The Queen Of Vasellica Moon

The Queen Of Vasellica Moon
Great Celebration ; Hope In Lantern


__ADS_3

*Darkness World


~ Lucifer Kingdom


Untuk merayakan dan memperingati hari keemasan setelah bencana Alabasta yang telah berlalu selama 100 tahun. Lucifer Kingdom menjadikan Festival Asteri sebagai hari besar bagi dunia kegelapan dan akan membuka istana untuk mengundang para bangsawan serta rakyat---bergabung dalam pelepasan lampion harapan ke langit.


Tidak hanya itu saja beberapa bangsa Imorrtal juga sudah mulai berbaur dan mengagumi keindahan Darkness World, bahkan mereka melakukan kerjasama yang dapat membangun kejayaan antar kekaisaran. Sejak Kendric menjadi panutan kekuasaan, perselisihan antar bangsa pun tidak pernah terjadi walau masih ada pertengkaran kecil tapi tidak akan sampai menimbulkan kebencian.


Masih ada waktu sekitar 1 jam lagi sampai acara utama di mulai, tapi alun-alun ibu kota Zainthor dan gerbang istana telah terpenuhi pengunjung dari berbagai kalangan. Musim dingin telah berakhir beberapa tunas tunas muda dari berbagai tumbuhan muncul di beberapa tempat bahkan sebagian taman istana sudah mulai beragam tumbuhan yang mekar lebih cepat di malam festival.


Hari ini juga sudah cukup hangat bahkan mereka tidak lagi menggunakan pakaian tebal. anak-anak yang berlari membawa lampion dan beberapa kaum dewasa yang berbincang ria menjadi irama musik menyenangkan bagi Lezzy yang mengamati kedatangan tamu istana dari balkon kedemiannya yang ada di lantai atas.


Meski ia terbilang abadi tapi karena Lezzy memiliki setengah darah manusia, ia pun memasuki usia tak lagi semi di usianya yang ke-635 tahun. Meski begitu ia tetap cantik tanpa ada garis penuaan di wajah nya. Lezzy juga menerimanya karena mau bagaimana pun ia juga ingin memasuki usia tuanya setelah melihat anak-anak nya bahagia dan melihat cucu nya memanggilnya dengan sebutan nenek hingga ke cicit nya kelak.


Sebuah kain merangkul tubuh Lezzy dan mendapati pria yang selalu tulus memandangnya dengan kehangatan. Bahkan sangking cintanya dia kepada Lezzy, Fedrick pun menggunakan sihir perubahan untuk mengikuti perubahan yang sama seperti kekasihnya, padahal ia memiliki waktu yang terbilang cukup lama untuk memasuki usia tua nya.


Sekali lagi Lezzy sangat bersyukur telah mendapatkan pria yang mau menerimanya apa adanya.


"Meski malam ini cukup hangat, kau tetap tidak boleh mengabaikan kesehatan mu Lezzy." Fedrick berdiri di sebelah Lezzy ikut memandang keramaian di bawah sana.


Seraya menggenggam tangan Mate nya, Fedrick terlihat memiliki banyak pikiran dan tentu Lezzy dapat menyadari nya dari perubahan tatapan nya saja. "Kali ini apa yang kau khawatirkan? Apa mengenai Lucy?"


"Lezzy, jika memang sungguh benar Lucy bisa kembali----apakah dia akan tetap menjadi Putri ku?"


"Maksudmu?"


"Aku selalu memikirkan hal ini dan menjadi kegelisahan yang tidak bisa ku abaikan. Bukankah jika mempercayainya, saat ini Putriku telah tiada----Lucy Daiana Lorddark's telah mati. Dan jika keajaiban itu sungguh terjadi, bisa saja dia berenkarnasi tapi ia akan menjadi anak perempuan dari orang tua yang baru, bukan kah itu berarti dia tidak akan kembali kepada kita?"


"Jikapun benar aku pasti akan memaksanya untuk kembali tapi itu akan membuatnya membenci ku." Lanjutnya.


Lezzy tidak pernah menyangka Suami nya punya pemikiran sedalam ini ia kira ia sudah benar-benar menyerah karena puluhan tahun lalu ia terlihat frustasi untuk menunggu.


"Dia akan kembali." Ujar Lezzy dengan tatapan serius "Jika memang harus terlahir tidak dariku, aku akan tetap menyayanginya tapi dia Putri ku dan selamanya akan seperti itu. Aku percaya Lucy akan kembali kepada kita."


