Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 12


__ADS_3

malam harinya seperti rencana diawal tadi malam ini ia ingin menemui gadis itu dipasar malam.


arzan telah bersiap siap dengan style yang mampu membuat kaum hawa mimisan walau sudah jadi om om namun om incaran para gadis.


diri nya menuruni tangga dan mendapati keluarga sedang bersantai disofa ruang tamu.


dengan songong arzan berjalan dengan gaya cool didepan mereka dan mengibas ngibaskan jaket hitam yang ia kenakan.


seaakan yanza pengen muntah melihat Kesongongan om banyak gaya itu.


" yeee Nape lo... mau pamer.. " ucap yanza dengan wajah julid nya.


" engga sih tapi ia juga... " jawab arzan.


" Oh ya mamii... papi.... anak kalian pergi dulu yaaa... do'ain lancar.. oke.. " lanjutnya memanggil orang tuanya dengan sebutan modern.


" mau kemana...." tanya nyonya rahendra.


" mau nyariin cucu buat papi sama mami udah yaa... arzan berangkat dulu daaa... " ucapnya lalu pergi meninggalkan mereka.


" yeee nyari mantu dulu ngen**t... " ucap yanza lupa mengkondisikan mulutnya.


" heh ngomong gitu lagi om sumpal mulut kamu pake kompor.. " tuan rahendra melotot kan matanya.


" eh... hehehe... gak om keceplosan tadi gak lagi deh... " nyengir yanza.


Ditempatnya arzan.


ia telah sampai di pasar malam.


dirinya telah memasuki arena pasar malam yang dikerumuni banyak orang di Sana.


om itu celingak celinguk mencari keberadaan eisya.


berlari entah beberapa kali menabrak orang demi mencari batang hidung gadis itu.


dikarenakan faktor umur juga dirinya merasa kelelahan sekarang.


tapi di tengah mengatur nafasnya yang tak beraturan netra kembarnya menangkap sosok yang dicarinya.


terlihat gadis itu sedang sibuk menjual dagangan nya meskipun tidak banyak yang laku. langsung saja arzan berlari kearah sana menghampiri gadis itu.


" saya borong dong.... " ucap arzan berdiri dibelakang eisya.


eisya yang terkejut secara tiba-tiba membulatkan matanya mendengar hal itu.

__ADS_1


gadis itu pun berbalik menatap sosok lelaki yang kini tersenyum menatap kearah dirinya.


jujur om ini manis sekali mampu membuat detak jantung eisya berdebar sekarang.


" hah... " respon eisya seakan tak percaya.


tanpa melunturkan senyumnya sedikit pun arzan mengangguk pelan beberapa kali.


" srius om... " tanya eisya.


" iyaa... " lembut arzan.


" eepp... yaudah tunggu ya om saya bungkus. " dengan cepat namun hati hati eisya mempersiapkan semua barang dagangan nya dan diberikan pada arzan.


" ini om.. semuanya seratus ribu aja. " ucap eisya lalu memberikan dua bungkus penuh barang dagangannya.


arzan menerimanya dan memberikan uang berwarna merah lebih dari harga yang eisya sebutkan.


" lhoh ini kebanyakkan om saya perlunya cuma selembar aja.. " ujar eisya.


" yang lainnya sedekah saya.. " jawab arzan.


" tapi........... "


dengan malu malu eisya menerima uang itu jujur saja ia salting ditatap om tampan didepannya.


" karena saya udah ngebantu habisin dagangan kamu... sekarang kamu mau gak gantian bantuin saya... " tutur arzan.


" b-bantu apa om... " tanya eisya.


" bantu ngabisin ini... saya gak kuat lho sendirian... " jawab arzan.


" tap-


" tenang saya ini gak akan macem macem kok.. saya paham dan saya hanya ingin berteman dengan kamu... emang sih kedengeran nya agak aneh terlebih lagi terkait usia kita untuk berteman tapi jujur selama ini saya kesepian. " jelas arzan sedikit membumbui mimik wajah sedih.


karena merasa kasihan eisya pun mengiyakan dan memang kelihatan kalo orang di depannya ini memang baik tidak ada tingkah mencurigakan darinya.


" kita makan disana yok. " tunjuk arzan kearah yang lebih luas dan tidak terlalu banyak dilewati orang.


eisya mengangguk dan mengikuti arzan dari belakang menuju tempat itu.


sampai disana mereka duduk diatas rumput tanpa beralaskan apapun toh rumput disini juga bersih.


arzan membuka bungkus lalu mengambil dua jagung bakar dan memberikan yang satunya untuk eisya.

__ADS_1


" ayo ambil... " lembut arzan.


dengan perasaan bermekaran eisya mengambilnya dan memakannya dengan pelan dan sopan.


" kamu jualan disini ya.. " tanya arzan setelah menggigit jagung bakarnya.


" iyaa... " jawab eisya.


" udah lama... " tanyanya lagi.


" sesekali kalo ada waktu dan saya jualan disini dari tiga malam yang lalu. " jawab eisya.


sepertinya eisya ini punya dua kepribadian, saat pertama kali arzan bertemu dengan gadis ini seperti bawel dan menyebalkan namun pada malam ini gadis itu terlihat lugu dan pemalu.


" ohya kalo boleh tau umur kamu berapa. "


" bulan Agustus tanggal sepuluh ini saya genap dua puluh tahun. " ucap eisya menjawab pertanyaan arzan.


" kok bisa tanggal lahirnya pun sama seperti tanggal lahir nadia.. " batin arzan.


" kalo om umur berapa.. " eisya balik bertanya.


" bulan September tanggal satu ini saya juga genap 40 tahun.. " Jawab arzan.


" tapi kok keliatan masih muda om, tampan lagi...??. " tanya eisya dengan lugunya.


" ciahhaha.. kok jadi saya yang salting ini.. " senyum arzan menundukkan pandangan nya sebab dibuat salting oleh gadis ini.


" serius loh om benar-benar gak keliatan empat puluh tahun nya... om itu tampan.. badannya bagus ditambah lagi penampilan om yang keren banget.. ups... " gadis itu menutup mulut lucu karena sadar telah keceplosan barusan.


arzan tertawa kecil melihat tingkah eisya yang menggemaskan.


" kamu juga cantik imut lagi.. " giliran eisya yang dibuat terbang sekarang.


eisya tak kuasa lagi menatap orang yang sedang tersenyum menatap nya.. oh benar-benar ia salah tingkah sekarang.


sedangkan arzan dirinya dibuat gemas oleh gadis ini.


malam ini mereka menghabiskan waktunya bersama sampai pada akhirnya mereka harus berpisah karena eisya diharuskan untuk pulang.


arzan pun hanya bisa mengikhlaskan kepergian eisya untuk sekarang dan besok hingga seterusnya ia pasti akan terus mendekati gadis itu.


walau mereka tidak berjodoh setidaknya mereka pernah dekat.


cinta tak memandang umur jadi tidak mustahil kan jika eisya dan arzan bersatu.

__ADS_1


__ADS_2