Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 34


__ADS_3

Tiga hari telah gadis itu habiskan dirumah asing ini dan sekarang ia sedang menemani anak kedua Haris menggambar diruang tamu.


anak perempuannya Haris telah akrab dengan Eisya karena gadis kecil itu sendiri yang mulanya mendekati Eisya.


" bagus gak kakak gambar aku.. " tanya gadis kecil imut sambil menunjukkan hasil gambarnya.


Eisya memerhatikan nya dan tersenyum mengangguk membuat Chika merasa bahagia karena usahanya dipuji.


" itu pasti gambaran keluarga nya chika ya. " tanya Eisya melihat gambar dengan bentuk manusia dengan jumlah yang sama seperti keluarga gadis kecil itu.


" iya kak... ini gambaran keluarga ku yang akan selalu hidup bahagia... aku sayang mereka semua... dan aku yakin Tuhan akan menjaga kerukunan keluarga kami. " jelas Chika.


" chika bahagia sekali punya ayah yang sayang sama aku dan punya ibu yang sangat baik juga seorang abang yang selalu manjain aku... dan sebentar lagi aku bakal punya dede bayi dan hidup kami pasti akan semakin bahagia... " lanjut Chika tentu saja membuat hati Eisya tersentuh dan semakin merasa bersalah dengan perannya disini yang akan menghancurkan keluarga mereka.


" iya sayang... kakak do'ain keluarga chika bahagia selalu... " ucap Eisya sambil mengelus rambut pendek Chika.


" aku sebenarnya sangat tidak ingin dapat peran seperti ini tapi apalah dayaku yang tak bisa apa apa... semoga saja keluarga anak kecil ini seperti yang didoakan olehnya. " batin Eisya.


Jam 02.56


Haris telah kembali ke rumah langsung saja ia merebahkan dirinya disofa.


Eisya yang baru saja selesai menidurkan Chika ia tak sengaja bertemu tatap dengan Haris saat keluar dari kamar Chika.


Haris tersenyum mendapati gadis pujaannya ia lalu mengode dengan tangannya mengajak Eisya supaya mendekat padanya.


Ingin membantah tak berani jadilah dengan terpaksa Eisya mendekat kesana.


Haris menepuk nepuk tempat duduk di samping nya agar Eisya duduk disana.


Gadis itu menurut dan mendudukkan dirinya namun sedikit berjauhan dari pria itu.


" kau tidak mengerti ya... hmm.. tidakkah kau lihat aku pulang dalam keadaan kelelahan.. kenapa diam saja.. tolong lepaskan jas yang masih menempel di badanku ini.. hitung hitung sedikit belajar sebelum kita benar benar sah..... " setelah mengatakan itu Haris tersenyum mengedipkan sebelah matanya.


" ayo lakukan... " ulang Haris melihat Eisya yang tidak ada pergerakan.

__ADS_1


Dengan perasaan terpaksa Eisya membuka jas kerjanya Haris ia melakukannya dengan rasa takut dan pelan.


setelah satu pekerjaan satu itu selesai, Haris mengode dengan matanya menyuruh Eisya membuka kemejanya yang menjadi baju terakhir yang menempel di badannya.


Eisya meneguk ludah kasar lalu tangannya kini meraih kancing baju paling atas pelan pelan memisahkannya.


Kancing kedua dan ketiga telah dilepaskan memperlihatkan dada bidang milik Haris, walau begitu sempurna Eisya sama sekali tak tergoda karena sudah ada yang duluan menggoda dirinya sebelum ini.


" ekhemm.. " gerhem seseorang seketika membuat kedua insan itu terkejut terlebih lagi Eisya yang sudah menjauh dari Haris.


Ketakutan gadis itu bertambah ketika menyadari siapa yang memergoki mereka mendadak dirinya pucat pasi sedangkan Haris merasa kesal karena rencana nya telah digagalkan.


" lebih baik kamu siapkan yang di dapur saja yaa... yang ini biar jadi urusan saya.. " ucap Anita dan langsung saja Eisya mengangguk dan pergi sana.


