
Mobil mewah berwarna hitam pekat kini memasuki area rumah besar dihadapan nya.
Seorang pemuda berparas rupawan dengan tubuh ideal walau di umurnya yang tidak muda lagi keluar dari mobil mewah tersebut.
Membenarkan jas nya menurunkan kacamata hitamnya sedikit bertengger diatas hidung, terakhir mengibaskan rambutnya kebelakang memancarkan jidat paripurna nya yang mulus tak ada satu jerawat pun disana.
Tak lupa membawa berkas ditangannya lalu melangkahkan kakinya dengan gaya jalannya seperti sang bangsawan.
Namun gaya estetik nya itu seketika gagal saat dua bodyguard menghadangnya dipintu utama.
" maaf anda siapa....orang asing seperti anda dilarang masuk.. " ucap salah satu bodyguard merentangkan tangan nya dihadapan Arzan.
Arzan tersenyum smirk dan membuka kacamata nya menatap dua manusia berbadan besar di depannya dengan tatapan sinis.
" kalian tidak lihat tampang ku seperti apa.. apakah aku terlihat seperti tampang pencuri atau pengemis... hei kalian.... catat baik baik aku ini ceo terkenal diperusahaan ku dan aku kesini untuk menemui Tuan kalian.. cepat panggilkan... dan singkirkan tangan kalian itu.. " jelas Arzan songong karena kesal diperlakukan seperti itu.
" baiklah tunggu sebentar... saya panggil kan Tuan dulu.. " ucap Bodyguard satunya lagi lalu melangkah masuk ke dalam.
" hmm.. cepat lah.. orang tampan seperti ku tidak punya banyak waktu.. " sahut Arzan.
Lumayan menunggu akhirnya Haris muncul dan langsung ia dipersilahkan masuk dan memberikan nya tempat duduk.
" penjagaan rumahmu ketat sekali ya. " basa basi Arzan.
" ahaha.. yap begitulah.. aku ingin semua keluarga ku terlindungi.. " jawab Haris.
" hmm.. ohya aku datang kesini karena disuruh papi buat ngasihin ini ke kamu. " ucap Arzan lalu memberikan map itu.
" waw terimakasih dan sudah bersedia datang kesini... maaf kalo merepotkan.. " balas Haris sambil menerima map itu.
" iyasih tapi gak apa apa daripada kena amukan papi. " sahut Arzan.
Haris terkekeh mendengar nya karena sudah akrab ia pun bisa memahami sifat Arzan.
Ditengah perbincangan itu ia sempat berpamitan sebentar kedapur untuk menyuruh para pembantu nya bikin minum dan setelah itu ia kembali lagi pada perbincangan mereka.
" tunggu sebentar pembantu ku sedang bikin minuman.. " kata Haris.
" ahh tidak usah repot repot tapi terimakasih kebetulan haus... hehehe.. " nyengir Arzan.
" ohya nanti kalo pembantu nya datang bawa minuman kamu jangan kaget dan mohon jaga hatimu karena dia adalah pembantu baruku dan masih muda juga sangat cantik. " beritahu Haris tanpa ditanya.
" ohya... " nyambung Arzan.
" iya... dan kau tau apa yang istimewa darinya... karena dia adalah sosok gadis yang pernah kuceritakan padamu... dan sekarang aku telah berhasil mendapatkan nya... huh aku sangat senang sekali... " jelas Haris bahagia.
" lalu istrimu.. " tanya Arzan.
" dia taunya kalo gadis itu hanya pembantu dan tidak tau niat sebenarnya ku apa.. " tutur Haris.
Mendengar itu Arzan hanya diam menggigit bibir bawahnya karena ia juga bisa merasakan bagaimana sakitnya hati wanita yang dikhianati Haris itu.
" kau yakin.. akan melakukan itu.. " tanya Arzan sekali lagi.
__ADS_1
" kenapa bertanya hal hal itu saja.. kenapa masih meragukan ku sedangkan aku sendiri sudah sangat yakin... ayolah harusnya kau ikut senang atas keberhasilan temanmu ini hmmm.... " ucap Haris sambil merangkul Arzan yang duduk di samping nya.
