
Dua jam kemudian..........
Tuan Rahendra sedang mengadakan pertemuan dengan kliennya diruang kantornya begitu pun Arzan yang ikut andil juga disana walaupun hanya manggut manggut saja atas obrolan mereka.
Dirinya memilih diam karena jujur sedikit tidak mengerti dengan hal kantor.
Arzan daritadi memandang pria seumuran dirinya yang merupakan klien ayahnya.
Ia seperti merasa tidak asing dengan pria ini dan bayangan bayangan aneh mulai muncul saat pertama kali ia menjabat tangan dengan pria itu.
Haris Wijaya, nama itu pun seperti tak asing baginya siapa lagi kalau bukan nama pria yang sedang ditatap dirinya.
30 menit kurang lebih waktu yang dihabiskan membahas pekerjaan mereka dan akhirnya sekarang berakhir juga.
" Arzan sebaiknya kau ngobrol ngobrol lah bersama klien papa ini.. hahah... " seru tuan Rahendra pada putranya.
Arzan hanya menyunggingkan senyum begitu pun Haris yang membalas senyum juga.
" bolehkah kita berteman... " ucap Haris berusaha akrab.
" tentu... " balas Arzan membuka pintu pertemanan.
" hahah... baiklah sebaiknya ngobrol lah ditempat yang lebih nyaman.. " usul Tuan Rahendra.
" ide bagus bagaimana menurutmu. " tanya Haris pada Arzan.
" tidak buruk juga.. " sahut Arzan.
Disebuah cafe masih tak jauh dari kantor.
Disinilah dua om berparas tampan berada saling bertukar cerita. Mereka memutuskan ketempat ini agar lebih terbuka.
" ohya sudah punya anak berapa.. " tanya Haris setelah melalui beberapa obrolan diawal tadi.
deg....
pertanyaan seperti itulah membuat Arzan gugup ya bagaimana tidak gugup mau taro dimana om tampan mendekati kata sempurna itu masa sampai saat ini masih sendiri.
__ADS_1
Jika dibilang tidak laku masih banyak kok para gadis dan janda yang mau mengantri tapi mau bagaimana lagi selera om ini langka.
" ee... belum.... " jawab Arzan dengan berat hati.
" hah... eee.. udah coba ketempat tempat yang ampuh belum, siapa tau bisa mendapat keturunan.. " jelas Haris.
" mau coba kemana toh istri juga gak punya. " jawab Arzan memelas.
Haris terkejut dan merasa tak enak hati telah bertanya seperti tadi.
" maaff... " cicitnya.
" santai..... ohya situ gimana udah keberapa anaknya.. " balas Arzan balik bertanya.
" sudah dua dan sekarang istri saya sedang hamil yang ketiga.. " ucap Haris.
" waahh harmonis sekali ya pasti anda makin sayang sama istri sekarang... " tebak Arzan.
Bukannya senang Haris malah memperlihatkan wajah sedih.
" lhoh mengapa... " bukannya tak sopan menanyakan masalah pribadi tapi Arzan terlampau kepo orangnya.
" sejak menikah saya tidak punya perasaan apa apa padanya karena saya menikahinya sebab hanya sebuah pelampiasan.. " jelasnya.
" kenapa pernikahan dijadikan pelampiasan berarti slama ini anda tidak bahagia. " tanya Arzan.
" dia hanya orang yang digantikan orang tua saya dikarenakan saya tidak jadi menikah dengan wanita yang saya cintai.." cerita Haris.
" perjodohan saya yang pertama gagal dikarenakan calon istri saya meninggal dan saya sangat sangat mencintai wanita itu namun sayang kami tidak bisa bersatu dikarenakan ia meninggal tepat dihari pernikahan kami dan lebih sakitnya lagi wanita itu tidak mencintai saya karena ia ingin mempertahankan hubungan nya dengan sang kekasih nya. " curhat pria itu bahkan pipinya sudah basah dengan airmata.
Arzan bisa merasakan sakitnya bagaimana ditinggal mati dan ia berusaha menyalurkan semangat untuk seorang teman barunya.
" bersabarlah... itu semua sudah rencana Tuhan.. " tutur Arzan menepuk nepuk pelan pundak Haris.
" jika aku masuk kedalam cerita mu mungkin peran kekasih wanita calon istri mu itu adalah aku dan wanita itu Nadia.. sepintas mirip kisah kami jika dilihat dari sudut lain. batin Arzan.
" lalu apa kau benar-benar akan menceraikan istrimu dan membuat luka dihati anak anak mu... " tanya Arzan sekaligus ingin melarang Haris melakukan hal itu.
__ADS_1
" entahlah aku memang sangat menyayangi anak anakku namun aku tidak tahan terus terusan tersiksa batin hidup dengan nya dan aku muak harus pura pura harmonis didepan keluarga ku menuruti mereka untuk memberikan banyak cucu... " celoteh Haris.
" pffttt.... ahahahahaha...tidak mencintainya tapi kau menyentuhnya... hhahaha lucu sekali. " Tawa Arzan.
" hei aku terpaksa tau... " gerutu Haris.
" masih ada calon bayi didalam perut istrimu jadi pikir pikirlah lagi... kasihan ketika anakmu lahir nanti mendapati orang tuanya berpisah begitu pun dengan anak anakmu yang lain. " peringat Arzan.
" lalu membiarkan diriku terus menerus tersiksa batin... " protes Haris.
" jika kau ikhlas maka kau akan bahagia. " ucap Arzan.
" hah... aku tidak yakin.. " balas Haris.
" yakin lah kau sudah bersabar selama bertahun-tahun lalu kau akan menyerah ditengah jalan.... tidak semua yang kita inginkan dapat kita miliki dan yang sudah didepan mata sebaiknya dijaga jangan disia siakan Karena semua takdir Tuhan pada kita itu berharga.... mungkin kau tidak bahagia menjadi seorang suami untuk istrimu tapi anak anakmu sangat bahagia memiliki ayah seperti mu... ingatlah.. mungkin kau gagal menjadi seorang suami tapi kau berhasil menjadi seorang ayah untuk anak anakmu.. jadi jangan ambil keputusan jika nantinya berimbas pada pihak yang tak bersalah... " seketika Arzan cosplay jadi penasehat dirinya pun tak sadar atas kata kata bijak yang ia keluar kan tadi.
" bijak sekali tuan... heheh.... " kekeh Haris sekaligus tertegun dengan perkataan yang diucapkan teman barunya.
" bersyukur lah karena dirimu bisa membangun rumah tangga tidak seperti aku yang sampai sekarang masih sendiri.. " ucap Arzan.
" hehe... mau kubantu carikan tuan... "
" hah.. tidak perlu masih banyak yang mau mengantri hanya saja aku yang tidak mau. " balas Arzan.
" haaahh.. kurangi sedikit seleramu.. kau ini terlalu pilih pilih.. dasar... "
" aku pilih pilih agar tidak salah pilih.. " sahut Arzan.
" terlalu pilih pilih berakhir sendiri kan... ahaha... ahaha.. " balas Haris.
" kau ini sebelas dua belas dengan yanza ternyata... "
" siapa itu.... "
" peliharaan ku... " jawab Arzan santai dan yanza sedang duduk bersantai ada yang ngirim pahala. Memang ya orang jahat selalu dikirim pahala karena banyak yang ngatain tapi nantinya berkurang jugakan karena kelakuan nya.
sepertinya dua om itu sudah menjalin hubungan yang akrab seperti sahabat karena Haris pun tipe orang yang seru dan tidak mudah tersinggung ketika di ajak bercanda.
__ADS_1