Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 64


__ADS_3

Setelah berkutat dengan tuntutan pekerjaan akhirnya jam yang ditunggu tunggu pun tiba yaitu jam makan siang.


Para pegawai langsung menuju tempat favorit masing masing namun tak jauh dari perusahaan juga dan Arzan tak ketinggalan kalo soal jam makan.


Kini ia berada di caffe tempat banyak para pegawai makan disana dan memesan menu andalannya.


Sembari menunggu hidangan datang entah kenapa tiba tiba pikirannya menerawang ke masa lalu teringat masa masa dirinya bersama Nadia.


Hah masa masa indah itu telah berlalu dan tergantikan dengan masa yang tak kalah indahnya, memiliki Eisya sama seperti memiliki Nadia karena entah kenapa pria itu merasa bahwa kedua gadis itu sama, punya wajah yang sama dan sifat yang sama.


Puk...


Lamunan nya buyar dikarenakan sebuah tepukan halus di pundaknya dan pelakunya malah nyengir dan ikut duduk didepan nya.


Nah wajah wajah ini nih yang bikin mood baik jadi ilang.


" ada apa.... tumben kemari lo.. " tanya Arzan dengan muka datarnya.


" kangen.... " jawab orang itu yang tak lain adalah Yanza.


" ih jijik gue... terus terang aja deh... jarang jarang lo nemuin gue dijam segini kalo gak ada maunya ngaku gak lo... "


" heheh... emang Arzan paling pinter deh. "


" jadii....... " tanya Arzan.


" jadi gini..... ekhem.... ini... soal... soal... ini. "


" soal matematika fisika bahasa... kalo nanya soal itu jangan sama gue.. nanya ama guru tk sono... " potong Arzan.


" emang guru tk ngajar fisika. " balas Yanza.


" guru tk masa depan... udah ah lanjut ke persoalan yang mau lo bilang.. "


" euumm... jad-


" permisi ini makanannya... " ucapan Yanza terpotong karena kedatangan pelayan membawa pesanan.


" makasih ya mbak... " ucap Arzan.


" iya sama sama... " balas mbak pelayan.


" mbak sekalian saya juga mau pesan samain aja kek orang ini ya... " ujar Yanza sekalian makan siang.


" baik mas mohon ditunggu sebentar ya. " balas pelayan itu dan bergegas darisana.


" jadi gak sih lo dengerin gue.. " kesal Yanza melihat Arzan yang asik melahap makanannya.

__ADS_1


" ya lo kan tinggal ngomong.. gue juga dengarnya lewat telinga bukan mulut jadi bisa sambil makan kan... " sahut Arzan.


" ya juga sih.... ekhem... jadi gini... ini... soal.... Aarrrhhhh... ini soal perasaan gue sama janda eh maksud nya sama... ibunya chika. " sempat mengerang menghilangkan kegugupan nya.


" itu itu mulu pembahasan lo, gue juga tau kali lo suka sama mantan istrinya Haris. " sahut Arzan setelah menelan makanan yang ia kunyah barusan.


" iya tapi bukan itu yang mau gue bahas. "


" tapi apa.. ngomong langsung aja kek bertele tele amat sit lo.. " kesal Arzan.


" huff oke... maksud gue... gue pengen nikah sama Anita dan gue mohon bantuan lo supaya... ya lo tau sendiri kan... " jelas Yanza.


" nah itu ngomong kek daritadi.... ya kalo nikah nikah aja gue setuju kok.. "


" ya kan hal ini juga perlu diomongin antara kedua keluarga... dan apa ya gue juga bingung.. hehe... "


" Anita kan pernah bilang sendiri kalo dia gak punya keluarga.. jadi ya tinggal lo bicarain sama orang tua lo sendiri... " tutur Arzan.


" bener juga tapi orang tua gue di Amerika.. bisa gak ya mereka pulang.. "


" kan bisa meluangkan waktu sebentar untuk anaknya.. " sahut Arzan.


" oke baiklah... akan gue coba tapi.. lo yakin gak kalo Anita nantinya bakal nerima lamaran gue... "


" heuh si goblok... gak peka amat sih lo.. menurut yang gue liat respon wanita itu terhadap lo ya memang berharap ingin memiliki suami seperti lo.. " jelas Arzan.


" cieee.. si mas udah berapa lama mas jadi cenayang.. "


" hehe iya.. "


" tapi ya gue kasih tau lo ni.. kalo nanti lo udah nikah sama Anita berarti lo juga harus nerima anak anaknya dia lo harus tanggung jawab menjadi seorang suami dan sosok ayah sambung untuk mereka.. jangan pilih kasih terhadap anak... apalagi saat lo punya anak sendiri nanti... sayangi mereka layaknya anak kandung lo sendiri... ingat tu pesan gue. " tutur Arzan panjang lebar.


