Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 91


__ADS_3

" huuff... " seseorang menghela nafasnya setelah menyelesaikan beberapa tugas.


Mematikan laptopnya juga memberesi barang barang yang berserakan untuk ditata rapi kembali.


Setelah itu melirik jam ditangannya dan tersenyum karena waktunya pulang.


Entah apa akhir akhir ini pria beranak tiga itu bisa merasa bahagia, biasanya yang ada dihatinya hanyalah dendam dan iri hati. Namun kini berbeda bahkan sering senyum senyum sendiri.


Memang benar butuh waktu untuk cinta, perlahan lahan kita akan nyaman dengan sifatnya bukan dengan fisiknya.


" aku harus pulang sekarang, Angga pasti sudah menungguku.. " gumamnya lalu segera bangkit untuk melangkah pergi.


Berjalan menyusuri setiap lantai kantor tak lupa tersenyum pada para rekan kerjanya yang juga hendak pulang, sampai pada akhirnya ia memasuki mobil dan membelah jalan kota.


Didalam mobil pria itu menyetir dengan hati hati sambil di iringi musik yang begitu menenangkan.


Sesaat dirinya berpikir dan mengubah niatnya untuk langsung pulang karena mengingat sesuatu.


" tapi rasanya diriku ingin menemui seseorang sebelum pulang, ah lalu bagaimana dengan Angga. " monolog Haris.


" sebaiknya aku telpon dia dulu.. " lanjutnya lalu memasang erphon dikedua telinganya sebelum menekan nomor sang anak.


Nomor tersambung.....!!


" hallo Pa.. " -Angga.


" ah hallo sayang kamu dimana.. " -Haris.


" ini dirumah.... Sedang bersama temanku Rayyan.. " -Angga.


" baguslah jika kau tidak kesepian, eee sayang papa tidak langsung pulang karena ingin kesuatu tempat sebentar saja tidak apa apa kan...? " -Haris.


" euumm.. Tidak apa apa, hati hati ya paa. " -Angga


" iya sayang kalo gitu papa tutup dulu oke, bersenang senang lah dengan temanmu itu hmm.. " -Haris.


" oke.. daa papa... " -Angga.


" daa sayang.. " -Haris.


Telpon ditutup bersamaan oleh kedua pihak dan Haris bisa merasa lega sekarang karena tidak membuat anaknya kecewa.


Mobil itu berbelok kesuatu tempat memasuki perkarangan rumah yang tidak asing.


Sedangkan ditempat nya Angga bersama Rayyan, mereka baru saja menyelesaikan pekerjaan sekolah.

__ADS_1


" huuuhhh akhirnya selesai juga.. Terima kasih telah membantu tugasku.. " ucap Angga pada Rayyan yang sudah terkapar dikasur empuk milik Angga.


" santai saja.. " jawab Rayyan terlihat lega akhirnya tugas itu selesai.


" euumm sebagai bentuk terimakasih ku bagaimana kalau aku menaktrirmu.. eeumm kita makan direstoran.. " usul Angga yang langsung diterima dengan senang hati oleh Rayyan.


Rayyan yang semula terlihat nyaman berbaring dikasur, setelah mendengar tawaran yang begitu menggiurkan ia langsung bangkit seketika.


" boleh juga yaudah ayookk.. " ajak Rayyan dengan wajah sumringah.


" apakah sebaiknya kita mandi dulu biar keliatan seger.. " tanya Angga meminta pendapat.


" gerah juga sih sebenarnya tapi aku gak bawa baju ganti.. " ujar Rayyan.


" ck ukuran tubuhmu dengan tubuhku kan sama apa salahnya kau memakai bajuku, lagipula aku punya begitu banyak baju yang bermerek.. hehe.. " Angga menyengir diakhir karena maksud ucapannya barusan sebagai tanda bercanda bukan bermaksud menyombongkan diri.


" ah baiklah lalu apakah kita akan mandi bersama.. heummm.. " goda Rayyan.


" hei kau gila, meskipun kita sama sama cowok tetap saja tidak. Aku duluan mandi setelah itu baru kau oke.. " ucap Angga.


" ahahaha... okee.. " Rayyan tertawa melihat raut wajah panik dari Angga.


Beralih ditempatnya Haris.


Kini pria itu telah berada dirumah Erin dan menunggu wanita itu bersiap.


" terima kasih.. " Senyum Haris lalu meneguk teh tersebut.


Tante Meri memilih menemani Haris duduk disana agar tak bosan menunggu Erin yang sedang berdandan, dan sedikit berbincang meskipun rada kaku.


Jujur rasanya emosi sekali melihat wajah orang yang telah menodai anaknya, namun tetap ditahan atas permintaan anaknya sendiri.


" ngomong ngomong kalian mau kemana. " tanya Tante Meri sebisa mungkin bersikap tenang.


" ee.. hanya ingin mengajaknya makan bersama.. " jawab Haris diiringi senyuman.


Tante Meri mengangguk angguk kan kepalanya dan menghela nafas yang terdengar berat.


