
.... ...
.... ...
.... ...
...--. ๐ .--...
Welliam tidak mau kehilangan anak tersayangnya, apalagi---bagaimana caranya dia akan menghadapi Aletha, jika dia tahu bahwa putri mereka terluka karena dirinya.
"Kyaaa! Papa."
Sofia berteriak dengan tubuh mungil yang begitu rapuh tengah menangis ketakutan. Welliam masih berusaha secepat mungkin mendekati putrinya untuk menyelamatkannya, tapi kawanan Hyena yang lain justru menghalangi Welliam.
Karena terlalu fokus pada Sofia, Welliam tidak menyadari pergerakan dari Hyena tersebut, sehingga seekor Hyena berhasil menggigit pundak kiri Welliam dan menghentikan aksi Welliam untuk menyelamatkan Sofia.
GERRHH!!
Welliam mengumpat kesal pada Hyena yang menggigitnya di tambah dia di buat shock serta takut saat melihat Hyena itu semakin mendekati putrinya. "Jangan---SOFIA!! "
Di tengah ketegangan serta kecemasan akan ketakutan. Waktu seketika menjadi terhenti saat sebuah kupu-kupu berwarna hijau penuh cahaya gemerlap, terbang mengelilingi Sofia. Dari seekor kupu-kupu itu perlahan merubah wujudnya menjadi sesosok wanita yang kini tengah memeluk Sofia.
"Jangan khawatir, semua ini tidak nyata. Kau hanya sedang mimpi buruk, Putri Sofia ..."
Lantunan suaranya yang begitu merdu menenangkan Sofia, tubuhnya menjadi lemas tak bertenaga, akibat trauma yang ia alami, apalagi hal ini begitu mengerikan bagi anak-anak.
Dalam sayup mata yang begitu lemah, Sofia hanya dapat melihat sosoknya yang memiliki perawakan rambut hitam dengan mata permata berwarna hijau. Hanya saja, sungguh di sayangkan wajahnya begitu buram---tidak dapat di lihat dengan jelas.
Apa dia adalah Kakak Peri ?
Hanya itu yang terbenam dalam pikiran Sofia sebelum benar-benar tak sadarkan diri. Sosok wanita cantik itu pun tersenyum lembut dengan mendekap erat tubuh mungil dari Sofia. Lalu matanya berubah benci saat melihat kearah Hyena yang mematung di hadapannya akibat waktu yang terhenti.
"Menjauh!"
Sepatah kata yang begitu dingin berhasil menjalankan kembali waktu yang terhenti, dan saat itu juga Hyena di hadapannya terhempas jauh. Tak lama puluhan kupu-kupu merayapi tubuh Hyena tersebut hingga merubahnya menjadi kumpulan tulang. Sedangkan para Hyena yang lain terlilit oleh rantai emas yang menahan kekuatan terkutuk dari hewan spirit tersebut.
Welliam terdiam dengan mengabaikan luka parah pada punggungnya, sebenarnya tidak perlu berlebihan karena luka gigitan itu akan sembuh sendiri karena sihir pertahanan Welliam. Ia menatap pemandangan familiar dari sosok di hadapannya.
"Wah, bagaimana bisa Putri manis ini adalah Keponakan ku. Melihat kepribadiannya yang imut sangat tidak cocok dengan sifat Kak Aletha sewaktu kecil, hihihi..., meski begitu aku bersyukur karena kau terlahir kembali sebagai Putrinya, Sofia .... "
Wanita itu terus memainkan pipi gembul Sofia dengan sangat gemas. Apalagi Putri kecil itu sangat manis saat ia tertidur seperti ini.
"Kau----Dewi Timorias, Tahlia." Welliam terlihat sinis melihat wanita yang sempat menjadi musuhnya dahulu, meski begitu dia bersyukur karena berkatnya Sofia baik-baik saja.
"Hem ..., aku sudah bukan lagi seorang Dewi---Atau lebih tepatnya, aku hanyalah remahan roh tak sempurna dari jiwaku. Dan lihatlah sikapmu yang dingin itu. Masih saja tidak berubah sama sekali, Paduka Lord---ah! Apa sekarang aku harus memanggilmu sebagai Kakak Ipar ku? " Wanita itu membalas senyum sinis pada Welliam.
