Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 40


__ADS_3

Hari ini di kampus, Nicki mulai menjalankan aksinya dengan membawa Erin ke gudang sekolah dan mengintrogasinya disana.


" ihhh... lepasin gue... " kesal Erin karena kedua tangan nya dipegang kuat oleh Nicki.


" gak akan sebelum lo ngasih tau gue dimana Eisya berada... dan siapa orang yang ngambil Eisya dari kalian.. " tegas Nicki.


" hah.. bodoamat gak penting.. " balas Erin jelles.


" bagi gue penting... sekarang katakan. " desak Nicki.


" kalo gak mau lo mau apa.. uwlee... " ucap Erin menjulurkan lidahnya.


" tsk.. bener bener ya... hmm.. oke.. kalo lo gak mau ngasih tauuu.... " Nicki mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Erin membuat gadis itu ketakutan karena sekarang ia pun terpojok didinding.


" heh gila mau apa lo... hush.. sana. " kata Erin mulai ketakutan.


" pilih gue cium atau ngomong sekarang juga.... " ancam Nicki menyeringai menatap wajah Erin yang berdekatan dengannya.


Erin memalingkan wajahnya dan menggeleng cepat.


" huek... najis.. awas kalo lo cium gue.. gue aduin ke pihak kampus.. " ancam Erin sebaliknya.


" pfftt.. ahahaha... aduin aja.. gue gak takut... sekarang katakan.. " tegas Nicki lagi sedangkan Erin masih berdiam diri.


" ouuwww... pilih dicium yaaa... hmm... oke.. kalo gitu-


" stop.. jangan cium gue pliss oke gue kasih tau.. iya sekarang dan lo lepasin gue. " ucap Erin dan Nicki pun menurutinya.


" oke katakan.... " tagih Nicki setelah melepas Erin dan sedikit menjauh.


" nama orang itu kalo gak salah Haris Rifandri... beliau adalah bos diperusahaan papaku... yang meminta Eisya untuk dijadikan calon istrinya yang kedua. " jelas Erin tak berbohong.


" bener..??? kamu gak bohong kan..?? . " ucap Nicki memastikan.


" ckk.. masih ngeraguin gue lo.. heh.. jarang jarang ya gue jujur kek gini. " sahut Erin kesal.


" jadi bener ni.. " ulang Nicki.


" pikir aja sendiri.. udah ah.. gue mau masuk.. percaya gak percaya terserah.. yang jelas gue udah ngasih info yang benar.. " jelas Erin lalu pergi darisana.


" Haris Rifandri... oke nanti pulang dari sini gue harus cepat cepat ngasih tau ke om. " tekadnya lalu ikut meninggalkan tempat itu menuju ke kelas.


Singkatnya waktu telah berganti itu artinya Nicki telah pulang dari kampus dan langsung mengabari Arzan untuk ketemuan.


Arzan sampai duluan ditempat yang dijanjikan sedangkan Nicki belum jadilah om itu harus menunggu.


" tu anak kemana sih.. kebiasaan selalu bikin aku nunggu.. hah.. kalo gak penting gak mau aku dibikin nunggu kayak gini. " dumel Arzan.


Saat saat menikmati waktu menunggu nya tiba-tiba kedua mata bulat Arzan tak sengaja menatap keributan tak jauh dari tempat ia berada, terlihat beberapa orang berbadan tegap tengah menangkap seorang wanita yang memberontak.


Seperti biasa karena kepo Arzan pun menghampiri kesana takutnya wanita itu memang mau diapa apain.


Terlambat wanita itu keburu dibius dan dimasukkan ke dalam mobil namun Arzan sempat terkejut karena Haris berada disana dan pasti pria itu ada sangkut pautnya.


" loh Haris... ternyata kamu juga ada disini. " tanya Arzan jujur ia juga sedikit penasaran dengan gerak geriknya yang seperti menyembunyikan sesuatu.


" ah... eeee... iyaa.. " jawab Haris gugup.


" ohya tadi dari kejauhan mereka mereka ini lagi nangkap seorang wanita ya. " maksud Arzan bodyguard nya Haris.


" ah... eee... ituuu.. pembantu baru saya itu yang mencoba kabur.. " terang Haris.


" lah.. kenapa... " tanya Arzan.


" ya gitulah.. gak tau... " bohong Haris tak mungkin ia menceritakan kejadian nya.


" pasti ada sesuatu yang bikin dia ketakutan dan mencoba kabur.. " tebak Arzan.

__ADS_1


" sesuatu apa.. yang ada dia itu gak mau melayani saya... padahal itukan wajar. " ucap Haris enteng.


