
Kini Arzan telah sampai dibandara tempat Yanza menunggu kedatangannya dan kepulangan orangtuanya.
Pria berdarah Amerika itu nampak melambaikan tangan pada Arzan dengan maksud menyuruhnya kesana lebih dekat.
Sesuai perintah Yanza, Arzan lalu berlari kesana.
" gue pikir lo gak bakal datang... " ucap Yanza setelah Arzan berdiri tepat disampingnya.
" gak sejahat itu kok gue... eh gimana udah sampai belum ortu lo.. " jawab Arzan lalu bertanya.
" bentar lagi... " jawab Yanza sembari melihat jam tangan mahal yang melilit ditangannya.
" gercep banget ya ortu lo... langsung terbang aja kesini... " ucap Arzan.
" tentu saja... demi buah hati satu satunya gitu loh... eh tapi alasan memperkuat mereka cepat kesini karena kebetulan mereka lagi berada di China dan pas aku telpon langsung aja mereka terbang kesini apalagi mendengar gue bakal ngelamar anak orang.. " jelas Yanza.
" euhhmm... baguslah tapi... soal Anita lo udah bilang belum tentang status dan kehidupan wanita itu sama ortu lo... ya takutnya... nanti... ya.. "
" tenang bro... soal itu udah gue bilang sejujur jujurnya sama orang tua gue dan syukurnya mereka gak mempermasalahkan tentang hal itu.. yang penting wanita itu baik. " terang Yanza.
" wawww selamat ya... semoga lancar sampai hari H.. " ucap Arzan.
" kecepetan lo doanya lamaran aja belum... do'a in kelancaran lamaran nya dulu.. " ujar Yanza.
" yeee.. masih mending gue do'a in.. " balas Arzan.
" hehehe... becanda boss... " nyegir pria tiang listrik itu.
Singkat cerita akhirnya yang ditunggu tunggu pun tiba. Orang tua Yanza telah sampai dibandara Indonesia tempat keduanya menunggu.
Meluangkan waktu untuk acara melepas rindu dan berpelukan lumayan memakan waktu, setelah itu barulah mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil minum kopi direstoran terdekat.
Tak butuh waktu lama mereka pun sampai direstoran terdekat yang dimaksud tadi, Setelah menempati tempat duduk masing masing mereka pun memesan.
Sembari menunggu pesanan, tak ada salahnya jika saling bertukar cerita.
" Thanks momi... dady... " ucap Yanza.
" sama sama sayang... " jawab Pak Danuarta ayahnya pria bermata sipit itu.
" when I heard you were getting married, papa and mama were very happy..we just flew here... " ucap Nyonya Angelina ibunya Yanza.
" yes momi.. thanks.. " balas Yanza.
" ahaha... akhirnya anak tunggal ku akan menikah juga... kami senang sekali. " tambah Pak Danuarta.
Arzan hanya menyimak pembicaraan mereka tanpa ada niatan untuk bergabung apalagi saat mendengar mamanya Yanza yang ngomong bahasa Inggris.
" ohya... ini Kalau tidak salah Arzan Ralvian ya... " ucap Pak Danuarta tiba tiba mengarah pada pria yang sedari tadi diam.
Arzan menyunggingkan senyum seramah mungkin pada Pak Danuarta dan Nyonya Angelina.
__ADS_1
" Verry handsome.. Hi.. " ucap Nyonya Angelina sambil memandang Arzan.
Yang dipandang hanya bisa malu malu dan menyunggingkan senyumnya.
" ngomong bahasa Indonesia aja lah mi.. kasian Arzan... " ucap Yanza ada maksud terselubung untuk meledek Arzan.
" oww.. oke oke... saya maminya Yanza... Hai.. salam kenal.. " tutur Nyonya Angelina dengan logat anehnya.
" salam kenal juga.. Tante... " balas Arzan.
" Terima kasih ya Arzan karena sudah menampung Yanza untuk tinggal bersama kamu.. " tambah Pak Danuarta.
" Tidak perlu berterima kasih... saat saya koma anak bapak juga yang merawat saya... dibandingkan dengan saya yang memberinya tempat tinggal, itu belum ada apa apa nya. " ujar Arzan terdengar bijak.
" aiihhh... baru kali ini gue dengar omongan lo sampai bikin gue terharu... " goda Yanza meski hatinya sungguh hangat mendengar penuturan Arzan barusan.
Percakapan pun diakhiri setelah pesanan datang, lalu mereka langsung meninggalkan tempat itu selepas pesanannya habis.
Karena baru sampai, Arzan menawarkan rumahnya untuk disinggahi orang tua Yanza berhubung dekat.
