Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 18


__ADS_3

Ditaman mawar.


Disinilah Arzan berada sekarang ia tak langsung pulang kerumah karena ingin menyendiri ditaman yang sepi ini.


" huh kalau siang taman ini pasti ramai giliran malam jadi sepi gini... " gumam Arzan lalu mendaratkan bokongnya dikursi taman.


Arzan menikmati sunyinya malam sambil memandang indahnya bintang bintang bertaburan serta bulan yang menyinar terang.


Disaat saat seperti ini dirinya pasti merindukan sosok itu. walau sudah puluhan tahun namun Arzan tidak bisa melupakan kekasihnya.


Senyum itu selalu terngiang ngiang dikepala Arzan.


Arzan teringat sesuatu dan merogoh sakunya mencari kalung yang sengaja ia bawa tadi.


Kalung itu adalah hadiah yang ingin diberikan pada nadia namun tak kesampaian.


" lihatlah aku selalu membawanya bersamaku... waktu itu aku sudah membayangkan bagaimana senangnya wajahmu saat ku suguhi hadiah ini... " lirih Arzan menenteng kalung itu didepannya.


" nyatanya aku pun tak ingat kapan terakhir kali kita bertemu... " lanjutnya.


" hiks.... hiks... hiks... hiks... " jika kalian pikir itu tangisan Arzan kalian salah besar karena itu bukan tangisan laki laki tapi tangisan wanita yang tiba tiba terdengar di kesunyian malam.


Seakan bulu kuduk Arzan berdiri.. dirinya merinding mendengar tangisan wanita di kesepian malam seperti ini. Ayolah Arzan tidak berani kalau soal hantu..


" anjing siapa itu woi... " ucap Arzan dengan nada tinggi walau bergetar.


Namun tangisan itu semakin terdengar jelas dan membuat Arzan menegang ditempat.


" sss-siapa sih...mbak kunti yaa.. " tanya Arzan gemeteran.


Tangisan itu tidak juga berhenti membuat Arzan semakin penasaran. Rasa takut memang ada namun apalah daya ketika rasa penasaran lebih besar, jadilah Arzan berinisiatif mendekati suara itu.


" yatuhan... tolong aku... aku belum kawin.......... " dengan pelan dan hati hati Arzan mendekati suara yang terdengar dibalik pohon.


" malu sama otot Arzan kalo sama hantu aja takut..... " gumamnya pada diri sendiri.


Arzan memasukkan kembali kalungnya ke kantong celana lalu lanjut mengendap ngendap mendekati suara tangisan dipohon di depannya.

__ADS_1


Arzan mencoba berani untuk melihat seorang gadis yang duduk membelakangi nya sambil menangis.


" anjing kunti sekarang bisa ngerti fashion juga ya gak baju gamis putih mulu. " Gumam Arzan pelan karena belum yakin di depannya ini manusia atau bukan.


Gadis itu merasa diperhatikan iapun menoleh kearah sumber suara dibelakang nya.


" om... " panggil gadis itu yang tak lain adalah Eisya yang datang kesini habis dari pemakaman orang tuanya.


Arzan juga sama kaget karena ternyata yang dikira hantu adalah gadis imut ini.


" Eisya ternyata kamu toh yang nangis saya kira hantu tadi.. aduh hampir copot jantung ku..... "


" eh tapi kenapa malam malam kamu disini dan nangis ada apa.. " lanjut Arzan bertanya.


Eisya terdiam tak berani menjawab lagi pula Arzan adalah orang asing yang baru dikenal mana mungkin ia mengadu padanya.


Tak ada jawaban Arzan tanpa pikir panjang langsung mencopot jas nya dan memakaikan pada Eisya yang hanya mengenakan kaos tipis.


" eh.... " Eisya kaget mendapatkan perlakuan seperti itu namun dalam hati ia merasa senang.


" dingin nanti kamu masuk angin.. kalo mau keluar pake baju yang sedikit tebal kek. " jawab Arzan sebelum mendapat pertanyaan dari Eisya.


Eisya menggeleng pelan lalu menangis lagi membuat Arzan semakin kalap.


" eh kok nangis ada apa hei cerita sama saya jangan nangis hmm... " Arzan berjongkok menyamakan tingginya dengan Eisya yang sedang duduk.


Eisya tak mampu bercerita dan menangis sesenggukan lalu karena tak tega Arzan membawa gadis itu ke pelukannya ya kali kali ada kesempatan buat romantis.


Dan Eisya yang tengah menangis tak sadar menyenderkan kepalanya didada bidang sang om.


Lama dengan posisi itu Eisya pun tersadar dan langsung memperbaiki diri.


" jika ada masalah saya ikhlas kok tubuh saya dijadikan senderan.. " tutur Arzan diakhiri dengan senyuman.


Eisya grogi sekarang keliatan ia sedang menggigit bibir bawahnya.


" santai saja... ohya tidak perlu malu menceritakan masalah mu pada saya siapa tau saya bisa bantu.. " ucap Arzan namun tak dapat respon apa apa dari si gadis.

__ADS_1


" oke tidak apa apa saya bisa mengerti kalo kamu belum siap atau mungkin ini terlalu pribadi bagi mu. " lanjut Arzan setelah beberapa detik menunggu jawaban.


" saya diusir dari rumah saya om karena saya bikin kesalahan memecahkan guci mahal kepunyaan tante saya dan saya bingung harus kemana mau tidur dimana malam malam begini saya takut. " akhirnya Eisya mau bercerita walau akhirnya ia kembali menangis.


" cuma mecahin guci sampai segitunya. " cibir Arzan pada tante nya Eisya.


" hiks... hiks.. saya gak tau harus kemana hiks... "


" husshh.. hush.. udah jangan nangis lagi nanti matamu sembab say- eh maksudnya Eisya... " ujar Arzan menenangkan.


" hadeeuuhhh lama lama gue nikahin ni anak, makin gak bener kelakuan tantenya. " batin Arzan.


" Oh ya gimana kalo kamu tinggal dirumah om aja untuk sementara... " usul Arzan.


" hah... " Eisya memiringkan kepalanya bingung.


" tenang om gak sendirian dirumah masih ada orang tua om disana jadi kita bukan berduaan aja dan tidak akan menimbulkan fitnah.. " jelas Arzan.


Terlihat Eisya sedang menimbang nimbangkan keputusan nya.


" tapi om... "


" apa yang kamu khawatirkan saya gak ada maksud jahat niat saya murni untuk membantu lagi pula ibu saya pasti senang punya teman dirumah karena saya adalah anak lelaki satu satunya dia... jadi kamu boleh tinggal disana... " perjelas Arzan lagi.


" apa kamu berani tidur sendirian diluar malam malam begini nanti kalo ada hantu gimana parahnya lagi kalo ada preman preman yang memperkosa kamu gimana. " lanjut Arzan.


" ihhhhhh om jangan ngomong sembarangan ah.... " keluh Eisya merinding membayangkan hal seperti itu.


" kkkkkk...... makanya mau gak... " tanya Arzan.


" yaudah deh tapi cuma semalem aja habis itu saya pulang karena tante ngusir saya cuma malam ini dan besok saya harus kembali. "


" iyadeh yaudah ayo.... " final Arzan.


" maunya sih selamanya tapi mau gimana lagi kita belum ke penghulu... " batin Arzan.


Akhirnya malam ini Eisya tidak tidur diluar dan malah dibawa ketempat yang mewah yaitu kerumah Arzan sendiri.

__ADS_1


Tuhan menolong Eisya lewat perantara orang lain karena sang Pencipta tidak akan membiarkan hambanya kesusahan lewat batas.


__ADS_2