Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 39


__ADS_3

Tiga hari kemudian.......


Dan dihari ini Arzan dibebaskan dari rumah sakit meninggalkan ruangan bau obat obatan itu, sebenernya belum waktunya ia keluar namun om keras kepala itu memaksa.


Dan seperti sekarang setelah sampai rumah ia langsung bersantai dikamarnya menjadikan Yanza sebagai korban suruhannya.


" huek... udah ah.. gak mau lagi gue makanan lembek kayak elo.. " cibir Arzan setelah menelan suapan akhir bubur nya yang disuapi Yanza, manja sekali memang sekalian ngerjain orang.


" kalo udah tinggal bilang udah gak usah ditambah ngomongin ngejekin orang. " sebenarnya sepele namun Yanza tidak puas jika belum menanggapinya.


" hehe.. makasih yaa.. sayang.. kamu memang pembantu ku yang paling setia. " rayu Arzan sedangkan Yanza pengen muntah dengar nya.


" pembantu pantat lo.. ketiban sial gue kalo sama lo.. " dumel Yanza.


" ahaha.. santai... ohya... eeee... tolong dong ambilin HP elit gue... " pinta Arzan berkedip kedip imut tapi bagi Yanza menjijikkan sekali.


Satu hal lagi yang membuat Yanza bertambah jengkel, jarak nakas dari tempat tidurnya hanya beberapa senti saja bahkan tidak perlu ikut menggerakkan badan ketika mengambil sesuatu disana dan sekarang ia menyuruh Yanza mengambil HP yang terletak disana...pengen ngumpat udah dari tadi masalahnya pengen nendang ada ortunya dirumah.


" lo tu... arrggh.. " terpaksa entah kenapa Yanza menurut mengambilkan HP untuk Arzan.


" hehe.. makasiiihhh.. " ucap Arzan menerima HP nya.


" udah gak ada perlu lagi kan.. gue mau keluar, acara istri tersakiti udah dimulai gue mau nonton dulu... byee... " ucap Yanza lalu melangkah kan kakinya keluar sebelum Arzan menjawabnya.


Begitu pun Arzan yang tak menggubris nya karena ia sedang sibuk bertukar pesan dengan seseorang di HP nya.


***untuk : bocah sedeng 🤮💩


* sore ini ketemuan ya ditempat biasa. *


sriiinggg.... 10 detik kemudian.


dari : bocah sedeng🤮 💩


* ketemuan mulu om.. lama lama jadian juga ni kita.


hehe...!! *


sriinggg...


untuk : bocah sedeng🤮 💩


* jika itu terjadi maka percayalah saya sudah menjadi gila... dah lah bacot pokoknya jam 4 harus stanbai ditempat.. kalo gak dateng siap siap aja saya kirim santet.. *

__ADS_1


sringgg....


dari : bocah sedeng🤮 💩


* gak mempan om soalnya saya ini temannya sesama temen dilarang saling menyakiti *


sringgg...


untuk : bocah sedeng🤮 💩


* terserah... pokoknya jam 4*


sringgg.....


dari : bocah sedeng🤮 💩


* oke siap... tapi gak janji ya om soalnya mager... hehee***... *


Pesan terakhir yang ia baca tak niat ia balas karena tau kalau bocah itu tak kan berani mengingkar, kalo ingkar awas aja.


Arzan meletakkan HP nya dinakas lalu memijit pangkal hidungnya karena merasa sedikit pusing belum lagi kepalanya yang masih diperban.


Dikediaman nya Haris.


Dirinya memanggil dokter ke rumah karena khawatir dengan keadaan Eisya yang tadi pingsan setelah Haris tak sengaja mendorong gadis itu dan kepalanya terbentur.


memang beberapa hari ini kerap kali Haris tersulut emosi dan tak segan segan melakukan kekerasan terhadap gadis itu.


Dan hari ini kejadian tak terduga terjadi hingga menyebabkan kejadian yang fatal.


ceklek.....


pintu terbuka menampilkan seorang dokter laki laki yang sudah tidak muda lagi namun masih punya pangkat untuk bekerja.


Langsung saja Haris menerkam dokter itu dengan beberapa Pertanyaan.


" dokter bagaimana keadaan gadis itu.. tidak parah kan dok.. " tanya Haris.


