Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 60


__ADS_3

Dirumah sakit tempat Erin dirawat.


Nicki masih setia menunggu Erin siuman dan memainkan ponselnya untuk menghilang kan kebosanan.


" euuhhhnggg... " lenguhan pelan terdengar dari mulut Erin sembari membuka matanya pelan pelan.


Menyadarkan Nicki dan langsung saja pemuda itu mendekat keranjang persakitan menunggu gadis itu.


" ahh... a-aku.. dimana.. " gumam Erin mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan.


" kau sudah sadar... syukurlah... sekarang kamu dirumah sakit, aku yang membawamu kesini.... " jelas Nicki membuat gadis itu menatapnya.


" ak-aku... kenapa sampai kerumah sakit. " kata Erin memijit kepalanya yang pusing.


" jika kamu tidak ingat, biar aku jelaskan... tadi kamu jatuh karena bertabrakan dengan ku.. dan tiba tiba kamu mengeluh sakit perut sampai pendarahan... dan berakhir aku membawamu kesini.. " terang Nicki.


" p-pendarahan..??... " Bukan heran tapi Erin malu jika ketahuan kalau dirinya tengah hamil.


" ya.. dan untungnya kandungan mu tidak apa apa karena ditangani cepat waktu.. " Sahut Nicki sengaja memancing agar Erin mengaku.


" apa...??.. apa maksudmu kandungan.. " Erin masih mengelak menutupi.


" hah... Erin.. tidak usah ditutupi lagi.. dokter sendiri yang mengatakan nya padaku. " Gadis itu terdiam dan detik kemudian ia mulai sesenggukan karena menangis.


" hiks.. hiks.. pergilah... harusnya biarkan saja kandungan ku tidak terselamatkan... hiks.. sekarang kau sudah tau.. hiks.. memang benar.. hiks.. aku hamil.. hiks.. tidak apa apa jika mau mengataiku.. wanita mur-


" Diammm... " Nicki memotong perkataan Erin yang dirasa menyedihkan.


" aku tidak seburuk itu untuk menghina seseorang... karena aku tau aku juga tidak begitu sempurna untuk menghina sesama manusia.. " lanjut Nicki.


" hiks.. aaarrrhgggg... hiks.. aku sudah hancur... hiks.. aku tidak punya alasan lagi untuk hidup.. hiks... aku adalah aib bagi keluarga ku.. hiks... " racau Erin.


" hanya orang bodoh yang berkata seperti itu.... jika kita melakukan kesalahan bunuh diri bukanlah solusinya.. harusnya kita mencari jalan untuk memperbaiki setidaknya berusaha untuk menuju yang lebih baik. "


" kesalahan memang tidak bisa diubah tapi kita bisa berusaha untuk berubah menjadi yang lebih baik dan tidak mengulangi hal yang salah itu... layaknya nasi yang sudah jadi bubur bukan berarti bubur itu tidak berarti... karena kita juga bisa menikmati bubur itu tergantung bagaimana kita menerimanya. "


" mengakhiri bukan lah jalan keluar.. jika mau jalan keluar maka kita harus berusaha.. " lanjut Nicki mendadak bijak.


" bukan kita tapi aku.. hiks.. bagaimana nasibku ke depan nya bersama anakku.. bisakah aku membesarkannya tanpa seorang ayah.. hiks.. " ucap Erin.


" siapa...??.. " tanya Nicki.


" siapa apanya maksudmu... " Erin balik bertanya.


" ayah dari bayimu... ini... " lanjut Nicki.


Deg


Seketika Erin menduduk dan terdiam semakin menangis deras dalam diam.


" pergi... " kata Erin.


" aku-


" pergi.... hiks.. biarkan aku sendiri... hiks.. dan terimakasih sudah membawaku kemari.. " Erin memalingkan wajahnya menghapus kasar jejak airmata di pipinya.


Nicki mengerti dan berbalik melangkah kan kakinya keluar memberi ruang untuk Erin merenungi nasibnya.


Sejahat-jahat nya gadis itu, tapi kalau sudah begini Nicki juga tidak tega melihatnya.

__ADS_1


Sepeninggallan Nicki, Erin semakin menangis bahkan menjambak rambutnya sendiri, tak bisa terbayangkan betapa hancurnya hidup gadis itu sekarang.


Hari hari berikutnya dengan kata lain beberapa hari kemudian....


Dikediaman keluarga Tuan Rahendra.


Dikamarnya sang pengantin.


sang istri tengah sibuk memakaikan dasi dibaju sang suami sambil bercengkrama.


Hari ini Arzan memutuskan untuk masuk kantor karena ini desakan sang istri pula.


Lagipula Arzan baru beradaptasi dengan perusahaan jadi ia tidak bisa terlalu lama untuk meninggalkan nya.


Sedari tadi Arzan terus menatap Eisya sambil tersenyum membuat gadis itu salah tingkah dan tidak bisa berkonsentrasi.


" iiihhh.. heeiii.. berhenti menatapku seperti itu.. kau bisa terlambat nanti karena aku tidak bisa fokus melakukan ini.. " omel Eisya.


" pengen ciiuummm... " goda Arzan memanyunkan bibirnya.


" heii... kau iniiii... " Eisya menutup mulut suaminya dengan tangannya.


" ah pelit... " Arzan mengerucutkan bibirnya.


" euheumm... bukan begitu.. " ucap Eisya menggoyang goyang dirinya dengan kata lain tidak berdiri tetap.


" lalu.... " Arzan menaikkan sebelah keningnya menunggu lanjutan kalimat sang istri.


" tapi begini... " lanjut Eisya sambil mengecup pipi suaminya.