" Aiss.. bisa bijak juga ya lo... ya tentu lah gue sayang sama anak anaknya emang lo gak liat tiap hari gue main sama anaknya. " ucap Yanza.


" ya siapa tau itu cuma awal untuk modus supaya mendapatkan hati ibunya.. " cibir Arzan.


" resek lo tega benar berfirasat gitu sama gue... "


" ahahaha becanda ah.. " tawa Arzan menyemburkan sisa makanan yang ia kunyah.


" si asu makanan gue kok gak datang datang ya.. udah demo ini cacing.. "


" ketiduran kali pelayannya lagian orang yang mesan juga membosankan hahaha.. "


" asu lo... " balas Yanza.


" eh gue udah punya rumah baru nanti kalo udah semua beres lo datang ya sekalian mau pamer... " ucap Arzan.

__ADS_1


" monyet... eh kapan nanti bisa.. " tanya Yanza sebenarnya juga kepo.


" belum... belum pindahan juga.. nanti kalo semua beres boleh deh lo liat liat rumah mewah gue... hahah... "


" heummm.... eh gimana udah itu belum.. " pancing Yanza.


" apaan sih... "


" itu.. itu lho.. gimana udah ada tanda tanda kedatangan ponakan gue belum.. "


" heummm.. si asu ini... masih awal masih diproses juga... "


" hahahaha... ssssttt jangan kencang kencang... "


" lagian lo duluan yang mancing.. "


Sudahi dulu pembicaraan mereka sekarang mari kita beralih ditempatnya Eisya yang berada di supermarket karena mau membeli beberapa cemilan untuk nya.


Setelah barang barang yang diperlukan dibeli ia pun menuju kasir dan membayarnya lalu setelah itu ia keluar darisana menenteng satu kresek putih bermerek itu.


Entah kenapa akhir akhir ini perutnya selalu merasa kelaparan padahal ia baru saja makan siang tadi dan lagi cemilan dirumah pun banyak sekali namun entah kenapa kepengen beli cemilan sendiri dan dinikmati dijalan.


" huaaahhh... akhirnya kebeli juga es krim favorit rasa coklat ini... euuh... baunya harum sekali.. apalagi rasanya.. " gumamnya sendiri sembari membuka bungkus es krim coklat yang ia beli.


Namun belum satu gigitan pun masuk kemulutnya tiba tiba seseorang seperti dengan sengaja menyenggol nya dari belakang membuat Es krim yang ia pegang harus terjatuh berceceran tak layak dimakan lagi.


Melihat kesayangan nya harus terbuang sia sia matanya pun memanas dan berair ya gadis itu menangis sekarang, entah kenapa padahal ia punya banyak uang untuk membeli lagi tapi rasanya pengen nangis.


" hiks... es krim ku... " tangis gadis itu memandang es krim coklat yang sudah berceceran dibawah.


" maaf saya tidak sengaja... eee... apa mau kugantikan dengan yang lain... " seru pria yang berada dibelakang gadis itu dan pria itu yang menyenggol nya barusan.


Mendengar suara yang familiar, Eisya pun berbalik untuk melihat orang itu.


Dan ketika itu pula dirinya terkejut sekaligus takut melihat orang yang ada dihadapan nya.


" apa kabar sayang... " seringai orang itu yang tak lain adalah Haris yang tak sengaja melihat keberadaan Eisya ketika ingin membeli sesuatu di supermarket yang sama.


" pergi sana... jangan ganggu aku.. " usir Eisya berusaha menjauh dari pria itu.


" heuh... sudah berani ya... karena sekarang kamu sudah menjadi milik si brengsek itu.. hah... " sinis Haris.


" aku memang sudah menjadi istrinya lalu apa hak mu sekarang... " tukas Eisya memberanikan diri.


" ahahaha... bocah.. berani ya... ayo ikut omm... " Haris menarik tangan Eisya secara paksa.


" engga mau... cepat lepasin... " Eisya memberontak dan menggigit tangan Haris yang menariknya lalu menemukan kesempatan untuk kabur.

__ADS_1


" sial... aku akan menangkapmu.. " umpat Haris dan mengejar gadis itu.


Ambisi pria itu terlalu besar untuk mendapatkan Eisya sehingga sampai kapanpun rasanya ia tidak bisa melepaskan gadis itu meskipun gadis itu sudah menjadi milik orang lain.


__ADS_2