Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 50


__ADS_3

Malam yang ditunggu tunggu Erin pun tiba.


Setelah meminta izin tadi pada sang ibu walau sempat terkejut dan terlibat beberapa pertanyaan akhirnya mendapat izin tanpa dicurigai.


Dikamarnya Eisya ia telah bersiap siap dengan hati riang karena akan pergi bersama sepupunya itu.


Saat asyik bergaya di depan cermin tiba tiba dering telpon mengagetkan dirinya, langsung saja ia angkat karena suara ringtone yang sedikit mengganggu apalagi yang menelpon sang pujaan hati.


" halooo... lagi apa ni calon ku... " Suara orang diseberang sana terlebih dahulu.


" lagi siap siap.. " jawab Eisya dengan semangat.


" siap siap kemana.. "


"... eummm... ada deh.. hehe.. "


" hmm... jadi curiga.. lagi mau ngapain sih kamu.. ayank.. hehe.. "


" coba tebak lagi apa... "


" gak perlu ditebak sih kan kamu pasti nya lagi ngebayangin kalo kita nikah nanti.. iya kan... hahaha. jangan bohong.. haha.. "


" iiihhh.. salah.. bukan itu.. "


" lhoh kok bisa bisanya aku salah.. yaudah nyerah deh, kamu lagi apa emang nya.. "


" akuuuu.... lagi siap siap mau jalan sama Eriiinnnn... " kata gadis itu dengan semangat.


" apa apa... gak salah denger aku.. "


" engga kok... ini beneran serius aku mau jalan sama dia... dia sendiri yang ngajak. "


" kok bisa gimana ceritanya.. "


" itu lhooo... sebenarnya tadi pagi kita udah baikan... dia sendiri yang minta maaf ke aku lhooo... dan malam ini ngajak aku makan di restaurant.. "


" yakin kamu... maksud ku yakin langsung percaya.. kan takutnya... "


" ihhh... gak boleh gituu.. aku yakin kok kalo Erin udah berubah.. "


" tapi.... "


" sssttt... udah dulu ya om.. aku mau jalan Erin udah nunggu tu.. bye bye om.... "


" eh tunggu kamu ke restauran mana.. "


" restaurant dijalan mawar... udah ya om.. dadaa... aku tutup telpon nya.. "


Ttuuuttttt......... tttuuuttttt.....!!!!!!


Setelah menutup telpon gadis itu keluar dari kamar tak lupa memasukkan handphone nya ke dalam tas.


Sedangkan orang di sebrang sana tidak bisa langsung percaya begitu saja dan langsung menyusul ke restauran yang diberi tau Eisya tadi namun menggunakan style tertutup dilengkapi masker, kacamata hitam dan topi.


Singkat nya Setelah menempuh perjalanan lumayan jauh menggunakan taksi, sampai lah kedua gadis ini dikafe yang dimaksud.

__ADS_1


Erin dan Eisya duduk di area luar kebetulan juga Arzan duduk dimeja belakang mereka dan tentu saja pria itu tak dapat dikenali sekarang.


Sejauh yang diperhatikan Arzan, sepertinya Erin tak bersikap mencurigakan ketika memperlakukan Eisya malahan dengan sangat ramah, tapi Arzan tak bisa langsung percaya apalagi saat Erin tiba-tiba mengundurkan diri untuk pergi ke toilet.


Tak tinggal diam Arzan langsung mengikutinya.


Sampai ditoilet Arzan menunggu diluar mana mungkin ia ikut masuk kedalam.


5 menit kemudian Erin keluar sambil menenteng sebotol air dan kembali dimasukkan ke dalam tas nya.


Tentu saja saat Erin keluar tadi Arzan sudah bersembunyi dan kembali masuk ke toilet yang tadi dimasuki Erin dan untuk memastikan saja.


Didalam sana ternyata benar Erin memang tidak tulus berbaikan dengan Eisya, buktinya Arzan menemukan botol obat perangsang yang mungkin tak sengaja dijatuhkan tadi dan dicampur ke minuman itu lalu kemungkinan besar minuman itu diberikan pada Eisya.


Pertanyaan nya untuk apa Erin melakukan itu dengan obat perangsang kenapa bukan dengan racun saja.. bisa dipastikan Erin sedang bekerja sama dan menjebak Eisya.


Tanpa berlama lama lagi Arzan buru buru keluar dari sana tak lupa membawa obat itu.


Sesaat ia berhenti dikasir dan membeli sebotol air mineral lalu kembali ke tempat duduknya tadi.


Kelihatan nya Erin belum memberikan itu karena sekarang masih kelihatan baik baik saja dan mereka tengah menikmati hidangan nya.


Sekian menghabiskan waktu untuk menyelesaikan acara makannya, mereka pun beranjak keluar dari sana setelah membayar dikasir.


Arzan terus mengikuti mereka tanpa ketahuan dan berpura pura main hp saat keduanya berhenti di depan restauran seperti sekarang.


" ohya... eeee... kamu mau gak nemenin aku sebentar ke hotel.. " ucap Erin tiba-tiba.


" untuk apa.. " tanya Eisya.


" yaudah deh.. ayo... " jawab Eisya.


" makasiiiih.... "


" sama samaaaa.... "


Mereka pun menaiki taksi yang dipesan tadi dan Arzan cepat cepat menuju mobilnya mengejar taksi itu.


Mobil Arzan terus mengikuti taksi itu tanpa sekalipun diketahui sampai pada akhirnya taksi yang dinaiki mereka berhenti di sebuah hotel.


Arzan memarkirkan mobilnya dan lanjut berjalan mengikuti kedua gadis itu yang sudah masuk ke dalam.