"Kalau tidak salah, Aletha pernah bilang. Kau sekarang mengikat kontrak sebagai Soul Of Life untuk Sofia."
"Daripada dibilang Kontrak, aku lebih suka di simpulkan sebagai penebusan dosaku. Seperti yang kubilang, aku yang sekarang kau lihat hanyalah jiwa tak sempurnaku yang masih tertinggal akibat perasaan bersalah pada kehidupan Sofia dahulu."
"Memangnya bisa begitu?"
"Tentu saja, bahkan Ardsekar dan Rechyla saja menghabiskan waktu ratusan tahun untuk mengawasi generasi Lord. Sedangkan Nenek mu, Dewi Selini Thea. Menghunakan metode yang sama pada Mate nya."
"Meski sudah tiada Tuan Carzie tetap bersamanya sebagai Soul Of Life Rusanya. Setiap jiwa tidak akan benar-benar pergi jika masih ada hal yang ia khawatirkan selama hidupnya, Lord."
"Jadi kau memilih menjadi Soul Of Life untuk Sofia sebagai menebus kesalahanmu, begitu Tahlia?"
"Tentu saja, meski begitu semua perlu izin dari Kaisar Langit. Baru jiwa-jiwa rapuh sepertiku dapat mengikat kontrak sebagai Soul Of Life seorang Dewi/Dewa. Meski begitu, kekuatanku tidak sekuat dulu karena kondisiku bergantung pada pengendalian sihir dari Tuan nya. Sofia saat ini masih lah lemah, tapi saat dia sudah dewasa, aku yakin dia akan melampaui Kakak. "
"Entah mengapa, memdengarmu berkata tulus tanpa ada sikap sinis seperti dulu, membuatku merinding."
"Hei, jaga kata-katamu. Kau pikir aku menyukaimu? Saat ini diriku pun masih membmencimu," Tahlia terlihat menyindir Welliam.
"Ha ..., aku kecewa. Bagaimana bisa kau sebagai Ayahnya datang terlambat untuk menolong Sofia, sepertinya Kakak ku menikahi pria bodoh."
"Kau---Lalu bagaimana denganmu, Tahlia? Kau sendiri adalah pelindungnya, kau saja datang paling terakhiran. "
"Kondisiku ini mengikuti nalurisme dari sihir Sofia. Dan satu lagi, jangan panggil aku Tahlia karena pemilik nama itu sudah mati sebagai penjahat. Aku lebih suka dengan nama baruku yang Sofia berikan, Talitta,"
"Talitta? Itu terdengar tidak cocok untuk mu."
"Benarkah? Oh, aku sangat tersanjung atas pujian mu."
"Cih, "
__ADS_1
Tahlia memakaikan selimut hangat kepada Sofia, lalu memberikannya kepada Welliam untuk tertidur dalam pelukannya. Sesaat suasana menjadi hening karena saat ini Tahlia memperhatikan lebih detail hewan spirit Hyena yang masih terkunci dalam sihir pengekang. Belum lagi hutan disini tercium aroma busuk yang begitu pekat.
Hm? Batu krystal di kepala hewan itu---sepertinya aku tahu mereka di utus oleh siapa.
"Apa kau menemukan sesuatu dari hewan-hewan itu? Aku berusaha membunuh mereka, tapi anehnya mereka kembali hidup lagi."
"Itu karena mereka bukanlah hewan spirit seperti pada umumnya. Atau harus dibilang, mereka adalah Roh Suci dari kaum Undead."
"Roh Suci? Undead?"
"Mereka sejenis peri alam, mungkin di Darkness World seperti kaum legenda Fairys. Terakhir bangsa Darkness World melihat kaum itu saat kebangkitan Dewi Alicia di hutan Pinus. Mereka adalah roh yang menjaga kenetralan alam. Tapi harusnya roh suci itu bersahabat meski jarang menunjukkan wujudnya. Sepertinya ada yang mencoba menanamkan sihir kutukan kepada Hyena itu."
"Kutukan? Apa mungkin, ini sama dengan yang kau gunakan pada Troll dan Goblin." Welliam terlihat mencurigai seseorang.
