
" Kalau begitu aku bisa membawamu mati bersama ku kepar*t"
"Asumsi yang terdengar sangat menarik. Mari lihat, apa kau bisa mengalahkan ku sekarang?"
Tepat di saat amulet berhasil menyerap semua miasma yang tersebar di Darkness World serta Bumi. Octopus mengeluarkan seluruh tenaga dalam nya sehingga sihir gelap berputar dengan gejolak tinggi di sekitarannya, Awan hitam yang kembali menunjukan matahari di langit kehancuran perlahan menunjukan tujuan final dari rencana Octopus.
Sedangkan Octopus menyerap segala miasma di sekitarannya, seperti halnya dengan yang pernah Tahlia lakukan untuk memanipulasi dirinya dengan sihir hitam---Octopus justru memanipulasi dirinya sendiri dengan mencampurkan kekuatan dari Jantung Krhanos.
Dan yang terjadi, ia berubah menjadi raksasa, mahluk yang tingginya tidak masuk akal. Monster dengan memiliki delapan tanduk di kepalanya, tangan panjang yang terlihat seperti bebatuan yang meruncing tajam serta empat sayap mirip kelelawar di pundaknya.
Hewan-hewan yang berada di sekitaran lembah maupun di ibu kota Leryvora terbang serta berlarian merasakan bencana besar dan sangat mengerikan akan segera terjadi. Kemunculan sosok baru Octopus dalam wujud raksasa menyatakan bahwa dia adalah Krhanos yang sesungguhnya.
Semua yang melihat tidak percaya dengan apa yang ada di depan mata baik musuh ataupun sekutu, mereka semua berdiri dengan kaki yang bergetar ketakutan.
Sosok Octopus pun telah menyetarakan dirinya dengan langit tertinggi. Mereka semua berlari seperti pengecut sehingga yang terjadi formasi sihir penyegelan menjadi goyah dan hasilnya sihir segel itu gagal. Robert yang terlihat kesal dengan bawahannya berlarian, mencoba menyelamatkan diri, memilih untuk kembali di sisi Kendric.
"Mohon maaf, saya gagal memimpin penyegelan."
"Kau tidak perlu meminta maaf, melihat sosok buruk rupanya itu tentu akan menakuti banyak mahluk." Kendric terlihat acuh dengan mental para Asassin nya. Karena ia tidak punya waktu untuk mengurusi pasukan nya, justru saat ini yang harus ia pikirkan adalah bagaimana cara mengatasi situasi untuk kedepannya.
"Kau juga sebaiknya pergi. Mengikuti ku hanya akan memperpendek usia mu. Sekarang kau bebas."
Robert tertawa canda, "Saya sudah lama mengikuti anda, bahkan pahitnya menjadi setia untuk anda sudah saya rasakan---terlebih untuk masalah pekerjaan Istana." Robert memberikan pedang Kendric yang sempat tergeletak di tanah saat menuju ketempat Tuan nya.
"Bukan kah saya pernah meminta penukaran atas sumpah setia untuk anda---" Kendric melirik rekan terpercayanya. "Manfaatkan saya sesuka anda, jika saya tidak berguna lagi, tolong bunuh saya Baginda Kaisar."
Kendric tahu Robert tidak akan mengkhianatinya, se kesal apapun ia menggerutu dengan pekerjaan istana untuk menggantikannya. Robert tetap akan selalu setia untuknya. Meski begitu ia bangga, setidaknya tangan kanan nya adalah sosok yang bisa ia percayai hingga akhir hayatnya.
__ADS_1
"Jangan pernah menyesalinya."
"APA KALIAN MENCOBA MENGABAIKAN KU?" Suara lantang Octopus memekik telinga sehingga menarik kembali perhatian Kendric maupun Robert.
"Apa hanya ini saja pertunjukan mu?" Sindir Kendric.
"BERANINYA KAU! KITA LIHAT APA KAU MASIH BISA SOMBONG SETELAH INI!"
Octopus menggunakan kekuatan kegelapan---menciptakan gumpalan sihir lalu membiarkan sihirnya menjulang hingga berada di langit tertinggi, udara menjadi sangat mencekat saat sihir gelap itu menargetkan Matahari serta rembulan yang berada di atas langit. Perlahan Bulan dan Matahari terselimuti oleh kegelapan, dimana itu adalah proses awal terjadinya Gerhana Albasta di mulai.
Sebelum Matahari benar-benar tertutupi kegelapan, Kendric dengan cepat menggunakan kekuatan tersisa nya untuk menutup semua pintu gerbang portal yang terhubung dengan Imorrtal, sehingga tidak akan ada yang memasuki dunia ini tanpa kehendaknya.
