Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 82


__ADS_3

BRAAAKKKKK.....


Bunyi hantaman yang begitu keras terdengar nyaring di telinga ketika sebuah mobil kehilangan kendali.


Kecepatan rata-rata mobil yang dikendarai berakhir kecelakaan walau meskipun terhindar dari tabrakan mobil lain tetapi naas menimpa mobil itu yang hampir jatuh berguling kejurang.


Salah satunya terlempar kejurang dan satunya lagi yang merupakan si pengemudi masih berada didalam mobil.


Tragedi yang menimpa dua orang didalam mobil itu sangatlah mengenaskan.


Wanita yang duduk disamping kemudi terlempar kejurang sedangkan si lelaki berada didalam mobil dengan kondisi yang mengenaskan.


Disela sela kesadaran si lelaki dapat merasakan ketiadaan kekasih nya disamping dirinya, dan mendengar teriakan lirih dari sang kekasih, ingin rasanya bangkit untuk menolong namun sekedar bersuara pun tak bisa.


Darah dengan begitu derasnya merembes keluar dari kepalanya disertai airmata yang telah membasahi pipi nya karena menangisi takdir yang menimpa mereka.


Ingin sekali berteriak mengetahui keberadaan sang kekasih namun seketika tak bisa karena ketidaksadaran lebih dulu melahap dirinya.


" NADIAAAAA..... HAH... HAH... " teriak Arzan dengan nafas tak beraturan.


Sungguh mimpi tadi seperti nyata dan kejadian itu juga seperti sudah pernah dialami.


Arzan mengusap seluruh wajahnya dan melihat sekitar, benar saja ini sudah pagi tapi ia tidak menemukan keberadaan sang istri disamping nya.


" huufff... ini bukan pertama kalinya aku bermimpi seperti itu... huh.. apa artinya semua ini.. kenapa mimpi itu sering kali muncul.. " Kini Arzan menyenderkan dirinya berusaha menetralkan nafasnya yang masih ngos ngosan.


PLAKK...


Arzan memukul kepalanya sendiri merasa kecewa karena tak bisa mengingat dengan jelas masa masa terakhir nya dengan Nadia.


" siapa lelaki itu kenapa aku tak bisa melihat wajahnya, siapa lelaki yang selalu ada dimimpi ku bersama mu Nadia. " monolog nya.


Braakk...


Suara pintu terbuka terpelanting dengan keras dan itu adalah ulah Eisya membuat Arzan terkejut.


Gadis itu terburu buru langsung menghampiri suaminya karena tadi ia juga mendengar teriakan Arzan.


" ada apa kenapa mas teriak.. " tanya Eisya sudah duduk diranjangnya setelah meletakkan handphone milik nya dinakas.


Arzan mengulas senyum dan tak berniat memberitahu pada istrinya karena hal ini adalah masa lalunya yang tak perlu diungkit lagi.


" aku hanya terkejut tadi karena ketika aku bangun, aku tidak mendapati bidadari ku disamping ku sayang.. " bohong Arzan.


" ihh kamu bikin panik aja deh.. " Eisya percaya begitu saja dan tak curiga sedikit pun.

__ADS_1


" ohya tadi kamu kemana.. " kini Arzan yang bertanya.


" aahh hampir lupa, tadi aku terima telpon dari Tante Meri.. kita harus pulang sekarang jugaa... " Jawab Eisya membuat Arzan bingung.


" lhoh kenapa.. " Lagi Arzan bertanya.


" suaminya Tante Meri alias om aku meninggal.. dan Tante ngasih kabar barusan... " ujar Eisya.


" innalillahi wainnailaihi rajiun.. kapan, kok bisa tiba tiba.. " -Arzan.


" katanya beliau meninggal karena kecelakaan disaat perjalanan pulang ke Indonesia.. "


" gimana kalau kita pulang sekarang, sayang gakpapa kan.. " lanjut Eisya.


" its okee.. gak ada masalah dan memang sudah seharusnya kita melayat kerumah Tante mu.. "


" yaudah siap siap gih sana, nanti aku nyusul.... " lanjut Arzan.


" oke.. " jawab Eisya dan setelah itu dirinya berlalu ke kamar mandi.


Beralih dirumah Tante Meri.


Kini rumah itu sudah terlihat ramai karena kedatangan orang orang yang melayat setelah mengetahui berita kematian Pak Rano.


Kerabat Pak Rano sendiri juga ikut datang begitu juga dengan orang tuanya Arzan beserta Yanza dan keluarga kecilnya.


