Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 6


__ADS_3

sampai lah keduanya untuk menemui nadia.


arzan heran mengapa yanza membawanya ke tempat seperti ini, bukankah mereka harus kerumah nadia. tadinya yanza sangat memaksa tapi kenapa sekarang berbeda, apakah si om ini sudah gila.


" heh gila lo ya ngapain kita kesini, katanya tadi mau kerumah nadia, toh sekarang berubah pikiran lo... " bingung arzan.


" ikut gue yuk... " lirih yanza sendu melangkahkan kaki lebih ke depan dan karena penasaran arzan pun mengikutinya.


dan yanza berhenti disebuah pemakaman seseorang yang sepertinya sudah lama sekali.


ya benar yanza mengajak arzan ke pemakaman umum.


" yan... kalo gila sendiri aja gak usah ngajak ngajak... gue tau gue gak bisa ngelupain nadia.. tapi lo jangan niat nge jodohin gue sama hantu disini.. pliss pulang yok.. " mulut arzan pengen ditampol kayaknya.


" mau ketemu nadia kan... " tanya yanza.


" sebenarnya sih engga lagian ngapain ketemu nadia disini. "


yanza tersenyum kecut.


" sapalah dirinya ini pertama kali lo mengunjungi nya setelah lo bangun dari koma... mungkin dia sudah lama menunggu lo untuk melihat keadaan nya.."


" maksud lo apa sih.. " arzan semakin heran dibuatnya.


kini yanza beralih menatap kuburan di hadapannya dan seketika airmatanya mengalir, melihat itu jantung arzan semakin berdebar pertanda buruk.

__ADS_1


" gadismu itu tidak sempat menikah dengan orang yang akan dijodohkan dengannya.. dua puluh tahun lalu dia meninggal bersamaan saat dirimu koma.. " jelas yanza.


bruk..


arzan menjatuhkan dirinya pada tumpuan lututnya, jantungnya serasa berhenti matanya memanas dan sebentar lagi liquid bening itu pasti akan meluncur.


" dia tidak seperti yang kau pikirkan.. dia tidak sedang hidup bahagia dengan keluarga nya, dia telah pergi pada yang maha Kuasa sejak dua puluh tahun lalu.. " lanjut yanza.


saat ini arzan telah menangis memeluk nisan sang kekasih nya.. benarkah ini apakah hanya mimpi.. jika ini mimpi maka ini adalah mimpi terburuk yang ia alami.. dan lebih sakitnya lagi ini adalah kenyataan.. kenyataan paling menyakitkan.


" hiks... mengapa kamu meniggalkan aku hmm... kenapa hiks... kenapa cepat sekali... hiks.. hiks... aaarrrghhh... "


" kupikir kau sudah bahagia dengan perjodohan mu tapi ternyata aku salah... aku tidak pernah menyangka.. jika hiks... jika dirimu memilih pergi... hiks.. tapi kenapa kau tega meninggalkan aku... hiks... aku sangat mencintaimu... hiks... sekarang putus sudah harapan ku.. hiks... orang yang kusayang sudah tak ada lagi di dunia ini aaarrrhh.... kenapa.. hiks.. aku bahkan lupa saat dimana terakhir kali kita bertemu.. hiks... nadia..... "


yanza juga ikut menangis menyaksikannya betapa hancurnya si om ini sekarang.


" maaf sayang... aku baru mengunjungi mu bahkan baru tau kalau... kalau... kau sudah tiada... hiks... "


arzan menangis memeluk nisan.. tak pernah menyangka jika dulu ia bisa memeluk nadia namun sekarang hanya nisan yang bisa ia salurkan kasih sayang.


berpikir arzan telah lama dengan posisi nya itu yanza pun membangunkan nya dan membawanya bangkit berdiri.


" sudah yaa.. gadismu sudah tenang disana... pamit lah padanya kita harus pulang. " ucap yanza.


untuk berpamitan saja rasanya tak sanggup lagi.. belahan jiwanya telah tiada memilih tempat yang berbeda.

__ADS_1


yanza memeluk arzan menyalurkan semangat dan memberinya kata kata penghangat.


" dia sudah tenang.. tegarlah.. nadia pasti tak akan senang jika melihatmu seperti ini.. "


kini arzan menghapus air matanya dan berdiri tegak menatap yanza seakan meminta penjelasan.


" sebenarnya apa yang terjadi pada nadia.. kenapa dia meninggal secepat itu.. aku tau kematian adalah takdir tapi Tuhan memberikan penyebab-penyebab kan.. tolong katakan. " pintanya tegas.


" kau tau kan aku hanya orang baru disini.. aku tidak tau bagaimana kisah cinta kalian... tapi... aku pernah dengar saat ayahmu mengatakan kalau nadia menolak perjodohan itu dan itu membuat ayahnya murka ditambah lagi sepertinya calon suaminya itu dendam karena merasa dipermalukan dengan menolaknya... dan tak lama setelah itu terdengar kabar kematian nadia saat dirimu koma.. " jelas yanza memang menurut yang ia tau.


" lalu ayahku tau darimana.. " tanya arzan.


" banyak pembicaraan tentang nadia dan ayahmu pasti tau dari rekan rekannya mungkin, secara kan bisnis ayahmu dan ayahnya nadia sempat bekerja sama. " arzan mengangguk paham.


" sepertinya aku mendapatkan kejanggalan disini atas kematian nadia... dan aku mencurigai beberapa orang dari mereka. " ucap arzan penuh penekanan.


" maksud mu... "


" ayo kita pulang kita bicarakan tentang ini dirumah... " ajak arzan dan yanza mematuhinya.


sebelum pergi arzan sempat berpamitan dan mengucapkan kata kata indah untuk sang kekasih nya dan ia berjanji akan mencari keadilan untuk pacarnya jika mungkin memang kematian nya memang disengaja dan arzan pastikan orang yang terlibat dalam kematian nadia akan mendapatkan hukuman yang setimpal.


mereka pun sepakat untuk pulang karena hari pun sudah agak mulai siang.


terkejut bukan atas apa yang gadis itu berikan, nadia sahara dari dulu gadis itu memang membuat penasaran hingga arzan yang dikenal bisa bikin cwek tergila gila lalu dirinya malah tergila gila pada gadis itu.

__ADS_1


kematian nadia menjadi misteri karena kematian nya mendapatkan banyak kejanggalan dan tidak wajar, kematian adalah takdir tapi pasti ada penyebab nya.


__ADS_2