"Sepertinya kau cepat membaca situasi ya. Mungkin dulu aku menggunakan sihir kutukan dari temuan Carzie untuk mengendalikan Troll dan Goblin. Tapi, Octopus itu licik dia tidak akan semudah itu memodifikasi Roh Suci dalam perfektur biasa, mungkin saja dia berniat mencuci otak seluruh Roh Suci dengan sihir gelap."
Tapi, kenapa Octopus menyuruh hewan seperti ini mengincar Sofia? Apa mungkin karena---(?)
Tahlia semakin memiliki ke terdugaan terhadap sesuatu ditambah kondisi alam di Darkness World begitu buruk.
"Aku tidak bisa berlama-lama dalam wujud asliku. Karena itu akan menguras tenaga Sofia sebagai Tuan ku, tapi kau tidak bisa mengalahkan Hyena itu hanya dengan mengandalkan sihirmu saja."
"Maksudmu?"
"Kau memerlukan kekuatan pemurni seperti pedang Wisteria Kakak, atau kau bisa mematahkan sihir kutukannya dengan pedang hitam (Thanato) Kakak yang kini sudah jadi milikmu."
"Ah, benar. Kenapa tidak terpikirkan ya? "
"Itu karena kau Lord yang bodoh."
"Tch! Sebelum kau pergi, apa kau tahu dimana buku Carzie? "
"Entahlah, setelah memutuskan sebagai Soul Of Life. Ingatan tentang kehidupanku dulu tidak tersimpan baik di kepalaku, aku hanya dapat mengingat sebagian saja mungkin karena aku hanyalah separuh dari jiwaku. Mungkin saja, buku itu sekarang ada di tangan Octopus."
"Paduka Lord, kau harus berhati-hati, kejadian hari ini akan terulang lagi pada Sofia. Aku tidak tahu alasan jelasnya, tapi sepertinya Octopus salah mengira bahwa Sofia adalah keturunan Robin dan berniat membunuhnya agar rencananya terlaksana."
"Apalagi, miasma yang mempengaruhi alam di sini adalah efek dari kekuatan Krhanos yang hampir memasuki waktu kebangkitannya. Bahkan hutan Wisteria saja bisa di buat layu berguguran, sehingga miasma nya menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru wilayah."
"Ini semua karena Krhanos akan segera bangkit? Dan juga kenapa Octopus mengira Sofia adalah Robin? Apalagi itu? " Welliam terlihat bingung, masih ada satu hal yang tidak ia ketahui.
Tahlia menghela nafas, sepertinya Maharaja itu tidak menjelaskan hal detail mengenai sosok Robin yang begitu berperan penting dalam kebangkitan Krhanos. Tapi Tahlia tidak punya banyak waktu, ia harus segera kembali dalam wujud kupu-kupu atau jika tidak Sofia bisa Demam tinggi.
Setelah mengatakan hal sesingkat itu, Tahlia pun kembali menghilang menjadi kupu-kupu hijau. Seiring kepergiannya rantai yang mengekang para Hyena pun menjadi terlepas dan hal itu membuat mahluk Undead itu kembali menggila.
Tapi Welliam tidak akan menyerang secara sia-sia lagi. Diapun membiarkan Thana, roh dari pedang hitamnya untuk membelah menjadi dua tubuh Hyena sehingga Kristal tersebut pun hancur, dan seketika tubuh mereka menjadi kebulan asap abu-abu yang mengeluarkan cairan miasma tak sedap berwarna ungu.
"Lord, Roh Suci itu mengeluarkan miasma yang sama seperti tanah dan pohon yang sudah tercemar."
"Sepertinya, persiapan kita untuk menghadang hari besar kehancuran sudah tidak bisa di lerai terlalu panjang. Thana coba kau pergi dan melihat kondisi seberapa parah hutan Wisteria."
"Baik, Lord."
...--๐--...
Hari berangsur hingga melewati 3 minggu, sudah setengah bulan terlewati dengan kondisi Darkness World yang kian memburuk. Untungnya juga Aletha memahami hal yang di alami Putrinya, sehingga ia pun dapat menahan amarah Welliam yang hampir menebas kedua pelayan yang bertugas menjaga Putrinya.