Setelah berurusan dengan resepsionis begitu pun Arzan mereka pun menuju lantai 4 menaiki lift.


Sedangkan Arzan berlari lewat tangga karena tidak mungkin ia ikut naik lift bersama mereka.


Tak terasa bagaimana lelahnya tapi demi ayank tetap dilalui apapun rintangannya.


Dengan deru nafas tak teratur akhirnya Arzan sampai juga dan melihat Eisya yang hampir meminum air yang diberikan Erin, dengan cepat ia berlari mencegahnya.


Arzan sengaja menabrakkan diri pada Eisya agar air itu tumpah dan benar saja tapi Eisya ikut terjatuh namun Arzan lebih dulu menangkapnya.


Aksi itupun membuat keduanya bertatap tatapan tapi Eisya tak dapat mengenali sosok itu.


Erin yang melihat minuman nya tumpah merasa sangat kesal karena air itu tumpah habis tak tersisa semua membasahi baju dan wajah Eisya.

__ADS_1


" ah maafkan saya saya tidak sengaja saya buru buru tadi.. sekali lagi maaf.. " ucap Arzan tentu dengan nada berbeda dari suara aslinya agar tidak dikenali.


" tidak apa apa tapi lain kali hati hatilah.." setelah mengatakan itu Eisya pergi menuju toilet.


" Eisya mau kemana... " tanya Erin.


" ke toilet.. kamu duluan saja.. " jawab Eisya sebelum benar benar hilang dari pandangan.


" akkhhh... gagal kan... sial.. " gerutunya kesal dan Arzan tersenyum dibalik maskernya.


" eemm.. maaf sekali lagi... tolong sampaikan pada teman anda.. ohya sebagai gantinya.... ini ambil saja minuman saya... masih baru kok belum diminum.. " ucap Arzan memberikan botol minuman yang dari tadi dipegangnya.


Erin mengambil nya dengan kasar dan raut wajah kesal.


" sekali lagi maaf ya mbak.. maaf banget... saya-


" udah ah sana pergi.. gara gara kamu juga... gagal rencananya... sana pergi.. " usir Erin dan Arzan tak memperpanjang lagi lalu bergegas darisana.


Tapi sebelum itu ia tak benar-benar pergi dan bersembunyi dibalik tembok untuk memastikan apa yang dilakukan Erin dengan minuman itu.


Sesuai ekspetasi ternyata minuman itu diminum oleh Erin dan Arzan tersenyum antagonis.


" ahhh.... katanya baru kok segel udah kebuka dasaaarrrr... " kata Erin setelah meneguk air itu walau sadar seperti yang dikatakan tadi.


" gakpapa deh.. haus juga.. " lanjut nya lalu menutup kembali air itu.


Tapi beberapa detik kemudian Erin sudah merasakan tidak beres pada dirinya yang tiba-tiba tak karuan, melihat itu Arzan langsung mendekatinya dan memapah gadis itu memasuki kamar yang dimaksud mereka tadi di resepsionis dan Arzan sempat mendengar nya karena itulah ia tau.


Kesadaran Erin semakin hilang dan meracau segalanya sambil Arzan menidurkan ia pelan pelan.


" hah... salahmu sendiri yang jahat.. aku tidak akan melakukan nya kalau kamu tidak mulai duluan... sekarang rasakan perbuatan mu itu.. aku yakin kamu kesini mau menjebak Eisya kan.. dan pasti lelaki yang awalnya mau kau jebak dengan Eisya tidak akan menolak dirimu juga... hah... " setelah mengatakan itu Arzan keluar darisana meninggalkan Erin yang sudah terpengaruh dengan obatnya sendiri dan tak lupa menutup pintu.


Arzan berlari menyusul Eisya ditoilet dan berniat membawanya pergi.


Melihat Eisya yang hendak menuju Lift, Arzan langsung berlari menghampiri Eisya lalu menggendongnya dan membawa gadis itu pergi tak peduli teriakan Eisya yang memukul mukul dirinya.


Sedangkan di dalam kamar tadi Haris telah sampai dengan wajah semangat namun seketika terkejut ketika masuk ke kamarnya melihat malah Erin yang sepertinya kena.


Haris merasa sangat kesal karena lagi lagi rencananya gagal dan entah kenapa bisa padahal sudah diprediksi akan sukses besar.


Yang awalnya berpikir jika Eisya akan mohon mohon pada dirinya tapi sekarang malah gadis ini yang sudah menarik narik dirinya meminta untuk dilahap.


Sebenarnya ogah tapi berhubung gadis ini sudah menggoda iman nya apalagi iman nya tipis jadi ya sudah lah... diembat juga ternyata.


" AAARRRRgghh... sial siall.... kenapa bisa dia yang jadi seperti ini... emang dasar bocah sinting... " geram Haris.


" aaah..... hah... ayook.... sini.... akhh... sini.... ayoooo... nunggu apa lagi sihh... " rayu Erin di luar kesadaran nya yang bahkan sudah membuka kain penutup tubuhnya.


Melihat itu siapa yang tidak tergoda apalagi modelan Haris.


" sayang juga kalo dianggurin... udah terlanjur juga... daripada gak dapat apa apa.. yaudah deh.. mau gimana lagi.. " ucap pria itu lalu dengan santai melepas ikat pinggang nya dan berlangsung semuanya sampai pada akhirnya ya begitulah.


Diluar batas kesadaran nya Erin begitu menikmatinya begitu juga Haris yang memang sudah ahli.


Entah bagaimana jadinya kalau tau malah dirinya yang termakan jebakan sendiri apalagi sekarang Haris tak pakai pelindung, habislah dirinya.

__ADS_1


__ADS_2