
Hari ini adalah hari libur dan juga hari terbaik bagi Eisya karena ada om Rano dirumah.
Eisya juga sarapan bersama dimeja makan tadi.
Kini om Rano sedang bersantai diruang tamu sedangkan Tante dan Erin mereka pergi berbelanja lalu Eisya memilih beberes di dapur.
Saat sedang mengotak atik benda perseginya tiba tiba ada yang bertamu dan langsung saja pak Rano membukakan pintu.
ceklek......
" permisi.... " sapa seorang pria dengan penampilan layaknya orang berada.
" oh Tuan ayo silahkan masuk... " ajak pak Rano begitu sopan terhadap bos nya. ya yang datang itu adalah bos beliau dikantor.
" silahkan duduk tuan... " walau orang itu lebih muda namun pak Rano lebih menghormatinya karena bos diperusahaan tempat beliau bekerja.
Pria berperawakan tinggi itu duduk ditempat yang telah disediakan.
" hmmm.. nyaman juga rumah mu.. " Pak Rano tersenyum mendengar itu.
" ohya sebentar..... Eisyaaaa.... tolong bikin minuman ya nak buat tamu om.. " ujar pak Rano sedikit berteriak agar dapat didengar.
" iya omm..... " sahut Eisya yang berada di dapur sedikit berteriak juga.
Sembari menunggu minuman datang mereka pun mengobrol ngobrol tentu saja tentang pekerjaan dan memang tujuan pria itu datang kesini untuk mengambil berkas yang dititipkan pada pak Rano.
Detik selanjutnya Eisya datang sambil membawa nampan berisi minuman serta beberapa cemilan menyambut tamu.
Dirinya berjalan menunduk sopan lalu menaruh nampan itu dimeja dan tak sadar sedari tadi pria itu memandangi nya dengan arti berbeda.
" t-tidak mungkin... d-dia sudah lama meninggal.... " batin seseorang.
" terimakasih kasih... " ucap pak Rano pada ponakannya dan Eisya berlalu dari sana dengan sopan.
" dia siapa... apakah anakmu.. " tanya Pria itu setelah Eisya berlalu dari sana.
" dia ponakan saya dan memang saya sudah menganggap nya sebagai anak saya. " jelas pak Rano.
" siapa namanya. " tanya pria itu lagi.
" Eisya Fahira.... " jawab pak Rano.
__ADS_1
" umurnya... " lagi pria itu bertanya.
" bulan delapan ini genap Dua puluh tahun. "
" eumm masih kuliah ya.. "
" iya benar.... ohya memangnya ada apa tuan menanyakan tentang dirinya.. " kini giliran pak Rano yang bertanya dan Pria itu gelagapan mencari jawaban.
" eeee.... ah itu... eumm saya hanya kagum padanya karena dia begitu sopan.. " sedikit dari kejujuran yang ia ucapkan.
" ouuhhh.. ya ya... " Pak Rano pun tersenyum tak ingin mencurigai apa pun.
Setelah itu mereka pun melanjutkan obrolan sampai akhirnya pria itu undur diri untuk pulang.
Didalam mobil pria itu semakin penasaran dengan gadis yang ia temui tadi dan dirinya berinisiatif untuk mencari tau atau kalo bisa ia ingin memilikinya.
" siapa sebenarnya gadis itu kenapa bisa begitu mirip dengan calon istri pertama ku... benarkah ia terlahir kembali... jikalau ia aku adalah orang pertama yang akan memiliki nya dan kali ini aku tidak akan gagal lagi. " tekad pria itu.
Di rumahnya Arzan.
" zan, cerita dong kok bisa lo kenal sama cwek secantik itu... " pinta yanza kini mereka sedang berada dirumah pohon dekat mensionnya.
" whattt...??? jadi... "
" iyaa... karena itulah gue penasaran sama gadis itu kok bisa mirip banget... "
" apa itu reinkarnasi nya... "
" entahlah yang jelas aku mengagumi gadis itu dan kau jangan coba coba mendekati nya.... "
" ck... padahal baru aja gue mau pdkt.. "
" sama yang lain aja.. "
" gak ada yang pas... "
" dipas pasin aja... "
" ck lo mah...... "
DOOORRRR....
__ADS_1
" ANYIIINHGG SETAN KAGET AING... siapa sih.... " Itu yanza yang memang kagetan orang nya dan soal pelakunya terlihat seorang bocah sudah ketawa terguling guling.
" ahahahahaha... kaget om... hahaha.. "
" bocah kok lo bisa ada disini... " tanya Arzan.
" Rafa kangen sama om bosan juga dirumah lalu mama ngajak kesini sekalian pengen liat kabar mamanya om.. " jelas Rafa.
" ouuhh... terus mamamu dimana. " tanya Arzan lagi.
" lagi ngobrol sama oma... " jawab Rafa.
" oma nya siapa... " tanya Yanza.
" ck itu lho mamanya om Arzan nyuruh aku manggilnya oma... " jelas Rafa sedikit kesal dan orang dewasa itu tertawa.
" tau dari siapa kita ada disini terus kenapa tiba-tiba datang ngagetin... " tanya Yanza.
" oma yang ngasih tau... " jawab si bocah.
" eeuumm... " kedua om itu mengangguk angguk.
Emma dan keluarga Arzan memang baru dekat sebab suaminya Emma juga salah satu kliennya Tuan Rahendra dan hari ini ia memang sengaja datang untuk bersilaturrahmi apalagi dirinya juga sudah berteman dengan Arzan semenjak sahabatnya berpacaran dengan laki laki itu.
" om temenin Rafa beli Es krim yuk.. "
" kenapa tadi kamu gak beli sama mama kamu waktu datang kesini bocah.. " ucap Arzan memang ia tidak keberatan jika harus menemaninya tapi sebelum itu ia ingin menggoda bocah ini dulu.
" maunya Rafa jalan jalan ama om sekali kali..... "
" kalo om gak mau... " goda Arzan dan terlihat sudah bocah itu melengkung kan bibir kebawah dan bisa diprediksi sesaat lagi akan turun hujan dari matanya.
" Zan, suka banget lo gangguin anak orang kalo nangis tanggung jawab lo... ohya bocah gakpapa kok tadi om itu becanda sebenarnya dia mau kok.... " ujar Yanza walaupun dia suka jahil tapi dia gak tega jahilin anak anak beda dengan Arzan semuanya dia jahilin.
" gak mau... uwleee... "
Plakk...
" aduh sakit ayam.... " kena tampol kan Arzan dimukanya.
" yaudah yuk bocah om juga kepengen es krim... Arzan lo ikut juga... " final Yanza.
__ADS_1