Saat ia berhasil---saat itu juga kekuatan Kendric benar-benar menjadi lemah tepat saat matahari benar-benar tertutup total, menyisakan kegelapan gulita dengan langit yang berubah berwarna menjadi ungu gelap.
Racun Gravos yang sudah sangat susah payah ia lawan, menyerangnya dengan sangat cepat, seakan racun itu mengetahui bahwa saat ini sudah tidak ada lagi kekuatan pertahanan yang tersisa di dalam diri Kendric.
Gerhana Alabasta menawan semua yang berkaitan dengan Matahari dan Bulan. Hawa dingin meningkat drastis miasma yang memakan kehidupan merambat ke seluruh dunia, dan mereka di hujani salju menyerupai abu.
Gerhana ini sangat menguntungkannya, karena kekuatan Krhanos telah ia makan, maka gerhana Alabasta pun dapat ia datangkan dengan cepat. Octopus bergerak menuju kearah Kendric. Beberapa roh suci yang telah terkutuk menyerang Robert mencoba menjauhkannya dari sisi Kendric.
"Baginda--"
"Jangan perduli kan aku. Atasi para roh suci itu. Biar aku yang menghadapi Octopus."
"KAU TERLALU PERCAYA DIRI!"
Dengan tangan panjang serta ramping miliknya. Octopus mengeruk tanah di bawah pijakan Kendric. Mencoba untuk melihat penguasa langit yang terlalu lama ia benci. Menatap dengan dingin, seakan ia ingin sekali meremukkan tubuh Kaisar tersebut dalam sekali genggamannya.
__ADS_1
Sedangkan Kendric hanya menatap iba dengan sosok lawan nya yang sudah tidak bisa di katakan Dewa lagi, karena ia menjual jiwa sucinya untuk kegelapan.
"Mau kuberi tahu sebuah fakta untuk hidup mu?"
" (?) "
"Sejak kau dilahirkan, langit maupun tanah---alam memang sudah membenci mu Octopus. Jadi, akan sangat mustahil membuat mu menjadi penguasa."
"ITU KARENA KALIAN JAUH LEBIH BERSINAR DARIPADA DIRIKU, BAIK ITU APOLLEON MAUPUN SELENI THEA. KETURUNAN MEREKA ADALAH HAL YANG PALING KU BENCI."
Kendric melihat langit, Alabasta ini sungguh merepotkan nya. Karena kekuatan nya tidak akan bisa di andalkan selama gerhana terjadi.
...---. o🍁o .---...
Retakan besar terukir di dinding sihir yang terus mengurung kastil Estelle. Tapi hal itu menjadi sia-sia karena mau seberusaha apapun Lucy mencoba menghancurkannya, retakan itu akan kembali hilang seakan tidak terjadi apapun. Lucy semakin gelisah saat ia merasakan mana Kendric terasa samar dan yang terpenting saat ini jantungnya berdetak perih seakan sang kekasih sedang dalam bahaya.
Apalagi pedang Wisteria milik Aletha yang berada di angkasa kini telah kembali ke tangan pemiliknya itu berarti apa yang sedang Kendric rencanakan telah terlaksana, tapi ia tidak tahu bagaimana keadaan di medan perang sana. Lucy menatap ragu ke arah bawah dari balkon kamarnya, apa ia harus melompat turun? Tapi sudah terdapat banyak penjaga milik Ayahnya di sana dan di depan pintu utama ada Tetua Styvn.
Jangankan berharap datang pertolongan dari Kakak nya. Mungkin saat ini ia sedang duduk bersama Ayahnya untuk merencanakan pengurungan nya agar dibuat lebih ketat lagi. Tidak bisa, Lucy harus segera pergi dari sini. Terlebih ia perlu ke ruang bawah tanah, untuk menyelamatkan Molie.
"Aa!! Kenapa harus aku yang terkurung sih." Lucy frustasi dengan semua ini.
Dia benar-benar di buat buntu untuk memikirkan jalan keluar dari sini. Terlihat bagaimana Lucy mencoba berpikir keras sembari mengigit ujung kuku pada ibu jarinya. "Tidak bisa, aku harus segera keluar, firasat ku sangat tidak baik entah mengapa semua tidak akan sesuai dengan rencana Kendric."
Apa Lucy perlu ambil kata nekad? Dia bisa saja melompat tapi dengan kekuatan nya yang di batasi oleh Ayahnya, dia tidak akan mampu melawan para kesatria yang berjaga terutama Tetua Styvn. Dengan sangat frustasi Lucy kembali kedalam sembari membanting kasar dirinya sendiri di atas ranjang tidur.
__ADS_1
"Oh sungguh, siapa saja tolong aku!!"
...✧༺ 🍁 ༻✧...