Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 32


__ADS_3

Esok harinya di kediaman Haris.


Pagi pagi sekali Eisya telah bangun dan kini ia tengah menghidangkan sarapan dimeja makan.


" paaa...maa... nanti Angga tanding basket disekolah do'ain menang yaa.. " ucap si anak pertama Haris yang bernama Angga.


" waaahh.. yang semangat ya.. kamu pasti bisa.. tapi hati hati juga jangan sampai kenapa napa.. " sahut Anita.


" jagoannya papa pasti menang.. asal yakin tapi jangan terlalu dipaksakan kalau gak kuat.... " tambah Haris ya begitulah dirinya jika di depan keluarga terlihat seperti sosok ayah yang baik tidak dengan istrinya.


" chika juga bakal do'ain abang... " ucap si kecil sosok anak perempuan yang berumur sekitar lima tahun.


" makasih bocah... " jawab Angga mengelus kepala adiknya.


Eisya yang mendengar percakapan mereka serasa tidak tega jika dirinya harus dijadikan istri baru bagaimana dengan perasaan istri lama dan juga anak anaknya. Ia tidak mau menjadi perusak rumah tangga mereka tapi Haris sendiri yang memaksa.


Setelah dirasa beres Eisya berjalan kembali menuju dapur.


" paa.. itu pembantu baru ya.. kok masih muda cantik lagi... " tanya Angga sambil mencomot roti selai nya.


" iyaa.. pembantu lama udah pada tua.. dan kalau umur bertambah kerjaan nya kan lelet makanya papa cari yang muda untuk kali ini biar geraknya cepat.. " 98% yang dikatakan Haris itu bohong.


" dia baik gak pa.. karena Chika pengen kenalan sama pembantu itu.. " ucap Chika.


" baik kok sayang.. orangnya ramah.. coba aja Chika deketin, Chika pasti nyaman.. " jawab Haris dan tentu saja hal itu membuat Anita curiga suatu hal.


" aku yakin.. gadis itu sebenarnya bukan pembantu.. pasti ada hal lain yang disembunyikan....menjadi pembantu hanya alibi mereka berdua saja untuk menutupinya dari kami... aku harus cari tau.. dan jika kecurigaan ku benar maka aku akan menghalangi mereka bukan demi diriku tapi demi anak anakku... " batin Anita.


Setelah sarapan Ayah dan dua anak itu berangkat, jika Haris akan pergi ke kantor maka dua anaknya akan diantar ke sekolah.


Angga duduk dikelas menengah disekolah akhir yaitu SMA sedangkan Chika ia baru duduk dibangku TK.

__ADS_1


Sepeninggalnya mereka Anita langsung menemui Eisya yang sedang berada dikamarnya karena gadis itu selalu mengurung diri dan keluar jika harus melakukan tugasnya.


tok tok tok.....


Anita mengetuk pintu dari keluar dan sesaat kemudian pintu terbuka menampilkan Eisya dengan wajah ramah yang dipaksa oleh keadaan.


" oh ibuk... silahkan masuk bu.. " ucap Eisya ramah mempersilahkan.


Anita masuk ke dalam dan memilih duduk karena tak kuat menahan beban dengan perut buncit nya.


" ada yang bisa saya bantu bu.. " tanya Eisya lembut dan dibalas gelengan oleh Anita.


" ouh.... " singkat Eisya tersenyum kecut.


" kamu masih kuliah kan sebenarnya.. " tanya Anita tiba tiba membuat Eisya bingung.


" eeeee... i-iyaa.. " jawab Eisya ragu.


Mendengar itu Eisya ragu ragu untuk menjawab karena kalau jujur sama saja ia akan membunuh perasaan wanita ini.


" masalah biaya kamu gak usah khawatir... saya akan membiayai kamu.. " tawar Anita masih dengan wajah datarnya.


Eisya heran mendengar nya kenapa wanita itu begitu entengnya menawarkan hal itu.


" t-tapi kenapa... "


Seketika wanita yang tengah berbadan dua itu menangis dan berdiri memeluk Eisya secara tiba-tiba membuat gadis itu terkejut akan perilaku yang menurutnya aneh di dapatkan.


