
Keluarga Arzan telah kembali kerumah dengan wajah gembira, satu impian telah terwujud dengan mulus dan semoga lancar sampai hari H.
Tuan dan Nyonya bergegas ke kamar meninggalkan Arzan diruang tamu yang tak lama kemudian disusul Yanza kesana.
Gubraakkk....
" anjing setan... akkhh.. " dengan tidak berprikemanusiaan Yanza mendorong Arzan hingga tersungkur ke sofa dan malah nyengir tidak berdosa.
" selamatt... brooo... gimana... pasti beres kannn... ciee ciee... " dengan santai Yanza membantu Arzan berdiri kembali.
" pengen gue tendang apa gimana sih lo.. sengaja yaa... " kesal Arzan dengan manusia satu ini.
" santai broo... itu adalah sebagai bentuk apresiasi untuk keberhasilan lo..hehe.. " jawab Yanza dengan santai.
" manusia aneh lo.. hmmm... tapi mumpung hari ini suasana hati gue sedang berbunga bunga jadi diampuni deh gak gue balas tapi lain kali... awas aja.. gue pake cangkul sekalian buat mukul lo.. " dumel Arzan.
" ekhemm... iya gue tunggu.. " balas Yanza.
" Oh ya darimana lo dengan penampilan begini.. jarang jarang rapi begini.. biasanya kayak gembel mulu.. " tanya Arzan tapi dibumbuhi kata penyejuk nya.
" jahat....., itu sih.. gue habis dari rumah janda cantik... buat beliin makanan.. hehe... sekalian tebar pesona... " ucap Yanza.
" dari janda mana... owwww... anjirrr selera lo bisa gitu juga ya hehe.. apresiasi deh buat lo semoga lancar.. " balas Arzan sambil menepuk tangan.
" ck.. itu loh si Anita.. lupa lo sama dia. "
" oooooohhhh... ituu... gilaaaakkkk... tapi kalo dia gue dukung deh.. semangat.. kejar teruss.... " ucap Arzan.
" ouwwhh.. pasti... dedek janda.. tunggu abanggg... " ucap Yanza terdengar sangat menggelikan.
" iuhhh.. jauh jauh sono menjijikkan sekali anda.. " balas Arzan lalu menjauh pergi ke kamar nya.
Dan keesokan harinya.
Dirumahnya Tante Meri.
" huek.... ukh... huek... huk.. uuhhh... aku kenapa sih dari tadi mual teruss.. " dumel Erin di dalam kamar mandinya.
__ADS_1
" pusing perut juga gak enak mualnya gak berenti berenti.. aku ini kenapa sih.. aarrrhhh.. gak enak banget tauuu... sial.. " kesalnya.
Sedangkan di dapur Tante Meri dan Eisya tengah mempersiapkan sarapan pagi dan merasa aneh kenapa Erin lama sekali keluar dari kamarnya.
" eh... Eisya... " panggil Tante Meri.
" iya Tante ada apa.. " jawab gadis itu lembut.
" coba kamu ke kamar Erin gih.. suruh dia kemari... kenapa dari tadi gak keluar keluar juga.. " perintah Tante Meri dengan nada lembut.
" baik Tante.. " patuh Eisya dan bergegas kekamar Erin.
Sampai Dikamarnya Erin, Eisya langsung masuk karena mendengar suara orang muntah dari kamar mandi dan ia yakini itu adalah Erin.
Dirinya memilih menunggu Erin keluar dan benar saja pintu kamar mandi terbuka menampilkan Erin dengan wajah pucat.
" aduuuhh aku kenapa sihh.. mual banget rasanya.. ini kepala juga pusing.. gak biasanya aku begini.. sialll.. " gerutu Erin belum menyadari kehadiran Eisya.
" coba cek dulu ke dokter.. jangan jangan itu pertanda buruk.. " sahut Eisya mengejutkan Erin.
" kamu.??? sejak kapan kamu disini.. dasar gak sopan masuk kamar orang sembarangan.. pergi kamu.. " ucap Erin marah.
" aaakhhh.. banjingan sialan.. tau apa dia... gue heran tu anak makin hari makin berani aja... aarrrhhh kesaaalllll... " marahnya.
" tapi yang dikatakan diaaa.... aahhh.. gak mungkin.. gak... tapi... AARRRHHH... SIAL SIAL SIAL.... HIKS.. AKU GAK MAU.. HIKS.. PASTI GAK MUNGKIN... " sekarang ia menangis dan mulai gelisah pada dirinya sendiri.
