
*Darkness World
~ Wilayah Moonlight Pack
Pegunungan curam dengan di kelilingi hutan tak berimbun di sekitaran kaki gunung. Salju tebal mengikis bebatuan tinggi, miasma beracun memakan tiap senti demi senti hutan penghijau wilayah Warewolf.
Keadaan yang memburuk akibat racun alam serta dinginnya udara berkat salju, menuai banyak keprihatinan terhadap diri Lucy. Mereka berhasil melewati teleportasi dengan aman serta selamat. Pasukan yang turut tiba langsung mendirikan camp serta dinding sihir sementata agar musuh tidak melewati batas.
Udara yang terukir jelas di setiap helaan nafas tidak memgganggu aktivitas mereka. Lucy bisa merasakan sendiri bagaimana ketidaknyamanannya udara saat ini, tapi ia harus tetap bertahan demi pencapaian nya.
Kendric meraih tangan Lucy seraya menghangatkannya dengan tiupan pelan dari nafasnya. Mereka duduk di atas batu di sekitar kaki gunung, menunggu para kesatria selesai mendirikan camp.
Entah bagaimana situasi hingga separah ini, bahkan di kaki gunung saja anak-anak dari bangsa Werewolf bisa turun dari Pack mereka itu berarti di atas gunung juga tidak baik untuk di tinggali sehingga mereka memilih tinggal di dekat camp yang di dirikan camp Lucifer Kingdom.
Untunglah beberapa pasukan yang ada sebelum kedatangan mereka membantu warga mendirikan rumah sementara dan keamanan seadanya. Kedatangan Lucy tentu membawa harapan besar bagi bangsa Werewolf, meski akan ada banyak juga yang membicarakan hal buruk tentangnya.
"Bagaimana bisa pihak Kerajaan mengirim Putri Kediaman sepertinya, untuk menjadi bala bantuan. " Kira-kira seperti itulah mereka mencibir Lucy dengan bergosip terutama di kalangan wanita.
Tapi Lucy tidak akan emosi ataupun mengelak nya, karena memang seperti itu lah keadaannya lagipula mereka kan hanya mendengar rumornya saja sebagai Putri berharga bangsa Demon tanpa pernah keluar istana. Sekarang yang menjadi masalahnya adalah bagaimana ia membuktikan bahwa ia juga bisa di andalkan.
Bisik-bisik yang terdengar jelas dari balik batu di seberang mereka, menarik perhatian Lucy dan Kendric. Beberapa anak-anak yang mengintip kearah Lucy sangat jelas ia lihat, Lucy menghampiri anak-anak tersebut meski kesan pertamanya membuat anak-anak itu merespon malu serta menyimpan ketakutan.
"Kenapa kalian bersembunyi? jika ada yang ingin di katakan kalian bisa memgatakannya."
Beberapa saat anak-anak itu ragu, lalu mendatangi Lucy. "Nona, apa anda seorang Tuan Putri? "
Lucy menanggapi nya dengan senyuman seraya mengusap wajah anak laki-laki polos lebih pendek dari dirinya. Ia mensejajarkan dirinya dengan anak-anak, sedang Kendric tidak begitu tertarik dengan interaksi mereka melainkan hanya mengamati beberapa tumpukan barang milik penduduk Werewolf yang sudah ada di sana.
"Apa sungguh anda seorang Putri? Kami dengar Putri Kekaisaran akan datang tapi kenapa Nona berbeda?"
"Apanya yang berbeda?"
Seorang anak perempuan yang sedang memakan sebuah apel mendekati Lucy, "tapi ibu bilang Tuan Putri itu harus lah memakai mahkota di kepalanya. Kenapa Nona tidak?"
"Hem, apa kau ingin menjadi Putri?"
"Tentu saja. Kiara mau jadi Tuan Putri yang di banggakan."
"Kalau begitu jadilah anak yang baik. Dengan begitu kau bisa menjadi Tuan Putri yang membanggakan untuk orang tuamu."
"Kiara tidak mengerti."
"Dengarkan ini, kau tidak meski harus memiliki mahkota berlian untuk di akui sebagai Tuan Putri. Kau tidak mesti harus tinggal di istana untuk mendapat kehormatan tinggi. Karena tumbuh menjadi seorang anak yang baik serta membantu orang lain akan sangat membanggakan untuk orang tuamu. Setiap anak adalah pangeran dan Tuan putri bagi Ayah, Ibu mu sendiri. Mahkota terbaik adalah saat kalian bisa membahagiakan orang tua, mengerti?"
