
Malam harinya dirumah Tantenya Eisya.
Setelah sarapan kini mereka duduk disofa ruang tamu kecuali Eisya yang memilih masuk kamar.
" aku senang lho pa sebab papa udah balik kangen tau... " ucap tante Meri pada suaminya.
" iya ma aku juga senang.. " jawab Pak Rano.
" satu hal yang aku gak senang kalo kamu pulang karena aku gak bisa ngerjain anak itu... " batin tante Meri.
" Eisya kenapa gak gabung sama kita. " tanya pak Rano.
" oh biasalah pa.. dia itu emang suka sendirian dikamar... " jawab Erin.
" harusnya dia gak sendirian gitu... gak baik menyendiri terus.. " ucap Pak Rano direspon sebal oleh kedua wanita itu.
Disaat ketiganya asik mengobrol, Eisya keluar dari kamar dengan penampilan ingin pergi.
" lhoh Eisya kamu mau kemana berpakaian seperti itu. " tanya Pak Rano lembut.
" oh ini om Eisya mau keluar sebentar mau beli peralatan kampus buat besok boleh ya om... " pinta Eisya sopan.
" boleh.. tapi emang kamu berani pergi sendirian biar Erin temenin ya. " ucap Pak Rano menganjurkan.
" ih kok aku sih pa, gak ah.. gak mau. " tolak Erin.
" gakpapa om lagian deket kok belum larut malam pula... yaudah Eisya pergi dulu ya om, tante, Erin... " Setelah mengucapkan itu Eisya melangkahkan kaki pergi keluar.
" iya hati hati.... " hanya Pak Rano yang menjawab yang lain hanya membalas dengan wajah songong.
Seperti yang dikatakan tadi Eisya pergi memang ingin membeli sesuatu, setelah urusannya tuntas ia pun keluar dari toko itu hendak pulang namun tak sengaja dirinya disapa seseorang.
" Eisya.... kamu Eisya kan... " tanya seorang pria kini mendekati dirinya.
" iya... om siapa ya... " tanya Eisya yang memang tidak tau siapa pria seumuran Arzan didepannya ini.
" masa gak kenal saya kan pernah berkunjung kerumah kamu waktu itu... kerumah om kamu lebih tepatnya... " jelas pria itu.
" ohya perkenalkan nama saya Haris.. " lanjut pria itu memberi uluran tangan.
" seperti yang om sebutkan tadi saya Eisya......... " jawab Eisya hanya menunduk tak menerima uluran tangan itu karena jujur ia tak nyaman bertemu dengan seorang om om kecuali Arzan.
Haris hanya tersenyum lalu menyimpan tangannya jujur ia sedikit merasa kecewa.
" seperti merasa dejavu saja... " gumam Haris pelan.
__ADS_1
" kalau tidak ada yang dibicarakan lagi saya pamit pulang ya om... " ucap Eisya.
" eh tunggu saya antar ya.. " tawar Haris.
" gak usah om lagipula deket.. " tolak Eisya.
" udah gak papa sekalian saya juga mau ketemu om kamu... boleh ya... " ujar Haris terkesan memaksa.
" tapi............ "
" ayo gak papa..... " tanpa menunggu jawaban langsung saja ia menarik tangan Eisya.
" eh.. " gadis itu pun tak bisa apa apa hanya pasrah ketika dirinya ditarik lalu dibawa masuk ke dalam mobil.
bruuuummmm........
" Eisya.... tadi Eisya kan.... " teriak Arzan sekilas melihat gadis itu ketika ia baru sampai disana.
" tapi kok dia sama laki laki lain... dibawa pake mobil lagi.. apa itu kekasihnya... arrghh... tapi gak mungkin... orang lelaki itu jelek banget walau keliatan cuma dari belakang.. masih gantengan gue... hah... apa gue kejar aja ya...... " Baru hendak melangkahkan kaki dirinya dicegat oleh Yanza.
" anyiiinggg... daritadi pantas orang pada ngetawain gue karena bicara sendiri rupanya lo disini.. ayo cepat katanya mau makan mie kepiting... " ujar Yanza.
" tapi tadi... "
Beralih pada Eisya, kini mobil yang ditumpangi bersama Haris berhenti didepan rumahnya.
Haris menuruni mobil lalu disusul Eisya.
