Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 95


__ADS_3

Pagi kembali menyinari.


Dan kini kita diperlihatkan dirumahnya Haris.


Angga telah siap sedari awal bahkan melupakan sarapannya dan langsung pergi ke sekolah.


Haris mengerang frustasi melihat anaknya yang masih tidak mau bicara.


Sepagi ini jelas sekolah masih sepi namun Angga tak peduli, dirinya terlanjur kecewa jika bertemu dengan sang ayah dalam waktu dekat ini.


Sesampainya disekolah, Angga turun dari motornya lalu mendorong gerbang agar terbuka.


Memang gembok gerbang tersebut telah dibuka oleh penjaga sekolah namun karena masih awal tidak dibuka dengan sempurna.


Setelah nya Angga kembali menaiki motornya dan melaju ke parkiran.


" huufff... " helaan nafas terdengar begitu berat dari bibir tebal miliknya.


Remaja itu melepas helm lalu menyusuri koridor menuju kelas.


Benar benar sepi bahkan dirinya bisa dikatakan yang pertama datang.


Membuka pintu kelas lalu berjalan kearah tempat duduknya, namun sebelum itu menyibak gorden agar terlihat sedikit lebih terang walau matahari belum sempurna menampakkan diri.


Meletakkan tas diatas meja dan melipat kedua tangannya untuk menumpu kepalanya.


Ya dia memilih melanjutkan tidurnya.


Biarlah Angga merasa nyaman jangan dulu diganggu, sekarang kita beralih ditempatnya Yanza.


Keluarga harmonis itu terlihat sangat bahagia, Yanza sendiri sedang mandi dan Anita tengah mengurus Chika untuk pergi sekolah.


Beruntung si kecil gembul itu belum bangun, kalau tidak maka Anita akan bertambah sibuk.


Soal bagian dapur, Yanza telah mencarikan pembantu jadi bisa sedikit mengurangi kesibukan Anita dipagi hari.


" nah sudah siap... " Anita bernafas lega setelah menata rambut pendek anak perempuan nya.


" buku buku udah dimasukkan sayang...? " tanya Anita.


" sudah... " jawab Chika girang.


" oke kalo gitu ayo kita turun untuk sarapan, nanti biar papa yang nganterin.. " Setelah nya Anita menggandeng tangan putrinya untuk turun bersama.


Singkatnya sarapan pagi telah usai, dan kini Yanza dan Chika tengah bersiap untuk berangkat.

__ADS_1


Ngomong ngomong Yanza sudah mulai bekerja diperusahaan Tuan Rahendra Ayahnya Arzan.


" hati hati ya jangan lupa nanti bekalnya dimakan.. " ucap Anita sambil mengecup pipi putrinya.


" siap maa.. " sahut Chika lalu masuk kedalam mobil dibantu Yanza.


" Chika doang yang dicium, aku juga mau donggg... " goda Yanza sembari Memonyong kan bibirnya.


" ihh.. " Anita menepuk pelan bibir suaminya lalu tetap memberikan kecupan di pipi sang suami.


" kamu juga jangan lupa makan.. bekalnya dihabisin.. " peringat Anita.


" iya sayangg.. " jawab Yanza dengan penuh manja.


" oohya nanti aku boleh ngajak Angga kesini engga.. " pinta Anita hati hati.


" boleh dong boleh banget.. " jawab Yanza mengangguk setuju.


" terimakasih sayang.. " ucap Anita tersenyum.


" iya sama sama.. " Yanza juga menyunggingkan senyumnya.


" kalo gitu aku berangkat yaa.. jaga diri kamu oke.. jangan cape cape cukup urus si kecil aja urusan rumah udah ada pembantu.. " kata Yanza sembari mengecup kening istrinya lalu masuk kedalam mobil.


Mobil itu pun melaju, Chika melambaikan tangannya lewat jendela dan Anita juga ikut melambaikan tangan sembari tersenyum.


" nanti aku susul Angga kesekolah nya, perasaan ku sungguh mengkhawatirkan dirinya, pasti ada sesuatu dengan putraku... huhhh.. semoga saja perkiraan ku salah. " gumam Anita dan kembali masuk kedalam menuju kamar bayinya.


Taman kanak-kanak atau dengan istilah TK.


Yanza menghentikan mobilnya dan turun lalu membantu Chika menuruni mobil.


