sepertinya, Kendric sungguh pria yang paling berbahaya daripada mereka (bangsa demon). Queen Karollin memikirkan hal ini matang-matang, dan membaca situasi yang memang tidak akan mungkin keluarga kekaisaran ini memihaknya.
"Sepertinya anda sudah paham dengan situasi saat ini. Pergilah, aku tidak akan memperhitungkan sikap kurang sopan mu di Kerajaan ku!" Titah Welliam sebagai seorang Lord.
Queen Karollin begitu kesal dan ingin sekali memberontak pada keadaan ini, tapi tekanan yang di berikan pria berambut matahari ini begitu mengerikan. Sehingga ia pun harus menyerah dan mundur dulu. Dengan perasaan tidak terima dia harus membungkuk di hadapan Lucy serta Kendric sebagai permohonan maaf.
"Terimakasih atas kemurahan hati anda, paduka Lord. Saya mohon undur diri," Queen Karollin berjalan meninggalkan ruangan penuh kegaduhan itu. Dia mencengkram kuat buket mawar merah itu, sehingga tangannya menjadi mengeluarkan darah akibat duri yang berhasil menusuk telapak tangannya.
' Aku pasti akan membuat mereka membayar perbuatan hina ini !! Kalian lihat saja nanti! '
.
__ADS_1
.
Beralih pada posisi yang masih menegangkan diantara mereka. Lucy merasa ada yang aneh dengan yang di katakan Kendric barusan, apa yang dia bisikkan sehingga Ratu lautan itu mau menyerah?
"Apa yang kau lakukan kepadanya?"
"Hanya memberi ancaman ringan saja." Lucy masih curiga dengan tatapan lembut Kendric. Apa dia sudah melakukan sesuatu kepada Harlie?
Kendric terlihat senang hari ini dan terus tersenyum hanya kepada Lucy. Dan Lucy baru sadar, bahwa tadi dia mengatakan perasaannya di hadapan Kendric dan semua orang bahwa dia hanya mau Kendric sebagai Mate nya.
"Ke-kenapa wajahmu begitu sesenang itu? Membuatku takut saja. Dan juga, jangan ulangi lagi tindakan bodoh seperti mendobrak pintu dengan kasar."
"Memangnya ada monster yang mau membukakan pintu, jika kita mengetuknya dengan lembut?"
"Kendric, Queen Karollin adalah Ratu lautan dia juga adalah bangsawan terhormat. Perhatikan cara bicaramu."
"Aku tidak perduli, yang namanya menyelamatkan harus dengan cara yang keren baru bisa memberi kesan baik di hadapan seorang Putri."
"Kau ini!" Lucy tertawa kecil mendengar hal itu. Entah mengapa, meski dia kesal dengan ucapan Queen Karollin yang seolah tak tahu apapun. Tapi ia puas bisa mengatakannya dengan tegas bahwa Harlie bukanlah pria satu-satunya yang bisa bersamanya. Dan dia juga membalas hal menyakitkan saat di pesta itu dengan memutuskan semua hubungan dengan Raja ikan itu.
"Ekhem! sekarang bagaimana mengurus pintu yang rusak itu?" ujar Welliam.
"Apa kalian begitu miskin untuk memperbaiki sebuah pintu saja? Jangan khawatir aku akan menggantinya sepuluh kali lipat Katakan saja berapa banyak uang yang perlu aku ganti."
Sombong amat! pikir Welliam dan Fedrick yang mendengar ejekan Dewa ini. "Tapi sebelum itu, kalian memiliki satu hutang penjelasan mengenai yang terjadi semalam?!"
"Ayah, sudah Lucy katakan tidak ada yang terjadi. Semua hanya salah paham."
"Aku tidak percaya! Pokoknya selama kau masih ada di Darkness World, menjauh lah dari Putri ku sejauh seratus kilometer--mmm." mulut Fedrick langsung di tutup Lezzy begitu saja.
"Oh, kau ini berisik sekali. Biarkan Putrimu menikmati waktunya bersama mate nya, siapa tahu kita punya cucu baru dalam waktu dekat. Kalau begitu kami permisi dulu anak-anak." Lezzy menarik suaminya keluar sambil tetap menutup mulut Fedrick.
"Papa, ayo main dengan Sofia. Mama juga pasti rindu Papa." Welliam yang tadi ingin ikut marah, jadi tidak bisa marah melihat keimutan putrinya dan dia pun menuruti Sofia untuk main bersama.
"Paman tampan, semangat!" teriak Sofia dari gendongan Welliam saat mereka berjalan keluar ruangan bersama Aletha.
"Kendric, apa kau sungguh telah mencuci otak Sofia? Kenapa kalian bisa seakrab ini?"
"Apa kau percaya aku melakukan itu?"
lucy mengidikkan bahu, lalu bersiap untuk meninggalkan ruangan tapi tangannya berhasil di tahan oleh Kendric. "Lucy ...."
"Iya?"
"Mengenai ucapan ku semalam, sepertinya aku akan benar-benar mencoba menculik mu malam ini."
"Ha?"
...-- .•🍁•. --...
Oh, terimakasih banyak atas penantian kalian pada karya ini. Maaf sudah hilang selama sebulan tanpa kabar🙏
Semoga kalian selalu sehat dan tetap setia menanti kelanjutannya❤ dan juga Author ucapkan selamat berpuasa bagi yang menjalankannya. Semoga Ramadhan di tahun ini melimpahkan rahmat dan ampunan dosa bagi umat muslim🌷
__ADS_1
Sekali lagi terimakasih, tunggu episode selanjutnya ya, love u all😘