Setelah melakukan itu, Eisya berlari kekasur menarik selimut menutupi dirinya sampai kepala karena malu.


Detik kemudian ia juga ikut menghamburkan dirinya kekasur dengan niat membalas mencium sang istri.


" hei sudah pintar kamu yaaa... ayo kemari..


aku akan memakan pipimu yang bulat itu hmmm... " ujar Arzan sambil menggelitik pinggang istrinya.


" ahahahah.... hei hentiakan.. jangan lakukan itu geli... ahahahah... " Eisya tidak bisa menahan tawa.


Sungguh indahhh, namun disaat momen seperti itu seketika terhenti karena suara pintu kamar terbuka menampilkan wajah songong Yanza yang mematung sempat menyaksikan mereka.


Mereka buru buru bangkit dan memperbaiki diri terlebih lagi Eisya yang merasa malu.


" eheheh... maaf aku tidak tau... niatku hanya memanggil kalian untuk sarapan karena kami sudah menunggu lama sekali.. " Yanza mengggaruk kepalanya dan menyengir kaku.


" awas kau monyet... dipikir sopan apa buka pintu kamar orang sembarangan begitu. " kesal Arzan.


" ehehe.. ya maaf lagian gak dikunci.. aku pikir lagi gak ngapa ngapain kalian.. " bela Yanza melindungi diri.


" arrghhh... pokoknya-


" sudah lah ayo kita sarapan. " Ucap Eisya menengahi.


" ah benar.. yasudah aku duluan yaa.. daa. " Yanza langsung kabur karena merasa tak enak juga.


" huh.. kesal deh.. itu namanya gak sopan tau.. lain kali jangan biarkan kamar kita tidak terkunci.. atau kalau bisa kita beli rumah sendiri... " ucap Arzan.


" sudah sudah.. ayo sayang kita turun. " kata Eisya seketika menghangatkan perasaan Arzan.

__ADS_1


" ah ucapan istriku menenangkan sekali.. yasudah ayoo... sayangku... " balas Arzan lalu merangkul sang istri keluar.


Dan sesampainya dimeja makan, mereka pun jadi pusat perhatian terlebih lagi Arzan karena ada jejak lipstik di pipinya.


" hei ada apa... ah lihat pengantin tampan dan cantik sampai segitunya.. " ucap Arzan menarik kursi untuk Eisya dan dirinya lalu duduk.


" eeee... Arzan.. pipimu... ahahah....kami tau.. tapi apakau butuh tisuuu... " ucap nyonya tidak bisa menahan tawanya.


Eisya merutuki kebodohan nya sendiri sampai lupa bisa meninggalkan jejak itu, sekarang ia bisa apa selain menundukkan wajahnya yang memerah.


" ahahahah.... ciuman pagi dari sang istri... ahhaha.... tenang saja mamamu juga sering melakukan itu waktu dulu bahkan sampai sekarang hanya saja sekarang ayah pakai topeng agar tidak ada jejak lipstik mamamu itu hahahaha... " Tuan ini terlalu jujur pemirsa.


" heh... memalukan tau.. tidak udah terlalu jujur... " sekarang nyonya ikut malu malu.


" ahahahaha... benarkah... waahhhh... berarti ini adalah bukti kecintaan istriku padaku dan aku tidak akan menghapusnya.. " ucap Arzan membuat semua orang menepuk jidatnya.


" hei itu memalukan.. cepat dihapus.. " ujar Eisya.


" ah sayang jangan begitu.. aku harus memamerkan nya pada orang orang dulu. " bantah Arzan.


" hei... jangan begitu... ayo cepat dihapus nanti kamu ditertawai banyak orang.. " sahut Eisya.


" biarkan saja.. aku tidak malu bahkan aku bangga karena ini adalah ciuman istriku dipagi yang indah ini.. " ujarnya bangga.


" ahhhh... kau ini aneh... "


" bukan aneh sayang tapi unik.. "


" sama saja... "


" ahhh.... dirumah sakit mana kau melahirkan nya... apa kau tidak merasa bayi kita tertukarr waktu itu. ... " frustasi Tuan.


" tidak karena sifatnya kan memang sama seperti mu... aneh... " balas nyonya.


" ah benar juga... kau memang istri ku yang pintar... "


" ah jangan lagi.. sudah tua... "


" tapi masih tampan kan.. "


" iuhh menggelikan... "


Sreettt....


Semua orang menghentikan kegiatannya masing masing lalu memandang kearah seorang lagi yang tiba tiba bangkit dari kursi dengan wajah datar dan itu adalah Yanza, sampai lupa kalo ada om itu.


" Yanza mau kemana.. " tanya Arzan.


" sepertinya aku memang seperti hanya sebuah figura saja disini.. menyaksikan kalian yang bisa bercanda dengan pasangan masing masing, sedangkan aku sedari tadi sendiri menunggu dengan perut lapar.... KAPAN SARAPAN NYA DIMULAII... " Yanza habis kesabaran.


" ouh tenang baik lah ayo kita mulai sarapan sekarang... " ucap nyonya.


" tidak lagi karena percuma... aku tetap sendirian sedangkan kalian punya pasangan untuk saling bercengkrama.. " ucap Yanza ala ala menyedihkan dan ketahuilah itu adalah dramanya.


" eummm benar juga.. yasudah sana. " balas Tuan menanggapi Yanza dengan bercanda namun jleb sekali rasanya.


Jleebb...


" Ttttt-teganya...... " drama lagi satu om ini.

__ADS_1


Dan semua orang pun tertawa karena memang ini adalah sebuah bercandaan bukan keseriusan, jadi kalau tidak bisa diajak bercanda dan mudah tersinggung jadi jangan gabung dikeluarga ini.


__ADS_2