
*Imorrtal
~Lembah Kematian.
Octopus terus berlutut di hadapan tuan nya selama lima belas jam. Keadaan Krhanos yang kian tidak terkendali karena nafsunya untuk memburu Robin yang beberapa jam yang lalu ia rasakan sangat jelas dengan kebangkitan nya---Harus menggeram dengan suara gesekan antara gigi runcingnya yang begitu bising.
Hanya tersisa satu rantai yang ada di lehernya sebelum dirinya benar-benar dapat keluar dari sini, hanya tinggal menghitung beberapa hari lagi ia akan segera terbebaskan dan dengan sangat bergairah akan melahap sosok Robin yang menjadi ancaman nya. Meski begitu, ia benci dengan kecerobohan Octopus yang tidak memperhatikan kembali dengan musuhnya--bahwa Robin adalah Cucu dari seorang Selini Thea.
Beberapa saat yang lalu ia baru saja berhadapan dan kini ia malah kembali dengan tangan kosong, merepotkan nya lagi wanita itu memiliki darah Vasilissa yang tidak biasa. Krhanos ingin segera mengunyah tiap tulang dan meminum habis darah nya, karena aroma Robin menjadi lebih memikat ketika ia telah bangkit sepenuhnya menjadi seorang Robin.
"Tuan----"
"Aku tidak ingin mendengar alasan bodoh mu, Octopus." Octopus diam mendengar suara bantahan Tuan nya.
"Apa kau sudah menjadi tua dan tidak bisa membedakan sosok Robin sesungguhnya. Aku sudah mencium aroma nya yang selalu berpindah-pindah dari Imorrtal dan Darkness World. Itu berarti Robin sudah berkali-kali melewati batas dimensi dan begitu dekat, tapi kau malah bersekutu dengan bawahan budak mu? Apa kau tidak belajar dari banyaknya kegagalan yang telah kau terima karena bawahan mu tidak ada yang berguna?!"
"Saya tidak mengira jika Putri Demon itu adalah seorang Robin, karena tidak ada anda-tanda yang dapat saya rasakan Tuan." Octopus mendapatkan satu cambukan kuat dari Krhanos, saat ia mengatakan hal yang tidak berguna bagi Tuan nya sehingga ia murka.
"Kau selalu mencari alasan. Lihatlah, setelah kau pergi dia mencoba menentang ku dan memurnikan wilayah Werewolf di Darkness World----apa kau tidak bisa juga menerkanya padahal kau begitu dekat dengan nya."
Octopus terus berlutut dengan keringat dan luka yang meliputi dirinya. Berada di dalam gunung merapi tempat di mana Tuan nya di segel sangat menyebalkan, apalagi bau semerbak busuk dari tanah akibat banyaknya Dewa yang mati di makan oleh Krhanos sebagai persediaan kekuatan sebelum kebangkitan nya, sudah sangat menyiksa Octopus belum lagi dengan luka yang ia dapat.
Octopus harus menculik dan memberi makan Tuan nya dari jiwa serta raga para Dewa, mau itu kalangan bangsawan atau rendahan. Ia akan menumbalkan sedikitnya 20 Dewa di Imorrtal, ketamakan Krhanos begitu mengerikan ia mahluk yang paling tidak di terima alam---mau bagaimana pun bentuknya.
Karena ia tercipta dari harapan seluruh mahluk yang di dasari kecemburuan yang berujung kegelapan, sehingga kehadirannya adalah malapetaka bagi seluruh Dunia. Ia menentang kehendak langit, merampas alam dan menargetkan seluruh mahluk di dunia untuk ia bunuh sebagai makanan nya.
"Bagaimana pun caranya segera seret Robin itu. Sebelum dia melakukan upacara pemurnian di altar suci--akan lebih bagus jika dia mati menjadi santapan ku."
"Saya akan segera membawakannya untuk anda Tuan."
"Pergi, kau membuatku muak."
Octopus meninggalkan perut gunung merapi itu dan berjalan keluar. Lembah kematian yang tidak banyak di ketahui karena letaknya yang begitu mendasar. membuat Lembah ini sangat cocok dengan sebutan wilayah kehancuran yang pas. bahkan cahaya Matahari saja enggan untuk menyentuh nya. Octopus meregangkan ototnya yang sudah kaku selama 15 jam hanya untuk bersujud meminta maaf kepada Tuan nya karena aksi bodohnya, lukanya juga perlahan mulai pulih.
__ADS_1
"Hari ini dia bersikap sombong lagi kepadaku--rasanya menyebalkan."
Sebenarnya ketaatan Octopus mengabdi kepada Krhanos karena mengincar hal yang paling ia inginkan dari wujudnya yang begitu kuat. Octopus berencana mengaktifkan sihir terlarang yaitu Krhanossom Apaerra---sebuah sihir yang paling di tentang langit, menurut analisis sihir ini akan merenggut jiwa Krhanos sendiri dan menjadikannya terserap habis ke tubuh seseorang yang mengaktifkan sihirnya.
Pada awalnya ia begitu setia dan berniat melepaskan segel Krhanos, tapi karena ia melihat hal menarik dari buku Carzie sehingga ia menjadi tamak dan merubah tujuan awalnya menjadi sihir pemindahan kekuatan.
Sehingga Octopus akan menjadi Krhanos itu sendiri--sosok tak terkalahkan dan dapat bersanding dengan para Maharaja serta Maharani para Dewa. Itu sebabnya ia memutar otaknya dan menyusun rencana luar biasa tanpa sepengetahuan Tuan nya.
