
Setelah acara makan malam selesai dan sempat terlibat beberapa percakapan, saat dirasa pas Arzan pun berdehem pamit izin masuk kamar dan langsung menarik Eisya.
Mereka yang sudah tau pun hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan Arzan yang tidak ada ragu ragunya mengundurkan diri seperti ini.
Malam ini adalah malam pertama sang pengantin Arzan dan Eisya.
Terlihat Arzan sedang duduk santai dikasurnya sambil menunggu Eisya dikamar mandi.
Baru kali ini Arzan merasa gugup pada Eisya karena ini sudah berbeda begitu pun Eisya dikamar mandi tak henti hentinya menenangkan diri dan salting sendiri.
Ceklek.....
Gadis itu keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri dan sekalian keramas.
Arzan semakin terpaku menatap sang istri kecil yang mengenakan pakaian mandi lalu mengelap rambutnya yang masih basah.
Eisya tak sengaja bertemu tatap dengan Arzan lalu reflek menutup bagian dadanya yang sedikit terbuka.
Melihat hal itu membuat Arzan tertawa dan menggeleng geleng kepala.
" apanya yang kau tutup toh nantinya itu juga akan menjadi milik ku.. apa kau melupakan sesuatu istri ku.. " penuturan Arzan membuat Eisya tak tahan untuk terbang.
" sini... " Arzan menepuk nepuk pelan tempat diranjangnya agar diduduki Eisya.
Gadis itu mendekat dengan degup jantung diluar kendali dan duduk berdekatan dengan sang suami.
Arzan mengambil alih handuk kecil yang dipegang Eisya lalu mengelap rambut basah istrinya itu.
" kenapa keramas malam malam.. apa kamu tidak kedinginan... " tanya Arzan sambil melakukan pekerjaannya itu.
" ck.. kenapa mesti bertanya, ini kan malam-.... hup... " Eisya menutup mulutnya yang hampir keceplosan membuat Arzan terkekeh.
" malam pertama. " sambung Arzan.
Setelah dirasa cukup untuk mengeringkan rambut sang istri, lalu Arzan tiba tiba berdiri.
" mau kemana... " tanya Eisya.
Tak menjawab Arzan malah terlihat sedang melepas satu persatu kancing bajunya dan menampilkan perut tersusun ramping itu, Eisya terkesima melihatnya namun langsung membuang pandangan kearah lain detik kemudian.
__ADS_1
Lalu Arzan mengambil handuk nya melilitkan kebagian pinggang sebelum membuka celana.
Setelah acara itu selesai, Eisya semakin gugup saat Arzan mendekatinya. Padahal sudah sah tapi gadis itu masih saja merasa takut.
Apalagi saat pria itu mendekatkan wajahnya kewajah Eisya dan reflek gadis itu menggigit bibirnya karena mengira Arzan akan melancarkan aksinya.
" aku mau membersihkan diri dulu.. kamu jangan kemana mana tunggu aku disini.... daaannn.. jangan terlalu gugup seperti itu... istri ku... " bisik Arzan lalu bergegas kekamar mandi meninggalkan Eisya dengan pipi memerah namun lega karena bisa memberinya waktu luang untuk mempersiapkan diri.
" hah..... ekheuuummm... Aaaaa.... terasa seperti mimpiiii... " Gadis itu menghempaskan dirinya diranjang dan merasa gemas sendiri.
Sambil menunggu, Eisya mengambil handphone dan membuka aplikasi percakapan, banyak sekali pesan yang masuk yang mengucapkan selamat padanya terutama Nicki bahkan sempat menakut nakuti nya kalau sedang berhadapan dengan Arzan.
Begitu juga teman lain yang tidak menyangka kalau gadis seperti Eisya bisa mendapatkan lelaki seperfect Arzan walau dengan selisih umur yang jauh berbeda.
Terlalu menikmati ponselnya hingga tak menyadari sang suami yang sudah keluar dari kamar mandi dengan mengenakan pakaian mandi yang sama seperti Eisya.
