
sore ini arzan keluar untuk membeli cemilan di supermarket.. dia keluar sendiri lagi karena yanza full mager hari ini.
sebenarnya cemilan sih masih banyak di rumah tapi arzan udah kesenangan keluar rumah dari dulu juga dia kebanyakan diluar dari pada di rumah.
setelah membeli sekaleng soda arzan berjalan sambil menikmati udara sore.
kotanya telah banyak berubah dengan bangunan bangunan yang semakin bertambah.
langkah kakinya terhenti saat mendengar suara wanita meminta tolong dan dirinya berinisiatif mencari sumber suara itu.
dan benar saja ia melihat seorang gadis yang sedang dirampok.
langsung saja tanpa aba aba arzan mengeluarkan jurus dan menghajar si perampok itu sampai babak belur.
" berani nya kamu merampok haa.. " kata arzan terus memukuli pemuda itu.
" ampuuuunn... " ucap pemuda itu melindungi dirinya dari pukulan arzan.
" heh pak berhenti jangan mukul dia.. " ucap gadis itu yang malahan membela si perampok dan menjauhkan arzan dari pemuda itu.
" kok kamu ngebela dia.. dia itu ngerampok kamu lho... " frustasi arzan.
" nicki lo gak papa... " tanya gadis itu pada temannya mengabaikan arzan.
" Aaaaa.... muka gue bonyok tau... aduh... tu orang ngapain sih... " kesel nicki.
" heh pake nanya kamu itu mau ngerampok kan.. dasar mau saya pukul lagi... " ujar arzan ancang ancang ngeluarin jurus.
" heh stop stop jangan om jangan... plis.. om salah paham.. " kata gadis itu dan reflek menampakkan wajahnya Karena sedari tadi ia menunduk melihat temannya.
deg....
jantung arzan seketika berhenti memandang wajah yang di depannya... benarkah ini... apakah... tidak mungkin... lalu kenapa sosok ini begitu mirip dengan sang kekasih nya.
" nadia..... " lirih arzan hendak menyentuh wajah gadis itu.
hap...
dengan cepat gadis itu menepis tangan arzan yang ia pikir om ini mau macam macam.
" apaan sih jangan mesum ya... " kesal nadia.
arzan tersadar yang di depannya ini bukanlah sang kekasih nya.. jika iya mana mungkin masih muda begini.
__ADS_1
" om kenapa mukul teman saya sih.. " ucap gadis itu marah.
" tau tu... sakit tau... aaahh.. " tambah nicki memegang pipinya yang sudah mengembang.
" di-dia kan mau ngerampok kamu.. jadi saya tolongin dong... " balas arzan membela diri.
gadis itu memutar bola mata jengah menatap arzan tajam.
" tadi itu kita lagi latihan buat drama besok di kampus dan om tanpa aba aba langsung mukul teman saya. "
" pake tenaga lagi.. " nicki menambahi.
" j-jadi kalian cuma pura pura. " tanya arzan.
anak muda itu mengangguk serempak.
" makanya nanya nanya dulu jangan asal nyelonong aja... sekarang liat kan wajah tampan saya jadi melar... aahh.. mana besok mentas lagi... gak mau tau.. pokoknya om ganti rugi... sakit tau... aaaa.... " protes nicki.
" hehe.. saya kan gak tau... lagian kalian latihan di tempat terbuka kayak gini... dipikir orang kan beneran... " ucap arzan tak pernah melepas pandangannya dari gadis itu sedetik pun walau lawan bicaranya bukan dia tadi.
" yang sabar ya nic... " kata gadis itu mengelus pundak sang teman.
" eee.. apa perlu saya anterin ke dokter.. " tawar arzan.
" eee atau saya kasih uang biar-
" gak miskin gue.. " ketusnya lagi.
" eumm atau gini aja saya minta nomor kamu sebagai permintaan maaf saya dan nanti kalo kamu butuh apa apa bisa saya bantu. " usul arzan menaik turunkan alisnya.
" gimana konsepnya sih lo om, muka gue bonyok sekarang terus mau bantuin gue kalo butuh apa apa nanti.. "
" yaaaa... pokoknya kasih aja.. ya. " pinta arzan.
" sekalian nanti kita berteman. " lanjutnya.
" gak mau gue temenan ama om om udah tua juga... " sialan ternyata si nicki ini emang pengen ditampol lagi.
" sssttt.. gak boleh gitu. " bisik gadis itu menyenggol lengan nicki.
" lagian apa salahnya berteman. " lanjut gadis itu.
" nah betul itu kata teman kamu... " tambah arzan.
__ADS_1
" yaudah deh cepetan tulis... "
" sebentar... " arzan merogoh sakunya mengambil handphone nya yang berlogo apel kegigit itu dan membuka layarnya.
" kosong delapan..... bla bla bla..... "
nicki mengakhiri nya dengan angka tujuh, dan arzan langsung menyimpan nomornya itu.
" oke siapa namanya.. " tanya arzan.
" nicki.. " jawab pemuda itu masih agak ketus.
" ha.. kiki... " ujar arzan samar samar mendengar tadi.
gadis itu tertawa karena nama temannya salah disebut oleh om ini.
" ck..udah tua budek lagi.... NICKI OM NICKI... heuuh... kesal deh. "
" ouww oke oke maaf.. "
" nic pulang yuk udah kesorean ini. " ajak gadis itu pada temannya.
" eh tunggu nama kamu siapa ya kalo boleh tau... " tanya arzan pada gadis imut berambut sebahu itu dengan potongan ala ala anak jaman sekarang.
" heh.. om ini apaan sih gak ada ada... ayo sya pulang. " nicki menarik tangan gadis itu dan membawa nya pulang menjauh dari arzan.
sedangkan arzan ia cukup tau diri untuk tidak memaksa dan terus menatap kepergian gadis itu begitu pun gadis itu menyempatkan diri memalingkan wajah kebelakang melihat kearah arzan.
hingga mereka benar-benar hilang dari pandangan.
" mirip sekali.... kau kah itu... hah tidak mungkin... aku harus mencari tau tentang gadis itu.. untung saja aku sempat meminta nomor temannya walaupun si bocah itu ngeselin tapi gak papa lah pokoknya aku harus tau siapa gadis itu.. " tekadnya.
lalu arzan pun berjalan menuju rumahnya Karena haripun semakin sore.
gadis itu sangat lah mirip dengan sosok yang ia cintai selama ini apakah itu yang dinamakan reinkarnasi..
wajah nya sangat lah mirip walau gadis itu terkesan lebih modern. membuat arzan penasaran akan sosok itu dan berniat mencari taunya.
dan ia tak kan melepas lagi gadis itu walau sadar kalau ia bukanlah sang kekasih nya.
akankah arzan akan mengejar gadis itu seperti yang dulu ia lakukan saat mengejar nadia.
seakan merasa dejavu.
__ADS_1