Meski begitu Aletha masih saja khawatir, karena melihat dari petunjuk Tahlia mengenai Hyena tersebut. Pasti Octopus sudah mulai curiga bahwa keturunan Robin telah kembali dan ia mengira Sofia adalah Robin, dia jadi khawatir karena Lucy berada di Imorrtal akan sangat parah jika dia di ketahui pihak kuil suci.
Tapi ia juga sudah di buat kalang kabut dengan energi negatif Krhanos yang sudah berada sangat darurat. Miasma kutukatan yang perlahan melahap alam merubah suasana Darkness World seperti terselimuti badai. Apalagi tanaman Wisteria kian kehilangan energi sihir alamnya, dan itu mempengaruhi tumbuhan yang lain.
Selama setengah bulan ini mereka sibuk rapat dan mencari solusi menangguli energi jahat sebelum kebangkitan Krhanos tiba. Robert yang menjadi ajudan sebagai wali Kendric turut hadir membahas hal mengerikan apa yang akan mereka hadapi.
Tapi di setiap permasalahan, pasti selalu ada opini yang bercabang pikiran dan itu sangat memusingkan. Sedangkan untuk solusi mereka masih harus bekerja keras memikirkannya.
BRAK!
Welliam menggebrak meja di kantornya, ia pusing dengan laporan dari berbagai wilayah bahwa sedikit demi sedikit rakyatnya mengalami gejala penyakit serius akibat menghirup miasma dari energi Krhanos, belum lagi jumlah Roh Suci yang terkena kutukan bertambah banyak---dan terus menyerang serta menyebarkan miasma racun di seluruh wilayah.
Disaat air tercemar, udara menjadi racun dan tumbuhan menjadi satu-satunya hal yang di butuhkan justru menjadi sumber miasma terbesar, sehingga angka kematian akibat peristiwa ini tak bisa di hindari.
Seluruh Alkemish terbaik di sebar ke seluruh penjuru wilayah dan mencoba sebisa mungkin menyelamatkan keadaan. Meski begitu tak jarang rakyat mengolok-olok kekaisaran karena kurang lihai dalam menangani keadaan saat ini.
Dan itu sepuluh kali lipat membuat Welliam hampir depresi, karena jika opini publik terus berpecah. mereka akan susah mengendalikan susasana memcekam ini.
"Apa hal ini terjadi juga di Imorrtal? " Welliam bertanya kepada Robert yang berdiri dengan tegas di hadapannya.
"Sebagian wilayah memang sudah tercemar dengan miasma kutukan. Tapi selama Matahari masih berada di langit, hal itu tidak terlalu berdampak buruk bagi wilayah ibu kota."
__ADS_1
"Tapi kenapa Darkness World menjadi yang paling parah? "
"Bukan hanya Darkness World saja, Bumi---dunia manusia pun saat ini tengah di landa bencana pandemi akibat misma kegelapan Krhanos yang sangat besar."
"Sial! Dunia manusia tidak ada sihir perlindungan untuk mencegah penyebarannya."
"Untuk itu, dunia manusia masih di bilang aman dan tidak ada kerusakan atau korban jiwa seperti Darkness World."
"Daripada itu, sepertinya, Octopus menargetkan dunia ini terlebih dahulu. Itu bisa terlihat karena tidak ada sinar matahari dari baginda yang menembus awan rapat di langit. Sepertinya, sihir kuno telah terpasang tanpa sepengetahuan kita."
"Octopus kepar*t! Aku benar-benar ingin mengambil jantungnya. Sekarang bagaimana persiapannya? "
"Saat ini Baginda Kaisar masih menyelinap masuk ke daerah kuil suci. Beliau berpesan, untuk sementara waktu kita harus menanam batu kristal yang sudah Baginda siapkan ke penjuru wilayah untuk menekan miasma tidak menyebar lebih parah."
Welliam melihat kearah luar jendela. Beberapa pasukan kerajaan yang di pimpin langsung oleh Albert dan Briant, sedang melaksanakan untuk menanam kristal tersebut.
"Baiklah sudah cukup untuk hari ini, sampaikan saja pesanku mengenai rencana kita kedeannya, kepada Kendric."
