
* **MAIN CAST TINGGAL KENANGAN S1*
KUMPULAN PARA ANAK TUNGGAL**.
Nama : Arzan Ralvian
Umur : 40 tahun
Nama : Nadia Sahara
(Almarhumah)
Nama : Eisya Fahira
Umur : 20 tahun
Nama : Haris Rifandri
Umur : 40 tahun
Nama : Anita
Umur : 39 tahun
Nama : Yanza
Umur : 41 tahun
Nama : Erin
Umur : 21 tahun
Nama : Nicki
umur : 21 tahun
3 bulan kemudian........
Arzan sedang berada di sebuah Restoran dekat kantor bersama Yanza karena saat ini merupakan jam makan siang.
Selalu ada tawa diantara mereka meskipun dengan obrolan yang sama sekali tidak ada lucunya.
" wiihh bentar lagi bakal jadi ayah nih.. " goda Yanza.
" iya dong, tau gak sih perasaan aku pengen cepat cepat pulang tau gak.. Gelisah mikirin istriku sekarang apalagi udah dekat waktu lahiran... uhhh gak sabarnya.. " ucap Arzan kesekian kali memeriksa ponsel apakah dapat panggilan dari istrinya.
" trus sekarang istri lo tinggal sama siapa dirumah..?? lo biarin sendirian gitu..?? " tanya Yanza dengan mulut penuh makanan.
__ADS_1
" jorok ih.. Eumm ya engga lah sekarang dia tinggal sama mami dirumah untuk jaga jaga kalau udah waktunya. " jawab Arzan setelah meneguk jus milik Yanza.
" widiihhh... " sekarang giliran Yanza yang mencomot makanan milik Arzan.
Tringg....!!
Sebuah pesan yang terkirim di Handphone milik Arzan. Pria itu terlihat buru buru membuka nya karena ia pikir itu dari Eisya namun salah ternyata itu dari Haris.
" dari siapa. " tanya Yanza.
" ini Haris bentar gue baca dulu.. " jawab Arzan sembari membuka pesan yang barusan terkirim.
Dari : Haris.
" bisakah kau menemuiku dijalan Anggora, tolong segera kemari dan jangan bawa siapapun datanglah sendiri. Aku mohon ini sangat penting, kedatangan mu bergantung pada hidup dan matiku hari ini. " √√
Arzan mengerutkan keningnya saat membaca pesan yang tidak bisa ditebak olehnya.
" kenapa.. " tanya Yanza sibuk mengunyah.
" eeng-engga gak penting.. " bohong Arzan karena ia mematuhi apa yang dikatakan Haris.
Sejauh ini mereka sudah baikan dan melupakan semuanya jadi ia tak sedikitpun menaruh kecurigaan pada Haris.
" eee... gue pergi sebentar yaa.. " ucap Arzan tiba tiba bangun dari duduknya.
" mau kemana.. " tanya Yanza.
" ada urusan penting sebentar.. " jawab Arzan berbohong.
" urusan penting apa sih, mendingan lo tetap disini deh jangan kemana mana kita ini lagi nunggu kabar dari orang rumah lho. Nanti kalau tiba tiba Eisya kontraksi dan lo gak ada gimana.. udah ya tetap disini. " jelas Yanza entah kenapa seperti tidak ingin membiarkan Arzan pergi.
" sebentar doang.. " elak Arzan.
" gini deh, nanti kalo Eisya ngabarin gue langsung OTW ketempat.. " Arzan berusaha meyakinkan Yanza untuk bisa pergi.
" kalo gitu gue ikut.. " ucap Yanza.
" hah.... Gak bisa maaf tapi gue harus pergi sendiri.. " Arzan tetap teguh pada pendiriannya.
" lo tu kenapa sih.. " Kesal Yanza ikut bangun dari duduknya.
" tolong lo adalah satu satunya orang yang ngertiin gue tolong sekali ini saja percaya sama gue, gue akan kembali tepat waktu. Saat putra ku lahir aku adalah orang pertama yang akan mencium nya tapi tolong untuk saat ini izinkan aku pergi.... Sebentar.. " lirih Arzan.
" pliss.. jika terjadi sesuatu pada ku nanti datang lah ke jalan Anggora. Aku selalu mengaktifkan Handphone ku jika kau menelpon tidak ada jawaban, cepat datanglah kesana... " lanjut Arzan.
" apa maksudmu.. " Yanza sungguh tidak mengerti maksud Arzan yang seakan akan ingin pergi..... jauh.
" daaa... sampai nanti... ohya tolong beritahu Eisya nama untuk putra kami adalah... Gralian Zarvin.. " Kata Arzan sebelum pergi.
" apa maksud mu katakan sendiri padanya." Jawab Yanza sedikit berteiak melihat kepergian Arzan yang semakin menjauh.
" ah dasar perasaan ku sungguh tidak enak aku tidak bisa membiarkan nya pergi sendirian aku harus mengikutinya. "
Baru saja hendak melangkah, Handphone nya berdering dan mendapat kabar untuk segera kembali ke kantor.
Sungguh sial Yanza tak bisa membantah dan terpaksa membiarkan Arzan pergi sendirian.
Singkat nya.
