Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 25


__ADS_3

Malam harinya di pergantian malam selanjutnya.


" ada apa tiba-tiba ngajak makan malam bareng, kangen ya.... haha... " canda Arzan setelah memasukkan kentang goreng kedalam mulutnya.


" hmm... engga sih tapi iya... soalnya aku lagi senang... " jawab seorang pria seumuran dengan nya yaitu Haris.


Malam ini Haris menghubungi Arzan lalu ngajak ketemuan di sebuah cafe seperti sekarang.


" senang karena apa.. menang tender ya.. wih selamat yaaa... " ucap Arzan menebak.


" hmm... bukan bahkan yang ini lebih dari yang kau tebak... " jawab Haris.


" lalu apa... " tanya Arzan penasaran.


" huh... aku ketemu sama seorang gadis yang mirip banget sama almarhumah calon istriku dan mungkin ini pertanda kalau dimasa yang ini aku bisa bersatu dengannya. " jelas Haris bangga.


" kok bisa.. " tanya Arzan heran.


" inilah takdir Tuhan... " jawab Haris.


" kok bisa kasusnya sama kayak aku, semoga bukan dia orangnya... " batik Arzan.


" lalu bagaimana dengan istri mu jika kamu bersatu dengan gadis yang kau sebutkan tadi... " lanjut Arzan bertanya.


" sedari awal aku tidak punya perasaan apa apa pada wanita itu.. dan hatiku sangat mudah untuk melepasnya.. " jawab Haris enteng.


" lalu anak anakmu.. mereka pasti kecewa atas apa yang kau lakukan pada ibu mereka..... " peringat Arzan.


" hah... soal anak anak.. itu urusan kedua karena hatiku memang benar benar ingin memiliki gadis itu.. " tekad Haris.

__ADS_1


" kalau aku jadi dirimu aku tidak akan melakukan hal bodoh itu hanya untuk menuruti hawa nafsu.. " cibik Arzan.


" maksud mu apa... " tanya Haris tersulut emosi.


" wow tenanglah disini banyak orang jangan emosi seperti itu... maaf maafkan aku. " terpaksa Arzan meminta maaf untuk memperbaiki suasana.


Berangsur-angsur Haris menenangkan dirinya namun hatinya masih jengkel mendengar ucapan Arzan yang tadi.


Mereka pun menghabiskan waktu dengan suasana tenang namun dalam hati saling mengumpat.


Soal Haris mengapa ia tidak tau siapa Arzan karena memang dulunya saat ia dijodohkan dengan nadia dirinya tidak pernah bertemu dan melihat kekasih nadia itu, begitu pun Arzan yang tidak sempat melihatnya, hanya Emma yang menjadi saksi mengenali sosok Haris jika mereka bertemu untuk saat ini.


Pagi harinya dikediaman Tuan Rahendra.


Arzan masih bergelut dengan selimut tebal dikamarnya sedangkan yang lain sudah membersihkan diri menuju meja makan.


" loh si culun itu mana mi.. belum bangun juga.. " tanya Yanza menghampiri meja makan.


" bangunin sana.. biar sarapan sama sama. " suruh si nyonya.


" kalau bukan karena aku orang baik maka.... yaudah lah aku bangunin dia.. " ngomong Yanza sambil menaiki tangga kembali menuju kamar Arzan.


" ngomong apa sih tu anak... " heran nyonya.


" udahlah ma.. emang dia itu kapan benernya... sama kayak anak kita.. " jawab Tuan tak ambil pusing.


Dikamarnya Arzan.


Karena pintunya tidak dikunci maka Yanza langsung masuk lalu naik keranjang Arzan.

__ADS_1


memang kebiasaannya sebelum membangunkan ia mengganggunya dulu.


Tapi kali ini berbeda baru saja Yanza ingin menciumi kaus kakinya pada Arzan, tiba tiba dirinya dipeluk oleh orang yang sedang tidur itu.


" eekhhh... kecekek gue lepasin.. njing.. " Yanza kepayahan melepaskan diri namun tenaga Arzan itu lebih kuat.


" jangan melawan sayanggg.. gak sakit kok... pelan pelan ajha... okee.. jangan takut... hmm... manisnya.... " Racau Arzan dalam tidurnya anggap saja ia sedang mengigau.


Yanza membulatkan matanya sadar jika Arzan lebih memeluknya erat apalagi sambil berkata seperti tadi.


" ukkhh.. ******... gak mau gue dilecehin lo.. lepasin setan... ughh... hah.. s-sesak gue. " Yanza semakin kepayahan dan kalau ia mati sudah Pasti Arzan menjadi tersangka dengan kasus pembunuhan sambil tiduran.


" ssssttt... jangan nakal... sayanggg... cup cup.. ssyyuuuuuccc... " Yanza semakin meronta ketika bibir Arzan memonyong mendekati wajahnya dipastikan kalau Arzan ingin mencium dirinya.


" hmmppp.... MAMAAAAAA..... YANZA MAU DILECEHIN... TOLOOOONGG... AKU MASIH SUCIIII.... " teriak Yanza seketika membuat Arzan terkejut dan membuka matanya.


" hah.. ssssetannnn... "


druugh....


" aahh... sialan kenapa lo tendang gue. " yap Yanza menjadi korban lagi dirinya ditendang kebawah karena reflek Arzan terkejut baru membuka mata mendapati wajahnya yang terlalu dekat.


" hiks.. mama... "


" Yanza..!! ups... sorry gak sengaja lagian ngapain lo dekat dekat ama gue mau ngelecehin gue lo ya.. " tuduh Arzan enaknya ini om diapain ya.


" apa salahku yang tuhaaann.. sudah jadi korban dituduh pelaku pula.. " ucap Yanza berpose menjadi yang paling tersakiti dengan memegang dadanya.


" ck.. apa sih lo.. awas kalo gitu lagi.. gak boleh gitu dosa namanya.. " si Arzan tanpa berperikemanusiaan mengatainya sembarangan lalu dengan santai berjalan kekamar mandi membersihkan diri.

__ADS_1


" huh hah huh hah.... AWWAAASSSS LO ****** HEH.. LO YANG COBA NGELECEHIN GUE... KEBANYAKAN NONTON BEGITUAN LO YA SAMPE KEBAWA MIMPI... GUE YANG JADI KORBANNYA OTONG... ya Allah gini amat idup saya... " puas sekali Yanza mengeluarkan unek unek nya sedangkan Arzan dikamar mandi memilih abai.


Begitu pula dimeja makan walau sudah mendengar keributan yang memekikkan telinga sepasang suami-istri itu tidak peduli toh sudah biasa kalau Yanza dan Arzan disatukan.. kejadian nya pasti ribut mulu.


__ADS_2