
Tak ada kata kebahagiaan lagi dalam hidupnya setelah kejadian dimalam itu, dimana semua kebahagiaan yang harusnya ada telah direbut oleh pria tua tersebut.
Awalnya ingin mencelakai orang lain namun dirinya yang terkena imbas.
Erin sedang berjalan tak tentu arah ditepi jalan meratapi kesedihan yang ia alami.
Pandangan matanya terlihat kosong dan seketika berair mengingat pertemuan dirinya dengan Haris tadi.
Setiap pertemuan nya dengan Haris pasti akan berakhir membuat Erin sakit hati, tak ada guna ia memohon mohon pada pria itu untuk menikahinya karena sampai kapan pun hal itu cuma dianggap sepele.
Bagaimana ini, ingin tetap mempertahankan kandungan nya ia sendiri yang akan malu nantinya.
Dan jika dirinya memilih untuk menggugurkan janin tersebut mana mungkin karena ia pasti takkan setega itu lagipula hal tersebut juga pasti menyakitkan.
Tak terasa yang tadinya ia cuma berjalan ditepi namun kini sedikit demi sedikit langkah nya itu membawa dirinya ke tengah jalan hingga tanpa sadar sebuah mobil sedang melintas dibelakangnya dengan kecepatan tinggi.
Suara klakson mobil yang berisik itu tak mampu menyadarkan Erin dari lamunannya bahkan ia tak bergeming sedikitpun, dan sang pengemudi pun tak tau harus bagaimana karena sedikit lagi akan menabrak dan jika mengerem pun percuma juga akan terkena.
Mungkin takdir belum mengizinkan Erin untuk terbaring dirumah sakit sekarang, dengan bukti ketika beberapa centi lagi mobil itu menabrak Erin, dengan cepat seseorang berlari kearahnya dan menarik Erin agar terhindar dari mobil tersebut.
Orang yang menolong Erin terjatuh dengan memeluk Erin yang menindih tubuhnya membuat salah satu siku orang itu berdarah terkena aspal. Bersamaan dengan itu pula mobil yang hendak menabrak tadi melintas dengan cepat meninggalkan mereka karena berpikir tak ada korban.
Erin memejamkan mata saat merasakan tubuhnya ditarik paksa dan terjatuh diatas nya.
Detik kemudian dirinya membuka mata dan mendapati Nicki yang tengah meringis kesakitan, langsung saja ia bangkit berdiri dan sedikit kaget melihat darah yang mengalir dari siku kanan Nicki.
" akhh... " ringis Nicki saat merasakan sensasi perih disikunya dan berusaha untuk bangun berdiri.
" ada apa dengan dirimu haa... mati bukan solusi untuk menyelesaikan masalah mu.. " kesal Nicki pada orang didepannya.
Erin terdiam dan bunuh diri sedikitpun tak terlintas dipikiran nya, yang tadi itu sungguh ia pun tak tau kalau akan ada mobil dibelakangnya.
" apa maksud mu.. aku tak sebodoh itu melakukan hal tersebut.. " balas Erin.
" lalu yang tadi itu apa.. " tanya Nicki.
" aku bahkan tidak tau.. " jawab Erin.
" akhh... " Nicki berusaha menutupi darah dari sikunya dengan tangannya.
__ADS_1
Melihat hal itu membuat Erin cemas dan tak enak hati karena Nicki seperti ini juga sebab kebodohan dirinya.
" sikumuu.... berdarah... sebaiknya kita kerumah sakit.. " ucap Erin dan mendapat gelengan dari Nicki.
" tidak usah ini juga tidak parah.. " balas Nicki yang padahal terlihat jelas kalau sikunya itu memang butuh penanganan.
" tidak usah membantah sekarang ikut aku kita akan pergi kerumah sakit dengan taksi. " final Erin tak bisa membuat Nicki berkutik lagi.
Seperti yang dikatakan tadi mereka pergi kerumah sakit menggunakan taksi yang dipesan lewat online.
Dan sampai pada akhirnya mereka pun sampai.
Erin langsung membawa Nicki untuk mendapatkan penanganan, tak butuh waktu lama Nicki langsung ditangani dan Erin menunggu diruang yang sama.
