Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 73


__ADS_3

Mobil Hitam mewah itu kini telah kembali ketempat asalnya.


Memarkirkan mobil di garasi terlebih dahulu lalu dirinya turun.


Arzan dengan wajah sumringah tidak sabar untuk memeluk sang istri didalam rumah, salah satu tangannya terangkat untuk memencet bel masuk.


Namun setelah beberapa kali dipencet, pintu itu tak kunjung dibuka begitu juga tidak ada tanda tanda langkah kaki dan suara dari dalam untuk mendekat.


Arzan melirik jam yang di tangan kiri dan dirinya tersenyum.


Pukul 21.34, apakah istri kecilnya tengah tertidur sekarang.


" mungkin dia tertidur.... hufff... aku tidak tega membangunkan nya tapi aku juga ingin masuk dan merindukan nya.. "


Arzan berbalik badan dan bersandar dipintu, namun saat berat badan nya semakin disandarkan disana, dengan tiba tiba pintu yang dari tadi tidak dikunci tersebut terdorong sendiri karena berat badannya.


Dirinya terjungkal dan bokongnya tepat mencium lantai dengan lembutnya.


Ingin berteriak namun tidak jadi karena netra nya melihat sosok kecil yang tertidur menyandar di dinding dekat pintu.


Rasa sakit yang perih itu seketika hilang saat memandang wajah polos itu dengan nyaman nya tertidur bahkan tak terusik sekalipun akan suara gaduh yang dibuatnya barusan.


Kedua sudut bibir itu terangkat membentuk sebuah senyuman lalu ia lebih mendekatkan diri pada sang istri.


Hembusan nafas itu semakin terasa saat Arzan mendekatkan wajahnya ke wajah Eisya dan tak bisa menahan gemas melihat bibir istrinya yang sedikit terbuka itu memperlihatkan dua giginya yang lebih menonjol.


Tak bisa lagi menahan kegemasan, ia lalu memasukkan jari telunjuk nya ke dalam mulut Eisya yang sedikit terbuka itu.


Tak terusik sedikitpun justru istrinya itu lebih memilih untuk menghisap jari tersebut.


Arzan tertawa dalam diam melihat itu lalu mengambil handphone untuk mengabadikan momen tersebut.


Cekrek....


" nanti akan ku pajang dikamar kita dengan bingkai paling besar... hhaha... " bisik Arzan.

__ADS_1


" maafkan aku ya sayang... kamu sampai menunggu ku seperti ini... " lanjut Arzan.


Menyudahi perkara itu, Arzan bangkit berdiri menutup pintu dan menguncinya terlebih dahulu lalu menggendong Eisya dengan hati hati menuju ke kamarnya.


sampai dikamar, Arzan menidurkan sang istri dengan pelan dan menyelimutinya tak tinggal dengan kecupan sayang yang diberikan di kening sang istri.


" selamat tidur sayang... terimakasih telah menungguku sampai seperti ini... " Lembut Arzan.


Pria itu tak langsung ikut tidur tapi dirinya malah menuju ke balkon kamar.


Menatap sang bintang yang masih setia menemani bulan yang bersinar Arzan menyunggingkan senyumnya.


Bintang itu setia, Ia selalu menemani bulan dan tak pernah selingkuh pada matahari kecuali saat cuaca yang tidak mendukung Sang bintang untuk menemani bulan.


" lihatlah Nadia... kau masih saja tetap muda sedangkan aku... lihatlah aku... "


" puluhan wanita tergila gila padaku tapi dirimu malah membuat aku yang tergila gila padamu... "


" jika jodoh tetaplah jodoh meskipun banyak rintangan namun intinya Sang Pencipta lah yang bisa meng endingkan cerita nya.... buktinya dimasa lalu kita tak dapat bersatu tapi dimasa depan... ???... Reinkarnasi aku belum terlalu mempercayainya tapi hal ini sudah kualami sendiri.. "


" Jika saja sepenggal ingatan bisa kuingat dimana akhir kita bertemu... maka.... maka dengan mudahnya aku menunjukkan orang orang yang bersalah atas kematian mu. "


" inisial H... aku.. yakin tapi bisa juga tak yakin... karena jika dia sangat mencintaimu untuk apa harus membunuhmu.. bukankah cinta itu bahagia melihat orang yang kita cintai bahagia bukan karena obsesi untuk bisa memiliki nya dengan cara apapun. "


" hufff... kepala iniiiii.... kembalikan ingatanku waktu ituuuu.... " gerutu Arzan memukul mukul pelan kepalanya.


