
Dua om serta seorang bocah kini tengah menikmati masing masing es krim mereka ditaman. Seperti janji tadi mereka menemani si bocah ini setelah berpamitan pada orang rumah.
" eh Zan, orang orang disini kelihatan berpasangan ada yang suami istri, anak muda berpacaran, lah kita kayak dikiranya suami suami bawa bocah lagi. " oceh Yanza bisa dibilang tidak jelas.
" maksud lo orang pikir kita pelangi gitu. " sahut Arzan merasa jengkel.
" hehehe.... "
" otak lo aja yang bloon hah... lagian gue mendingan ama kambing daripada sesama jenis kayak elo. "
" ya gue juga masih normal ya lagian ya dosa begituan, LGBT namanya... " ucap Yanza.
" itu tau... " jawab Arzan sembari menyeruput es krim nya.
" elpiji itu apa om... " tanya Rafa bingung mendengar mereka dari tadi.
" bauahahaha.... L-G-B-T... bodoh.. " tawa Arzan.
" ah itu maksud nya... emang itu apa om. " Tanya bocah itu lagi.
" itu lho batang sama batang-...
" heh... haaiissssttttt...Arzan sembarangan lo, lo kira yang nanya seumuran lo apa, bisa tercemar otak si bocah tau.. " frustasi Yanza heran sama Arzan lemes banget mulutnya.
" itu kan juga sebuah pengetahuan.. " bela Arzan.
" pengetahuan yang gak usah dikasih tau sebelum waktunya... " balas Yanza.
" ayo om kasih tau aku penasaran nanti kalo aku mati penasaran gimana.. " pinta si bocah yang mulutnya sudah dipenuhi lelehan es krim.
" heh.. gak usah kepo... " ucap Yanza.
" tapi.......... "
" mau es krim lagi gak... " tawar Yanza agar bocah itu melupakan rasa penasaran nya.
" maauuu ayo om beli lagi... " pinta Rafa.
" lets go... " sahut Yanza dan Arzan memilih nungguin disini.
Singkat cerita keesokan harinya.
Hari ini kegiatan dimulai seperti biasa karena libur telah berakhir.
__ADS_1
Setelah menuntaskan kegiatan setiap pagi dirumah yaitu sarapan, Tuan serta Anak tunggal nya kini telah berada di perusahaan.
" Arzan kamu itu kek benalu aja deh, ngikut kekantor tapi sampe sini santai santai aja kamu... " ucap Tuan Rahendra sebel liatin anaknya berada di ruangannya rebahan mulu sambil main HP.
" ck... pi... selama masih ada papi... ya mendingan papi aja yang ngurusin semuanya... "
" oh berarti papi harus meninggoy dulu baru kamu turun tangan gitu... "
" ck... bukan pi.. tapi gimana ya ngomongnya... haduh... "
" harusnya kamu itu mulai dari sekarang, gimana ceritanya mau jadi ceo keren kalo kerjanya males malesan gini... "
" haduhhh pipi... yaudah sekarang ajarin aku.. gimana... " menyerah juga akhirnya Arzan bangkit lalu duduk dihadapan meja ayahnya.
Mulailah Tuan memberikan pengarahan pada putranya mengajarinya dengan serius dan Arzan memang mendengar nya dengan baik karena takut soalnya papi ngajarinnya sambil megang rol panjang.
" mengerti..... " tanya Tuan setelah menjelaskan semuanya tadi.
" asiaaappp. " jawab Arzan mantap walau masih ragu.
tok tok tok....
suara pintu ruangan itu diketuk dari luar dan Tuan langsung menyuruhnya masuk.
" tuan itu... ada klien yang mau bertemu. " jawab sekretaris itu yang berjenis kelamin perempuan.
" oke saya akan kesana. " jawab Tuan.
" tapi tuan klien nya bukan mau ketemu sama tuan tapi sama anak tuan.. " jelas sekretaris itu.
" waaauuu oke saya akan kesana... pi... gak usah khawatir biar Arzan yang turun tangan... oke.. " ucap Arzan lalu berjalan ala ala bos besar menuju keluar.
" kalau begitu saya permisi Tuan. " ucap sekretaris itu lalu pergi dari sana.
" hmm... " singkat Tuan lalu beliau melanjutkan pekerjaannya.
Ditempatnya Eisya dikampus nya, kini ia sedang berada dikantin bersama nicki karena saat ini sedang jam makan siang.
" cieee.. gimana hubungan lo sama om itu. " tanya Nicki sambil menyeruput sotonya.
" hah... om yang mana... " tanya Eisya malu malu karena dalam pikiran nya hanya mengingat Arzan jika ditanyai tentang om om.
" haaallllaahh.... om yang mana lagi coba yang pernah jemput lo kesini yang bikin semua anak kampus iri sama lo.. " jelas Nicki sambil menyenggol lengan Eisya.
__ADS_1
" aaahhh... ituuuu.... " Eisya memalingkan wajahnya berlawanan arah dari Nicki lalu tersenyum gemes.
" cieee... cieee... langgeng terus yeee.. " goda Nicki.
" apaan sih orang gak ada apa apa juga.. " elak Eisya.
" gak ada apa-apa di mulut tapi kalau dihati lain ceritanya... "
" ihhh Nicki... diem deh... "
" tapi sya kalau menurut gue.. om itu baik deh walau nyebelin tapi seru orangnya dan lo pasti dijamin bahagia karena kelihatan nya om itu tulus banget deh sama lo.. " jelas Nicki menurut perasaannya.
" tulus gimana ceritanya mungkin selama ini beliau cuma kasian sama gue masa om keren kayak dia bisa suka sama gadis cupu kayak gue.. lagian selisih umur kita tu jauh banget deh... " jelas Eisya.
" aduh sya.. pikiran lo kuno banget sih.. fiks menurut penglihatan gue kalian itu bakal berjodoh... "
" idih punya indera keberapa lo bisa ngeliat masa depan gue... "
" gue gak punya indera istimewa tapi yang jelas gue itu terlalu peka.. "
" terus kenapa pacar pacar lo pada mutusin lo dengan alasan lo itu orangnya kurang peka. "
" bukan gue yang gak peka sya tapi mereka kemauannya yang diluar batas lagian bukan perasaan cewe juga yang mau dimengerti, cowo juga pengen dong dingertiin dan cewe juga kudu peka tau.. saling mengerti dan saling peka itu dibutuhkan.. " jelas Nicki bisa bijak karena menurut pengalaman.
" ututututuuu... yang sabar yaa.. "
" eh tapi mengerti sama peka apa beda nya. " lanjut Eisya bertanya.
" beda beda tipis lah kalau ditelaah lagi pasti ada bedanya... "
" kamu harus mengerti jikalau dia kurang peka gitukan maksudnya..... eummm tapi peka itu kan sinonim dari kata mengerti... kamu kurang peka atau bisa juga diucapkan seperti kamu kurang mengerrrrr.... eh tapi beda ya tapi kayak ada sama AARRRGGG.... kok jadi susah gini sih pusing aku mikirnya... eeuuhh... "
" lagian siapa yang nyuruh mikir.. "
" hehehe.... " nyengir Eisya.
" yaudah habisin tu sotonya bentar lagi jam makan siangnya habis... " ucap Nicki diangguki Eisya.
" eh gue lagi bahagia lho dirumah soalnya om gue udah pulang... " beritahu Eisya.
" seriuss wihhh gue ikut senang ya.. "
" thanks.. "
__ADS_1
Mereka pun saling tersenyum dan menghabiskan makanannya masing masing sebelum jam makan siang berakhir.