" aku harus buktiin sendiri.. " tekadnya lalu bersiap siap hendak pergi ke suatu tempat.
Diruang makan Tante Meri dan Eisya menunggu Erin untuk segera sarapan dan tak lama kemudian Erin keluar dengan penampilan rapi namun ia melewati meja makan menuju pintu utama membuat Tante Meri menegurnya.
" eh Erin... kamu mau kemana pagi pagi begini.. ayo sini sarapan dulu. " ajak Tante Meri.
" gak ma.. aku mau pergi ke suatu tempat mama sarapan aja sama anak itu.. " jawab Erin.
" tapi sayang.. "
" udah ya ma aku pergi dulu.. daaa... " ucap Erin sebelum benar benar menghilang dibalik pintu.
__ADS_1
" dia mau pergi kemana sih.. apa kampus nya masuk sepagi ini.. meninggalkan sarapan nya pula.. " heran Tante Meri dan Eisya hanya diam saja menikmati sajian di depannya walau sebenarnya curiga pada Erin benar benar melakukan usul yang dikatakan nya tadi.
Kini kita beralih sebentar ditempat nya Yanza yang sedang berada dirumah Anita membawakan beberapa keperluan untuk si dede bayi.
Pemuda itu tengah menggendong bayi Anita dan Anita sendiri tengah membuatkan susu untuk si bayi.
" cup.. cup... uuhhh lucunyaaa.... kyaaa.. imut sekali... lihat pipi ini... rasanya ingin sekali aku makan... uuhhh... " gemes Yanza tak berenti berenti menoel pipi si kecil.
Anita yang menyaksikan itu terkekeh sendiri dibuatnya.
" ini... minum susunya duluuuu... " ucap Anita lalu memberikan susu itu pada Yanza yang kemudian diminum kan untuk sibayi.
Bayi itu menyedot susu dengan lahap membuat kedua orang dewasa itu gemas sendiri.
" hei.. lahap sekali.. om tidak minta kok.. pelan pelan saja.. hahah.. " bercanda Yanza.
" dia itu kalo soal makanan pasti lahap sekali.. dasar bayiii... " tambah sang ibu menekan lembut pipi anaknya.
" biarkan saja.. supaya dia tumbuh sehat dan jadi jagoan.. iya kan bayi.. nanti kalo besar kamu harus kuat oke.. pukul semua temanmu yang mengejekmu... oke.. jagoan.. hehe. " nyengir Yanza diakhir karena bermaksud bercanda walaupun mendapat tatapan horor dari sang ibu si bayi.
" becanda hehee... " lanjut Yanza.
Sejenak mereka saling diam karena menikmati pandangan melihat si bayi yang lahap sekali.
" apa kabar ya kedua anakku yang lain dirumah ayahnya.. apakah mereka baik baik saja.. ahh.. aku jadi kepikiran mereka. " ucap Anita menghapus airmatanya yang hendak turun.
Yanza bisa merasakan perasaan wanita itu yang pasti sangat merindukan anak anaknya yang lain.
" tenang saja.. aku akan membicarakan hal ini dengan Arzan.. secepatnya kalo bisa besok kita tuntut ke pengadilan untuk bermusyawarah.. " usul Yanza.
" ahh tidak usah repot repot.. maaf jika perkataan ku tadi-
" ssstttt... sama sekali tidak repot.. tenang saja.. kamu pasti bisa kembali bersama lagi dengan anak anakmu yang lain. " senyum Yanza dan Anita tidak bisa menahan diri untuk menangis bahagia.
" terimakasih terimakasih banyak... kalian sudah banyak membantuku... terimakasih sekali lagi terimakasih... "
" sama sama... " balas Yanza lembut.
__ADS_1
" manisss.. sekaliiii.. andaiiii andaiii.. aku dipertemukan dengannya lebih dulu.. pasti aku tidak akan pernah menyia nyiakan nya... aahhh.. apakah mungkin saat ini aku bisa menjadikan dirinya milikku.. " Batin Yanza.
" sosok suami idaman... rasanya ingin sekali punya suami sepertinya.. ahh.. apa yang aku pikirkan.. mana mungkin ia mau dengan ku yang berstatus janda anak tiga.. sadar Anita sadar.. kau telah gagal dalam pernikahan.. jangan ulangi hal yang sama... dan sepertinya ia baik hanya karena kasihan terhadap nasibku tidak lebih dari itu... jadi jangan berharap yang tidak pasti jika tidak mau tersakiti.. " batin Anita merendah walau seandainya ia tau kalau sosok Yanza ternyata terbalik seperti yang ia pikirkan.