Seakan Fedrick di sadarkan, kata-kata Lezzy menampar perasaan nya yang sempat lemah. "Lezzy..,"


"Aku harap kau sudah mengerti dan tidak mengatakan hal tersebut lagi."


"Aku minta maaf Lezzy----"


"Tapi kalau di pikirkan lagi, jika Lucy kembali ia pasti langsung pergi lagi dari kita."


"Hm? Kenapa begitu?"


"Kau lupa, kalau masih ada satu orang lagi yang menantikan dirinya, jadi merelakan Lucy dari sekarang juga bagus."


"Cih! Apa kegelisahan ku sebenarnya adalah dia?! Aku jadi ingin menentangnya."


"Jangan memulai peperangan lagi, aku ingin menikmati waktu tua tanpa harus mengkhawatirkan anak-anak. " Lezzy berjalan pergi dari balkon kamar "Sebaiknya kita turun, Festival akan segera di mulai---Hem, apa kali ini Kaisar Dewa akan datang?"


"Jangan berharap dia sudah tida muncul selama hampir 80tahun, bukan? Ah! mungkin saja dia tidak akan tertarik lagi kepada Lucy, karena telah melupakan nya."


"Sepertinya bukan melupakan, malah justru ia akan memberikan upeti pernikahan saat bertemu dengan kita lagi."


"Lezzy kau ini tidak bisa membaca suasana hati ku ya."


...----༺ 🍁 ༻----...


*Istana Litch


Disaat semua sibuk dengan istana utama, tempat ini justru akan selalu sepi karena larangan dari Lord untuk tidak memasuki istana milik peninggalan adiknya. Meski Kendric tidak pernah mengunjungi mereka, Aletha yakin Kaisar nya itu pasti sesekali akan mendatangi tempat ini hasilnya ia membujuk Welliam untuk tetap menjaga istana masa kecil Lucy daripada istana sunny kediaman Lucy.

__ADS_1


Kendric menghabiskan segelas wine dalam sekali tegukan, bahkan terlihat ada begitu banyak botol di sekitarnya. Meski ini malam yang menyenangkan tapi bagi Kendric ini adalah malam berkabung untuknya. Ia mungkin tidak akan mabuk tapi akal sehatnya akan menjadi gila karena terus memutar kenangan nya dengan Mate nya.


Meski begitu Kendric akan menenangkan nya dengan buku buku yang masih tersimpan di kamar Lucy dulu. Ia hanya ingin tahu apa yang membuat kekasihnya saat kecil selalu mendambakan sosok pangeran, bahkan sampai membandingkan dirinya dengan bangsa Merrmaid.


Dan saat di telusuri, ternyata hampir seluruh isi perpustakaan mini nya adalah cerita dongeng yang sangat menghibur bagi anak-anak---membosankan untuk dirinya yang tidak tertarik dengan cerita seperti ini.


Tapi Kendric menemukan satu cerita menarik di rak paling atas mungkin juga Lucy belum membacanya karena terlihat buku itu tersimpan di dalam kotak, tebakan nya sih itu adalah hadiah untuk Lucy saat ia berusia 15 tahun nanti, karena isinya adalah sebuah Novel bukan kisah dongeng untuk anak-anak. Tapi ceritanya cukup menarik perhatian nya.


"Beraninya kau memasuki kediaman istana yang di larang Lord!"


Kendric yang merasa waktunya terganggu melirik seorang remaja laki-laki yang berusia 15 tahun menatap sinis dirinya sembari bersandar di pintu dengan kedua tangan yang melipat silang di dadanya, seakan ia menunjukkan bahwa sosoknya adalah yang tertinggi dalam status bangsawan.



...---(Ilustrasi) ---...


Bocah yang angkuh! Itulah yang terpikirkan oleh Kendric saat pertama kali melihat sikapnya. Meski ia memiliki aura yang kuat dan berpotensi menjadi seorang pria hebat di masa depan, tapi ia terlalu sombong---apalagi perawakan nya yang mengingatkan Kendric dengan bangsa yang selalu bisa berdebat dengan nya.


