Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 9


__ADS_3

arzan si om tua yang masih terlihat tampan itu kini sedang memberi makan ikan ya tentu di kolam ikan.


jika kalian pikir ini pagi kalian salah karena sekarang sudah siang.


" hei bagi bagi... jangan rakus kalian akan mendapatkan hak kalian masing-masing tenang saja aku masih punya banyak makanannya. " tidak ada manusia selain arzan disana sudah tentu om itu berbicara dengan ikan.


" kalian sudah besar yaa... oww apa dari kalian sudah ada yang punya cucu.. haha.. " serunya sambil menaburi makanan ikan ke kolam itu.


" ikan.. apakah kalian pernah merasakan pahitnya hidup hmm... " si om itu bertanya.


" tolong jawab aku... " katakan saja si om itu sudah gila.


" hah... aku mau curhat.. kemarin aku bertemu dengan seorang gadis yang sangat mirip dengan nadia kekasih ku... dari matanya bibirnya hidungnya postur tubuh nya semuanya mirip, hanya saja yang ini versi modern nya... aku terkejut melihat nya.. "


" dan jantung ku kembali berpacu ketika menatap matanya... " lanjut arzan.


" mungkin kah itu disebut reinkarnasi.. " tanyanya entah pada siapa karena ikan pun mengabaikan dirinya.


" buahahahaha hahaha... ahahahaha.... hahaha... t-tolong... ahahahaha... "


" sialan... " umpat arzan kesal.


ya yang tertawa barusan adalah yanza yang sedari tadi menguping pembicaraan arzan dengan ikan dan ia meledakkan tawanya karena sudah tidak tahan.


" j-jangan arzan... gue takut... ahahaha.. " ucap yanza lalu mendekati arzan yang duduk ditepi kolam.


" ada masalah apa kawan... sini cerita.. ahahaha.. hahah... aha..sakit perut gue... " lanjutnya.


" diem lo.. " kesal arzan sekaligus malu.

__ADS_1


" mau gak kita periksa dulu... " tawar yanza.


" gue gak gila ya... sial.... " balas arzan tak terima.


" ahahahaha... hahah... "


" berisik lo... " arzan bangkit darisana dan masuk kedalam meninggalkan yanza yang masih setia tertawa.


" arzaaannn... arzan!!!... segitunya lo ya ditinggal nadia... "


singkat Cerita malam hari telah tiba.


arzan tengah bersiap siap dikamarnya seperti hendak pergi dengan mengenakan baju hitam lengan panjang beserta celana sedikit longgar yang juga hitam ditambah dengan sepatu ala om om.


tampan setelah menilai dirinya sendiri didepan cermin.


dan benar saja ia bersiap karena mendapatkan Undangan makan malam dari keluarga emma.


tap tap tap...


derai langkah kaki terdengar menuruni tangga tentu saja itu arzan.


ia menghampiri keluarganya yang tengah menyiapkan makan malam.


" wiihh... si om... mau kemana om..??. " tanya yanza sambil berpose sedang memotret kegantengan arzan.


" am om am om... lu sendiri lu pikir siapa, bapak bapak." arzan memang gitu orang nya sensi kali kalo dipanggil om yang padahal itulah kenyataan nya.


" sensi amat sih...lagi pms ya om... haha... "

__ADS_1


" ck.. ayah.. ibu... kalian gak kepikiran mau jual manusia apa kita punya stok lho dirumah ini. " ucap arzan menaik turunkan alisnya menatap yanza.


" iya sih... kebetulan ibu mau jual ayo kamu ikut ibu... " ajak nyonya rahendra pada arzan.


" kemana bu... " tanya arzan.


" lhah tadi kamu sendiri yang bilang suruh jual manusia.. " tambah tuan rahendra si ayah arzan.


" ibu.... ayahhhh... kok gitu siihh.... " merengek lah si om itu sekarang.


" ahahahaha... aduuhh... kaciaaann... " sudah dari dulu gak ada akhlak yanza memang suka menistakan arzan begitu pula sebaliknya.


" tau ah aku mau pergi dulu mau makan dirumah orang.. " kesal arzan.


" jangan dong sayang... " ucap nyonya rahendra.


" hmm... gak tega kan.. nah itu... " jawab arzan membanggakan diri.


" kita cuman gak mau orang itu kerepotan sama kamu... " tambah tuan rahendra bertambah lah kesal om berpipi bulat itu.


" ayaaaaahhh... kesal tau.. mau pergi aja bye." ucap arzan lalu pergi keluar karena memang sudah ada janji.


" heh arzan... "


" sudah bu gakpapa paling tu anak balik lagi. " ucap nyonya rahendra pada istrinya.


" iya tante arzan memang ada janji sama orang malam ini tenang aja dia itu gak marah kok. " yanza menambahi.


" hmm ya sudah ayo kita makan.. " ajak si wanita itu dan diangguki yang lain.

__ADS_1


keluarga itu pun memulai makan malam tanpa arzan karena si om itu mau makan dirumah orang lain.


__ADS_2