Yanza menggandeng tangan putri kecilnya untuk mengantar sampai gerbang, namun sebelum itu netraku terfokus pada salah satu motor yang baru saja datang.


Bukan pada motor tapi pada anak kecil seumuran Chika yang merengek entah kenapa.


Setelah dilihat lagi ternyata itu adalah Rayyan dan Rafa.


Rayyan mengantar adiknya kesekolah karena perintah sang papa lalu entah kenapa Rafa merengek.


Ngomong ngomong mereka terlihat lucu saat menaiki motor gede seperti itu, terlebih lagi Rafa yang duduk dibelakang sambil memeluk erat kakaknya.


Sedangkan Rayyan terlihat begitu keren saat menggunakan motor gede dan helm Fullface seperti itu ditambah dengan seragam sekolahnya.


" turun gak cepetan... " Rayyan terlihat kesal pada adiknya yang minta ditampol ini.

__ADS_1


" gak mauuu aku maunya diantar papa bukan sama abang, abang suka ngebutt.. Aaaaa... gak mauuu.. " rengek Rafa semakin mempererat pelukan nya di perut Rayyan.


" lep-pas.. ukhh perut gue sakit tau lo peluk erat gituu.. " Rayyan berusaha melepaskan tangan adiknya yang begitu kuat.


Bukannya melepas Rafa malah semakin mencengkram perut kakaknya dengan kuat karena kesal.


" akhhh... saakiiitt.. " Rayyan mengerang kesakitan dan reflek menemplok jidat adiknya membuat Rafa menangis.


Melihat itu Yanza pun mendekati mereka tak lupa menggandeng Chika.


" ada apa ini... " tanya Yanza berdiri diantara mereka.


" si cengeng ini ni manja banget.. " gerutu Rayyan membuat Rafa tak terima dan seketika menggigit punggung sang kakak.


" aaaakhhh.. sakiiitt.. " erang Rayyan entah sudah berapa kali disakiti adiknya.


" dasar anak nakal tau begitu aku turunin dijalan biar tau rasa.. " lanjutnya.


Melihat suasana yang semakin mencekam, Yanza pun menggendong Rafa yang masih menangis.


" yaudah berangkat sama om aja ya.. jangan nangis lagii.. " Ucap Yanza sembari menggendong Rafa dengan sebelah tangan dan tangan yang satunya untuk menggandeng Chika.


" dasar cengeng, aku juga gak mau nganterin anak nakal tapi Papa lagi buru buru kekantor karena rapat jadinya aku yang harus nganterin... " kesal Rayyan bahkan perut dan punggung nya masih nyut nyutan karena ulah adiknya yang punya gigi gorila itu.


" sudah sudah gakpapa.. Sekarang Rafa masuk kelas sama om bareng Chika.. " ujar Yanza seketika menghentikan tangis Rafa.


Mendengar nama orang yang disukai disebut, seketika membuatnya malu dan buru buru minta diturunkan.


Yanza pun menurunkan Rafa membuat bocah itu malu malu saat menatap Chika.


" gakpapa om gak usah diantar sampai kelas kita masuk berdua aja ya.. " jelas Rafa membuat Yanza tersenyum mengangguk.


" baiklah Chika gakpapa kan masuk bareng Rafa aja.. " tanya Yanza dan diangguk pelan oleh putrinya.


" ayoo.. " Rafa langsung memegang tangan Chika untuk masuk bersama, lagi lagi Yanza tersenyum karena bocah kecil itu juga gemas melihat Chika yang malu malu tapi mau.


" huuuu giliran sama cewe sok soan tadi nangis nangis dijalan sampe keluar ingus.. " ledek Rayyan.


" hehhh jangan diganggu lagii.. " peringat Yanza.


" uwleeee... " Si bocah itu malah membalas meledek Rayyan dengan menjulurkan lidahnya keluar membuat Rayyan geram sedangkan Yanza tertawa dengan tingkah mereka.


" sudah sudah... " Yanza menghentikan pertengkaran mereka.


" yaudah om kalo gitu aku berangkat dulu ya udah telat ni gara gara tuyul itu.. " ucap Rayyan.

__ADS_1


" iya hati hati dijalan, ohya nanti tolong bilangin ke Angga pulang sekolah langsung pulang kerumah om yaa.. " ujar Angga.


" ah iya om nanti saya bilangin permisi om.." setelah nya Rayyan pun pergi darisana meninggalkan Yanza yang juga ikut pergi.


__ADS_2