Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 99


__ADS_3

Haris dan Erin beserta bayinya dan juga Tante Meri baru saja sampai dirumah setelah semuanya beres dirumah sakit.


Tante Meri yang menggendong cucunya sedangkan Haris membantu memapah Erin dengan pelan pelan.


" hati hati.. " ucap Haris memapah Erin.


" ini kita langsung ke kamarnya..?? " tanya Tante Meri yang menggendong cucunya yang terlihat sedang tidur.


" dikamar bawah aja ma biar gampang. " jawab Haris diangguki Tante Meri.


" mama duluan aja.. " lanjut Haris.


" baiklah.. " Tante Meri pun menuju kekamar yang ditunjukkan Haris.


Disaat sedang memapah Erin, tak sengaja mereka berhadapan dengan Angga yang hendak keluar.


" mau kemana sayang.. " tanya Haris lembut.


" keluar pa mau main.. " jawab Angga cuek.


Memang sejak pernikahan mereka, Angga terlihat tak peduli dengan Erin. Bukan benci namun hatinya belum sempurna untuk menerima.


" ohya sayang adik kamu sudah lahir dia laki laki kamu senang kan..?? " ucap Haris mengalihkan pembicaraan.


" dia juga sehat mirip sama kamu lho. " lanjut Haris.


Mendengar itu Angga hanya tersenyum miring.


" aku juga udah punya adik laki laki yaitu Ezraf anak papa sama mama kan.. "


Wajah Haris yang semula girang kini berubah masam dan tersenyum kecut, Erin juga semakin berkecil hati untuk bisa mendapatkan kepercayaan anak tirinya yang hanya terpaut usia lima tahun dengannya.


" udah ya pa aku mau main dulu, jangan cari aku kalo aku pulang terlambat atau mungkin tidak pulang karena aku mau nginep dirumah teman... " ujar Angga dan langsung pergi tanpa menunggu balasan dari ayahnya.


Sepeninggalan anaknya, Haris mengelus pundak istrinya untuk mengatakan tidak apa apa lalu mereka melanjutkan menuju kamar.


Beralih dirumahnya Arzan.


Pasangan itu baru bisa mengistirahatkan diri setelah acara tadi selesai.


Ngomong ngomong ini sudah sore dan mereka kini sedang berada di taman belakang.


Sedang asyik mengobrol, kedatangan seorang gadis kecil menarik perhatian mereka saat gadis kecil itu membawakan nampan berisi dua gelas jus untuk mereka berdua.


Gadis kecil yang berusia 10 tahun itu adalah anak pembantu mereka yang dibawa kesini dua bulan lalu saat neneknya meninggal dunia.


Keinginan itu adalah usul Eisya karena ia tidak tega membiarkan anak itu yang awalnya hendak di titipkan ke panti asuhan oleh ibunya.

__ADS_1


Namanya Thalia umur nya 10 tahun, gadis itu punya sopan santun yang begitu ketat juga berperilaku sangat baik.


" Terima kasih sayang... " ucap Eisya pada anak itu sembari mengambil nampan tersebut.


" sama sama Nyonya.. " jawab Thalia.


" gimana sekolah kamu hari ini.. " tanya Arzan.


" baik Tuan-


" hah lupa lagi pasti, jangan panggil Tuan.. Panggil saya om.. " potong Arzan membuat gadis itu mengangguk lucu.


" dan panggil aku Tante.. " tambah Eisya.


" iya Tante.. " jawab Thalia.


" Thalia kalau butuh apa apa langsung ngomong sama Om jangan sungkan sungkan oke.. " kata Arzan diangguk kikuk oleh gadis itu.


" kalo gitu Thalia permisi ya Om Tante mau bantu ibu didapur.. " jelas gadis itu.


" oke sayang.. " jawab Arzan dan langsung saja gadis itu pergi darisana.


" nanti setelah si jagoan lahir next selanjutnya kita bikin anak cewek yaa.. "


" ihhh kamuu.. " Eisya mencubit gemas bahu suaminya.


Sedang asyik asyiknya bermain dengan bayinya, tiba tiba mendapat kabar dari pembantunya bahwa ada yang mencarinya di depan.


Haris bingung karena sebelumnya ia tidak membuat janji dengan siapapun.


" liat aja dulu mungkin orang itu emang ada keperluan sama mas.. " ucap Erin sambil menoel noel hidung kecil bayinya yang sedang tertidur itu.