" hah.. apa.. kalian kan belum sah jadi suami istri apanya yang wajar... " balas Arzan.


" yap pokoknya gitulah.. dia ini coba kabur kabur mulu.. yaudah kalo gitu aku pamit ya mau ngurus wanita ini.. " ucap Haris langsung menaiki mobilnya dan langsung melajukannya meninggalkan Arzan.


" benar benar... Haris udah kelewatan ini.. mau ninggalin istrinya pula.. "


Dan dari kejauhan terlihat Nicki yang berlari menghampiri Arzan disana, dengan nafas tersengal sengal ia coba memanggil Arzan.


" ooommm... kok disini sih.. hah..hah.. " ucap Nicki mencoba mengatur nafasnya.


" ya lagian kenapa kamu lama banget.. sampe kering saya nunggunya... " balas Arzan.


" hehee.. sorry om tadi beli jajan sepupu dulu... " alasan Nicki tapi memang benar.


" dah lah.. jadi apa informasi nya.. sampein disini aja.. saya udah gak sabar. " tagih Arzan.


" menurut Erin bilang, orang yang membawa Eisya bernama Haris Rifandri... pria itu ingin menjadikan Eisya istri kedua.. dan pria itu juga merupakan bos dari om Rano diperusahaan nya.. " jelas Nicki langsung ke intinya.


" a-aappaaa.. " Pikiran Arzan berkecamuk dan menebak nebak apakah Haris yang dimaksud Nicki adalah Haris yang sama.


" dia bos nya om Eisya... kalo kamu tau.. apa nama perusahaan tempat om Eisya bekerja..... " lanjut Arzan bertanya.


" kalo gak salah nama perusahaan nya Anggara om... " jawab Nicki.


Degg...


Benar sekali tidak salah lagi... perusahaan itu adalah nama perusahaan Haris yang bekerja sama dengan perusahaan nya.. jadi tebakan yang tepat adalah sudah pasti pembantu baru yang dimaksud Haris adalah... Eisya.


Plakk....


" anying om kok aku digeplak sih.. padahal udah ngasih info lho.. " Nicki mengelus kepala belakang nya yang kena geplak Arzan entah apa alasannya.


" sekarang kamu ikut saya.. "


" ikut aja pokoknya... "


" ba-baik om.. "


Arzan menuju ke mobilnya diikuti oleh Nicki dan melajukan kearah rumah Haris.


Arzan menancap gas diatas rata rata membuat Nicki yang berada disana merapalkan doa doa saking ngebutnya si om yang entah kenapa setelah mendengar info darinya.


Mobil mewah itu membelah jalanan kota dan hampir menabrak nenek nenek kalau saja ia tidak cepat menyingkirkan setir mobil kearah samping.


Nicki yang duduk disamping sudah berkali kali mencium kaca mobil yang sudah tidak suci lagi akibat ulah Arzan yang ugal ugalan.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan memakan waktu sampailah mereka dirumah yang dituju.


Arzan turun dari mobil dengan tergesa-gesa diikuti Nicki dan mendorong bodyguard bodyguard yang menghalangi nya bahkan ada yang ia tendang.


Kebetulan pintu utama yang terbuka langsung saja ia masuk diekori Nicki dibelakangnya meneriaki Haris berkali kali.


Haris yang berada dikamar Eisya mendengarkan dan ia pun keluar menghampiri orang orang didepan.


" ada apa hei.. kenapa kau berteriak teriak dirumah orang... kau ini kenapa. " tanya Haris yang melihat gurat mengerikan diwajah Arzan.


" katakan siapa nama pembantu barumu itu.. CEPAT KATAKANN... " bentak Arzan diakhir membuat Nicki takut belum pernah ia melihat Arzan semarah ini.


" hei hei.. kau ini-


" katakan Haris Rifandri... " pinta Arzan lembut namun mengerikan.


" namanya Eisya Fahira.. "


BUGHHH.....

__ADS_1


Haris tersungkur terkena bogeman mentah di pipinya setelah memberitahu nama pembantu barunya. Begitupun Nicki yang terkejut reflek menutup mulutnya.


" KAU INI KENAPA... HAA.. " tanya Haris marah.


" kembalikan gadis itu padaku... dia adalah gadis ku.. " ucap Arzan dengan tatapan tajam.


" tidak bisa dia sudah kubeli dengan harga mahal pada Tantenya.. kau tidak bisa meminta seenaknya.. " tolak Haris mentah mentah.


" berapa harga yang kau berikan pada Tantenya akan kukembalikan sejuta kali lipat dari itu..... " ucap Arzan.


