Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 48


__ADS_3

Kedua pasangan itu kini tengah berada di sebuah taman indah menikmati setiap pemandangan ditemani obrolan obrolan mereka.


Gadis itu tak lagi canggung ketika mencurahkan isi hatinya begitu juga dengan Arzan yang menanggapi dengan senang hati.


" ohya aku punya sesuatu buat kamu. " ucap Arzan disela sela obrolan sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong celana nya.


" apa itu. " tanya Eisya menanggapi.


Arzan mengeluarkan sebuah kalung dari kantong celana nya. kalung yang tertunda ketika diberikan untuk orang tercinta dan sekarang kalung itu sudah menemukan pengganti nya.


Eisya membelalakkan matanya melihat sebuah kalung indah yang pasti akan diberikan untuk nya.


" kemari. " Arzan memakaikan kalung itu ke leher Eisya sambil berhadapan dengan nya.


Sedangkan gadis itu terasa tak karuan sudah beberapa kali dibuat senam jantung seperti ini.


Setelah berhasil dipakaikan, tangannya beralih mengelus rambut Eisya dan tersenyum padanya.


" sudah dua puluh tahun kalung itu menganggur tidak menemukan pemiliknya dan sekarang kalung itu telah menemukan nya yaitu dirimu... jagalah kalung itu baik baik yaaa.. " terang Arzan.


" terimakasih... " ucap Eisya tersenyum.


" sama sama. " sahut Arzan.


" motif nya bagus sekali.. pasti sekarang sudah langka susah menemukan yang seperti kalung ini. " ujar Eisya dan Arzan mengangguk cepat.


" dan pasti nya kalung ini pertama kalinya yang akan om berikan pasti untuk yang namanya Nadia kan.. yang om bilang kalo aku reinkarnasi nya waktu kita ketemu saat itu. " ucap Eisya dan Arzan terkekeh pelan.


" hahah.. masih ingat juga kamu.. "

__ADS_1


" iya dong... "


" maaf ya aku bukan bermaksud-


" ssssstttt om gak usah ngomong begituan lagian aku paham kok.. setiap orang itu punya hak... cinta pertama om itu adalah mbak Nadia atau apalah itu panggilan nya dan pasti om susah buat move on... karena bagaimana pun juga Nadia itu adalah orang pertama kali yang membuat om jatuh hati.. dan aku adalah orang beruntung yang mirip mbak Nadia sehingga mendapatkan cinta dari om.. " jelas Eisya dan Arzan terkejut mendengar nya karena salah mengartikan.


" heh ssssttt kamu ngomong apa sih. " sahut Arzan sambil mencubit gemas pipi Gadis nya.


" au sakit om.. " ngeluh Eisya.


" makanya jangan ngomong gitu lagi.. aku suka kamu pertama kali emang itu sih hehee... tapi ada alasan lain yang lebih kuat yaitu sifat kamu yang baik hati dan tidak pernah dendam pada orang yang telah menjahatimu.. aku mengagumi kamu saat melihat sifat mu yang ceria dan menggemaskan itu.. pokoknya cinta deh.. hehehe.. " tutur Arzan dengan gaya menggemaskan yang padahal menggelikan.


" iya om.. terimakasih banyak telah mengeluarkan aku dari gelap nya kehidupan.. terimakasih.. "


" iya calon ku dan sebentar lagi tunggu saja ya kita akan menjadi pasangan yang sah. "


" terus dipanggil apa.. kalo mas gak cocok karena kedengeran gak sopan gitu. "


" eummm nanti aku cari deh panggilan yang pas. "


" ahahaha om ini ada ada aja pake dicari segala.. "


" ya harus dong kan ini spesial.. "


" eumm... serah deh hahah.. "


Biarkan saja mereka menghabiskan waktu disana karena kita akan beralih sebentar ditempat Haris Rifandri yang kelihatan serius berbicara dengan seseorang di sebuah cafe.


" bagaimana... " tanya Haris pada seorang wanita yang tidak muda lagi setelah menjelaskan maksudnya saat pembicaraan tadi.

__ADS_1


Wanita dengan riasan berlebihan itu tak langsung menjawab karena hal ini perlu ditimbang timbang juga.


" tapi saya sudah berjanji dan sudah dibayar mahal untuk itu.. " jawab wanita itu.


" hah.. jika kau pintar maka pasti kau bisa memutuskan sekarang.. coba pikirkan.. anda telah dibayar mahal untuk itu dan sekarang saya pun akan membayar mahal jika anda mau dan tentu itu tanpa sepengetahuan pria itu.. dia tidak akan tau kalau kita kerja sama dan anda bisa mendapatkan harta berkali kali lipat jika mau melakukan hal ini.. coba pikirkan nyonya Meri.. ini adalah kesempatan bagus.. anda bisa mengambil keuntungan dari kedua belah pihak tanpa sepengetahuan mereka.. ayolah jangan bodoh.. " jelas Haris mendesak agar dipercaya.


" bagaimana haa.. kenapa harus dipikirkan lagi sedangkan hal ini sangat menguntungkan bagi anda. " tagih Haris karena tak dapat respon apa apa dari Tante Meri.


" eeeee... tapi... "


Sett....


Haris mendorong sebuah amplop besar dan tebal dihadapan Tante Meri, tentu saja wanita itu tak bisa mempertahankan keimanannya kalo soal uang.


" milikmu.. dan ini baru sebagian.. kalo berhasil nanti akan ku berikan dua kali lipat dari ini... "


" bagaimana nyonya... " lanjut Haris.


Sejenak hening dan Haris sudah berbangga hati karena pasti tawarannya tak akan ditolak.


" tidak.."


" aa-apa.. apa tapi kenapa. " Haris terkejut dengan balasan Tante Meri barusan.


" saya sudah punya hotel dan milyaran uang yang diberikan oleh Tuan Arzan.. lalu apa kurangnya dengan harta sebanyak-banyaknya itu.. saya pikir tidak perlu menerima tawaran ini karena saya sudah puas dengan apa yang diberikan oleh Tuan Arzan. " pernyataan barusan dari Tante Meri membuat Haris terkejut geleng geleng kepala tak menyangka.


" saya rasa pertemuan ini sudah cukup sampai disini.. kalo begitu saya permisi dulu.. dan satu hal lagi tolong jangan hubungi saya lagi kalo untuk membicarakan hal ini, permisi... " Ucap Tante Meri sambil mengundur diri.


" ARRRGGGHHH..... SIALAN... bisa bisanya dia menolak.. tidak tidak boleh.. pokoknya rencana ku harus terjalankan bagaimana pun caranya... hah... kalo ibunya tidak mau bagaimana kalo aku mempengaruhi anaknya..... ah.. ahahaha.. benar juga.... ya benar akan ku coba dan aku harus berhasil membujuknya... aku harus mengajak nya bertemu.. tanpa sepengetahuan siapapun.. termasuk ibunya itu..." seringai Haris dan tanpa berlama lama lagi langsung bergegas menemui Erin yang mungkin sedang berada di kampus dijam segini.

__ADS_1


__ADS_2