Arzan berjalan didepan cermin dan mengibaskan ngibaskan rambutnya yang basah. Menyadari kedatangan suami, Eisya menyudahi acara dengan ponselnya dan kembali duduk tegap.
Arzan kembali duduk diranjang dekat sang istri dan tersenyum manis padanya begitupun Eisya yang membalas dengan senyum gugup.
Setelah itu kedua nya terlihat sama sama gugup dan sejenak suasana hening tak ada yang membuka suara.
" Ekheummm.... aku pernah dengar.. jika malam pertama adalah malam yang paling membahagiakan setiap pengantin yang baru menikah... dan malam itu juga adalah... eeeee.... kau-
Arzan terkejut dan tak bisa melanjutkan kata katanya saat mendapatkan kecupan singkat dibibirnya dari sang istri.
" alangkah baiknya jika sang istri terlebih dahulu mengajak sang suami untuk menyenangi hatinya.. " lanjut Eisya memberanikan diri.
" m-maksud mu... " Kini kenapa Arzan yang malah gugup.
Gadis itu tersenyum lalu mengambil tangan Arzan dan diletakkan dipinggangnya.
Seakan mengerti Arzan pun membuang rasa gugup nya lalu bersikap untuk berani.
Arzan tersenyum lalu memegang sebelah pinggang Eisya lagi dengan tangannya yang lain.
Diawal Arzan mencium kening dan leher Eisya belum ada kendala tapi ketika pria itu hendak mencium kebawah lagi Arzan merasa heran dan sempat kecewa saat Eisya menghentikan dirinya.
" jangan j-jangan... "
__ADS_1
" kenapa... ada apa... " tanya Arzan yang merasa kecewa.
" j-jangan ragu ragu maksudnya... hehe.. "
" aaahhhh... kau ini... awas... "
Dan mulai disitulah tidak ada keraguan lagi bagi pengantin itu bahkan terlihat dengan senang hati.
Skiiipppp.....
Pagi Hari nya.
Arzan terbangun lebih awal lalu membersihkan diri lebih dulu sekalian mandi itu karena semalam.
Melihat Istrinya yang tertidur pulas jadi tidak tega untuk membangunkan nya dan memilih untuk bersiap lebih dulu.
Arzan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang hanya menutup bagian bawahnya dan rambut basah yang masih banyak tertempel air.
Bukannya memakai pakaian dan mengeringkan rambut, Arzan malah mendekati ranjang dan memandang wajah lucu Istrinya yang sedang tertidur.
Karena tak tahan Arzan pun mencium pipi gadis itu namun hal itu membuat istrinya terusik dan berakhir terbangun.
Saat membuka mata Eisya malah terkejut dan berteriak sambil mendorong Arzan yang didekatnya bahkan membuat pemuda itu terjatuh mencium lantai.
" AAAAAAAAAAA..... om mesuuummmm.... pergi pergiiii..... " teriak Eisya sambil menutupi tubuhnya tanpa busana dengan selimut.
Arzan merasa frustasi dan menunjukkan cincin dijari manisnya lalu mengambil tangan Eisya juga memperlihatkan cincin yang melingkar dijari manis gadis itu.
sempat ngeleg sebentar setelah itu Eisya hanya bisa cengengesan dan meminta maaf.
" dasaaarrrr.... " Arzan menarik hidung istrinya yang mengaduh sakit.
" hehe... lagian ini pertama kalinya dalam hidup ku... " nyegir gadis itu.
" hmmm... ya sudah cepat bersihkan dirimu sayang... kita harus ikut sarapan dibawah. " titah Arzan yang diangguki Eisya.
" iya pak suami... kalau gitu aku mandi dulu yaaaa.... " balas Eisya menuruni tempat tidur lalu menuju kamar mandi sambil membawa selimut itu untuk menutupi tubuhnya.
" jangan lupa mandi ituuu.. " ucap Arzan sebelum Eisya benar benar hilang dipandangan memasuki kamar mandi.
__ADS_1
Sembari menunggu Istrinya membersihkan diri, Arzan juga bersiap siap mengenakan pakaian santainya.
Hari ini ia masih libur kantor karena ingin menghabiskan waktu bersama Istrinya.