Hanya saja ia perlu bersabar menjadi budak yang lera di tindas oleh Krhanos bertahun-tahun. Karena sihirnya tidak akan berguna jika Krhanos masih di segel, ini lah sebabnya ia berpura-berpura akan membebaskan Tuan nya padahal pada kenyataannya, Octopus berniat mengambil kekuatan Tuan nya dan menyerap jiwa serta raga Krhanos kedalam dirinya dan sekali lagi bermimpi untuk menguasai seluruh dunia. Jadi untuk saat ini dia akan bersabar sebelum mengakhiri penghinaan dari Krhanos.
Tetapi ada satu masalah besar yaitu sosok Robin dan Maharaja sialan itu.
"Ini merepotkan, akan sangat sulit menculik Robin itu karena keluarga Demon nya dan Maharaja itu mengganggunya."
Octopus memanggil Soul Of Life nya dan burung besar turun mendarat membiarkan Dewa nya menaiki punggung nya. Tetapi bawahan pasukan Titania nya menjumpainya dengan sangat tergesa-gesa. "Tetua, sebaiknya anda melihat Ibu Kota."
"Apa yang terjadi?"
"Atas dasar apa dia mencoba menjatuhkan ku, ha?!!"
Octopus terbang menuju Ibu Kota, ia keluar dari balik kabut yang terlihat menyatu dengan awan gelap guna menyembunyikan wilayah Krhanos.
Soul Of Life nya terbang menyerong lalu merendahkan dirinya bersembunyi dari balik hutan di dekat pulau Gatomn, seakan ia merasakan terapat pengawasan ketat Octopus menatap langit dari balik dan celah rimbunnya pepohonan terlihat pasukan Naga--roh spirit milik Maharaja menjadi pemantau langit dan akan menyemburkan lahar api nya saat melihat para Dewa yang memiliki keterkaitan dengan nya---itu berarti Raja Dewa itu memang mengetahui rencananya.
Untungnya miasma yang telah lebih dulu menjajah Imorrtal membantu Octopus untuk lepas dari kawanan Naga tersebut sehingga ia tidak akan mudah di ketahui. Tapi ada satu hal yang membuatnya harus memutar otak, karena Naga tersebut mendarat di hutan dan memporak-porandakan hutan berharap mangsanya lari dari persembunyian.
Octopus segera menghabisi naga tersebut dengan bantuan sihir gelapnya yang memerintahkan para Trholl raksasa untuk membunuh naga tersebut menggunakan racun yang terdapat di kukunya.
"Hal apa yang membuatnya sampai bergerak dengan berani seperti ini? "
Tuan, saya mendengar kabar, bahwa para Assasin Dewa Matahari beberapa bulan ini mengawasi Kuil, apa mungkin---"
__ADS_1
"Sudah kuduga, kedua sosok penyusup di waktu itu adalah suruhannya, dia mencoba mencari bukti dan menyudutkan kita bahwa Kuil Suci mencoba memberontak."
Sepertinya akan sulit membawa Robin itu, karena tidak hanya bangsa Demon yang harus anda lawan tapi Maharaja adalah Mate nya Tuan.
"Kirimkan signal kepada sekutu yang berhasil selamat, bawa mereka ke semenanjung pesisir bintang timur. Lembah kematian adalah tempat yang aman untuk sementara, kita mesti bertahan hingga Alabasta tiba. Pastikan kau pengaruhi lebih banyak dalam mencuci otak para Roh Suci. Jangan biarkan Robin menguasai alam sesuka hati."
Lalu bagaimana dengan Kuil Tuan?
"Biarkan, aku punya rencana lain mengenai itu. Sekarang kita kembali ke lembah kematian."
Octopus memutuskan kembali dan menyusun rencana lain untuk menghadapi kemarahan Maharaja yang mulai menunjukan taring dan maksudnya yang selama ini telah ter-rahasiakan. Tapi tetap saja, apa dia dewa yang gila---karena menghabisi bangsanya sendiri?
" Dia adalah Penguasa yang paling kejam untuk seorang Dewa---Bahkan jika tercatat dalam sejarah dia juga yang paling tidak bisa ku taklukan. "
GRRUUOOO!!!
Tuan waspada lah, keberadaan kita telah di ketahui oleh naga yang lain nya.
"Menyebalkan, hindari dan jika bisa serang dua naga tersebut." Octopus dan rekan nya terus terbang dengan kecepatan yang begitu tinggi, mencoba menghindari kejaran dua naga di belakang mereka.
Dengan teliti kedua naga tersebut terbang berpencar, yang satu menyemburkan lahar api tanpa bisa di elakkan dan mengenai sayap Soul Of Life milik Octopus, sedangkan naga yang lainnya menangkap tubuh Octopus.
Tapi perlawanan tidak sampai situ saja, Octopus yang murka menggunakan senjata Dewa nya berupa tombak yang datang bagaikan kilatan petir---melesap dengan cepat dari langit kemudian menghunus naga yang membawanya.
Sehingga naga tersebut tumbang dan terjun bebas menghantam daratan di bawah sana. Sebelum Octopus juga jatuh terhantam, dia melempar tombaknya dan sekali lagi win strike berpihak kepadanya. Naga lain nya yang turut menyandra Soul Of Life nya pun ikut tumbang, dengan cepat burung pemakan daging itu terbang dan menjadi penompang bagi Tuan nya.
Maaf atas kelalaian ku, Tuan.
"Dasar Raja Kepar*t! Aku pasti akan membalas penghinaan ini, kau lihat saja Arlpha." Octopus serta Soul Of Life nya kembali memasuki awan hitam tebal---yang menjadi benteng untuk lembah kematian.
...✧༺ 🍁 ༻✧...
__ADS_1