Arzan telah sampai ditempat yang dikatakan Haris lewat pesan.
Arzan langsung menghampiri Haris yang sedang berdiri dengan seseorang.
__ADS_1
Jalan itu memang terkenal sepi bahkan bisa dibilang jauh dari perumahan dan tidak ada kendaraan yang lewat.
" Haris ada apa... " tanya Arzan berlari kearahnya.
Yang ditanya tidak menjawab melainkan orang yang berdiri di samping Haris malah menepuk tangan.
Prok.. prok... prok.. prok...!!
" Arzan... Lama sekali tidak bertemu hmm.. apa kabar muu... " tanya orang itu yang tak lain adalah Pak Pramanan.
" anda siapa.. " tanya Arzan seperti tidak asing dengan wajah didepannya.
" Aku... adalah ayahnya pacarmu 20 tahun lalu.. Aku adalah ayahnya Nadia Sahara. " jawab Pak Pramanan dengan lantang mampu mengejutkan Arzan sedangkan Haris sudah mempasrahkan diri apa yang akan terjadi selanjutnya.
Arzan shock seketika sekelabat bayangan terlintas begitu saja dalam otaknya yang selama ini tentram.
Bayangan dimana pertama kalinya ia bertemu Nadia dan menyatakan perasaannya lalu hubungan mereka ditentang keras oleh orang yang berada di hadapan nya saat ini.
" Tuan Pramanan.. " lirih Arzan setelah menemukan jawaban didalam ingatannya.
" ya ini adalah akuu... DASAR BAJI***** KAU TELAH MERENGGUT NYAWA PUTRIKU DAN MENUTUPI KEBUSUKANMU ITU DENGAN UANG... " bentak Pak Pramanan.
" tunggu apa maksud mu.. " Arzan belum juga bisa mengerti.
" KAU DAN KELUARGA MU TELAH BERSEKONGKOL UNTUK MENUTUPI KEMATIAN ANAKKU KARENA ULAHMU.. " bentak Pak Pramanan lagi.
" BERSEKONGKOL APA AKU TIDAK TAU DAN AKU TIDAK MUNGKIN MEMBUNUH KEKASIHKU ITU.. " Arzan ikut mengeraskan suaranya.
" hah... ahahahaha... hahahah... kau terlalu mendalami peranmu hingga semua orang bisa terhipnotis karena kepintaranmu itu... ahahaha... " ucap Pak Pramanan.
" jangan mengada ngada.. " tegas Arzan.
" jangan mengada ngada apanya, DIHARI ITU AKU TAU KAU ADALAH ORANG YANG MEMBAWA PUTRIKU KABUR. BODOHNYA AKU KARENA KEHILANGAN JEJAK KALIAN DAN SAMPAI AKHIRNYA AKU MENDAPAT KABAR TENTANG KECELAKAAN PUTRIKU YANG JATUH KE JURANG. "
" AKU MERASA JANGGAL DENGAN KEJADIAN ITU KENAPA DISANA TIDAK ADA MOBILMU DAN DIRIMU SEDANGKAN KALIAN KABUR BERSAMA.. "
" AKU MASIH PENASARAN HINGGA AKU KEMBALI KETEMPAT KEJADIAN DAN SAMPAI DISANA AKU BERTEMU DENGAN SATU ORANG SAKSI MATA YANG MENGETAHUI KEJADIAN SEBENARNYA.. "
" KAU TAU APA YANG SEBENARNYA TERJADI... " Lirih Pak Pramanan jelas terlihat airmata sudah mengalir di pipinya.
" mobilmu mengalami kecelakaan karena menabrak pohon, memang awalnya mobil itu hampir jatuh kejurang namun masih bisa diselamatkan....Dan seandainya kau membantu menarik anakku agar tidak jatuh dia pasti tidak mungkin meninggal dalam keadaan mengenaskan... "
" yang lebih bejat lagi, tiga orang berbaju hitam datang dan membiarkan anakku terjatuh tanpa menolongnya yang padahal sekali tarikan saja sudah bisa menyelamatkan anakku... hiks.. Orang orang sialan itu dengan santainya membawamu pergi dan menutup semua kejadian itu dalam sekejap... "
" disaat kejadian itu tak ada seorang pun ada disana dan hanya satu orang itu yang mengetahuinya. "
" dan ketika aku hendak membawa orang itu kekantor polisi untuk menjelaskannya.. Kasus itu ditutup secara tiba tiba dan dinyatakan kalau yang terjadi pada anakku adalah kasus bunuh diri.. "
DEGG.....!!
Arzan terdiam tak mampu berdiri lagi dan terduduk dihadapan Pak Pramanan.
Hatinya ikut sesak airmata nya luruh begitu deras, sekarang jelas bagaimana penggambaran dikepalanya tentang kejadian yang sebenarnya.
Secara tidak langsung dia adalah pembunuh sebenarnya dan orang yang menutupi semua kejadian itu sudah jelas adalah ulah orangtuanya.
Hari ini Arzan telah mengingat semuanya, ingatan yang semula menghilang kini muncul bagaikan kilat yang hanya sekejap tapi mampu mengejutkan semua.
" maafkan akuuu.... " lirih Arzan.
Flashback on..!!
................................???
__ADS_1