
Pagi hari kembali menyingsing.
Begitu juga dengan dua insan yang masih menikmati tidurnya.
Namun hari ini bukan hari libur dan Arzan telah menyetel alarm untuk membangun kan dirinya supaya tidak telat ngantor dan benar saja alarm itu berbunyi sekarang.
Salah satu dari mereka terbangun dan mematikan alarm itu.
Merentangkan otot ototnya lalu memandangi sang suami yang tidur menyamping menghadap dirinya, ya yang terbangun itu adalah Eisya.
" tampan sekali sih om kuuuu.... " gumam Eisya sambil menoel noel pipi Arzan.
Sedangkan sang empu masih nyaman dalam tidurnya.
" sebenarnya sih aku tidak mau membangunkan mu yang tidur selucu ini tapi bagaimana pun lagi kau kan harus pergi bekerja... " monolog Eisya.
" heii bangunn... sayang... " ucap Eisya namun tak ada pergerakan dari Arzan.
" heumm om ini apa yang harus aku lakukan, ohya aku tau sesuatu. " seakan mendapatkan ide dan benar saja kini Eisya menggelitiki leher Arzan dan berakhir membuat pria itu terbangun sambil menahan geli.
" akhh... geli... hei siapa itu.. " ucap Arzan dan terbangun dari tidurnya bahkan belum sepenuhnya membuka mata.
" ahahaha... lucu sekali... hahah. " Eisya malah tertawa dan Arzan pun menyadari nya.
" hohoo... istri nakal ku rupanya.. " Arzan kini beralih posisi menjadi duduk dan hal itu juga diikuti Eisya.
" huaammm... kau ini yaa... " gumam Arzan sambil menguap merentang kan otot otot kekarnya.
" habisnya aku tidak tau cara lagi untuk membangunkan mu dan mas kan harus pergi kantor... hehe.. " ujar Eisya manja.
Arzan menyunggingkan senyum dan mengusak gemas surai Eisya yang kini mulai memanjang.
" sudah sana mandi duluan setelah itu baru aku... " lanjut Eisya.
" kalau bisa bareng kenapa harus bergiliran... ayooo... " Arzan menggoda Eisya dengan menaik turunkan kedua alisnya.
" aiss tidak usah mas duluan saja. " tolak Eisya namun itu hanya alibi nya saja.
Arzan bangkit dari tempat tidurnya lalu Eisya dibuat terkejut saat Suaminya itu menggendong nya.
" hei apa yang kau lakukan.. " tanya Eisya digendongan Arzan.
" sudah sah lho dan jangan membantah. " final Arzan dan Eisya hanya mampu pasrah.
Hingga singkat cerita Arzan pergi berangkat ke kantor setelah mandi dan sarapan bareng istri juga tak lupa memberi kecupan sayang pada istri kecilnya itu.
Beralih ditempat nya Nicki.
terlihat lelaki itu sekarang sedang berada didepan rumah Erin.
__ADS_1
Ceklek...
Pintu terbuka setelah sekian lama Nicki menunggu dan sedari tadi memanggil manggil sang pemilik rumah.
" eh Tante... pagi Tan... " sapa Nicki sesopan mungkin.
" ada apa yaa... " tanya Tante Meri tidak lagi sejudes dulu.
" saya cari Erin apa Erin nya ada Tante.. " jawab Nicki sekalligus bertanya.
" ada didalam.. tapi kenapa ya.. " sahut Tante Meri.
" saya mau ajak dia jalan sekalian menikmati udara pagi yang segar... bolehkah Tante. " pinta Nicki dengan hati hati.
" eumm tunggu saya panggil kan dia dulu dan saya tidak bisa memaksa kalau dia tidak mau... " setelah mengatakan itu Tante Meri kembali masuk mencari anaknya.
Beberapa menit kemudian Erin keluar tanpa keberadaan sang ibu yang kini sedang didapur.
" ada apa.. " datar Erin.
" haii... selamat pagi.. " sapa Nicki basa basi namun tak ditanggapi gadis itu.
" intinya kenapa kamu ngajak aku untuk jalan sama kamu.. " tanya Erin to the point menurut info dari ibunya tadi.
" hanya menikmati udara pagi... dan sedikit bisa mengurangi beban pikiran mungkin dengan udara sejuk seperti pagi ini. " jawab Nicki.
Lama terdiam akhirnya Erin membuka mulut untuk memberi jawaban.
" baiklah... "
" yeyy terima kasih... " girang Nicki.
" tunggu aku mau siap siap dulu. " nadanya masih terasa dingin.
" siap siap apalagi.. kau sudah terlalu cantik seperti itu.. " puji Nicki dan tanpa sadar telah membuat gadis didepan nya merasa deg dekan.