Beberapa anak-anak terlihat paham dengan kata-kata Lucu mereka tersenyum lalu membanggakan diri bahwa mereka pangeran dan Tuan putri yang selalu Ayah , Ibunya puji. Mereka berteriak riang, sebuah pemandangan baru yang pertama kali Lucy lihat dan ini sangat menyenangkan saat dapat berinteraksi secara langsung dengan rakyat.
Meski ia tidak tahu banyak cara menghibur, setidaknya ia mengurangi rasa gelisah pada diri anak-anak di tengah cuaca seperti ini.
"Sekarang kami percaya Nona Tuan Putri."
"Kenapa bisa secepat itu mempercayainya? Padahal sebelumnya kalian ragu. Aku jadi khawatir kalian tidak memahami maksudku tadi, apa terlalu berat untuk di pahami anak-anak."
"Tentu saja paham, Ayah selalu bilang aku jagoannya yang pintar. Yang kami maksud Nona sangat cantik, karena Tuan Putri haruslah yang paling cantik."
Lucy merasa terharu dengan kepolosan mereka, tapi pujian ini begitu menyenangkan hatinya sehingga rona malu pada wajahnya tidak dapat tersembunyikan. "Ku ucapkan terimakasih banyak," Ujarnya dengan senyuman.
"Aa! " Lenguhan datang dari rintihan Kiara. Gadis kecil itu memegang perutnya sembari menunjukkan wajah cemberut.
__ADS_1
"Ada apa denganmu?"
"Hem, Kiara makan terlalu banyak sehingga perut ku rasanya penuh."
"Kiara, dari tadi hanya memakan buah Apel saja padahal Bombo saja makan beberapa daging, itu sebabnya perutmu jadi sakit."
"Kiara tidak mau makan daging yang tidak ada baunya! Hem, bagaimana ini, ibu bilang tidak boleh membuang makanan tapi Kiara sudah tidak sanggup memakannya." Gadis bernama Kiara terlihat sedih.
"Apakah ada yang salah dengan makanannya?"
"Tidak ada hanya saja saat ini Pack sedang kekurangan makanan. Kalau Kiara buang bukan itu berarti Kiara kurang bersyukur dengan pemberian Dewi Bulan yang menjaga Moonlight Pack."
Lucy sangat prihatin bahkan merasa malu pada anak kecil berusia 8 tahun yang sejak dini memahami kondisi kurangnya pasokan pangan di wilayah mereka. Sedangkan dia terlihat menikmati limpahan harta sejak kecil.
"Kalau begitu berikan kepada ku, biarkan aku yang menggantikan Kiara memakannya bagaimana? Dengan begitu Kiara tidak akan di marahi karena membuang makanan."
"Sungguh?!" Ucapnya dengan semangat. Lucy mengangguk dengan membalas semangat Kiara. "Kiara ucapkan terimakasih, Putri."
Lucy menerima apel pemberian Kiara tetapi belum sempat memakannya Kendric lebih dulu merebutnya. Hal ini tentu membuat Lucy bingung. "Ada apa, Kendric?"
Kendric melirik kearah anak-anak lalu menyimpan buah itu di saku jubah hangatnya. Dia mengelus kepala Kiara, "untuk saat ini berhenti memakan buah dulu. Tidak baik memakan buah saja, Cobalah makan ini untuk meringankan sakit perut mu."
Kendric memberikan sekantung pie yang dapat menetralisir kan rasa keram perut. "Uwah, Kiara belum pernah makan kue pie semanis ini, aromanya juga tercium enak."
"Kiara aku juga mau."
"Kalian bisa saling berbagi."
"Terimakaih Tuan." Anak-anak saling berbagi kue Pie pemberian Kendric.
"Lucy, sepertinya-----"
"Anugrah rembulan memberkati anda, Putri. Salam sanjung kami dari bangsa Werewolf. Saya Kepala Suku di Moonlight Pack, Rufasha Adentqra." Pria tua yang datang menggunakan tongkat kayu sebagai penyanggah di ikuti enam pasukan keamanan bangsa Werewolf, mengalihkan perhatian Lucy dan Kendric.
"Salam juga untuk anda Kepala Suku, terimakaaih sudah menyambut kedatangan ku."
"Kami yang merasa bersyukur anda mau membatu. Meski saya harus meminta maaf bila Alpha belum bisa menyapa anda, King Werewolf masih pergi ke hutan untuk menyelamatkan anak-anak yang di sandera."
