
Sekolah Menengah Atas dengan kata lain SMA.
Sekolah itu terlihat ramai diluar disebabkan sudah jam pulang. Tak sedikit pulang dengan bis dan masing-masing ada yang membawa kendaraan sendiri.
Banyak juga yang menunggu jemputan bahkan hanya pulang dengan berjalan kaki.
Angga dan Rayyan berjalan ke parkiran untuk mengambil motornya masing masing.
" oke sampai besook.. " ucap Rayyan sambil memakai helm nya.
" ohya jangan lupa langsung pulang kerumah mama kamu, entar dikirain aku gak bilangin ke kamu.. " lanjutnya.
Sebenarnya untuk saat ini dirinya malas untuk bertemu siapapun dan ia hanya mengiyakan ucapan Rayyan tanpa berniat memenuhinya.
" iya iyaaa.. " sahut Angga menaiki motornya.
" duluan yaaa... " ucap Rayyan sambil melajukan motornya.
Sepeninggallan Rayyan, Angga kembali merasa murung dan menghela nafas panjang sebelum menyalakan motor lalu pergi.
Sesampai di gerbang, seseorang dengan tiba tiba menghalangi jalannya. Hampir saja orang itu tertabrak kalau Angga tidak cepat mengerem.
Ckiiiitttt.....!!
Angga menghentikan motornya dan hendak memarahi orang itu namun tidak jadi setelah melihat siapa dia.
" mama... " lirih Angga.
Ya wanita itu memilih menunggu Angga disekolahnya untuk meyakinkan bahwa kondisi anaknya itu baik baik saja.
" sayang.. " Anita berjalan kesamping Angga dan memeluknya.
" mama kangen kenapa udah jarang kerumah hmm.. " tanya Anita sembari melepaskan pelukan singkat itu.
" engga kok maa, disekolah lagi banyak kerjaan.. " ucap Angga tidak sepenuhnya berbohong.
" yaudah sekarang kamu pulang kerumah mama yaa, telpon papa mu dulu minta izin ke dia biar nanti papa mu gak nyariin.. " kata Anita langsung digeleng oleh anaknya.
" gak usah ma lagian dia lagi sibuk dengan urusan nya sendiri.. " datar Angga jelas terbaca oleh Anita kalau anaknya ini sedang ada masalah dengan ayahnya mungkin.
Anita penasaran namun tak ingin memperpanjang disini.
" eumm.. iya deh.. " Anita mengangguk pelan.
" mama pergi dengan apa kesini.. " tanya Angga.
" taksi tadi.. " jawab Anita.
" yaudah sekarang mama naik ke motorku biar aku boncengin.. " tawar Angga.
__ADS_1
" emang bisaaa... " Anita nampak ragu.
" jangan meragukan kemampuan putramu.. aku ini sudah dewasa maa.. " ucap Angga penuh keyakinan.
" hmm iya deh tapi awas jangan ngebut. " balas Anita lalu menaiki motor anaknya walaupun sempat kesusahan.
" udah siap.. " tanya Angga.
" oke.. " jawab Anita setelah menyamankan posisi duduknya.
" oke kita jalan, asal mama tau mama adalah orang pertama yang aku boncengin.. " seru Angga dibalik helm nya.
" berarti mama beruntung dong.. " sambung Anita.
" yaaa begitu lahhh.. " balas Angga.
" hahah bisa aja kamu.. " final Anita.
Motor itupun melaju menyusuri jalanan kota disiang hari ditengah panas seperti ini.
Anita menyuruh Angga untuk mampir sebentar di restoran, dan kini mereka tengah berada disana.
Wanita itu sengaja mengajak anaknya kesini agar bisa mengobrol bebas berdua saja sekalian menanyakan masalah apa yang menimpa anaknya itu.
" ada apa ma kok kita gak langsung pulang. " tanya Angga setelah menduduki tempatnya.
" mama pengen ngobrol berdua aja sama kamu disini.. " jawab Anita sembari menyamankan posisi duduknya.
" ada pembantu, lagian mama udah bilang tadi kalau bakal pulang terlambat. " jawab Anita.
" terus papa Yanza.. "
" papa mu belum pulang.. sayang.. " jawab Anita ketiga kali sambil mengusak surai lembut sang anak.
" pesan dulu ya.. " ucap Anita lalu memanggil pelayan.
