
Singkat cerita saja bosan juga lama lama.
Hari yang ditunggu tunggu sekaligus mendebarkan bagi Yanza dan Anita telah tiba.
Pernikahan itu diadakan setelah satu minggu kemudian, dan terbukti tak ada satu persiapan pun yang tertinggal meski dalam waktu singkat.
Para tamu yang ada sangkut pautnya turut diundang begitu juga dengan kolega kolega Sang ayah Yanza dari negeri lain.
Pernikahan itu cukup meriah ditambah lagi orang tua Arzan yang ikut datang.
Arzan sendiri tak ketinggalan justru dia tamu undangan spesial bersama sang istri.
Pasangan itu mencari tempat duduk yang kosong dan sedari tadi Arzan tak bisa membuang pandangan nya saat menatap sang istri yang cantik sekali dengan dandanan ala kondangan seperti ini.
Nicki, Erin dan Tante Meri beserta keluarga Emma juga ikut hadir karena mendapat undangan begitu pun dengan Haris.
Mantannya diundang hanya semata mata karena Anita teringat pada salah satu anak yang ikut bersama mantan Suaminya dan dia tidak ingin dihari pernikahan nya ini salah satu anaknya itu tidak tau meskipun ia tidak sempat meminta restu padanya.
Haris duduk bersama putranya yaitu Angga dan sedari tadi ia melihat Erin namun membuang mukanya saat Erin balik menatapnya.
Beralih pada sang pengantin, kedua wajah itu sungguh terlihat sangat bahagia. Anita mengucapkan beribu syukur dihatinya karena dibalik penderitaan nya selama ini ada balasannya yang tidak main main dan semoga ini menjadi pernikahan terbaik dan terakhir nya.
Haris yang melihat wajah mantan istrinya dipelaminan seketika sempat terpesona namun ia tepis jauh jauh dan melirik anak sulung nya yang menatap sang ibu dengan tatapan kecewa.
" lihatlah ibumu... itulah yang dia inginkan setelah mengajukan cerai pada ayahmu. " hasut Haris sedangkan sang anak memilih diam tak tau harus merespon apa.
" kau tidak usah kecewa... kau akan hidup bahagia bersama papa... " lanjut Haris dan Angga masih mendiami nya bahkan menepis kasar air matanya yang hampir meluncur.
Sedangkan di tempat Arzan dan Eisya sedari tadi pasangan itu saling menggoda namun tak lagi setelah kedatangan Chika menghampiri nya.
" hayy.. bibi... om... " sapa anak perempuan kecil itu.
" eh hay Chika ayo sini gabung duduk. " Arzan mengambil alih gadis tersebut dan menduduki di pangkuannya.
" senang gak dapat ayah baru... " tanya Arzan.
" senang banget... apalagi ayah barunya baik sekali... " jawab gadis kecil itu gembira seakan telah melupakan sosok ayah kandungnya.
" nanti sering sering ya ngerjain ayah barunya... dan kalo minta sesuatu jangan nanggung nanggung... sekalian aja minta tokonya... oke.. "
__ADS_1
" maaas... ngajarin apa sih kamu.. " tegur Eisya dan Arzan cuma bisa ngenyir.
" jangan didengerin yaa.. Chika... justru Chika harus jadi anak baik oke... " lanjut Eisya mengalihkan pandangan pada gadis kecil itu.
Saat bertiga nya asyik bercengkrama, tiba tiba mereka dihampiri lagi oleh keluarga Emma.
" asyik sekali... yaa.. udah cocok tuh. " ucap Emma mendekat kesana sambil menggandeng Rafa.
" eh Tante Emma.. " Eisya berdiri dari duduk nya dan menyapa Emma dengan sopannya.
" Wiihhh... pak Wilson.. mari duduk.. " Ucap Arzan juga berdiri setelah menuruni Chika dari pangkuannya dengan lembut.
" haha... yaa.. dengan Pak Arzan ini kan.. makin tampan saja. " balas Wilson.
" hei.. kau sepertinya kau ini tidak besar besar yaa... masih ingat dengan kakak kan Rafa... hehe.. " ucap Arzan pada Rafa.
" hei Arzan jangan ajari anakku macam macam.. kakak apanya kamu ini... ingat sudah jadi om om.. " tegur Emma namun ia tidak marah dan semua pun tertawa.