"Saya sudah mendengar masalah yang terjadi. Tapi dapatkah anda membatu dimana saja titik musuh berkumpul?"
"Dengan senang hati saya akan memberitahukannya."
Lucy berpindah tempat sembari mempersilahkan tetua untuk memasuki tenda utama pimpinan pasukan yang telah selesai di dirikan. "Kalau begitu lewat sini Kepala Suku."
Mereka memasuki tenda dengan beberapa Kesatria datang membawa peta wilayah terdekat Moonlight Pack serta hutan di sekitanya. Lucy mungkin tidak pernah ke wilayah ini tetapi ia tidaklah bodoh hanya sekedar membaca peta atau letak geografis seluruh wilayah Darknesa World.
Karena hanya dia yang paling banyak menghabiskan waktunya di perpustakaan dan menyelesaikan semua jenis buku dari Filsafat maupun silsilah kerajaan yang tunduk setia kepada Lucifer Kingdom.
Kepala Suku mengambil kuas bulu lalu melingkarkan lokasi musuh berdasarkan informasi yang mereka dapat. Ini sungguh di luar dugaan karena musuh hanya mendirikan markas sementara mereka sebanyak tiga titik kumpul dengan jumlah maksimal 300 pasukan Merrmaid.
"Kami masih mencoba mencari jalan masuk mana yang di gunakan musuh untuk menyusup Pack. Hilir sungai dan beberapa jalan sepi sudah kami amati, serta penduduk juga dilarang untuk datang kesana."
Lucy terlihat memikirkan banyak situasi yang menganjal. "Bagaimana dengan jalan utama dan gerbang Pack?"
"Tuan Putri, maaf saya menyela, tapi rasanya akan aneh jika musuh masuk dengan begitu saja melewati jalan utama. Tidak ada yang mau mati konyol hanya karena terlihat hebat, fraksi musuh tidak sebodoh itu untuk menyerahkan diri melewati gerbang begitu saja." Ujar salah satu Wolfy Petarung yang berdiri di sebelah Kepala Suku.
Lihatlah caranya memandang dan beropini, Lucu saja yang tidak pernah berada di depan meja politik pasti tahu, bahwa dia tipe orang yang suka meremehkan orang lain apalagi ia pasti sedang menguji Lucy, apakah dia layak untuk di percayai sebagai pemimpin dari invasi ini.
__ADS_1
"Apa kalian tidak pernah mencoba mengamati orang-orang yang melewati gerbang utama?"
"Putri, hal itu tidak perlu di perhatikan. Sekarang yang menjadi masalahnya adalah cara menangkap penyusup itu dan mengurangi penculikan pada anak-anak. Orang bodoh mana yang berpikir melewati gerbang adalah cara aman untuk menculik anak-anak." Ujarnya begitu tenang seakan meremehkan pemahaman Lucy dalam memecahkan kasus.
Suasana seketika menjadi tegang dan kurang stabil apalagi tatapan mereka yang terlihat seperti serigala yang memangsa domba. Apa ini alasannya Ayah dan Kakaknya selalu enggan menghadiri rapat bangsawan.
Lucy perlu beberapa petunjuk untuk memecahkan masalah tapi mereka malah memberikan opini menyebalkan. Suasana sudah begini itu artinya akan sulit menyeka keegoisan mereka. Lucy melirik Kendric yang sejak tadi hanya menjadi pengamat, tapi Kendric tidak akan memberikan masukan pendapat melainkan hanya memberikan satu kode petunjuk kepada Lucy.
Lucy terlihat kebingungan saat Kendric mengeluarkan kembali apel milik Kiara keatas meja dan sekan mereka adalah satu jiwa yang memiliki satu pemikiran, Lucy dapat membaca petunjuk Kendric saat mengetahui hal apa yang sudah terjadi saat ini.
Buru-buru Lucu meraih apelnya ia mencium bau apel tersebut kemudian memperhatikan kembali peta tersebut. Sudah ia duga ada yang tidak beres dengan ini semua, ataukah mereka hanyalah orangtua yang hanya dapat mengandalkan Alpha? Sungguh mengecewakan.
"Putri, jangan terlalu naif. tidak ada orang bodoh disini."
"Benar, memang ada orang bodoh lebih bodoh daripada musuh. Dan dia adalah anda, Tuan." Tutur Lucy dengan sangat sakarstik mengintimidasi sekelompok pria di hadapannya.