Lihatlah kulit pucat nya, rambut hitam sekelam malam dan juga mata---tunggu! Kendric bangkit sembari menyimpan buku novel yang ia baca dengan sihirnya. Ia mendekati anak laki-laki tersebut. Meksi ia memiliki iris mata hitam tapi jika di lihat lebih teliti matanya justru berwarna dark blood, warna merah yang sangat kental sangking kentalnya akan terlihat gelap, mungkinkah dia Demon yang hampir mewarisi darah sempurna?


Karena pada dasarnya bangsa Demon memiliki mata berwarna hitam tapi karena dia memiliki karunia Apollo warna merahnya justru menjadi sangat gelap. Bakan kah sudah bisa di pastikan bahwa dia adalah Pangeran Demon?


Kalau di ingat ia pernah mendapat surat dari Robert tangan kanan nya, yang menyampaikan kabar mengenai Aletha---tapi apa? Karena terlalu sibuk dengan pikiran nya mengenai Lucy, jadi, ia mengacuhkan semua hal yang tidak ada kaitan nya dengan Lucy.


"Siapa kau?"


"Ha?! Bukankah seharusnya aku yang bertanya? Siapa kau dan kenapa kau bisa memasuki kediaman Bibi ku?"


"Bibi?"


"Benar! Ini adalah istana Bibi ku, Tuan Putri Lucy dan-----"


Dari balik pintu teriak seorang wanita yang menggedor pintu dengan sangat marah, bahkan anak itu saja sampai merinding ketakutan, apa Killian adalah namanya?


Pintu terbuka menampik kan gadis muda yang terlihat sangat marah, dengan gaun berwarna merah yang terlihat seirama dengan mata pink magenta nya. Apalagi rambut hitam panjangnya yang di kelabang kearah depan.


Ia berjalan mendekat kemudian memukul kening anak laki-laki yang di panggil Killian dengan kipas tangan nya. "Beraninya kau meninggalkan perjamuan, bahkan Kakek dan Nenek saja belum memasuki ruangan!"


"Aa---sakit! Hei tidak bisakah kau lebih pelan memukulnya?"


"Kau memanggilku Hei?! Jika saja Talitta tidak menyebar untuk menemukan mu kau pasti tidak akan berniat kembali bukan."


Ugh! lagi-lagi kupu-kupu spirit kakak mengawasi ku.


"Bu--bukan, maksudku bukan seperti itu Kak Sofia."


"Sekarang jelaskan alasan mu kabur? Kau tahu aku sampai kewalahan meladeni para tamu tapi kau malah pergi begitu saja. Ibu bilang ini waktu yang pas untukmu memulai Debutante mu, Killian."


"Aku tidak suka! Mereka terlalu berisik dan di sana sangat membosankan."


"Apa kau pikir aku tidak merasa bosan juga ha! Kemari kau, aku akan mengikatmu di pohon lagi---kalau dipikir hukuman atas kejahilan mu kemarin belum ku putuskan, bukan?" Sofia terlihat menunjukkan senyum iblis nya yang sangat mengerikan.


Killian benar benar merinding jika melihat kakak perempuan nya ini sudah memikirkan balasan untuknya. "Apa?! Tolong jangan lakukan hal memalukan itu lagi." Killian melirik Kendric yang sejak tadi menonton pertengkaran anak-anak tersebut, kemudian sebuah ide muncul di benaknya.


"Kakak, sebenarnya aku sedang menangkap penyusup."


"Penyusup?" Sofia melihat kearah yang Killian tunjuk dan melihat seorang pria di sana---mengingat ini adalah kediaman Uni nya Sofia semakin naik pitam. Beraninya ada penyusup di kediaman Uni tercintanya. Tidak tahukah bahwa ia menjaga kastil ini dengan baik.


"Aku akan mematahkan kakimu, karena telah berani menginjak istana ini!" Kupu kupu hijau di sisi Sofia berubah menjadi merah dan membuat kloning menjadi 15


"Itu terlalu ringan, pastikan dia menjadi makanan Zymba kak." Lanjut Killian.

__ADS_1


Kendric menghela nafas melihat pertengkaran mereka apalagi sampai ada Sofia yang sudah bertumbuh dewasa, sudah bisa ia pastikan bahwa anak laki-laki tadi anak kedua Aletha dan juga Pangeran Lucifer Kingdom.


Kendric mendekati kedua Pangeran dan Putri Demon tersebut lalu menyentil jidat mereka sebagai teguran untuk melihat situasi saat menghadapi musuh, untungnya ini Kendric jika beneran musuh dan mereka bergerak secara gegabah bukan kah berbahaya untuk mereka yang terlihat seperti balita bagi Kendric.