" dikatakan parah juga tidak namun alangkah baiknya gadis itu dibawa ke rumah sakit dan ditangani lebih lanjut disana.. " jawab pak dokumen sekaligus memberi usul.


" aaa... eeee... tidak usah dokter.. saya bisa merawatnya dirumah.. lagipula tidak ada luka serius kan dok.. " ucap Haris.


" iya tapi-

__ADS_1


" terimakasih dok telah bersedia datang kesini dan saya mohon izin untuk melihatnya. " potong Haris.


" ah baiklah kalau begitu saya juga pamit. " kata dokter itu lalu mengundur diri darisana.


Sedangkan Haris sudah berada di dalam kamar Eisya menatap gadis itu yang masih menutup mata dengan selang infus menancap ditangannya.


Haris mendekat keranjang Eisya dan duduk di tepi ranjang memandang wajah berhiasi lembam itu.


" seandainya kau tidak melawan nasibmu tidak akan berakhir seperti ini... coba saja kau mau melayani ku mungkin wajah cantikmu tidak ada hiasan seperti ini... tapi kau sendiri yang keras kepala... dasar bodoh.. " maki Haris pada orang yang berada di alam bawah sadar.


" bersyukur lah aku tidak segila itu karena mungkin aku juga bisa melakukan itu disaat keadaan mu seperti ini.. tapi aku masih dikategorikan manusia.. yang waras. "


" hah.. bodoh.. " setelah mengatakan itu Haris pun keluar meninggalkan Eisya yang masih damai dalam tidurnya.


Singkat cerita.... sore harinya seperti perjanjian online tadi terlihat dua orang jantan telah bertemu disuatu taman. Tempat pertemuan nya diubah, bosan di caffe terus.


" jadi om ngajak ketemuan saya cuma mau bilang kalo om ketemu sama istri temannya om.. trus apa hubungannya sama saya.. bahkan masalah ini gak ada sangkut pautnya sama Eisya.. udahlah om masalah Eisya aja belum kelar masa mau bantuin orang asing lain sih.. " oceh Nicki setelah mendengar cerita dari Arzan.


" bukan itu masalah nya saya cerita cuma mau curhat aja.. lagian inti dari saya ngajak ketemuan sama kamu.. mau susun rencana untuk mencari tau dimana keberadaan calon istri saya... " sahut Arzan.


" pfffttt... ahaha.. mimpi om.. lagian emang Eisya mau apa sama om om... " ejek Nicki.


" heh jangan asal ngomong.. ini om bukan sembarang om... gini gini saya itu ngalahin para remaja... jaman sekarang selera nya gadis kan om om apa lagi tampang om yang kayak saya.. " pede Arzan.


" iya om iya... serah.. ohiya jadi gimana rencana nya.. " tanya Nicki.


" sebenarnya gak ada sih.. " jawab Arzan enteng.


" lah terus ngapainn ngajak saja kesini ngabisin bensin motor saya aja.. tau gitu mending saya turu ngehaluin masa depan saya. " protes Nicki.


" pertama tama kita harus cari tau dulu siapa yang menjadi majikan nya Eisya... kita harus mencari jejak siapa orang orang yang membawa Eisya.. dan itu semua hanya Pak Rano yang tau... kalau saja Pak Rano ada disini kita bisa bertanya pada beliau dan langsung mendatangi orang itu. " jelas Arzan.


" selain Pak Rano, Tante Meri dan juga Erin pasti tau siapa yang membawa Eisya. " tambah Nicki.


" dan mereka berdua tidak mau memberitahu nya... hmmm... sepertinya kita harus memaksa salah satu dari mereka untuk memberi tau.. dan orang nya itu....... "


" Erin... ya kalo dia sih lebih gampang dibanding ibunya.. " sahut Nicki menambahi penuturan Arzan.


" hmmm... untuk itu tugas itu saya serahkan pada mu.. kamu harus membujuk Erin supaya dia memberi tau.. " ucap Arzan dan Nicki mengangguk oke.


" besok saya akan bertanya pada nya dikampus.. " kata Nicki.


" iya lakukanlah sampai dia mengaku. " balas Arzan.

__ADS_1


Kedua orang itupun saling melempar senyum, tumben akur.


__ADS_2