" benar kan saya gak ngapa ngapain, buktinya saya nganterin kamu kerumah.. " Haris berucap seperti itu karena menyadari kalau gadis itu merasa takut pada dirinya.
Eisya tak menjawab dirinya hanya mengangguk pelan lalu berjalan mengetuk pintu utama.
tok tok tok....
" tante aku pul-
" berisik ah udah tau juga.. eh.. ada orang lain.... toh.. " ucap Erin seketika bersikap sopan diakhir menyadari kedatangan sosok lain.
" silahkan masuk... " tentu saja gadis berambut panjang itu menyuruh Haris.
Haris memasuki rumah itu lalu Eisya berjalan dibelakang dan gadis itu langsung menuju kamarnya.
" silahkan duduk om.. mau cari siapa ya. " tanya Erin se sopan mungkin.
" baik... terimakasih.. saya mau bertemu pak Rano... " ucap Haris sambil menduduki dirinya disofa empuk milik keluarga itu.
__ADS_1
" baiklah tunggu sebentar kalau begitu biar saya panggil kan... " tutur Erin.
" siapa yang dat- eehh ada tamu... " ucap Tante Meri yang baru saja dari dapur.
" Erin panggil ayahmu... dan suruh Eisya bikin minuman.. " perintah tante Meri diangguki anaknya lalu beliau ikut duduk disana.
" Tuan pasti ada keperluan mendadak ya sampe malam malam begini... " tanya Tante Meri ramah karena ia tau siapa pria didepannya ini.
Pria itu tersenyum dan mengangguk kaku karena jujur ia datang kesini tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan hanya saja ada hal yang lain.
" ehh... Tuan Haris.. " ucap pak Rano setelah bergabung duduk disana.
" eee... ada keperluan lain ya tuan.. tapi.. kenapa tidak melalui handphone saja atau kalau ada pertemuan langsung kenapa gak kabari saya dulu biar tuan gak usah repot repot kesini......... " sebuah pertanyaan panjang dilontarkan pak Rano.
" eeee... sebenarnya tidak ada keperluan apa apa hanya saja tadi saat ditoko saya bertemu dengan keponakan bapak dan saya mengantarnya pulang sebab kasihan jika seorang gadis sendirian malam malam. " jelas Haris.
" ouuhhh.. jadi bapak mengenal Eisya.. " tanya Tante Meri bingung.
" kenal sih tidak terlalu, tapi saya bertemu dengan nya sekali saat saya bertamu kesini kemarin.. " ucap Haris.
Disaat sela sela obrolan, Eisya datang sambil membawa nampan berisi beberapa gelas minuman dan beberapa cemilan.
" ini minuman nya... permisi.. " ucap Eisya menunduk setelah menuntaskan tugasnya ia berlalu darisana.
Haris terus menatap kepergian Eisya tanpa memalingkan sedikit pun pandangannya sampai gadis itu benar benar hilang dari pandangan.
suami istri itu melihat apa yang Haris lakukan dan mereka menjadi heran kenapa sampai ditatap segitunya.
" eee... Tuan... eeee.. kenapa ditatap sampai segitunya.. " tanya Pak Rano dan jujur beliau sedikit tidak suka keponakan nya ditatap seperti itu.
" eee... ah.. tidak... ee saya hanya kagum pada gadis itu... " ucap Haris.
" gadis itu benar benar harus kumiliki.. dia adalah reinkarnasi dari seorang gadis cinta pertama ku dan kali ini tak akan kulepas lagi... bagaimanapun caranya akan ku lalui.." batin Haris dengan tekad bulatnya.
" silahkan diminum teh nya.. " ujar Tante Meri.
" eee... baik terimakasih.. " jawab Haris lalu menyeruput teh didepannya.
Sepertinya kita sudah tau siapa Haris sebenarnya. Dan sosok itu adalah bagian dari kehidupan sepasang kekasih waktu dulu.
Akankah kejadian itu terulang kembali apakah Arzan harus terpisah untuk kedua kalinya dengan cintanya.
Karena sosok Haris pun sama ingin memiliki gadis berparas imut itu seutuhnya.
Mungkinkah Haris dan Arzan akan bersaing untuk kedua kalinya mendapatkan reinkarnasi dari nadia itu.. jika mereka bersaing Eisya lebih cocok sama siapa. 😌
__ADS_1