Orangtua Yanza pun tidak keberatan karena kalau dipikir pikir untuk menuju rumah neneknya Yanza pasti membutuhkan waktu lumayan lama. Apalagi tubuh mereka perlu cepat cepat diistirahatkan.
Oh ya rumahnya Arzan dalam artian disini adalah rumah milik Tuan Rahendra bukan rumah yang baru dibeli itu.
Mobil yang dikendarai Arzan kini berhenti tepat didepan rumah orang tuanya.
Para penumpang pun menuruni mobil termasuk Arzan sendiri.
Sejenak orang tua Yanza sempat terpukau melihat kemewahan rumah milik orang tua Arzan itu. Meski rumah mereka tak kalah jauh mewah namun rumah didepan mereka sekarang patut diacungi kedua jempol.
Mereka pun masuk dan menuju ke sofa ruang tamu untuk diduduki bokong mereka.
Baru saja Arzan ingin memanggil sang ibu justru wanita paruh baya itu malah muncul sendiri.
Wanita yang berprofesi sebagai ibu Arzan kini menghampiri kesana dan menyambut kedatangan mereka dengan lembut.
Wajar beliau tak lagi terkejut dengan kedatangan orang tua Yanza karena Arzan sendiri sempat bercerita tentang Yanza yang ingin menikah.
" sudah lama sampainya.. " tanya Nyonya Rahendra tentu hanya sekedar basa basi.
" baru saja dan kami juga sempat minum minum kopi di caffe.. " itu Nyonya Angelina yang menjawab dengan logat khas dirinya.
" maaf merepotkan.. dan terimakasih sudah menerima kami dengan baik.. " ucap Pak Danuarta.
" bicara apa sih... kita ini kan sudah seperti keluarga.. sudah jangan sungkan.. " balas Nyonya Rahendra diakhiri senyumnya.
" ohya Pak Boss dimana.. " tanya Pak Danuarta tentang keberadaan Tuan Rahendra.
" masih dikantor.... mungkin kalau tidak ada lembur sore nanti beliau pulang.. " jawab Tuan Rahendra.
" ouuuhhh... " balas Pak Danuarta mengangguk paham.
__ADS_1
" ekhemm... " Agaknya Arzan ingin menyampaikan sesuatu.
" ada apa... " tanya Nyonya Rahendra yang mengerti gerak gerik anaknya.
" eee.... ituuu... eumm... Eisya... dia sendirian dirumah... jadii... "
" pulanglah... biar Orang tua Yanza bersama mami disini... " ucap Nyonya Rahendra.
" benarkah.. " tanya Arzan memastikan.
" iyaa... " jawab Nyonya Rahendra.
" kalau begitu semuanya saya pamit dulu... Yanza.. aku pulang dulu ya... nanti kalau ada apa apa kabari aku.. " ujar Arzan.
" sipp... terimakasih ya sudah meluangkan waktu mu untuk menjemput orang tuaku. " balas Yanza.
" sama sama.... yasudah saya pamit dulu ya... Om.. Tante... "
" iyaa... " jawab keduanya serentak tak lupa menyimpulkan senyum.
Arzan pun melenggang pergi darisana dan tak sabar nya menemui sang istri dirumah. Hari ini dirinya memilih tidak masuk kerja.
Singkat cerita Lelaki bermata bulat itu kembali berada di rumahnya sendiri dan menuruni mobil serta menghampiri kedepan pintu rumahnya.
Tangan nya terangkat untuk mengetuk pintu dan sengaja tidak mengeluarkan suaranya.
Tak lama setelah nya terdengar suara dari dalam dan pintu pun terbuka.
" iya sebentar... siapp-
" bwaaa.... hahaha... " Arzan mengejutkan Eisya yang baru saja membuka pintu.
" akh.. mas... kamu pulang??... "
" iya sayang... hati aku gak sabar pengen cepat cepat ketemu kamu... "
" ihh.. baru beberapa menit ditinggal.. "
" emangnya kamu gak kangen... "
" banget malahan... kangen banget hehe.." balas Eisya dan detik itu juga dirinya ditarik kepelukan Arzan.
" eumm wanginya.. pakai sampo apa sih. " ucap Arzan sembari mencium rambut istrinya.
" sampo yang dibeliin kamu.. hehe.. " jawab Eisya tak kalah manja menduselkan kepalanya didada Arzan.
" ohya.. sana gih siap siap.. " ucap Arzan teringat sesuatu.
" siap siap kemana.. " tanya Eisya.
" aku tadi sengaja gak belanja bulanan biar bareng sama kamu aja perginya. " jawab Arzan.
__ADS_1
" ouuhh.. oke.. tunggu yaa.. " ucap Eisya melepaskan pelukan nya.
" iya sayang... " Jawab Arzan selepas ditinggal Eisya pergi ke kamar nya dan dirinya memilih menunggu disofa.