Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 38


__ADS_3

Dirumah sakit tempat Arzan dirawat.


Pria itu telah siuman dan sekarang ia sedang berbicara dengan Nicki berdua saja sebab yang lain berada dikantin untuk makan siang.


Ohya ngomong ngomong ini bukan hari yang sama seperti kemarin karena hari ini telah berganti.


" gimana keadaannya om.. dan maaf ya soal kemarin aku ninggalin om gitu aja sampe gak tau kalo ternyata om kecelakaan kek gini. " tutur Nicki.


Sebenarnya tidak masalah tapi Arzan ingin mengerjai anak ini dengan mengabaikan nya.


" jangan marah lah om... ohya gimana ceritanya sihh om... kok bisa om seperti ini sebenarnya apa yang terjadi setelah aku ninggalin om kemarin sendirian. " tanya Nicki penasaran.


Arzan pun teringat sesuatu dan hal ini memang pantas diceritakan pada Nicki karena seperti nya dia butuh anak ini untuk membantu nya.


" ohya saya pengen ngomong sesuatu sama kamu perihal kemarin.. " ucap Arzan tiba-tiba.


" y-ya ngomong aja om.. " jawab Nicki.


" kemarin setelah kamu ninggalin saya beberapa menit kemudian saya ngedenger suara manggil manggil saya sambil nangis dan waktu saya berbalik langsung saja saya dipeluk seseorang-


" halllaahh.. om cerita nya mau pamer nih." potong Nicki.


" dengar dulu monyet... euh... dan kamu tau siapa wanita itu.... dia adalah Eisya yang tiba-tiba muncul nangis nangis minta pertolongan sama saya.. " lanjut Arzan bercerita.


" hahh... serius om.. " ucap Nicki dengan volume tinggi sambil mendekatkan wajahnya pada Arzan.


" gak usah dekat dekat juga kali.. " ujar Arzan mendorong pelan wajah Nicki dengan telapak tangan nya.


" terus terus setelah itu apa yang terjadi, kalo Om ketemu sama Eisya lah terus Eisya nya mana dan kenapa om jadi gini.. " " tanya Nicki beruntutan.


" awalnya saya memang bersama Eisya dan hendak membawanya pergi setelah mendengar cerita nya yang menyayangkan namun kami dihalangi beberapa orang berbadan besar.. kami sempat lari menyelamatkan diri tapi akhirnya kami ketahuan dan tertangkap...ketika hendak menyelamatkan Eisya saya tidak sempat karena orang itu duluan menyerang saya dari belakang hingga berakhir disini.. " jelas Nicki.


" lalu Eisya dibawa orang orang itu.. " tanya Nicki dari tadi.


" iya.. saya menyesal tidak bisa menyelamatkan nya.. " sesal Arzan.


" om tidak perlu menyesal.. setidaknya om sudah berusaha dan kondisi om saat itu juga pasti tidak memungkinkan.. " ucap Nicki memberi semangat untuk Arzan.


" tapi siapa kira kira dibalik semua ini... siapa orang yang mengambil alih Eisya dari tantenya.. " penasaran Nicki.

__ADS_1


" entah... tapi kita harus mencari tau.. "


" bener om.. makanya om cepat sembuh agar kita cepat geraknya.. "


" heummm... " angguk Arzan.


Beralih ditempat nya Eisya. Tidak ada yang berubah darinya karena masih saja dikurung disana, hanya luka lembam yang kian bertambah.


Dirinya masih terikat dikursi dan dilepaskan ketika hanya diberi makan.


Dan seperti sekarang ia harus mendengar omongan tidak penting dari mulut Haris yang sedang bersamanya diruang itu.


" aku tanya sekali lagi... pilih bebas tapi kau harus melayani ku.. apa kau pilih terikat disini selamanya.. " tanya Haris kesekian kali walau jawaban Eisya tetap sama dengan menolak nya.


" kesucian bukan hal sepele.. harga diri tidak ada harga yang akan dibayar.. karena itu tidak bisa dibeli dengan uang.. bahkan dengan kesenangan.. lebih baik aku mati daripada menjadi hina dengan menjadi wanita murahan yang menjual diri sebelum diriku dinikahi.. " tegas Eisya.


Mendengar itu Haris hanya tersenyum miring tapi dalam hati seperti terbakar bakar.


" tapi diluar sana banyak gadis yang rela disentuh sebelum melakukan pernikahan bahkan mereka senang.. apa ruginya sih toh nanti kalau kamu hamil saya akan tetap tanggung jawab dan menikahimu. " desak Haris.


" bukan soal tanggung jawab atau tidak tapi soal harga diri... wanita bukan lah barang yang bisa dimainkan sesuka hati tanpa harus dimiliki.. wanita bukan buah di pinggir jalan yang di coba dulu baru beli... kehormatan wanita itu ada.. dan mereka berhak dinikahi sebelum disentuhi.. pernikahan adalah tanda jika perempuan itu tidak sembarangan bisa disentuh.. dan jangan samakan wanita yang menjual diri dengan wanita yang menjaga diri... watak setiap manusia itu berbeda.. dan tolong sedikit hormati wanita yang menjaga diri karena mereka tau mana yang terbaik dan mana yang terburuk.. " ceramah Eisya namun sayang Haris tidak bisa memahami maksudnya karena dibutakan hawa nafsu.


Haris melempar botol kaca yang ada dimeja samping nya hingga pecah membuat Eisya terkejut.


" aku tidak butuh ceramah... kau bukan orang alim yang bisa menasehati ku.. kau juga sama pendosa seperti ku.. " balas Haris.


