
Jika ada hal yang lebih baik dilakukan sekarang kenapa harus ditunda tunda, bukankah lebih cepat itu lebih baik.
Seperti halnya yang dilakukan keluarga Yanza dan Yanza sendiri yang tak lagi menunda untuk melamar seorang wanita yang menjadi pujaan nya.
Meskipun tak lagi single dan bekas orang juga janda beranak tiga, apa salahnya.
Dia wanita yang baik dan penyabar tak luput juga dari wajahnya yang cantik, meskipun tak lagi muda namun jiwa kelembutan nya menarik sekali. Sangat cocok dengan Yanza yang telah melajang sepanjang masa.
Mungkin karena wanita ini hatinya tak pernah tersentuh saat melihat wanita lain.
Allah telah menyimpan nya untuk Yanza dan memberikannya diwaktu yang tepat.
Anita yang baru saja menidurkan bayinya dan anak keduanya seketika membeku ditempat tepat setelah membuka pintu utama dan melihat tiga sosok yang bertamu kerumahnya.
Senyuman Yanza yang pertama kali dilihat seakan menyentuh hatinya juga kedua orang paruh baya yang bisa dipastikan orang tua Yanza juga tersenyum padanya.
Anita pov
Suara pintu utama diketuk lembut terdengar ditelinga ku tepat setelah aku mengakhiri laguku untuk membuat kedua buah hatiku tertidur dikamar.
Pukul 16.12
Siapa yang datang sore sore seperti ini.
Karena tak ingin membuat kedua anakku terbangun yang baru saja kutidurkan karena ketokan pintu, aku pun bergegas ke ruang depan.
Aku membuka pintu tanpa tau siapa itu karena tidak ada suara dari orang yang mengetuk pintu rumahku.
Pintu terbuka dan 'glup' aku meneguk ludah kasar saat mataku memandang orang yang akhir akhir ini kukagumi berada di depan rumahku bersama dua orang paruh baya lainnya. Wanita dan lelaki tua itu siapa apa mungkin itu orang tuanya Yanza tapi kenapa wanita yang tak lagi muda itu masih cantik sekali kulitnya juga seperti bule, uppss aku lupa Yanza kan memang keturunan bule.
Ketiga nya tersenyum padaku membuat jantung ku tak aman!!!!
Sudahi dulu aku harus menyambut tamu ku ini sekarang.
Aku menyuruh mereka masuk dengan sopan dan percayalah hatiku saat ini gugup sekali seperti saat Haris bersama orang tuanya dulu yang meminta ku menikah dengan nya secara tiba tiba tapi sekarang berbeda entah kenapa terasa lebih aaarrrhhh tidak bisa diungkapkan dengan kata kata.
Hei tunggu dulu belum apa apa kenapa aku sudah GR sendiri.
Belum tentu juga kan dugaanku sama seperti tujuan mereka datang kesini.
Aku pamit kedapur sebentar untuk menyiapkan minum dan cemilan seadanya meskipun mereka sudah melarang tapi aku cukup sadar diri bahwa tamu itu harus dijamu walaupun seadanya.
__ADS_1
Setelah nya aku kembali sambil membawa nampan berisi tiga sirup kuning dan beberapa cemilan kepunyaan chika. Ya itu adalah biskuit, kalau tidak itu aku harus menyajikan apa, tidak mungkin rumput kan.
Aku kembali duduk disofa ku sendiri sesopan mungkin dan mulut ku sudah sangat kebas sedari tadi menyunggingkan senyum.
Aku semakin gemetar saat Yanza membuka suara setelah meneguk sirup buatan ku.
Anita pov end.
" ekhem... pertama tama kenalkan... ini ibu dan ayahku... " ucap Yanza seraya tersenyum begitupun kedua orang yang disebut tadi.
" saya.. Anita... om.. Tante.. " ucap Anita gugup.
" eee.. maaf kalau kedatangan kami mendadak seperti ini tanpa mengabarimu.. tapi...
" ekhem... bukankah ini giliran papa mu yang harusnya berbicara... " gerhem Pak Danuarta memotong pembicaraan anaknya.
" hehe... silakan daddy.. " nyegir Yanza.
" Danuarta... dan disamping saya ini Angelina istri saya... salam kenal.. " ucap Pak Danuarta dan dibalas senyuman Anita.
" you very beautifull... i like it.. " tambah Nyonya Angelina. Anita semakin terbang dipuji seperti itu.
" eemm... dia dari Amerika.. tidak terlalu lancar berbahasa Indonesia meskipun sudah lama menikah dengan saya.... tapi kami sering tinggal di luar negeri.. beda dengan Yanza yang sering tinggal disini.. " jelas Pak Danuarta diangguki Anita.
