Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 13


__ADS_3

Si om tampan dengan seribu pesona kini tengah menikmati cappucino di sebuah cafe depan kampus.


dirinya sesekali melirik jam di tangannya dan melihat kampus apakah sudah ramai yang keluar pulang.


jam 05.07 sore.


" Aiss lebih baik aku bergegas sekarang dan menunggu di gerbang. " serunya lalu bangkit dari cafe itu menuju ke mobilnya.


Arzan kini berada di dalam mobil menunggu kepulangan seseorang.


mobilnya diberhentikan tepat di depan gerbang.


Benar saja beberapa menit kemudian kampus terlihat ramai karena sudah jam pulang.


Arzan keluar dari mobil dan bersender disamping mobilnya dengan pose tangan dilipat tak lupa kacamata hitam bertengger diatas hidung mancung nya.


para gadis yang sampai di gerbang seketika berhenti beramai ramai dengan memuji ketampanan seorang Arzan.


banyak gadis yang berbisik dan tergila gila melihat ketampanan om tersebut.


bukan Arzan namanya jika tidak tebar pesona.


dirinya tersenyum manis membuat jantung para gadis tersebut tak aman.


" ouuhhhh.... manisnya sugar daddy... aaaa... mamaaa pengen kawiiinnnn.. " sorak salah satu gadis dengan heboh nya.


" aaa... om.. culik aku om.. " sahut gadis lainnya.


" yatuhan... beginilah yang saya maksud..ya tuhan.... " sorak gadis yang lain.


Dan Arzan hanya tersenyum menanggapi harapan mereka.


memang dari dulu kalau soal ketampanan tidak perlu diperdebatkan lagi, apa kalian lupa jika om ini pernah menyandang gelar internasional playboy dan sampai sekarang pun auranya tidak pernah pudar.


Kemudian Arzan mempusatkan pandangan nya pada seorang gadis yang baru muncul dikerumunan itu dan gadis itu terlihat acuh akan sekitar.


" hei kamu... " panggil Arzan sembari menunjuk si gadis berambut sebahu.


semua gadis di sana menoleh bersamaan pada Eisya. ya gadis yang terlihat acuh itu Eisya.


Eisya menghentikan langkahnya menoleh pada orang yang memanggilnya.

__ADS_1


Arzan tersenyum dan melambaikan tangan.


sedangkan Eisya terlihat bingung apakah ia harus membalas lambaian tangan juga.


semua gadis disana heran mengapa om tipe mereka mengenal gadis itu dan mereka juga merasa iri.


" tolong singkirkan gadis itu kemari.. " titah Arzan pada gadis gadis disana.


langsung saja mereka mendorong Eisya dan karena tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya dirinya pun terjatuh dipelukan Arzan.


Arzan tersenyum melihat Eisya mendarat didada bidang nya.


Eisya dengan malu malu langsung memperbaiki dirinya seakan tidak terjadi apa apa.


" kerja bagus terimakasih semuanya.. " ucap Arzan pada gadis gadis disana yang sangat merasa iri berada diposisi Eisya sekarang.


" ayo masuk.. " perintah Arzan pada Eisya sambil membukakan pintu mobil.


Eisya terdiam tidak beranjak sedikit pun dari posisi nya.


" kau berhutang penjelasan pada mereka jika kau tidak naik sekarang siap siap saja dirimu diserbu para gadis gadis itu. " bisik Arzan mendekatkan wajahnya ke wajah Eisya.


Benar juga mau tidak mau Eisya pun menaiki mobil duduk di jok depan bersebelahan dengan tempat duduk Arzan.


Didalam mobil Arzan.


Eisya merasa tak nyaman maksudnya jantungnya yang tak aman duduk bersebelahan dengan om tampan yang sedang sibuk menyetir daritadi tak mengeluarkan sepatah kata pun.


melihat wajah tegas itu Eisya benar-benar grogi untuk sekedar bertanya.


tapi kali ini Eisya memberanikan diri karena rasa penasaran nya lebih besar.


" ada apa.. kok.. om.. Tiba-tiba datang ke kampus saya... dan.... dan... " Eisya tak sanggup melanjutkan kalimatnya saat wajah tegas itu menatap dirinya.


Eisya menundukkan wajahnya memainkan jari jarinya.


Arzan tau jika gadis imut disampingnya merasa takut ketika Arzan mengeluarkan aura bad boy nya.


" rumah kamu dimana... " bukan menjawab pertanyaan Eisya dirinya malah bertanya.


" u-untuk apa.. " tanya Eisya hati hati tanpa Melihat lawan bicaranya.

__ADS_1


" ingin ngantar sampe rumah karena saya bukan pria yang tidak bertanggung jawab jika menurunkan mu dijalan. " jelas Arzan lalu kembali memfokuskan pandangannya kedepan.


tunggu kenapa sekarang mereka menjadi formal seperti ini beda seperti sifat keduanya semalam.


" turunkan disini aaja om.. " ujar Eisya dan disaat itu juga Arzan mengerem mendadak hingga Eisya terhuyung kedepan namun kepalanya tak sempat terantuk sebab Arzan lebih dulu melindungi kepala Eisya dengan tangannya.


Sadar mobilnya berhenti Eisya pun mengucapkan terimakasih karena om itu menurutinya.


" terimakasih om... " ucapnya lalu membuka pintu.


" lhoh kok gak bisa dibuka... " keluh Eisya setelah mencoba sekuat tenaga membukanya namun tak membuahkan hasil.


Arzan tersenyum dan benar saja ini adalah ulahnya yang mengunci mereka.


" saya akan turunin kamu kalo kamu bisa buka pintunya.. " seru Arzan.


Eisya sadar karena dirinya telah dibohongi, bagaimana bisa dibuka kalau pintunya dikunci.


" plis om saya mau pulang.. bukain pintunya.. biarin saya pulang.. saya udah ditungguin dirumah.. " mohon Eisya dengan wajah sedih sekaligus takut.


Arzan mendengarnya namun ia memilih diabaikan saja karena ingin menatap gadis ini lebih lama.


" hiks.. jangan bikin saya takut om.. " oh tidak isakan kecil terdengar dari mulut mungil gadis ini, Bodohnya Arzan ia telah membuat gadis ini takut dengannya.


Arzan mengangkat wajah Eisya yang menunduk lalu menghapus airmata gadis itu dengan tangan nya.


" maafkan saya saya gak bermaksud bikin kamu takut... saya benar-benar minta maaf.. saya menyesal.. baiklah saya akan mengantarkan kamu Oke... " jelas Arzan berusaha membuat gadis itu nyaman.


Eisya menggeleng kecil dan menatap Arzan dengan raut memohon.


" turunin saya disini om... "


" tapi-


" saya mohoonnn.. " pinta Eisya.


Arzan tak ingin menurunkan nya disini tapi ia juga tidak tega melihat gadis itu menangis dan merasa takut.


" turunlah..... " datar Arzan memalingkan wajahnya dari Eisya.


langsung saja Eisya turun dan sebelum menutup pintu mobil ia mengucapkan terimakasih pada Arzan.

__ADS_1


Hanya dibalas anggukan cuek dari Arzan dan gadis itu langsung mengambil langkah seribu menghindar darisana.


" hah.... mungkin tidak sekarang.. dan lain kali aku akan mengantar mu sampe rumah... " lesu Arzan dan melajukan mobilnya.


__ADS_2