Satu sisi ia bersyukur dengan kedatangan istri Haris karena dirinya bisa bebas dari nafsu Haris untuk sementara namun disisi lain ia takut jika Anita menjadi benci padanya.


Anita mendudukkan dirinya di tempat yang awalnya diduduki Eisya dan mengambil alih pekerjaan yang dikerjakan gadis itu barusan.


Tetapi baru beberapa centi lagi tangannya menyentuh Haris langsung saja tangannya ditepis dan Haris beranjak darisana meninggalkan Anita sendirian.


Dirinya lalu melangkah ke dapur dan disana ia menemui Eisya.


Melihat kedatangan Anita Eisya jadi semakin degdekan ketika wanita itu mendekati dirinya.


Eisya pikir ia akan dapat amukan dari Anita namun pikirannya itu salah besar saat Anita menyunggingkan senyum padanya.


" saya tau itu bukan kemauan kamu... saya minta maaf ya atas kelakuan suami saya.. disini kamu memang harus menjaga diri dengan baik... dan kalau kamu terdesak jangan takut laporkan pada saya... saya akan langsung menolong kamu.. " ucap Anita bermurah hati.


Sungguh Eisya tak tahan ia langsung memeluk Anita namun dengan hati hati mengingat wanita ini sedang hamil tua.


" hiks... terimakasih buk.. ibuk memang orang yang sangat baik.. terimakasih... hiks... hiks...... " tangis Eisya dipelukan Anita.


Anita mengelus bahu Eisya dengan pelan dan memberikan kata kata semangat untuknya.


" jangan menyimpan masalah sendiri... cerita sama saya... saya siap mendengarkan nya. " ucap Anita.

__ADS_1


" sekali lagi terimakasih buk... " sahut Eisya.


" sama sama... " balas Anita.


Beralih ditempat nya Arzan.


Kini ia telah bersiap ingin menuntaskan perjanjiannya dengan Nicki kemarin, namun belum sempurna keluar dari rumah langkah nya dicegat sang ayah membuatnya berhenti sejenak.


" mau kemana.. " tanya Tuan Rahendra basa basi.


" kepo amat sih, mau keluar bentar. " jawab Arzan memang begitu orangnya tidak usah diragukan lagi.


" wah pas banget... tunggu disini.. " kata Tuan lalu dirinya berlari kecil menuju ke kamarnya.


" apa lagi sih pi.. " keluh Arzan.


Beberapa detik menunggu Tuan Rahendra menghampiri Arzan kembali sambil membawa sebuah map berisi surat surat penting tentang perusahaan sebut saja berkas.


" ini tolong kamu kerumahnya Haris dan berikan berkas ini padanya.. " ucap Tuan Rahendra lalu menyodorkan berkas di tangannya.


Arzan menerimanya dengan wajah memelas karena sejujurnya berat hati sebab ia punya tujuan sendiri untuk saat ini.


" gak bisa besok apa pi.. kenapa-


" bacot.. cuma pergi kerumahnya doang apa susahnya sih.. " potong Tuan Rahendra.


" masalahnya piiiii... saat ini Arzan mau pergi ke suatu tempat yang penting banget gak bisa ditunda udah janjian soalnya.. " protes Arzan.


" mau jadi anak durhaka kamu.. udah sana gak usah banyak alasan.. toh nanti kamu kan juga punya kesempatan untuk pergi. " sahut Tuan Rahendra membuat Arzan terpaksa harus menuruti.


Sebelum pergi Arzan sempat mengetik pesan diponsel nya untuk seseorang setelah itu barulah ia melangkahkan kakinya keluar.


Di sebarang sana seseorang malah menggerutu setelah mendapat pesan menyebalkan dari seseorang, padahal dirinya sudah siap siaga kenapa harus dibatalkan kalau begini percuma saja membuat perjanjian matang matang.


Alasan Arzan membatalkan rencana ini karena waktu yang mepet tidak memungkinkan dirinya pergi setelah kerumah Haris yang lumayan memakan waktu jadilah ia menunda kepergian nya untuk mencari tau keberadaan Eisya.

__ADS_1


Tapi besok ia berjanji akan menuntaskan hal itu tidak akan menundanya lagi walau apapun rintangan nya.


__ADS_2