" terimakasih Tante... " senyum Anita.
" no no no no.... call me mommy okey.. " Anita semakin terharu diperlakukan seperti itu.
" mommy... diam dulu ih.. " Yanza yang malu malu tak tahan dengan kelakuan ibunya.
" ehmm.. saya tak bisa bertele tele langsung saja yaa... eumm.. begini nak.. eum... siapa namanya... " ujar Pak Danuarta.
" Anita om.. " jawab Anita sopan.
" yaa... Anita... maksud kedatangan kami kesini adalah tak lain dan tak bukan ini semua karena sebuah permintaan anak tunggal saya dan kami sebagai orang tuanya pun setuju maka... yaah.. saya sebagai ayah dari Yanza ingin melamar kamu untuk putra saya.. " ucap Pak Danuarta mantap.
Deg
Glupp..
Bersamaan dengan detak jantung yang tak karuan serta air ludah yang terteguk kasar, bagaimana ini apakah ini mimpi...!!!
__ADS_1
Yanza yang duduk disamping ibunya seketika gugup dengan jawaban apakah yang diberikan janda pujaan hatinya ini.
" stop Yanza jangan cubit mommy sakitt...tau...!!!. " Nyonya Angelina kesal dengan anaknya yang gugup kenapa dirinya yang disakiti.
" hehe.. sorry mom... " nyegir pria itu.
" bagaimana.. nak Anita.. " tanya Pak Danuarta selembut mungkin.
Anita tak langsung menjawab walau sebenarnya hati dan mulutnya sangat ingin berkata iya.
Jangan salahkan Anita karena ia pernah gagal menjalani pernikahan pertamanya dengan Haris, dirinya masih terlalu takut untuk membuka hati lagi. Lagi pula masih ada sang buah hati yang harus dijaga.
Melihat Anita yang masih diam, Yanza semakin takut jika lamaran nya benar benar ditolak.
" saya pernah gagal menjalani tugas saya sebagai seorang istri.. saya pernah gagal mempertahankan pernikahan pertama saya... saya.... saya adalah janda beranak tiga.. bukan lagi perawan.. jika setelah mendengar ini Bapak dan ibu berubah pikiran.. saya juga tidak akan memaksa.. karena memang inilah takdir saya.. " lirih Anita menundukkan wajahnya.
" belum tentu itu kesalahan mu yang gagal menjadi seorang istri di pernikahan pertama mu... gagal dan tidaknya seorang istri itu tergantung sosok suami juga meskipun banyak di luar sana yang memang benar ada sosok istri yang tidak baik... tapi pasti kamu berbeda.. mendengar tentang dirimu dari putra saya.. saya yakin kalau kamu memang orang yang tepat untuk anak saya... "
" Yanza telah mengatakan semuanya pada kami tanpa tertinggal satu huruf pun... semuanya... " lanjut Pak Danuarta tersenyum.
" dan kami tidak akan pernah keberatan akan hal itu you adalah sosok wife yang good.. iam happy.. too.. " tambah Nyonya Angelina.
Anita mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunduk lalu memandang Yanza yang tersenyum padanya sambil mengangguk ngangguk pelan berusaha meyakinkan.
" b-benarkah... " ucap Anita dengan mata berkaca kaca.
" apa yang harus diragukan.. kami sudah seratus persen akan hal itu.. " jawab Pak Danuarta.
" dan aku juga berjanji akan menyayangi semua anakmu seperti anak ku sendiri... aku janji aku akan jadi sosok suami yang adil untuk istriku dan anak anak mu juga anakku kelak.... aku berjanji... Anakmu anak ku juga... aku janji.. " ucap Yanza bersungguh sungguh.
Kini airmata Anita tak bisa dibendung lagi saking bahagianya, baru kali ini ia merasakan seperti sosok pengantin yang hendak dipinang tanpa pemaksaan.
Dulu Pernikahannya dengan Haris adalah sebuah pelampiasan dan dirinya adalah sosok pengantin pengganti dari pengantin pertama Haris yang sudah kabur.
Semoga kali ini kebahagiaan dari pernikahan benar benar berpihak padanya.
" A-akku... akuu... menerima lamaran ini. " ucap Anita mantap dengan airmata kebahagiaan sebagai saksinya.
Ketiga orang yang duduk dihadapan Anita berloncat kegirangan dan Yanza sendiri hampir mencekek ibunya saking bahagia tapi untung saja langsung dicegat oleh sang ayah.
Begitulah pada akhirnya tak sia sia orang tua Yanza jauh jauh terbang dari China dan tujuannya membuahkan hasil.
__ADS_1
Semoga lancar sampai hari H.
Dan sebentar lagi Yanza bisa berucap selamat tinggal pada status lajangnya.