Kendric terlihat tersenyum bangga dengan kekasihnya yang jauh lebih cerdik daripada orang tua bodoh itu. Apa ratusan tahun mereka habiskan dengan memakan sampah? Pikir Kendric.
"Tuan Putri, apa anda sedang meremehkan kekuatan kami?! Bangsa Werewolf memiliki indra penciuman lebih baik daripada bangsa lain. Kami dapat menilai seseorang hanya dari aroma tubuhnya saja."
"Aku tidak pernah meragukan keahlian kalian, tapi aku meragukan cara berpikir kalian."
"Apa yang sebenarnya ingin anda katakan kepada kami, Putri." Tanya Kepala Suku dengan wajah yang sedikit tersingung.
"Bukankah sudah jelas bahwa saat ini kalian telah kehilangan indra penciuman terbaik kalian."
"Putri tidak perduli anda adalah kesayangan Kekaisaran tapi menghina bangsa kami----"
"Aku belum selesai bicara, jangan menyela ku." Lucy menunjukkan dirinya sebagi sosok Putri yang mereka pandang remeh. "Apa kalian tidak memikirkannya dengan Miasma? Melihat anak-anak tadi tidak bisa mencium aroma daging ataupun merasakan keram perut setelah memakan buah. Itu berarti makanan telah teracuni oleh Miasma, tidak kah kalian lihat bagaimana hutan telah menjadi sarang bagi racun?"
"Tapi tidak menuntut bahwa musuh----"
"Haa---kenapa kau begitu keras kepala? Dengar, tempat yang paling berbahaya justru adalah tempat yang paling teraman. Di saat mengonsumsi makanan dari hutan, Miasma akan melumpuhkan indra penciuman kalian dan meracuni tubuh secara perlahan. Dan hal ini digunakan musuh sebagai kesempatan untuk membaur dengan sihir penyamaran."
"Kalian memang tidak menyadarinya karena tidak akan pernah tercium aroma bangsa lain. Bagaimana bisa kalian tidak memikirkan hal ini? " Perlahan ungkapan Lucy membuat para tokoh terkemuka di Moonlight Pack terdiam mencerna keadaan.
"Itu tidak benar!"
"Kalau begitu dapatkah kalian menebak dari bangsa mana dua Kesatria yang berdiri di hadapan kalian?"
Mereka mengamati dua kesatria yang terlihat biasa saja dengan sosok manusia mereka seperti bangsa Mirach. Memang harus mereka akui bahwa tidak ada warna aroma ataupun bentuk mana yang dapat di lacak sebagai identitas. Terguncang? Tentu saja, bagaiman bisa selama ini---baru sekarang mereka menyadarinya.
"Itu sebabnya aku merasa ganjal---bagaimana bisa penduduk Werewolf yang memiliki pasukan Wolfy petarung lebih banyak di wilayah mereka justru kalah dengan pasukan musuh yang hanya bersekitar 900 bangsa Merrmaid. Tidak lah aneh jika setiap jam nya ada anak-anak yang hilang?"
Kedelapan pria bangsa Wolf disana terlihat gemeteran menyadari fakta bodoh yang terlambat di ketahui. Harusnya mereka tidak terlalu memandang hal yang paling sepele ini, lagipula apa untungnya bagi musuh jika mendatangi jalur sepi jika tidak ada penduduk ataupun anak-anak.
Melihat tatapan familiar yang di tunjukkan Lucy pada mereka, membuat perasaan deja vu yang di berikan Lord Fedrick maupun Paduka Welliam dalam menekan habis bangsawan bodoh yang tidak tahu caranya memecahkan masalah kecil.
Seakan mereka sadar bahwa Lucy adalah Putri Demon yang memiliki peluang menjadi seorang pemimpin atau penguasa yang setara seperti Kakaknya.
"Sekarang juga kumpulkan semua penduduk dan tutup gerbang untuk sementara. Buang semua bahan pangan yang kalian dapat dari hutan terdekat, Lucifer Kingdom akan memberikan pasokan pangan yang jauh lebih baik! "
Kendric kali ini ikut campur, ia berdiri di sebelah Lucy lalu melihat kearah beberapa Kesatria kerajaan yang ikut dalam diskusi, "Segera laksanakan perintah Tuan Putri. "
"Baik, Yang Mulia!" Ujar sekelompok Kesatria dengan tegas. Sedangkan para Werewolf masih diam tidak mmpercayai hal bodoh apa yang mereka tuang dalam minyak.
...---, 🍁 ,---...
__ADS_1