" kuharap kau tidak mencelakai nya untuk kesekian kali, ini saja permintaan anakku untuk bersikap tenang terhadapmu.. Kalau tidak, mungkin sajaa aku sudah menaruh racun di minuman mu itu.. " jelas Tante Meri terdengar dengan nada yang tak bersahabat.


Haris terkejut mendengar nya dan reflek memegang tenggorokan nya memastikan tidak terjadi sesuatu.


" heuh... Sakit, hancur rasanya melihat putriku yang ku pertaruhkan nyawaku sendiri untuk melahirkan nya, ku pertaruhkan segalanya agar anakku bahagia... Dan kau dengan seenaknya merenggut kebahagiaan nya itu. Dimana letak hati nuranimu.. hiks.. " Tante Meri menyeka airmatanya yang hampir saja terjun.


Haris menundukkan pandangan nya dan ikut merasa bersalah. Sungguh sekarang ia ingin bertanggung jawab namun tidak siap menyakiti perasaan anaknya.

__ADS_1


" maaf.. " lirih Haris.


" seandainya aku menyuruhmu untuk menghaburkan kapas disetiap jalanan dan keesokannya aku menyuruh memungutnya kembali apakah kau sanggup.. ?? "


" meskipun sanggup, kau tidak akan mendapatkan semua kapas itu karena sebagian pasti sudah beterbangan kemana mana.. Dan itu umpama aib yang kau berikan pada anakku.. Sebuah kata maaf tidak akan pernah bisa membalikkan keadaan seperti semula.. " lanjut Tante Meri semakin membuat Haris merasa bersalah.


" hah sudahlah jaga baik baik putriku, kali ini aku mengizinkan mu untuk membawanya pergi.. Dan soal uang yang kau berikan untuk kami itu tidak perlu, karena hotel yang diberikan oleh Arzan dan uang kematian suamiku sudah lebih dari cukup untuk membiayai kehidupan kami meskipun suamiku telah tiada.. " tuturnya lalu pergi dari sana meninggalkan Haris dengan rasa penyesalan nya.


Kembali ketempat Angga dan Rayyan.


Mereka telah selesai dengan penampilan nya masing masing.


Setelah memastikan semua pintu terkunci, kini mereka menuju ke tempat Rayyan memarkirkan motornya.


" waww motormu keren sekalii.. " Angga merasa kagum melihat sebuah motor milik Rayyan meskipun ia sudah memiliki nya.


" papa ku yang belikan saat ulang tahun ku karena ini pun permintaan ku sendiri waktu itu hehe.. " kata Rayyan sembari memakai helm yang semula berada di motor nya.


" waww.. " puji Angga.


" kita pergi bersama saja ya dengan motorku.... " usul Rayyan yang terdengar tidak buruk bagi Angga.


" hmm.. baiklah.. " Angga menganggukkan kepalanya.


Baru saja keduanya hendak pergi, tiba tiba terdengar suara seseorang yang seperti datang bertamu dirumah Angga.


Memang dasarnya pintu gerbang terbuka, seseorang yang datang itu langsung masuk dan menghampiri dua remaja itu.


" permissiii...!! Maaf mengganggu, apakah benar ini rumah Haris Rifandri.. " tanya orang itu langsung ke intinya.


" bapak siapa yaa.. " tanya Angga pada seseorang yang lebih cocok disebut kakek olehnya.


" perkenalkan nama saya Pramanan, saya ingin mencari yang namanya Haris apakah beliau ada disini.. " tanya Pak Pramanan lagi.


" papa lagi gak ada dirumah.. katanya lagi pergi ke suatu tempat dan gak tau pulangnya kapan.. " jelas Angga diangguki Rayyan.


" hah anak..?? wajar saja...!! sudah dua puluh tahun berlalu, pastinya Haris tidak akan melajang selama itu kan meskipun gagal menikah dengan putriku.. " batin Pak Pramanan.


" ngomong ngomong kenapa bapak mencari papa, ada perlu apa apakah papa saya mengenal bapak... Kalau ada hal yang penting katakan saja pada saya. Saat papa pulang nanti akan saya sampaikan pesan bapak pada papa saya.. " tutur Angga.


" ah tidak apa, lain kali saya datang lagi karena ingin bicara langsung dengan papa kamu. Kalau begitu saya permisi dulu, maaf mengganggu nak.. " ucap Pak Pramanan dan langsung mengundurkan diri darisana melangkah pergi.


" apakah orang itu teman papa mu, dan kenapa kau memanggil orang itu dengan sebutan bapak yang padahal terlihat cocok dengan sebutan kakek oleh kita.. "


" lihat saja orang itu memang terlihat seperti seumuran dengan kakekmu.. " lanjut Rayyan.

__ADS_1


" ah sudahlah kita harus pergi sekarang, jangan membuang waktu memikirkan hal yang tidak penting.. " sarkas Angga.


Dan keduanya pun bergegas pergi dengan motor milik Rayyan menuju ke tempat yang dikatakan tadi.


__ADS_2