" ayo... " ajak Nicki dan tanpa sadar lagi lelaki itu menarik tangan Erin membawanya pergi menaiki motor kesayangan milik Nicki.
Keduanya berboncengan menikmati semilir angin pagi menerpa wajah mereka.
Kedua sudut bibir gadis itu pun tak terasa telah membentuk sebuah senyuman.
" wwwuuuu...kamu suka gak... " tanya Nicki sedikit berteriak karena suara motor gedenya.
Erin tak menjawab ia hanya menampilkan senyuman termanis miliknya dan Nicki dapat melihat itu lewat kaca pionnya.
" pegangan... aku tidak mau kamu jatuh.. " ucap Nicki dan laki laki itu tertegun saat Erin benar benar mematuhi perintah nya.
Kedua tangan milik gadis itu kini melingkar diperut Nicki dan lagi kepala nya disandarkan dibahu lelaki itu.
__ADS_1
" terimakasih... " bisik Erin ditelinga Nicki.
Lelaki pemilik wajah manis itu tersenyum dan merasa sangat bahagia.
Hingga akhirnya mereka berhenti disebuah danau yang suasana sangat indah dan lagi tidak ada siapa pun disana kecuali mereka.
Nicki memarkirkan kesayangannya dahulu lalu berjalan beriringan dengan Erin menuju tepi danau dan duduk diatas rerumputan disana.
" udara nya sejuk sekali yaa... " ucap Nicki dan hanya diangguki oleh Erin.
" disini tempat pelampiasan ku.. " kini lelaki itu memandang kearah danau itu yang berada didepannya.
" pelampiasan kenapa.. " seakan Erin tertarik akan pembicaraan itu.
" hah.. pelampiasan saat ayahku memilih menginap di apartemen nya dengan alasan karena dekat dengan kantor dan ibuku memilih menyibuki diri dengan pekerjaan nya sebagai chef.. " Ternyata anak yang tengil ini punya masalah hidup yang berat juga.
Erin hanya diam tak tau harus merespon apa.
" tidak ada yang tau tentang hidupku karena aku terlalu pintar untuk menyembunyikan nya... " lanjut Nicki bahkan jika diperhatikan lebih dekat matanya sudah berair sekarang.
" ak-aku turut prihatin... " sahut Erin.
" tidak ada yang peduli lagi padaku dirumah itu.. setiap pulang hanya para pembantu yang menyambutku bahkan jarang sekali aku memiliki waktu dengan orang tuaku. " jelas Nicki.
" sekalinya ada itupun mereka beralasan lelah dan tidak ingin diganggu.... iya aku tau aku sudah dewasa tapi tidak bisakah mereka memberiku sedikit perhatian nya.. aku anak satu satunya jadi tidak lelahkan untuk membagi kasih sayang terhadap satu anak saja.. " lirih Nicki.
" yang sabarr... " Erin pun merasa kasihan hingga tangannya terangkat untuk menepuk nepuk pelan bahu Nicki.
" selama ini aku juga punya masalah hidup.. tapi aku tidak tau harus curhat pada siapa... aku tidak punya tempat untuk menceritakan keluh kesah ku bahkan orang tuaku tidak peduli bagaimana lelahnya pikiranku saat kuliah... " runtuh sudah pertahanan Nicki, lelaki yang selalu bersikap konyol telah membuka topengnya sekarang.
" kita semua punya ujian masing masing. " ucap Erin dan tanpa sadar membawa Nicki ke pelukannya.
" hiks... terimakasih... kau adalah satu satunya orang yang berhasil membuat ku berani untuk menceritakan keluh kesah ku.. terimakasih juga telah mau mendengar nya.. " ucap Nicki dipelukan Erin.
" aku tidak menyangka kalau dirimu yang selalu bersikap konyol ternyata punya masalah hidup yang berat juga... maafkan aku karena sempat meremehkan mu. " tambah Erin.
" tidak perlu minta maaf soal itu.. aku juga bisa maklum saat itu kau juga merasa frustasi.. " kini Mereka telah melepas pelukannya.
" tidak ada yang sempurna didunia ini dan cerita mu barusan telah menyadarkan ku bahwa hidup memang selalu punya cerita masing masing.. baik itu bahagia... maupun sedih.. " ucap Erin memandang kearah danau itu.
" dan kita harus kuat menghadapi nya... ayo semangat.. jangan mudah menyerah.. " ucap Nicki mengepalkan tangannya memperlihatkan pada Erin dan gadis itu menampilkan senyum lebarnya.
" yaaa... semangaaatt... " tambah Nicki.
Dan berakhir mereka saling melempar senyum, jikalau saling lempar batu kan gawat.
Jangan merasa paling tersakiti, semua orang punya giliran untuk hidup senang dan sedih.
Usaha dan doa jangan lupa.
__ADS_1