
Seperti katanya semalam pada papi pagi ini Arzan telah bersiap mengenakan jas kantornya.
tuan dan nyonya Rahendra seketika tercengang melihat perubahan putra mereka saat mengenakan pakaian seperti itu.
setelah sarapan ayah dan anak itu bergegas kekantor menaiki mobil mewah mereka.
" gimana pi penampilan Arzan?? oke kan. " tanya Arzan yang menyetir.
" serah kamu deh.. " jawab si papi.
" ck.. ini hari pertama lho pi.. kasih semangat
kek... "
" hmm.. iya anak papi... yang udah om om penampilan mu ganteng deh... "
" nah... gitu dong.. "
begitulah keadaan didalam mobil dengan pembicaraan yang nonfaedah.
sampai pada akhirnya mobil itu berhenti di sebuah perusahaan sudah pasti itu perusahaan mereka.
Tuan Rahendra turun lebih dulu lalu disusul dengan Arzan yang kedatangannya membuat semua orang tercengang.
banyak mulut yang mengagumi Arzan khususnya pegawai wanita.
Arzan berjalan dibelakang si papi dan senyum manisnya yang ia tebarkan mampu membuat setiap wanita tersipu.
" eh ya ampunn ganteng banget sih putra tunggalnya boss... aahh.. " bisik salah satu pegawai pada temannya.
" meskipun gak muda lagi tapi auranya itu lho.. mampu memeleett... " balas temannya.
" hah.. jadi lupa udah punya suami... "
" istighfar mbak... "
__ADS_1
Begitulah para pegawai terkagum kagum sampai pada akhirnya Arzan menghilang dari hadapan mereka alias masuk ke ruang ayahnya.
" pi... liat lo pi banyak karyawan papi yang tergila gila dengan ketampanan Arzan Ralvian Rahendra... haha... " pujinya sendiri sambil berpose bak model.
" seketika papi jadi ragu kalau nantinya kamu yang jadi penerus papi.. bukannya menjual produk tapi malah jualan wajah kamu.. " jawaban si papi membuat si om ciut.
" ih papi... gini ni kalo orang tua gak yakin sama anak nya sendiri pasti negatif mulu pikiran nya.. hadeeuhh... " ucapnya memelas merebahkan dirinya disofa empuk dalam ruangan itu.
" hmm.. " singkat papi lalu mulai berkutat dengan benda menyala di depannya.
" pi kapan ketemu kliennya.. " tanya Arzan.
" sekitar dua jam lagi.. " jawab tuan tanpa mengalihkan pandangannya.
" hah masih lama berarti ada waktu buat tidur dong... hehe... "
" pulang aja sono... "
" gk baik lo pi ngusir anak yang punya tujuan baik... "
Ditempatnya Eisya.
Hari ini jam kuliahnya siang dan saat ini gadis itu sedang berada dipasar membeli keperluan dapur atas perintah tantenya.
" semua berapa bu.. " tanya Eisya sembari mengambil bungkus yang diberikan si ibu penjual.
" lima puluh ribu aja neng gelis... " jawab si ibu ramah dan Eisya pun memberikan sejumlah uang yang disebutkan.
" makasih ya bu kalo gitu saya permisi.. " ucapnya sopan.
" iya sama sama besok besok kesini lagi ya. " balas si ibu dan Eisya tersenyum ramah.
setelah dirasa semua cukup ia pun berjalan menuju jalan pulang namun tiba-tiba dirinya tak sengaja menabrak seseorang.
" eee.. maaf nak maaf saya gak sengaja lagi nge cek handphone tadi.. " ucap seorang wanita yang menabrak nya tadi.
__ADS_1
" gak papa kok bu gak papa.. " balas Eisya tersenyum kearah wanita itu.
deg...
wanita di depan Eisya itu terkejut melihat gadis yang ditabraknya.. benarkah ini atau hanyakah...
" n-nadia...... " lirih wanita itu yang tak lain adalah emma.
Eisya bingung sudah dua kali dia disebut nama orang tak dikenalnya, dan respon mereka sama Sama syok saat menatap dirinya.
" Buu.... Eisya... nama saya Eisya.. " ucap Eisya lembut tak ingin menyakiti orang di depannya.
Sadar bahwa di depannya ini memang bukanlah sahabatnya karena terlihat jelas sekali kalau orang di depannya masih gadis.
" m-maaf.. maaf... " ujar emma namun matanya sudah berkaca kaca.
Eisya mengangguk dan menyunggingkan senyum manis andalan nya.
" kalau begitu saya permisi ya bu.. " tutur Eisya lalu berjalan meninggalkan emma dengan sejuta rasa penasaran.
" gadis itu kenapa bisa begitu mirip dengan nya... benarkah reinkarnasi itu ada.. jika tidak maka gadis itu adalah buktinya.. " gumam emma.
Emma tinggal di kota yang sama dengan Eisya lalu mengapa mereka baru bertemu sekarang.. itu karena Emma pun baru beberapa tahun pindah kesini karena sebelum kembali menetap di sini ia tinggal di negeri suaminya.
Dua puluh tahun lalu saat Nadia sahara merenggang nyawa dan disaat itulah Eisya Fahira lahir kedunia.
Lalu benarkah Reinkarnasi itu ada atau hanya omongan belaka..
Dan kisah cinta Nadia dan Arzan saat itu telah tinggal kenangan.
Lalu apakah kenangan itu belum berakhir karena Arzan telah menemukan sosok yang di bisa dibilang pantas menjadi pengganti kekasihnya dulu.
Bisakah Arzan dan Eisya bersatu dikarenakan terpaut usia yang sangat jauh.
Cinta itu buta termasuk tidak memandang usia.
__ADS_1