
Sebuah mobil mewah memasuki perkarangan rumah besar dan bagus.
Seorang pria bertampang tegas turun dari mobil lalu berjalan ke pintu mobil sebelah dan membukakan pintunya menampilkan seorang gadis cantik turun darisana.
Penampilannya yang sederhana tetap meninggalkan kesan saat melihat si gadis itu.
" ini rumah ku dan saat sampai didalam sana jawab saja iya jika aku menjelaskan semuanya.. oke.. " ucap Haris dan Eisya mengangguk lesu.
" Ayo.. " ajak Haris sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam diikuti Eisya dibelakang nya.
Pintu utama dibuka baru beberapa langkah berjalan Seorang wanita yang tengah berbadan dua langsung menyambut mereka.
" ouh udah pulang kamu mas.. " tanya Anita yang berstatus sebagai istri Haris.
" seperti yang kamu lihat.. " jawab Haris seadanya dan memang jujur ia muak jika berhadapan dengan istrinya.
" siapa gadis dibelakang mu itu.. " tanya Anita lagi walau direspon tak mengenakkan oleh suaminya.
" dia pembantu baru disini... " jawab Haris.
" tapikan dirumah kita tak kekurangan pembantu.. malah lebih.. lalu kenapa ditambah lagi mas.. " ucap Anita sebagai protes karena sedikit terbesit rasa cemburu dan takut ketika melihat gadis cantik itu ya walau ia tidak cinta pada sang suami namun ia tetap akan mempertahankan rumah tangga nya.
" dia pembantu yang akan mengurus keperluan ku karena kamu tau sendirikan semenjak kamu hamil aku sering gak keurus.... " alasan Haris.
" tapi.. aku-
" sssstt.. aku capek.. Eisya mari aku tunjukkan kamarmu... " Haris melangkah lebih dulu lalu disusul Eisya, saat melewati Anita ia menundukkan pandangannya tak berani menatap istri Pak Haris yang tengah menatap nya seakan ingin menerkam.
" aku emang gak cinta sama suamiku.. tapi aku gak mau rumah tangga ku hancur dan anak anakku jadi korban.. aku yakin Haris itu sedang berbohong.. " monolog Anita.
__ADS_1
Eisya masuk ke kamar yang memang tak sebesar kamar tuan rumah, meletakkan barang barang nya ditempat yang telah disediakan.
" ekhemm... untuk menyempurnakan sandiwara kita, kamu berperilaku lah selayaknya pembantu dirumah ini.. kamu tidak keberatan kan... " ucap Haris yang berdiri dipintu.
Eisya menatap lawan bicaranya lalu mengangguk tanpa suara setelah itu ia kembali merapikan barang barang nya.
tap tap tap.....
" tenang saja... tidak akan lama lagi kita akan tidur sekamar dan kamu akan jadi nyonya seutuhnya.. " bisik Haris mendekatkan wajahnya ke leher Eisya.
Gadis itu terkejut dan merasa tidak nyaman sedang kan Haris tersenyum menaikkan alisnya.
Eisya menjauh dari lelaki itu lalu merebahkan dirinya ditempat tidur menarik selimut sampai batas dadanya. Ia tidur membelakangi Haris yang berdiri dibelakangnya.
" biarkan aku istirahat sejenak dan setelah itu aku akan melakukan tugasku sebagai pembantu.... " lirih Eisya.
" bukannya tidak sopan tapi tolong biarkan aku tidur tanpa ada yang menemani. " lanjutnya Haris yang mengerti pun langsung keluar dan menutup pintu kamar.
Beralih ditempat nya Arzan kini ia sekarang berada disebuah cafe depan kampus sedang menunggu seseorang keluar darisana.
Lumayan memakan waktu dihabiskan menunggu kini kampus itu terlihat ramai langsung saja ia bergerak menuju kesana.
Netranya tak pernah lepas memerhatikan setiap orang yang bertebaran keluar demi menemukan sosok yang dikagumi hatinya.
Sudah hampir setiap orang yang diperhatikan namun orang yang diharapkan nya tak muncul muncul nyaris membuatnya putus asa.
" BWAAAAAA..... "
" anjing setan pocong... kurang ajar... " Jantungnya serasa akan copot ketika seseorang mengagetkan nya dan sekarang pelaku itu malah tertawa tak berdosa.
__ADS_1
" ahahahaha... kaget ya om... haha.. " yap pelaku itu adalah Nicki.
" heeuhh... gak lucu tau.. " jengkel Arzan.
" gak ada yang ngelawak om.. haha. " sahut Nicki malah tambah bikin orang di depannya kesal.
" ohya ngapain kesini.. mau kuliah lagi ya om.. emang waktu muda om itu belum tamat... ya.. eee.. apa-
" berisssiikkk... gak perlu tamat kuliah pun saya udah jadi boss nya diperusahaan.. dan tujuan saya kesini hanya satu.. menjemput Eisya... ohya dimana dia kok gak keliatan diantara orang orang disini.. " tanya Arzan diakhir.
" mana saya tua.. eh tau.. " jawab Nicki ringan.
" kok gak tau kamu kan temannya teman macam apa kamu.. " nyinyir Arzan.
" ck.. dia gak masuk hari ini dan gak ngasih tau kabar apa pun, mau nanya Erin dia kan gak peduli jadi mana saya tau.. " jawab Nicki memang tidak berbohong.
Sejenak Arzan berpikir menaruh telunjuknya ditengah tengah belahan bibir seksinya.
Memperhatikan itu Nicki merespon dengan wajah julid nya.
" cih.. gak usah kebanyakan mikir om udah tua.... " Nicki ngatain.
" tau.. daripada kamu masih muda gak mau mikir kan bodoh.. " balas Arzan membuat Nicki merenggut karena kalah adu mulut.
" heuhh.. emang ya buang buang waktu ngeladenin orang kayak om, mending pulang.. huh.. " ucap Nicki lalu berjalan songong meninggalkan Arzan disana.
" dasar monyet.. aku juga gak ada waktu ngeladenin kamu malah gak mau kenal sekalipun kalau bukan karena gadis itu. " dumel Arzan.
" tapi kok Eisya gak masuk ya hari ini apa dia punya masalah dirumah atau mungkin dikurung sama tantenya tapi gak mungkin karena om nya ada dirumah.... huhh... semoga gadis itu baik baik saja dan besok aku harus bertemu dengan nya.. " ucap Arzan sebelum akhirnya meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Andai kamu tau kalau Eisya sedang membutuhkan mu makanya cepat jangan sampai kecolongan orang lain lagi.
Perjuangkan cintamu sampai berhasil untuk kali ini.