Saat ini hanya mereka berdua dikamar karena Tante Meri baru saja pergi ke kamar mandi sekalian membersihkan diri.


" terus kalian berdua..?? " tanya Haris tak tega meninggalkan mereka yang hanya berjarak sampai pintu utama.


" ada mama bentar lagi juga balik kesini, udah sana nantikan bisa main lagi mumpung masih tidur dianya.. " ujar Erin terkesan mengusir suaminya karena tidak enak hati membuat tamu itu lama menunggu.


" Ghaftara papa tinggal dulu yaa.. " ucap Haris sembari mengecup pelan pipi bayinya.


" siapa itu.. " tanya Erin baru pertama kali mendengar nama yang disebutkan tadi.


" nama untuk anak kita.. " ujar Haris setelah itu langsung pergi menghampiri tamu.


Erin tersenyum sambil mengulang nama yang begitu indah untuk diberikan pada anaknya itu.


Di pintu depan, Haris sedikit bingung melihat orang yang ingin bertemu dengannya. Beliau adalah seorang bapak bapak seumuran dengan ayahnya sendiri, dan setelah ditelaah lagi betapa terkejut dirinya itu saat mengingat siapa pria tua di hadapan nya kini.

__ADS_1


" Pak Pramanan.. " Haris begitu shock melihat orang yang selama ini menghilang kini muncul kembali.


Bagaimana ia bisa lupa dengan rupa calon mertuanya dulu.


Langsung saja mereka berpelukan saling menyalurkan rindu.


" kemana saja bapak heumm.. " tanya Haris setelah melepas pelukannya.


" menghibur diri nak, bapak tidak sanggup setelah ditinggal mati oleh calon mu itu. " ucap Pak Pramanan kini kembali menangis.


Haris pun sama seketika mengingat kembali masa lalu namun detik kemudian menggeleng karena saat ini dirinya sudah punya masa depan untuk dijalani.


" nak bapak ingin membahas kematian Nadia bersama mu karena ada pelaku dibalik kematian putriku itu. " ucap Pak Pramanan.


" pelaku..?? maksud bapak..?? " tanya Haris.


" iya nak kematian Nadia di hari pernikahannya bersama mu karena seseorang... " ucap Pak Pramanan lagi.


" siapa...?? " tanya Haris.


" Arzan.. "


DEGG.......!!!!


Haris membulat kan matanya saat mendengar nama yang disebutkan barusan.


Bagaimana bisa.....!!!!


" ya dia adalah orangnya.. dia adalah pelaku dibalik semua ini.. " ucap Pak Pramanan mengepalkan kedua tangannya.


" Di hari itu dialah orang yang membawa putriku kabur sampai pada akhirnya mereka mengalami kecelakaan dan menyebabkan putriku terlempar kejurang sampai meninggal dunia.. " jelas Pak Pramanan.


Antara percaya atau tidak, Haris bingung. Hatinya belum siap untuk mendengarkan fakta ini apalagi ia baru saja berdamai dengan Arzan dan melupakan semua masa lalu.


" nak bantulah aku untuk membalaskan dendam ku padanya... Aku tidak rela putriku mati tanpa keadilan.. " pinta Pak Pramanan.


" aku yakin kau juga pasti sangat mencintai putri ku kan dan kau juga tidak rela.. Gabung lah bersama ku nak.. kita akan membuat Arzan menerima balasan yang setimpal. " lanjut Pak Pramanan.


" tidak tidak bisa maaf permisi aku sedang sibuk.. " Haris langsung masuk dan menutup pintu tanpa memperdulikan teriakan dari orang di luar.


Hatinya tengah kalut luar biasa tak bisa mengira jika Arzan adalah pelaku semua ini.


20 tahun lalu memang benar Arzan langsung menghilang setelah kematian Nadia.


Nadia ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan dan jatuh ke dalam jurang. Penyebabnya tidak diketahui dengan jelas, barang barang bukti pun seakan hilang.


Jika Arzan membawa kabur Nadia dengan mobil, lalu saat kecelakaan itu terjadi semua orang tidak menemukan mobil bekas kecelakaan disana. Lagipula Nadia ditemukan beberapa jam kemudian setelah kecelakaan.

__ADS_1


Lalu apakah barang bukti bisa begitu cepat dihilangkan dengan waktu yang begitu singkat...???


__ADS_2