" ssshh... akhh.. perih.. " Nicki tak dapat menyembunyikan rasa perihnya kala sang dokter menyentuh luka itu begitupun Erin yang ikut meringis melihatnya.
" tahan sebentar yaaa... saya akan membalut luka ini.. " ucap sang dokter wanita itu dengan lembut.
Syukurlah luka nya itu tak terlalu parah dan tidak membutuhkan jahitan membuat sang dokter bisa menangani dengan cepat.
Sikunya itu telah selesai dibalut dengan perban.
" nah sudah selesai.. tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi.. " ucap dokter wanita itu.
" sama sama... " jawab dokter wanita yang tak lagi muda itu.
" ohya dokter... tolong periksa kandungan nya juga... ia sempat terjatuh tadi.. " tutur Nicki membuat Erin terkejut membulat kan matanya.
" baiklah tidak masalah... kalau begitu silahkan masuk keruang kandungan, disana ada dokter spesialis kandungan yang akan menangani.. " terang dokter tersebut.
" ah tidak apa apa saya baik baik saja tidak ada yang perlu dikhawatirkan.. " tolak Erin.
" apanya yang baik baik saja, sekarang cepat aku sudah menurutimu tadi untuk dibawa kesini sekarang kamu juga harus menuruti ku untuk ditangani.. " ucap Nicki.
" waahhh pasangan muda yang sangat serasi.. ayo turuti, calon ayah dari bayimu pasti sangat khawatir... apa salahnya cuma diperiksa.. " tutur dokter itu pada Erin membuat gadis itu membelalakkan matanya.
" b-bukan.... "
" nanti saja sekarang biarkan dokter memeriksa mu.. " potong Nicki dan terpaksa Erin tak bisa mengelak lagi.
__ADS_1
Singkat cerita.
Ditempatnya Arzan dan Eisya.
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, akhirnya mereka sampailah ditempat tujuan yakni negeri orang.
kini mereka sedang beristirahat sembari menikmati hidangan makanan di tempat makan yang ada di Jepang.
Berhubung waktu sebentar lagi akan malam, mereka sedikit mempercepat waktu istirahat nya karena setelah ini mereka juga harus mencari hotel untuk menginap.
Tak butuh waktu lama untuk menemukan penginapan yang cocok.
Setelah mengurus semuanya dengan berkomunikasi lewat google akhirnya mereka menemukan kamar yang sesuai.
Arzan langsung merebahkan tubuhnya dikasur empuk itu sedangkan Eisya tak lupa untuk mengunci pintu terlebih dahulu lalu ikut menimbrung merebahkan dirinya dikasur itu.
" bagaimana hmm... kau suka sayang.. " tanya Arzan.
" tentuuu... aku sangat bahagia.. " jawab Eisya dengan wajah kegirangan.
" ahahah... ututuu.. " Arzan tak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh hidung istrinya itu.
" ohya nanti malam mau gak liat liat daerah sini, cuma dekat dekat sekitaran sini aja jangan jauh jauh takut kesasar nanti. " Arzan menyegir diakhir.
" mauuuu... mau banget... " Eisya kegirangan.
" tapi jangan sampai kepincut sama sama oppa oppa disini yaa awas kamu.. " Gerutu Arzan bercanda.
" jika oppa lokal saja seperti suami ku untuk apa harus kepincut sama oppa oppa negara lain. " Eisya menaikkan salah satu keningnya dengan niat menggoda sang suami.
Sedangkan Arzan, terlihat seperti seorang kesurupan dikasur karena salting akibat gombalan sang istri. Tentu Eisya tertawa melihat kelakuan sang suami.
" ahahahahaha... apa apaan sih.. " Eisya tertawa.
" aku salting ni tauu.. " balas Arzan senyum senyum sendiri.
" hmm.. yang biasanya bikin salting orang lain ternyata bisa salting juga.. " ucap Eisya menyudahi tawanya.
" aku juga manusia lhoo.. " jawab Arzan kembali membuat Eisya tertawa.
__ADS_1
" oiya hampir lupaa.. ahahah.. " balas Eisya dengan tawanya.
Begitulah bahagia sekali rasanya hingga akhirnya Eisya menyudahi tawanya karena ingin membersihkan diri dikamar mandi, sedangkan Arzan menunggu dikasur.