Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 62


__ADS_3

Malam Harinya.


Dikamarnya Arzan dan Eisya, seperti biasa setelah makan malam mereka langsung kekamar dan kali ini Eisya yang mengajak duluan.


Kedua pengantin itu sedari tadi saling menggoda sambil duduk dibalkon kamar menikmati langit malam yang indah.


" malam ini tumben kamu yang ngajak duluan... gak sabar yaaa... " goda Arzan mencolek dagu istrinya.


" ihhh bukan ituuuu..... "


" lah terus apa... " Arzan terlihat kecewa.


" ada sesuatu yang pengen aku omongin sama mas..... " bisik Eisya ditelinga Arzan.


" hah apa apa.... katakan sayang.... " Arzan merasa tak sabar karena mengira itu tentang hal istimewa.


" euuummm.... itu lhoooo.... aku butuh bantuan mas... buat-


" ah sayang itu sih gak perlu ngomong... mas sih akan selalu siap bantu untuk membuat.... eheum... membuat bayi kan... "


PLAKK....


" aduh atit tau.... " Arzan mengelus dahinya yang terkena getokan sayang dari sang istri.


" dengar duluu.... "


" huh.... ini lho.... mas ingat gak waktu aku akan dijebak Erin dihotel... " lanjut Eisya.


" ingat... " singkat Arzan menyahuti.


" dan mas juga ingat kan kalo mas yang balik ngejebak Erin sendiri... "


" hmm... iya... lalu sekarang apa yang ingin kamu sampaikan... "


" eeeeuuummm.... itu... Erin... Erin sekarang sedang hamil... " terang Eisya.


" APAA... serius kamu... " Eisya mengangguk pelan dengan raut wajah sedih.


" kok bisa ya.... berarti Erin di embat juga sama lelaki itu ya.... "


" sepertinya begitu..... dan aku merasa kasihan padanya... ya walaupun awalnya ini adalah rencana jahatnya tapi kasihan juga kan kalau kita membiarkan Erin begitu. " jelas Eisya.


" lalu sekarang kita harus apa... " tanya Arzan.


" mencari orang yang menghamili Erin. " jawab Eisya.


" hah apa itu mungkin... kita kan tidak tau siapa.... "

__ADS_1


" iya juga ya... " sahut Eisya kelihatan tak bersemangat.


Melihat gurat sedih sang istri, Arzan jadi tidak tega dan terpaksa harus turun tangan dengan masalah ini.


" tapi aku akan berusaha... kamu tenang saja ya sayang.... " ucap Arzan segera membawa Eisya kedalam pelukan didada bidangnya.


" ah terimakasih suamiku... " Eisya menyamankan posisinya menghirup harumnya parfum yang menempel dibaju sang suami.


" ohya tadi pagi aku minta sesuatu lho sama papi... " kata Arzan masih memeluk Eisya.


" apa itu... " tanya Eisya.


" eumm... sebelum nya aku mau tanya... kalo seandainya kita punya rumah sendiri kamu keberatan gak.... "


" asalkan bersama suamiku aku akan ikut kemana pun itu... " ucap Eisya menghangatkan hati Arzan.


" ah istriku lagi lagi membuat ku terharu dengan ucapanmu... " kata Arzan tersenyum.


" heumm.... jadi berarti mau kan tinggal berdua dirumah kita sendiri nantinya. "


" apapun itu iya sayang... "


" hahah... berarti oke itulah yang ku bicarakan tadi pagi bersama ayah mertuamu.. "


" benarkah... tapi apa tidak apa apa kita meninggalkan mereka... "


" hah tentu sayang... nanti kita juga sering main main kesini kok... kita kan juga butuh privasi sayang... apalagi rencana untuk... heummm... tau sendiri kan... "


Bahagia sekali sepertinya semoga kebahagiaan nya bisa bertahan lama.


" ohya sayang kita keluar yuk... " Ajak Arzan.


" ayuk... " dengan senang hati Eisya menuruti.


Mereka pun bersiap siap dengan setelan masing masing tapi dengan kesan yang sama sama indah.


Selesai bersiap mereka pun pamit pada orang rumah lalu bergegas pergi dengan mobil Tuan Arzan.


Sambil menunggu pasangan itu sampai ketempat tujuan, kini beralih sebentar ditempatnya Erin.