Sembari menunggu makanan tiba, inilah kesempatan Anita untuk bertanya pada Angga.
Wanita itu pun mulai pembicaraan dan membuang rasa gugupnya.
" cerita sayang... " pinta Anita tiba tiba membuat Angga bingung karena belum bisa menangkap maksud ibunya.
" maksudnya... " Angga merasa bingung.
" apa masalah mu, mama tau kau sedang menyembunyikan sesuatu kan..? sayang aku adalah ibumu.. jangan sembunyikan apa pun.. cerita kan mama akan mendengar kan mu nak.. buatlah mama berarti dalam hidupmu...... " tutur Anita senantiasa melembutkan hati Angga seketika.
Angga menghela nafas berat dan menundukkan kepalanya membiarkan tetesan airmatanya berjatuhan saat mengingat kembali apa yang dilakukan sang ayah.
Melihat itu Anita menepuk nepuk pelan bahu anaknya mencoba menyemangati putranya.
__ADS_1
" baiklah mama tidak akan memaksa jika kau belum kuasa untuk mengatakan nya.. " lembut Anita.
" hiks.. Papa... Aku melihat papa dimalam itu sedang bersama wanita lain.. hiks.. " kata Angga tak sepenuhnya membuat Anita terkejut karena ia tau watak mantan suaminya itu namun ia penasaran siapa wanita itu.
Selama ini mantan suaminya hanya terobsesi pada satu wanita dan wanita itu adalah Eisya, namun tak mungkin kan jika Eisya adalah wanita yang dikatakan Angga barusan.
Langsung saja Anita memeluk putranya untuk memberikan ketenangan.
" kurang ajar kau Haris, awas saja setelah ini aku akan merebut putra ku kembali.. " batin Anita.
" aku tidak tau sudah berapa lama papa menjalin hubungan dengan wanita itu sampai papa punya anak.. " jelas Angga dan kali ini berhasil membuat Anita terkejut.
" punya anak..?? " tanya Anita syok.
" wanita itu sedang mengandung anaknya. " lirih Angga.
DEG.....!!!
Siapa wanita itu, Anita cukup emosi dan penasaran sekarang namun ia pendam tak mau ia luapkan dihadapan anaknya.
" tenang sayang... aku akan bicara dengan papa mu dan kalau perlu tinggal saja selamanya bersama mama.. " jelas Anita namun membuat Angga melepaskan pelukannya.
" kenapa sayang.. " tanya Anita melihat perubahan Angga.
" maaf ma aku permisi aku pulang dulu. " kata Angga sambil bangkit berdiri.
" tapi kenapa, makanan kita belum sampai tunggu sebentar lagi nak, kamu kan sudah janji setelah ini main kerumah mama.. " ucap Anita ikut berdiri.
" lain kali saja ma sekarang aku mau pulang.. maaf ma.. " Setelah mengatakan itu Angga langsung pergi mengabaikan ibunya yang terus memanggil namanya.
" permisi ini makanan nya.. " ucap seorang pelayan sambil membawakan makanan dan meletakkan diatas meja.
Anita memijit pangkal hidung nya rasanya selera makanan nya telah hilang bersamaan dengan kepergian anaknya.
" maaf mbak.. bisa tolong dibungkus nanti akan saya bayar lebih.. " ucap Anita diangguki pelayan tersebut.
Singkat nya, Angga telah sampai dirumahnya kini. Melupakan sang ibu yang ditinggalkan begitu saja direstoran.
Entahlah dirinya tiba tiba badmood saat ibunya mengatakan salah satu kalimat yang membuatnya tidak bisa memilih.
Mobil sang ayah belum terparkir diteras menandakan bahwa pria itu belum pulang dari kantor.
Baguslah setidaknya ia bisa menghindari ayahnya lagi walau nantinya sang ayah terus membujuknya agar mau bicara.
Remaja itu masuk kedalam setelah memarkirkan motornya tak lupa menuju dapur untuk mengambil makanan karena ia tak mau turun lagi nanti.
Beruntung ada pembantu jadi dirinya tak harus menunggu ayahnya pulang untuk mendapatkan makanan.
Sebenarnya ia tak tega terus mendiami ayahnya namun apalah daya setia mengingat kejadian itu dirinya kembali kecewa.
__ADS_1
Huh...!! biarlah waktu yang menentukan sampai kapan Angga akan terus menahan sikap dinginnya itu.