" saya memang pendosa sama seperti om tapi bedanya saya sadar dan om menolak sadar... sudah tau pendosa kenapa ditambah.. harusnya jika om tidak bisa melakukan kebaikan jangan melakukan kejahatan. " tukas Eisya semakin membuat Haris naik darah.


" kurang ajar... " marah Haris kini mencengkram dagu Eisya yang merasa kesakitan.


" baiklah... bersiap lah untuk menerima perlakuan tidak mengenakkan disini karena kau telah menolak ku.. " bengis Haris.


" sebenarnya k-kenapa om seperti ini..h-harusnya om s-sabarrr... euhh... s-saya juga akan melayani om setelah menikah.. akhh.. sadar om.. " ucap Eisya menahan sakit dagunya yang di cengkram kuat oleh Haris.


" aku tidak peduli.. karena menunggu waktu untuk bisa menikahimu lama sekali.. " balas Haris.


" hah.. hari ini cukup sampai disni.. tapi tunggulah besok.. " ucap Haris sambil melepaskan cengkraman nya lalu pergi darisana meninggalkan Eisya.


Seperti biasa sepeninggallan Haris ia hanya bisa menangis dan terus berdoa kelak ada orang yang bisa menolongnya mengeluarkan dirinya dari kegelapan hidup yang dirasakan selama ini.

__ADS_1


Sore harinya.


Kembali pada Arzan, kini dirinya tinggal sendirian karena Nicki barusan sudah pamit pulang sedangkan orang tuanya pamit pulang sebentar lalu Yanza laki laki itu cari alasan beli makanan luar padahal bosan juga menjaganya terus.


Sudah pasti dirinya kebosanan diruangan ini lalu tanpa pikir panjang lagi dirinya langsung turun dari tempat tidur tidak lupa mendorong infusnya dan keluar dari ruangannya berniat mencari cari udara segar di taman rumah sakit.


Dengan kepala yang masih terbalut dirinya berjalan pelan sambil mendorong infusnya melewati lorong rumah sakit yang dilalui banyak orang.


Namun saat hampir sampai didepan ruang pasien lain netra kembarnya tak sengaja melihat Haris yang baru keluar dari salah satu ruang, Arzan ingin memanggilnya namun diurungkan sebab melihat raut wajah Haris yang seperti sedang marah berjalan cepat meninggalkan ruangan itu.


Kepo memang nama lain dari Arzan Ralvian, pria itu langsung menghampiri ruangan yang dimasuki Haris tadi dan mengintip dari celah pintu dirinya melihat seorang wanita hamil yang sedang menangis sambil terbaring diranjang rumah sakit. Penasaran Arzan langsung membuka pintu menghampiri wanita itu karena merasa kasian.


Menyadari ada yang datang, wanita itu bergegas menghapus airmatanya dan merasa heran melihat orang asing masuk ke ruangannya.


" anda siapa.. kenapa datang kemari.. tidak sopan sekali.. " cibik Anita dan Arzan menggaruk tengkuknya sambil nyengir.


" euumm.. m-maaff.. eee... kenalkan saya Arzan rekan kerjanya Haris. " ucap Arzan berusaha akrab.


" tidak usah basa basi.. ada apa anda datang kesini.. jika ada perlu dengan suami saya.. dia baru saja pulang barusan. " datar Anita.


" ternyata benar istrinya... " Batin Arzan.


" euumm... eee.. t-tidak.. s-aaya eee.. apa yaa.... " bingung Arzan.


" menurutmu suami saya orangnya seperti apa.. apakah dia terlihat seperti orang tidak peduli pada istrinya.. hah.. " ucap Anita tiba-tiba memang kalau sudah terlalu berat beban itu tak sanggup disimpan sendiri.


" hah... " Arzan melongo.


" bertahun-tahun kami menikah tanpa rasa cinta.. kami hidup bersama sampai memiliki anak.. saya rela mengorbankan hidup saya demi nya.. hidup hampa bertahun tahun bersama suami saya.. saya memang tidak cinta terhadapnya namun saya tetap mempertahankan rumah tangga kami demi anak anak .. dan hari ini dia datang kesini tanpa rasa peduli langsung menalak saya dengan alasan ia ingin menikah dengan pembantu baru dirumah kami... hiks..sungguh dia tidak punya hati.. hiks.. saya tengah mengandung anaknya... tidak kah dia berpikir bagaimana nasib kami... saya tidak ingin anak anak saya merasakan jadi anak yang punya orang tua terpisah hikss.. saya tidak bisa membayangkan bagaimana kesedihan mereka hiks.. dengan seenaknya dia menceraikan saya demi menikahi pembantu barunya itu hikss... " curhat Anita yang tidak bisa menutup semuanya karena ia terlanjur sakit hati.


Sungguh Haris sudah benar-benar keterlaluan, Arzan juga merasa kecewa padanya.


" mbak.. tenanglah.. saya temannya.. dan saya akan berusaha sebisa mungkin untuk menasehatinya dan mencegah nya.. saya akan membantu mbak oke... " entah kenapa Arzan langsung terdorong untuk membantu wanita itu.


" terimakasih.. hiks.. tolong cegah dia.. " pinta Anita.


" iya sama sama.. " balas Arzan menyunggingkan senyumnya.


Sekarang ia sudah tau siapa istri Haris dan mungkin nanti ia juga akan tau siapa pembantu baru yang akan dinikahi oleh Haris sehingga pria itu rela meninggalkan istri sah nya dan tidak memikirkan perasaan anak anaknya.

__ADS_1


__ADS_2