Arzan hanya tersenyum simpul lalu dirinya merasa ada sesuatu yang hendak keluar langsung saja ia permisi minta izin ke kamar mandi.
Setelah diberitahu keberadaan toilet, Lalu Arzan menuju kesana karena sudah tak tahan.
Singkatnya setelah menuntaskan hajatnya yaitu buang air kecil, ia pun keluar hendak kembali ke ruang tamu. Namun langkahnya terhenti saat netranya menangkap sosok yang familiar membelakangi nya tengah menyiapkan minuman di dapur.
Rambut sebahu yang dikucir satu dengan badan idealis mengenakan pakaian dress selutut dengan lengan panjang walau terlihat sederhana namun dibadan gadis itu terlihat mewah.
Dengan lamat ia memerhatikan sosok gadis itu dan ketika hendak mendekatinya bersamaan dengan itu pula gadis itu pergi dari hadapan nya. Ingin mengejar bukankah itu hal yang tidak sopan dilakukan dirumah orang jadilah ia mengurung niatnya dan kembali keruang tamu.
Memang bukan waktunya keberuntungan Arzan karena disaat ia kembali bersamaan dengan itu Eisya si gadis yang diperhatikan dari tadi pergi kembali kedapur setelah membawa minuman untuk tamu, keadaan yang tidak mempertemukan mereka pun kuat karena mereka lewat dari arah berlawanan dan dihalangi satu dinding yang entah kenapa diletakkan disitu.
" hah kamu telat... gadis itu baru aja pergi. " ucap Haris setelah Arzan mendaratkan bokongnya disofa.
" oh mau aku panggil kan lagi.. " lanjut Haris.
" tidak usah, kasian dia bolak balik kesini lagian hal itu tidak begitu penting kan. " jawab Arzan setelah itu meneguk minuman buatan Eisya.
" eumm... enak sekali.. pasti buatan pembantu barumu itu ya.. " lanjut Arzan setelah meneguk minuman nya.
Haris tersenyum dan menaikkan alisnya bangga.
" benarkan.. pilihanku tidak akan meleset. " mendengar itu Arzan hanya tersenyum membiarkan orang dihadapan nya bersenang senang karena nasehatnya pun tak mempan.
Malam ini adalah malam melelahkan dan menegangkan disebabkan sore tadi sepulang Arzan musibah terjadi dikeluarga itu yaitu kecelakaan yang menimpa Anita karena wanita hamil itu jatuh dikamar mandi menjadikan dirinya sekarang terbaring dirumah sakit karena kondisi yang lumayan parah bagi keselamatan dirinya dan si calon bayi namun akhirnya keduanya bisa diselamatkan karena tepat waktu tetapi ia harus dirawat inap agar mendapat perawatan intensif berhubung kehamilannya sudah dekat di kelahiran.
Berduaan saja dirumah dengan Eisya karena para pembantu lain sudah pulang tentu saja sesuatu buruk terbesit di otaknya.
Dirinya berjalan kearah kamar Eisya dan mengetuk pintu dengan lembut.
Mendengar ketukan dari dalam Eisya pun bangkit membukakan pintu.
Ceklek....
pintu terbuka menampilkan sosok pria yang tersenyum mengerikan kearahnya.
Hatinya sudah tak tenang karena tau sesuatu buruk akan terjadi padanya melihat gerak gerik aneh dari tuannya ini.
Haris masuk tanpa di suruh dan tiba-tiba menarik Eisya untuk duduk bersamanya di tepi ranjang.
" malam yang sangat melelahkan.. bukan. " ucap Haris tiba-tiba dan dirinya lalu berjalan kearah pintu dan menutup pintu nya lalu menguncinya.
Jantung Eisya semakin dipompa seakan meledak dalam hitungan detik, dirinya sungguh panik dan takut sekarang sebab berteriak pun tidak ada yang bisa mendengar nya.
tap tap tap......