Sepertinya Arzan sudah banyak bicara sendiri saat ini dan ia pun memilih untuk mengakhiri nya.


Kembali masuk kamar dan sebelum tidur ia mengganti pakaian nya terlebih dahulu lalu merebahkan dirinya dikasur dan memeluk sang istri yang sedari tadi sudah menuju ke alam mimpi.


" Nadia atau Eisya... yang jelas kalian adalah hidup ku... jika masa lalu adalah Nadia... maka masa depan adalah Eisya... hihiii... geli yaa.. aku sudah berumur lho tapi dapat si kecil ini... huuummm... Si mungil kuuu... nanti kalau jadi ibu jangan galak galak yaa.. " bisik Arzan masih setia memandangi wajah itu.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Singkat cerita Pagi telah menyapa dan setelah itu disambut oleh siang.

__ADS_1


Dan sekarang sedang waktu siang.


Siang ini diperlihatkan Anggota keluarga Yanza yang sedang berbelanja Gaun pernikahan untuk keduanya termasuk Anita juga yang ikut datang beserta bayi kecilnya yang ikut dibawa, sedangkan Chika dititipkan ke tetangga sebentar kebetulan anak itu juga asyik bermain bersama temannya.


Anita dan Yanza sibuk memilih pakaian meskipun sedari awal pria itu yang kegirangan sedangkan Anita hanya manggut manggut saja ketika ditawarkan walaupun nantinya dipilihkan yang lain lagi.


Ohya Bayi kecil Anita sedang bersama kedua orang tua Yanza dan terlihat sekali mereka menyayangi bayi itu dengan tulus.


" waaahhh aku jadi bingung... kenapa semua gaunnya cocok padamu... apa tokonya harus dibeli sekalian juga.. " ucap Yanza sedari tadi tersipu saat Anita mengenakan gaunnya.


" ahh... kamu... jangan berlebihan... kamunya dari tadi gak kelar kelar... padahal aku terima saja apapun itu... " balas Anita.


" baiklah.. jadi Gaun mana yang akan kamu pilih.. " tanya Yanza.


" eumm terserah saja... yang ini juga boleh....... " ucap Anita santai.


" ya ampun wanitaa... jawabannya memang sangat kompak ya sudah menjadi ciri khas... hehee... tapi gak ah yang ini... coba yang ketiga tadi.. " timpal Yanza.


Dari sepuluh baju yang dicoba ternyata yang paling bagus dimata Yanza adalah baju yang ketiga sedangkan menurut Anita semuanya bagus.


" benar ya yang ketiga... kasian tau mama sama papa kamu pasti kewalahan nunggunya... " -Anita.


" kewalahan darimana nya... lagi asyik asyiknya tuh sama cucu.. " ucap Yanza sambil melirik ke arah Ayah dan ibunya yang duduk dikursi tunggu tak jauh dari mereka.


Anita ikut melihat dan tersenyum bahagia ternyata kehadiran nya memang seratus persen sudah diterima baik oleh keluarga calon suami nya.


" setelah menikah nanti.. kita tak akan didesak lagi karena udah ada temennya tuuu.. " goda Yanza.


" ihhh apaan sih... yaudah jadi yang ketiga tadi ya... padahal ini juga bagus lho.. elegan gini gak terlalu menohok.. " Anita mencoba mengalihkan topik.


" iya sayangg... tapi kalau maunya ini gak papa kok.. ambil yang ini aja.. " Anita serasa terbang dipanggil sayang.


" ekhem.. i-iya daaann... menurut aku yang ini aja yaa... " Anita salting apalagi saat diangguki Yanza sambil tersenyum semakin meledak lah hatinya.


Yanza itu campuran tampan dan manis sedangkan Arzan tampan beserta imut secara bersamaan.

__ADS_1


Begitu juga kecantikan Anita itu kharismatik dan elegan sedangkan Eisya imut manis layaknya remaja.


Nicki juga sama tampan nya dan tak bosan dipandang begitu pun Erin yang punya aura kecantikan nya tersendiri.


__ADS_2