Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 66


__ADS_3

Sudah pergantian hari dari hari yang ke sebelumnya. Dan seperti janji sang suami untuk menunjukkan rumah baru yang akan ditempati pengantin itu, kini mereka telah menuju kesana.


Setelah sarapan, Arzan tidak langsung kekantor dan mengajak sang istri untuk pindahan. Kenapa terburu buru sekali.. lalu kenapa juga harus ditunda tunda.


Soal barang tidak perlu dikhawatirkan lagi karena rumah itu dibeli beserta isinya.


Arzan dan Eisya hanya pergi berdua dulu lalu Sang mertua Eisya akan menyusul setelah mereka dikarenakan Pak Rahendra yang harus ke kantor dan Nyonya pasti menunggu suami untuk datang bersama.


Usai menempuh perjalanan yang lumayan memakan waktu, akhirnya sampai juga mereka ditempat yang dituju.


Arzan turun lebih dulu lalu berjalan untuk membukakan pintu mobil untuk sang istri yang padahal nya Eisya bisa sendiri.


" ayo.. " ajak Arzan memberikan tangannya untuk digandeng.


Eisya tersenyum dan meraih tangan itu lalu mereka pun berjalan beriringan.


Pertama kali melihat rumah yang berdiri Kokoh didepannya adalah rasa takjub akan keindahan rumah tersebut. Tidak terlalu besar namun mewah dan bertingkat ditambah lagi corak rumahnya yang tak berlebihan, Pertama kali melihat nya Eisya langsung jatuh hati.


" bagaimana menurutmu sayang.. " tanya Arzan yang sedari tadi menyimak wajah kekaguman istrinya.


" suka banget... aku suka... rumah nya bagus sekali... terimakasih sayang... " Eisya menyandarkan kepalanya didada sang suami.


Arzan tersenyum dan mengelus pucuk kepala istrinya.


" ini pilihan nya papi... baguskan... "


" sangat bagus... papa mertua memang sangat pintar kalo soal memilih.. " jawab Eisya.


" sama seperti aku.. yang sangat pintar soal memilih apalagi memilih istri yang sempurna seperti kamu... " tambah Arzan memuji sang istri membuat gadis itu tersipu.


" sudah ah... ayo kita lihat kedalam.. " Eisya mencoba mengalihkan topik pembicaraan.


Mereka berdua lalu melangkahkan kaki memasuki kedalam rumah tersebut.


Rumah itu terlihat sepi karena memang belum ada pembantu dan penjaga yang disiapkan.


Sama seperti terlihat dari luar begitu juga bagian dalam yang terlihat lebih indah lagi ditambah perabotan unik dan pajangan lukisan besar yang menarik.


Setelah puas mengelilingi ruang tamu dan dapur, kini mereka menuju kekamar milik mereka yang berada di lantai satu.


Kamar yang begitu luas walau tak seluas kamar miliknya dirumah mertua, tapi cukup untuk barang barang yang diperlukan seperti kasur king size dan lemari besar ditambah lagi meja rias juga meja kerja untuk Arzan walau dirumah ini sudah tersedia ruang kerja yang terpisah dari kamar, dan letaknya juga dilantai satu.

__ADS_1


" kamarnya bagus banget... " gumam Eisya lagi lagi takjub.


" iya kan... yang penting nyaman untuk kita berdua... " balas Arzan.


Rumah ini terdapat lima kamar, tiga kamar dilantai bawah dan dua lagi dilantai atas. Ruang tamu dan ruang keluarga berbeda ditambah ruang dapur untuk menyiapkan makanan untuk keluarga tercinta.


Tak lupa ruang kerja milik Arzan dan satu lagi ruang kosong yang disediakan untuk anaknya kelak yang entah apa yang mau dijadikan diruang itu.


Kolam renang!!! tentu ada dan berada dibelakang bersebelahan dengan taman belakang.


Bukan sombong tapi sebenarnya Arzan mampu membeli rumah yang lebih besar dari ini namun berhubung dia mager untuk berjalan lebih lama didalam rumah atau sekedar menuju dapur, jadilah ia mengangguk ketika ditanya tentang rumah ini oleh ayahnya.


" upss... ya ampuuunn... " Arzan menupuk jidatnya. Ngomong ngomong sekarang mereka sudah berada diruang tamu dan tengah bersantai disana.


" ada apa... " tanya Eisya.