" tidak bisa... ini bukan soal harga.. tapi gadis itu sangat mirip dengan calon istri ku yang pertama yang sudah meninggal.. aku mencintai nya.. aku tidak ingin kehilangannya lagi.. apa kau lupa apa yang ku bicarakan dengan mu tentang gadis itu.. " jelas Haris dan sejenak membuat Arzan bungkam karena kepalanya tengah berputar mengingat ingat kembali.


" Nadia Sahara adalah calon istriku yang meninggal itu dan sekarang Eisya Fahira mewarisi kecantikan yang sama.. aku ingin memiliki nya.. " lanjut Haris membuat degup jantung Arzan semakin kencang, benarkah... berarti Haris adalah orang yang telah membunuh Kekasihnya.


" sialaaaaaannn...... "


BUGHHH...


DUGH...


BUGHHH.


" BAJIN*** SIALAN... KALAU TAU DARI AWAL TDAK AKAN KUBIARKAN KAU MENGHIRUP OKSIGEN... " Arzan memukuli Haris dengan membabi buta, Nicki yang menyaksikan itu mencoba melerai.


" udah om udah.. nanti om dipenjara.. plis om kita harus bawa Eisya pergi... " ucap Nicki menyadarkan Arzan yang sedang brutal.


Arzan menyudahi aksinya dan mendesak Haris untuk memberitahu dimana Eisya.


" KATAKAN... DIMANA KAU SEMBUNYIKAN GADIS ITU.... " bentak Arzan.


" apa sangkut pautnya kau dengan dia. " tanya Haris yang sudah babak belur mengelap darah disudut bibirnya.


" asal kau tau.... aku adalah kekasih Nadia Sahara.. wanita yang ingin kau nikahi waktu itu.. dan Eisya adalah gadis yang duluan kutemui daripada dirimu.. dan kau jangan coba coba merebutnya lagi.. " ancam Arzan dengan aura menakutkan.


" hah.. jadi kau itu...... "


" iyaa... percintaan kami harus kandas ditengah jalan karena dirimu dan lebih bejatnya lagi... kau membunuh kekasih ku karena dia tak ingin menikah dengan mu. " ungkap Arzan.


" jangan asal menuduh.. aku tidak membunuhnya.. " bela Haris melindungi dirinya.


" BOHONG.... sekarang katakan dimana Eisya... " tagih Arzan.


" tidak... dia sudah jadi milikku.. aku juga sangat mencintainya... " tolak Haris.


" sialan.... "


" KALIAN.... SERET DUA ORANG INI KELUAR...... " suruh Haris pada para bodyguard nya.


Para bodyguard itu pun mendorong Arzan dan Nicki keluar, Arzan kalah jumlah dan tak bisa melawan ditambah lagi Nicki yang menyuruhnya berhenti.


Mereka pun memilih pergi dan berjanji akan kembali lagi dengan mengeluarkan Eisya darisana.


" kalian... jika dua orang itu terlihat disini langsung usir.. dua orang itu haram menginjakkan kakinya disini.. mengerti. " ucap Haris dan para bodyguard nya mengangguk paham.


Sedangkan dimobil Arzan berusaha menahan emosinya yang menggebu gebu dan sekarang Nicki yang beralih menyetir karena kalau Arzan menyetir dalam keadaan emosi begini bisa banyak terjadi korban jiwa dijalan nantinya.


" kenapa kamu nyuruh saya berhenti. " ucap Arzan pada Nicki yang sedang menyetir dengan kecepatan normal.


" percuma kita ngelawan om karena kalah jumlah.. lagian kalau kita tetap maju kita juga akan kalah.. yang ada malah babak belur.. gini om.. coba pikir deh.. kalau kita tetap maksa Om Haris itu pasti gak bakal nyerah.. dan kalo ngambil secara paksa dan langsung yang ada banyak terjadi pertempuran dan menguras tenaga aja... jadiiii... gimana kalo kita milih rencana licik.. ngambil secara halus.. " usul Nicki yang tiba tiba cerdas.


" hmm... boleh juga... tumben cair otak mu. " ucap Arzan tertarik dengan pembicaraan Nicki.


" hah.. baru tau... saya emang pintar om tapi gak mau pamer selama ini... " pujinya pada diri sendiri.


" oke kita akan susun rencana dulu.. dan setelah itu kita akan langsung beraksi. " sahut Arzan.


" yap... semoga dengan cara halus ini kita bisa berhasil.. " tambah Nicki.

__ADS_1


" yaaa... semoga saja..dan setelah itu aku akan menuntaskan tugas yang tertunda. " ucap Arzan menyeringai.


__ADS_2