Haris juga berada disana karena Pak Rano adalah salah satu karyawan nya dikantor.


Semua telah hadir namun berhubung keberadaan Arzan dan Eisya jauh, menjadikan mereka semua terpaksa menyegerakan pemakaman tanpa kehadiran Eisya.


Erin sedari tadi tak henti hentinya menangis dan selalu berada dipangkuan ibunya.


Tante Meri juga merasa sangat terpukul atas kehilangan suaminya.


Baru saja beliau hendak bahagia karena kepulangan sang suami, namun berita mengejutkan seperti ini yang malah tiba.


Nicki yang baru saja tiba, ia sungguh terkejut melihat banyak orang dirumah Erin serta tanda duka terpampang dirumah itu.


Niat hati ingin menemui Erin untuk meminta maaf namun saat sampai disini ia malah dibuat bingung dengan keadaan sekarang.


Siapa yang meninggal..??? pikiran itu terus menebak nebak, ingin masuk dirinya tak punya keberanian sebesar itu. Tapi kalau tidak masuk dirinya pun terlalu kepo.


Akhirnya Nicki memutuskan untuk masuk kerumah tersebut. Dapat dilihat dengan jelas Pak Rano terbaring pucat dihadapan nya dan Erin serta ibunya sedang menangis beliau.


Bisa dicerna kalau Pak Rano lah yang meninggal.

__ADS_1


Dirinya tak tega melihat Erin yang meraung raung menangis memeluk jasad sang ayah.


Puk..


Sebuah tepukan halus mendarat di pundaknya. Nicki menoleh mendapati Yanza yang menyunggingkan senyum padanya.


" ada apa disini.. " Tanya Nicki pelan meski sudah tau jawabannya.


" Pak Rano telah meninggal.. " Jawab Yanza.


" innalillahi... aku turut berduka.. " ucap Nicki.


" katakan itu pada keluarga duka.. " bisik Yanza.


" aku tidak berani.. masuk kesini pun aku tanpa izin.. " balas Nicki juga berbisik.


" ohya Eisya sama suaminya udah pulang.?? " tanya Nicki.


" belumm.. mereka kayaknya masih dalam perjalanan.. " -Yanza.


" gimana cerita om, kok tiba tiba gini kematian ayahnya Erin.. " -Nicki.


" menurut informasi yang aku tau.. katanya beliau kecelakaan waktu mau pulang kesinii...... " jelas Yanza.


" kasihan sekali... Erin pasti sangat sedih. " lirih Nicki.


" ciee... makanya buruan nikahin biar gak kesepian... hehe.. " -Yanza.


" ih apa sih om, orang orang lagi berduka lho.. jangan ngomong yang aneh aneh dulu. " balas Nicki membuat Yanza menampilkan cengirannya.


" aku gak tega melihat Erin semakin jatuh dalam kesedihan nya, masalah yang itu belum selesai kini ia ditimpa masalah lagi. Hatinya pasti sangat terpuruk sekarang... Tidak tidak bisa.. aku tidak bisa menuruti keinginan mama. Erin akan semakin sedih nantinya..... Maafkan aku ma aku tidak bisa menuruti keinginan mu.. Aku terlanjur sayang pada gadis itu. " batin Nicki.


Sedangkan di sebrang sana, Arzan dan Eisya telah terbang menuju negeri kelahiran. Secepat mungkin mereka berusaha mendarat meskipun tak bisa menyaksikan proses pemakaman, setidaknya kehadiran mereka ada dirumah itu.


Nicki juga semakin meyakinkan hatinya untuk mengatakan iya walau orang tuanya mengatakan tidak. Jika keluarga nya tetap keras kepala ia juga akan keras kepala dan memantapkan hatinya untuk nekat sekalipun.


" ohya om aku pamit pulang ya.. " Ucap Nicki undur diri pada orang disampingnya.


" lhoh kok pulang.. kamu gak ikut-


" sedikit ada permasalahan om, gakpapa ya aku pamit dulu... daa.. " Nicki mulai melangkahkan kakinya menuju ke luar.


Sedangkan Yanza tak banyak bertanya lagi meskipun ia sedikit penasaran.


Bukan apa apa tapi Nicki merasa canggung untuk menunjukkan kehadiran nya dirumah itu setelah kejadian penghinaan yang dilontarkan ibunya kemarin pada mereka. Jadi ia memilih pulang dan mengatur waktu yang tepat untuk kembali lagi kesana sembari mempersiapkan hatinya.

__ADS_1


__ADS_2