Walau Sofia sudah memiliki umur 90 tahun tapi jika di bandingkan dengan manusia ia masih sepantaran anak sekolahan berusia 18 tahun.


"Apa kalian di didik untuk menjadi buas? Ini pasti ajaran Welliam, dan juga apa sekarang kau sudah melupakan ku Little Winkly?"


"Jangan panggil aku seperti itu, karena hanya Pa----" Sofia terlihat sedikit tenang sembari memperhatikan pria di hadapan nya yang terasa sangat-sangat familiar. "----Paman? Apa ini sungguh paman?"


"Lama tidak bertemu, Little Winkly."


Melihat Kendric tersenyum membuat Sofia merasa senang bahwa dugaan nya benar. Karena seperti yang di tahu sudah hampir 80 tahun Kendric tidak pernah mengunjungi mereka, hanya para bawahan nya saja yang menjadi perwakilan atas kehadiran Kendric.


"Untunglah Paman masih sangat tampan meski semakin tua."


"Kau ini, apa seperti itu caramu menyapa ku. Sifat mu semakin mirip dengan Ayah mu." Sofia tertawa, "Jadi siapa dia?"


"Ah, dia adik ku. Killian Arestyash Lordarks. Dan Killian, dia adalah Mate Bibi Lucy dan juga Kaisar Dewa Imorrtal, Baginda Kendric Athananisous Helios."


"Hoo, sekarang kau sudah tahu siapa diriku ya?"


"Tentu saja, aku bukan anak-anak lagi. Terlebih, ibu sangat bersemangat mengajarkan mengenai dunia Imorrtal."


"Sepertinya kau belajar dengan sangat keras ya."


"Terimakasih atas perhatian nya...," Tunggu daripada dirinya bukankah Killian lebih bersemangat juga dalam pengetahuan Imorrtal?


Dan benar saja, Sofia dapat melihat bagaimana tatapan Adiknya begitu sangat mengagumi sosok Kendric.


"Paman, sebenarnya Killian mengidolakan sosok anda. Saat berusia 10 tahun, Killian mampu menguasai bahasa dan pengetahuan di Imorrtal." Bisik Sofia.


"Em, Yang Mulia mohon maaf atas sikap saya---"


"Kau tidak perlu seformal itu, lagipula itu bukan salah mu."


TENG! TENG! TENG!


Tidak lama terdengar suara lonceng kekaisaran menandakan jadwal penerbangan lampion akan segera di lakukan dan Sofia serta Killian harus seger kembali.


"Apa kali ini paman tidak akan ikut?"


"Tidak, dan tolong jangan katakan kedatangan ku."


Sofia tersenyum "Jangan khawatir, Sofia selalu di pihak Paman."


Sofia menarik Killian untuk segera pergi karena Killian sudah sangat terpukau bahwa idolanya ada di hadapan nya. "Oiya, boleh Sofia menuliskan harapan untuk Paman juga?"


"Lakukan sesukamu."


"Baiklah, Sofia akan menuliskan harapan---Paman dan Uni Lucy akan kembali bersama." Ujar Sofia sembari menutup pintu dan bisa Kendric dengar bahwa Sofia serta Killian bertengkar merebutkan siapa yang akan menuliskan harapan tersebut.


Kendric menyukai hiburan dari anak-anak Demon ini setidaknya mereka jauh lebih baik ketimbang Welliam dan Fedrick. Tepat di lonceng kedua berbunyi lampion milik keluarga Kerajaan terbang naik dan satu demi satu secara beriringan lampion lampion harapan dari ibukota melayang di ikuti dengan lampion yang berada di luar wilayah.


Untuk sekali lagi suasana kembali sunyi untuknya dan seperti tahun sebelumnya ia menatap ribuan atau bahkan jutaan lampion seorang diri dari balkon kamar istana Lucy.


Namun satu hal yang menarik perhatian nya saat sebuah lampion justru terbang merendah dan tersangkut di Pohon pada taman belakang istana, apalagi pohon itu adalah tempat yang ingin ia kunjungi setelah acara Asteri.


Kendric pun turun kemudian meraih lampion tersebut untuk di terbangkan kembali. Tapi, "Kendric----"


...✧༺ 🍁 ༻✧...

__ADS_1


__ADS_2