Semuanya pun duduk dan Arzan kembali mendudukkan Chika di pangkuannya.
Oh ya sedari tadi ada Rayyan kakaknya Rafa cuman dia malas ngomong aja dan juga ikut duduk disana.
" tau sendiri kan.. dia ini gak banyak ngomong... sifat ayahnya nurun sekali padanya.. " jawab Emma.
" iya sih kalau sifatmu kan nurunnya ke Rafa makanya ni anak ngerocos mulu.. " goda Arzan dan Rafa menjulurkan lidah nya.
" heh Rafa gak boleh gitu.. " tegur Wilson.
" hei.... gimana... suka gak sama cewek imut ini.. heumm.. tandain cepat cepat entar diambil orang lho.. " Arzan terus saja menggoda Rafa hingga menjadikan Chika sebagai korbannya.
" mass.. masih anak anak lho mereka.. jangan ngajarin macam macam ah... " ucap Eisya.
" Si Arzan ini ya emang gak berubah.. " timpal Emma.
" oh ya adik manis ini siapa namanya.. " lanjut Emma bertanya pada Chika yang sedari tadi malu malu.
" Chika Tante... " lembut gadis kecil itu dengan suara pelan.
" ouuh.. namanya bagus sekali seperti orang nya.. " puji Emma dan Chika semakin malu malu menyembunyikan wajahnya didada Arzan.
__ADS_1
" gak usah malu malu itu calon mertua kamu... dan itu liat yang suka nangis itu nantinya jadi suamimu.. hehe.. " ucap Arzan membuat Emma dan Eisya melototinya kecuali Wilson yang tertawa.
" di maklumin aja ya Chika.. tapi mau kan sama anak om nanti.. " tambah Wilson.
" mass.. kamu juga ikut ikutan.. " Emma menggelengkan kepalanya melihat kelakuan para pria.
" ciee.. cieee... pipi Rafa memerah tandanya mau... cihuyyy... " goda Arzan.
" mamaaaaa.... " adu Rafa bahkan sebentar lagi anak itu pasti akan menangis.
" mas.. kamu... udah ih.. " tegur Eisya.
Rafa dan Chika itu seumuran mungkin cuma selisih beberapa bulan begitu pun Rayyan dengan Angga yang juga Seumuran bahkan mereka satu sekolah dan sudah saling kenal hanya saja saat ini keduanya tidak tau keberadaan masing masing.
Singkat cerita setelah acara makan makan usai kini memasuki acara berfoto bersama.
Semua ikut hadir berfoto dengan pengantin secara bergiliran.
Pak Danuarta berdiri disamping Yanza dan Tante Angelina berdiri dekat menantunya lalu semua memandang kearah kamera dan cekrek.
Semua terlihat bahagia namun tidak dengan hati seorang anak yang menatapnya penuh kebencian.
Sekarang acara salam salaman, semua berdiri teratur untuk menyalami pengantin.
Giliran Arzan dan Eisya mereka mengucapkan kata selamat yang amat banyak tak tinggal dengan Arzan yang mengode Yanza hingga Yanza menggeplaknya.
Hingga giliran Haris dan Angga tiba wajah Anita nampak berubah terutama saat melihat wajah anak sulung nya yang tidak berekspresi apa pun.
" selamat ya maa.. semoga mama bahagia.. terimakasih telah membuatku kehilangan peran seorang ibu.. " setelah mengatakan itu Angga langsung berlari pergi keluar.
Ingin berteriak dan mengejar sang anak namun diurungkan karena ini masih acara dan ia harus profesional. Yanza yang berada disamping nya hendak bertanya namun Anita mencoba menutupi dan menganggukkan kepalanya tanda baik baik saja.
Haris yang berada dibelakang Angga tadi tersenyum dalam hati melihat hal itu.
" aku juga mengucapkan selamat... tenang saja.. soal Angga itu sudah menjadi hak ku sepenuhnya.. kau urus saja Chika dan bayimu... itu.. dan anakmu darinya yang akan segera menyusul.. " Haris tersenyum remeh dan langsung meninggal kan mereka.
Ingin sekali Yanza menonjok wajah Haris namun diurungkan karena jika melakukan itu sama saja ia akan merusak acaranya sendiri.
Dan acara itu pun berlangsung sampai semuanya mendapat giliran untuk mengucapkan selamat.
__ADS_1