
Eisya telah sampai dirumahnya ralat rumah tantenya maksudnya. Ia akan menduga kalau akan dimarahi karena pulang terlambat dan dirinya akan pasrah mendapatkan respon bagaimana nanti.
Baru memegang gagang pintu untuk mendorong tiba-tiba pintu terbuka dari dalam memperlihatkan tantenya yang berdiri melipat tangan dengan wajah bengis.
Eisya menelan ludah tak berani menatap wajah itu.
" sudah berani keluyuran sebelum pulang hmm... " tanya tante meri ya tante bengis itu bernama meri.
Eisya tak menjawab ia menundukkan wajahnya.
" JAWAB.... " bentak tante meri.
" m-maaf tante.... " Jawab Eisya gemeteran.
PLAKK......
tamparan keras diberikan tante meri mendarat di pipi kanan Eisya. Gadis itu memegang pipinya yang perih.
" cuman maaf hmm... kamu berani jalan sama orang ninggalin Erin pulang sendirian.. " ucap tante meri kini menjambak rambut Eisya.
" akhh.. s-sakit tante... lepasin... akhh.. " erangnya serasa rambutnya akan copot dari Kepala.
" rasain... biarin aja ma.. siapa suruh enak enakan jalan sama orang. " ucap Erin yang baru datang menghampiri kesana.
Erin adalah anak tantenya yang seumuran dengan nya dan berkuliah di kampus yang sama dengan Eisya. Dan Erin saat tadi ia melihat Eisya naik ke mobil orang yang tak dikenal dan merasa iri saat tau orang yang membawanya setampan itu.
" ampun tante... hiks... s-sakit.. hiks.. " mohon Eisya.
tante meri melepaskan nya lalu mendorong keras Eisya hingga terjatuh.
setelah itu mereka meninggalkan Eisya yang menangis.
__ADS_1
jika kalian bertanya kenapa tante meri sejahat itu maka jawabannya adalah.. tante meri sangat membenci adik kandungnya sendiri yaitu ibu Eisya karena ayah Eisya menikahi adik nya bukan dirinya sedangkan tante meri sangat mencintai ayah Eisya.
sang adik lebih di pilih oleh pujaan hatinya membuat dirinya terluka sampai saat ini makanya setiap melihat wajah Eisya ia selalu teringat pada orang yang menyakiti hatinya.
lain dengan suami tante meri yang bukan siapa-siapa malah menyayangi Eisya dengan sepenuh hati.
namun sayang suami tante meri orang yang sibuk dan jarang dirumah dan itu membuat Eisya semakin menjadi bahan siksaan tante meri.
Malam harinya di rumah Arzan.
Arzan ikut duduk disofa sambil membawa dua kopi menghampiri ayahnya yang sedang sibuk berkutat dengan alat kerjanya.
" gak cape apa pi kerja terus udah pensiun lho padahal... " ucap Arzan sembari menyodorkan gelas kopi depan ayahnya.
" ya mau gimana lagi punya anak semata wayang tapi gak tau diri.. ya gini jadinya capek sendiri.. kepingin buat lagi udah gak kuat.. " ngoceh sibapa tua.
" aduh pi... kalo bisa jangan ditambahin malu ama umurku pi kalo punya adik lagi. " serunya dengan wajah memelas.
" ck.. gimana ya pi serasa anak durhaka aku tiap hari nyantai mulu padahal papi yang udah tua masih sibuk kerja. " ucap Arzan.
" lah itu tau... " jawab tuan rahendra.
" menolak sadar aku pi... " ucapnya pengen ditabok emang.
" mau ditabok pake apa kamu.. " tanya tuan rahendra tak habis pikir dengan putra nya ini.
" hehe.... " nyengir nya serasa tak berdosa.
" itu kayak sibuk banget pi. " tanya Arzan Melihat ayahnya penuh keseriusan walau sedang meladeni dirinya.
" besok papi ketemu klien baru orang nya seumuran kamu dan papi gak mau terlihat kalah jauh sama dia dan berusaha menampilkan yang terbaik. " jelas tuan Rahendra tak luput dari laptopnya.
__ADS_1
" eumm... gantengan siapa pi.. " tolonglah papi sedang serius bisa bisanya si om nanyak kekgini.
" bangkit sendiri atau papi tendang.. " habis sudah kesabaran tuan besar.
" hehehe... jangan marah pi.. kan cuma nanya... lhoo... " balasnya lagi.
" pertanyaan kamu nonfaedah semua.. lagian ngapain sekarang kamu ngedekati papi biasanya dikamar mulu. "
" bosan pi sendirian yanza lagi pulang kerumah ayahnya gak tau deh kapan baliknya. "
" giliran gak ada dikangenin coba kalo ada debat mulu kan kalian... "
" hehe... eh pi besok Arzan ikut ngantor dong.. ya yaa.. " pinta Arzan.
" kesambet apa kamu.. "
" yeee.. si papi.. plis lah pi Arzan serius ini pengen jadi anak yang berbakti lagian kalo suatu saat papi gak ada kan ada Arzan yang bisa nerusin... " jelas Arzan langsung plong.
" do'ain aja biar cepet... " kayaknya papi tersinggung.
" ck.. gak usah kesinggung pi kayak anak kecil aja... boleh yaa... "
" kalo itu sih boleh banget emang udah seharus nya dan dari dulu... "
" yes... makasih pi... sekalian nanti ajarin aku biar jadi ceo keren... "
" hmmm.... " singkat si papi.
" kalo gitu aku kekamar dulu ya pi mau bobo handsome... daaa... " ucap Arzan lalu ngibrit ke kamarnya.
" lebay udah tua juga dasar... hahah.. udah tua aja tu anak.. serasa baru kemarin saya mendapat gelar ayah... ahaha.. " seru tuan Rahendra dan melanjutkan mengetik benda di depannya.
__ADS_1