Robert mengerti dia pun kembali pergi dan tergantikan dengan kehadiran Lezzy yang tidak biasanya memasuki kawasan istana politik/kantor Welliam.
"Ibu, apa yang membuatmu datang kemari? "
"Welliam, Ibu tidak tenang. Apa kau mendapat kabar mengenai Adik mu?"
"Lucy? Memangnya ada apa bu? "
"Setelah kejadian yang di alami Sofia, entah mengapa---aku takut terjadi sesuatu kepada Lucy."
"Lucy baik-baik saja, wilayah Apollo sangat aman. Aletha saja mengakui keamanan di istana itu."
"Tapi, Ibu rasa masih ada sesuatu hal yang tidak di katakan oleh kaisar Dewa tersebut. Dan, Ibu khawatir itu berdampak buruk untuk mereka."
"Hal yang buruk itu adalah Octopus dan Krhanos. Ibu tidak perlu khawatir, aku yakin mereka baik-baik saja."
Lezzy yang awalnya khawatir perlahan mulai tenang dan mencoba meyakininya juga. Tapi mimpinya begitu aneh, kenapa dia melihat kalau di mimpinya akan ada seseorang yang mati.
Hanya saja ia tidak tahu siapa sosok tersebut, karena tidak melihatnya dengan jelas dalam mimpinya, yang ia dengar hanya suara lirihan pilu yang begitu menyiksa batin.
'Jangan pergi, Lucy ...' kalimat itu yang terdengar samar-samar. dan karena itu juga, Lezzy menjadi khawatir.
"Daripada mengkhawatirkan Lucy dan Dewa itu. Aku lebih kepikiran dengan Harlie yang tidak menunjukkan perlawanan sama sekali. Sebenarnya apa yang terjadi kepadanya? "
"Kau benar, Queen Karolin juga bilang, bahwa King Harlie dalam keadaan buruk. Apa mungkin karena putusnya hubungan Mate---tapi Harlie bukanlah Mate Lucy yang sebenarnya."
"Baguslah jika dia tidak baik-baik saja, lebih bagus kalau dia mati saja." Welliam meminum sampanye darah dengan sangat geram terhadap seseorang, perhatiannya teralihkan pada kalender kegelapan yang terus mendekati hari kebangkitan Krhanos.
"Sebaiknya ibu kembali dan beristirahat. Oya bu, bagaimna keadaan Sofia sekarang."
"Dia sudah kembali aktif, untungnya Aletha mengambil tindakan untuk memanipulasi ingatan saat kejadian kemarin. Aku sempat khawatir juga, kalau peristiwa itu akan membuatnya trauma."
"Syukurlah, tapi aku tidak lihat Ayah? Bahkan dia tidak datang saat Sofia terbaring demam semalaman."
"Itu karena Ibu tidak memberitahunya."
"Kenapa? "
"Karena Fedrick sedang berada di dunia manusia."
"Ayah pergi ke Bumi? Untuk apa?"
Lezzy mengangkat bahu, merahasiakan alasan kepergian Fedrick yang kembali ke dunia manusia untuk memastikan sesuatu hal. "Jangan khawatir, Ayahmu pergi untuk melakukan kebajikan kok."
"Kebajikan? terdengar mencurigakan. Apa ada kaitannya dengan miasma yang menyebar di bumi."
Lezzy hanya tersenyum, dan hal itu membuat Welliam sebal. Karena kalau sudah begitu, sudah menjadi peringatan baginya untuk diam dan mendengar kabarnya saja nanti. Tapi perhatian mereka teralihkan saat Styvn memasuki ruangan dengan keadaan panik.
"Paduka Lord, King Harlie melakukan pemberontakan."
"Apa? Disaat situasi seperti ini?!"
...--. ๐ .--...
*Informasi Karakter Novel
Adik tiri Aletha yang menjadi Dewi Hukum di Imorrtal. Tetapi menyalahgunakan kekuasaannya, karena di jebak dan di hasut oleh Octopus. Memiliki paras rupawan dengan mata permata hijau yang menyerupai hutam alam yang begitu sejuk.
__ADS_1
Saat ini bertekad menebus dosanya dengan cara melindungi Sofia sebagai Soul Of Life dirinya.