" hiks... aku dan suamiku sedari dulu tidak punya perasaan apa apa.. aku hanya wanita pengganti yang menggantikan calon istri pertama suamiku yang telah meninggal... hiks.. aku dinikahi karena pelampiasan agar keluarga mereka tidak malu... hiks... bertahun tahun kami menjalani kehidupan dengan keterpaksaan dan ketika aku disentuh pun Haris melakukannya semata mata karena kemauan keluarga nya bukan atas kehendaknya sendiri... hiks.. semasa hamil aku tidak pernah dimanja tidak pernah diperlakukan selayaknya seorang istri yang tengah mengandung... hiks.. dan saat bayiku lahir.. hiks.. mereka hanya memperhatikan anakku.. hiks.. tidak pernah sekalipun mengucapkan kata kata penyemangat untuk ku.. hiks... aku hanya wanita biasa dari keluarga sederhana yang dijadikan istri pengganti olehnya... rahimku hanya dijadikan kontrak untuk menghasilkan keturunan... tidak pernah sekalipun aku diperhatikan.. Haris sangat menyayangi anak anakku beda dengan ku yang hanya dicampakkan... dan aku takut ketika Haris membawa wanita lain kerumah dan bisa ku tebak jika dia akan melakukan hal ini disaat dimana aku benar benar dibuang.... hiks... aku tidak masalah jika harus ditinggalkan tapi bagaimana dengan anak anakku... hiks.. aku tidak ingin berpisah dengan mereka... hiks.. apalagi sekarang aku tengah mengandung dan sebentar lagi melahirkan.. bagaimana nasib bayiku ini ketika lahir orangtuanya telah hidup masing masing... hanya itu yang ku takuti.. hiks." Eisya ikut menangis memeluk Anita untuk menguatkan nya.


Betapa perih yang dirasakan wanita ini dan haruskah Eisya menambahi penderitaan wanita ini, tentu saja ia tidak mau tapi dirinya bisa apa jika Haris sendiri yang keras kepala.

__ADS_1


" aku takut... hiks.. aku yakin wanita secantik dirimu akan dijadikan istri oleh suamiku... hiks.. " racau Anita.


" ibu... tenanglah... pak Haris tak kan setega itu.. dan percayalah saya hanya pembantu tidak lebih dari itu... " ucap Eisya berbohong meski tak bisa membayangkan jika akhirnya wanita ini mengetahui kebenarannya.


" apa kamu tidak menyukai suami saya. " tanya Anita meski dia sendiri berpikir konyol menanyakan hal itu.


" hah.. ibu nanya apa sih.. saya itu masih muda.. lagian saya punya kekasih.. " jawab Eisya berbohong untuk kesekian kali tapi tentang perasaannya pada Haris itu memang benar ia tidak menyukai pria itu.


Anita melepaskan pelukannya dan tersenyum kearah Eisya.


" terimakasih dan maaf saya sempat curiga pada mu.. "


" tidak apa apa bu yang penting sekarang ibu sudah yakin kan dan telah membuktikan jika kecurigaan ibu salah.. " sahut Eisya ramah.


" jangan banyak pikiran bu.. kasian dede bayinya didalam sana.. " lanjut Eisya dan Anita tersenyum hangat kearahnya.


" dan kamu.. jangan sering mengurung diri dikamar, lebih baik kamu ikut saya.. " ucap Anita.


" kemana bu... " tanya Eisya.


" ikut saja.. temani saya jalan jalan pagi.. daripada bosan dirumah terus.. "


" eeee.. y-yasudah bu ayo.. "


" ayo... "


Dua perempuan itu pun keluar seperti yang dikatakan tadi untuk jalan jalan pagi sedikit berolahraga.


Ternyata Anita adalah orang yang baik Eisya jadi tidak enak hati telah berbohong padanya apalagi saat itu tiba serasa ia akan mengkhianati orang yang telah baik padanya.


Munafik sekali tapi Eisya bukan antagonis nya disini ia hanya jadi korban akan keserakahan antagonis sebenarnya.

__ADS_1


Lihat saja akhirnya apakah benar gadis itu akan menjadi sosok munafik atau ada skenario lain dalam kehidupan nya.


__ADS_2