Gadis itu sedang keluar membeli sesuatu di supermarket, setelah nya ia berjalan pulang kembali namun sebelum itu netranya menangkap sosok yang amat dibenci tengah berdiri menghisap rokok tak jauh dari keberadaan nya.


Karena merasa urusannya belum selesai dengan pria itu ia pun menghampiri kesana.


Tap tap tap tap


Mendengar derai langkah kaki mendekatinya pria itu pun berbalik dan bertemu pandang dengan Erin yang sudah berdiri di depannya.

__ADS_1


" hah kamu lagi, mau apa.... " tanya Haris cuek namun berusaha menjauhkan asap rokok agar tak mengenai Erin yang sedang hamil.


" masih sama yaitu tanggung jawab om. " jawab Erin.


" hadeuuhh... bocah... kan saya sudah bilang sejak awal... sesuai perjanjian saya mau tanggung semua keperluan kamu tapi tidak dengan menikahi kamu paham.. " ucap Haris.


Erin menghela nafas panjang memejamkan matanya sejenak sekalian menahan airmata yang memaksa keluar.


" enak ya tinggal ngomong... nanti yang tanggung malu siapa??? saya om.. " ujar Erin gemetar.


" ck.. gini ya Erin... saya itu gak punya perasaan apa apa sama kamu-


" saya juga om... tapi demi anak dalam kandungan saya benih dari om sendiri saya rela mengorbankan perasaan saya.. disaat seperti ini tidak usah ngomong soal cinta... tapi pikirkan bagaimana nasib anak yang kamu titipkan di rahim saya nantinya jika hidup tanpa seorang ayah.. "


" gampang kalo sosok ayahnya mati tinggal ngomong... lah ini.... sakit rasanya jika punya sosok ayah namun ayahnya itu tak mau mengakui anak sendiri.. " lanjut Erin menyinggung perasaan Haris.


" maksud kamu apa... "


" ya itu maksud saya om.... " Haris terdiam tak tau harus mengeluarkan kata apa lagi.


Saat hening seperti ini, Haris merogoh sakunya dan mengeluarkan sejumlah uang dengan jumlah besar lalu menyerahkan pada Erin.


" ini untuk bulan ini... beli apa pun yang kamu mau dan jangan lupa chek up ke dokter kandungan.... " dengan santai Haris berucap mengakhiri semuanya dengan uang.


" tapi-


" sssstttt... kepala saya sedang pusing jangan membantah lagi... " Haris menaruh telunjuknya tepat dibibir Erin.


" ambil saja dan kalau kurang bilang pada saya... nanti bulan depan akan saya berikan lagi... " tanpa menunggu persetujuan Erin, Haris langsung mengambil tangan gadis itu dan menaruh uang nya.


" semoga bayinya sehat.... " lepas mengucapkan itu Haris langsung bergegas pergi meninggalkan Erin yang sudah mandi airmata.


" Aaarrrhgggg..... segala segalanya memang butuh uang tapi uang tidak bisa menyelesaikan masalah hati... hiks.. sakit sekali rasanya dicampakkan seperti ini... hiks... aku memang tidak suka padanya tapi aku masih punya hati untuk memikirkan kehidupan calon manusia lain.... hiks.. arrrggghhh brengsek.... " umpat Erin menumpu dirinya di kedua lututnya.


Saat gadis itu sedang menunduk menangis tiba tiba seseorang mendekatinya.


" jangan menangis seperti itu... orang seperti dia memang takkan pernah punya hati. " ucap seseorang yang berada didekat Erin.


Mendengar itu Erin membangkitkan dirinya dan melihat seorang laki laki yang dikenalnya.


" Nicki..... " gumamnya sambil menghapus jejak airmata.


" jadi dia orang nya ayah dari bayimu itu. " tanya Nicki walau sudah tau.


" hah.. aku tidak sengaja mendengar obrolan kalian saat aku berjalan lewat sini. " lanjut Nicki.


" kenapa sampai bisa kamu terjebak dengan orang seperti dia... tau sendiri kan om itu bukan tampang orang baik baik... dia itu orang yang berambisi dan tak punya belas kasihan... hufff... " Nicki menghela nafas nya.

__ADS_1


" diam kamu.... " cibik Erin lalu pergi begitu saja meninggalkan Nicki penuh kebingungan.


" hah dasar perempuan..... " cibir nya lalu ikut meninggalkan tempat itu.


__ADS_2