Langkah pelan seakan menerkam Haris mendekati Eisya yang ada diranjang sedangkan gadis itu tak bisa kemana mana karena dengan sangat cepat Haris mengunci pergerakannya melentangkan kedua tangan gadis itu dengan cara menidurkan paksa Eisya.
" puaskan aku malam ini... kau tau sendirikan aku lelah sekali.. aku tidak bisa sabar menunggu selama itu.. " ucap lelaki bejat itu.
Kekuatan Eisya tak sebesar itu untuk melawan lelaki yang mengunci pergerakan nya, menangis itulah yang dia bisa.
__ADS_1
" hikss... j-jangan om... hiks... s-aaya mohon hikss... " mohon Eisya.
" ahahaha... gadis cantik.. tega sekali kau berkata seperti itu hmm... " tutur Haris sambil menyentuh bibir manis Eisya walau gadis itu berpaling agar tidak sempat disentuh.
" kenapa mirip sekali kamu dengan Nadia hmm... tapi aku bersyukur karena dengan adanya dirimu aku bisa menuntaskan kemauan ku pada gadis itu lewat dirimu walau kamu bukanlah dirinya namun aku masih bisa menatap wajah cantiknya. " jelas Haris.
" hiks.. sadar om... aku bukanlah dirinya.. wajahku hanya kebetulan mirip.. hiks.. dan dan aku pun tidak ingin mirip dengan wanita itu hiks... kalau harus terjebak seperti ini hiks... lepaskan aku hiks... "
" sssstt..... diam sayangg... jangan menangis... bagaimana kalau kita lakukan sekarang... hmm... hahah... "
" hiks.. aku mohon om jangan... hiks.. "
" sssstt... diam oke... "
Tangan pria itu mulai menyentuh wajah Eisya kemudian menurunkan nya keleher hendak ke ehemm... namun tidak kesampaian dikarenakan gadis itu tiba-tiba punya kekuatan untuk melawan dan langsung saja Eisya menendang area terlarang milik Haris.
Dughhh....
" ARRRGGGHHH.... sialannnnn... " erang Haris memegang barang berharganya dan di kesempatan itu Eisya bangun dan bersiap untuk melawan lagi.
" kurang ajar... " Dengan gerakan cepat Haris memegang kedua tangan Eisya dan mematahkan kebelakang membuat gadis itu kesakitan.
" akhh.... " ringis Eisya.
" punya kekuatan seberapa kamu berani melawan aku hm.. " ejek Haris.
" l-lepash... "
" minta di lembutin gak mau yaudah dikasarin aja... hah... "
" gak mauuuu... " bantah Eisya.
" sssstt... diam.. apa susah nya sih tinggal nurut aja napa... kamu itu gak bisa kemana mna lagi karena kamu sudah jadi milik aku seutuhnya.. " jelas Haris.
Dughhh...
Kedua kalinya Eisya melepaskan diri menendang paha Haris dengan kencang.
" akhhh.. baji**** kecil ini ternyata mau main main dulu.... awas kau... "
Lagi lagi Eisya kalah cepat malah sekarang Haris telah menjambak rambut gadis itu dan menampar nya berkali kali lalu mendorongnya hingga kepala nya berdarah karena terbentur meja.
Gadis itu tersungkur ke lantai merasakan pening dikepala nya dan tak mampu untuk sekedar menengadahkan wajahnya.
Haris mendekat dan berjongkok didepan gadis itu yang tengah menunduk.
" sial... kalau saja kamu menurut aku gak akan ngelakuin hal seperti ini..tidak selera lagi aku... hah... sialan.... malam ini kamu bebas tapi besok tunggu saja jangan coba coba untuk melawan lagi.. " ucap Haris lalu keluar dari kamar itu meniggalkan Eisya dengan rasa sakitnya.
Gadis itu menangis merasakan sakit di sekujur tubuhnya.. juga ketakutan terhadap apa yang telah dilakukan padanya.
sampai dirinya akhirnya menutup mata entah karena pingsan atau apa yang jelas gadis itu sudah tidak bergeming ditempat.
semoga besok nya bangun lagi😌
__ADS_1