" aku hampir lupa... " jawab Arzan.


" lupa apa mas.. " tanya Eisya lagi.


" eumm... sini aku bisikin.. " Arzan membisikkan sesuatu ke telinga istrinya.


" benarkah... " setelah selesai mendengar bisikan sang suami ia jadi kaget sendiri.


" kalau begitu cepat lah.. semoga lancar. " Eisya memberikan harapan yang terbaik.


" ya semoga saja tapi sekarang kami harus menjemput orang tuanya dulu dibandara lalu langsung kerumah wanitanya. " jelas Arzan.


" apa orang tua om Yanza sudah berangkat untuk pulang kesini.. " tanya Eisya.


" semalam Yanza mengabariku katanya sudah... " jawab Arzan.


" euumm.. kalau begitu.. pergilah Om Yanza pasti sudah menunggu.. " ucap Eisya.


" benarkah.. lalu kamu bagaimana.. atau aku akan mengantarmu dulu kerumah mama ya..... "


Eisya menggeleng ribut tak setuju atas usul suaminya.


" mas gimana sih katanya kita udah punya rumah sendiri.. masa belum apa apa udah kembali.. " tolak Eisya.


" iya.. tapikan nanti kamu jadi sendirian disini.. kan belum ada pembantu sayang.. kalo terjadi apa apa sama kamu gimana... "

__ADS_1


" sssttt.. gak usah mikir yang aneh aneh... aku bisa jaga diri kok.. udah sana kasian om Yanza pasti udah nungguin daritadi. " balas Eisya.


" tapi aku gak tenang ninggalin kamu sendirian.. " Arzan msih keras kepala.


" iihhh besok besok kamu kan juga harus kekantor dan ninggalin aku.. "


" tap-


" ssssttt sana sana.. ohya pulang nanti sekalian belanja bulanan ya mas, mulai sekarang kita harus mandiri.. "


" heummm.. janji ya kamu jangan kemana mana.. tunggu aku pulang.. kalau ada apa apa langsung telpon aku... kunci pintunya jangan dibuka kalo gak ada perlu atau gak usah peduliin yang ketok pintu kecuali aku. " jelas Arzan.


" ihhh bawel.. iya sayang... terus kalo ada pengemis aku biarin gitu..??. " Tanya Eisya sekedar mengetes suaminya.


" jangan dibuka... bilang aja sama pengemis nya kalo nanti suamiku pulang akan dikasih..... hehe becanda sayang. " Eisya hampir melotot kalau saja Arzan tidak melanjutkan kalimat nya.


" udah sana ihh... "


" mana bisa aku pergi... " bantah Arzan.


" maksudnya... " bingung Eisya.


" sebelum... sebelum dapat ciuman dari kamu... heheh... " nyegir Arzan.


" ahhh dasarrr... " Eisya tersenyum malu.


" ayy-


Cupp....


Arzan tak mampu melanjutkan kalimat nya sebab Eisya lebih dulu mengecup bibirnya.


Pria itu nampak menikmati ciuman sayang dari sang istri dan membalas nya berupa ciuman yang sama juga.


Sedikit lama memuaskan hasrat, mereka pun melepaskan nya karena mengingat Arzan harus pergi.


" nanti malam... ya... lanjut lagi... tapi lebih dari ini... hehe... " bisik Arzan pada Eisya dan mendapat tepukan sayang dari sang istri.


" sudah ah sana... jangan lupa titipan ku.. bahan bahan masak ya.. " peringat Eisya takut takut suaminya lupa.


" iya sayang... aku pergi ya dadah... ingat pesan ku.. jangan buka pintu kalo gak ada perlu.. " Arzan melambaikan tangannya dan setelah itu benar benar hilang dari pandangan.

__ADS_1


" hahh... bahagianya... terimakasih ya Tuhan.. terimakasih atas kebahagiaan yang telah kau berikan.. sekarang aku sangat bahagia... ampuni aku yang pernah merasa bahwa engkau tidak adil tanpa mengetahui rencana yang telah engkau siapkan untuk ku... semoga kebahagiaan ini terus berlanjut dan pernikahan kami akan bertahan lama... juga... kabulkanlah satu lagi doaku... yaitu... berikanlah kami keturunan.. Amiinn...amin ya rabbal alaminn....." gumam Eisya sekaligus berdoa.


__ADS_2