Tinggal Kenangan

Tinggal Kenangan
bagian 76


__ADS_3

Tring.....!!!


Arzan menaruh sendok nya di piring yang kosong tepat setelah menghabiskan sarapan nya, begitupun Eisya yang juga sudah mengosongkan piringnya.


Sang istri mungilnya kini sedang sibuk membereskan piring kotor, merasa tak tega Arzan pun ikut membantu.


" secepatnya aku akan cari pembantu biar kamu gak capek ngurus rumah seharian selama aku pergi.. " kata Arzan sembari menaruh beberapa piring di westafel.


" kamu ngomong apa sih.. justru aku senang bisa beresin rumah sendirian tanpa pembantu karena lega aja gitu... peran aku sebagai seorang istri bisa terpenuhi dengan sempurna.. " ucap Eisya setelah mencuci tangan nya tak lupa dilap dibaju nya.


" tapi aku khawatir kamu kecapean sayang... huuummm... " goda Arzan kini menangkup wajah Eisya dengan kedua tangan nya.


" ck.. iihh.. jangan lebayy... aku ini kuat tauuu..... " Cemberut Eisya.


" hmm... iya deh iyaa... kuat yaa... tapi gimana kalau giliran di-


" mulai lagi mulai lagikan.... iihh... " Arzan meledakkan tawanya melihat wajah istrinya yang memerah malu.


" ihhh... " geram Eisya reflek mencubit perut suaminya.


" akkh... hahaha... oke oke... gak lagi... ahhahaha... " Arzan mencoba menahan cubitan dari sang istri yang tak main main.


Puas tertawa, beralih kini Arzan memeluk Eisya yang malu malu tapi mana mungkin bisa menolak pelukan dari suami.


" siap siap ya besok kita honeymoon ke Jepang... yah meskipun agak terlambat tapi setidaknya daripada gak sama sekali. " tutur Arzan mengagetkan Eisya.


" loh kok tiba tiba langsung besok. " Tanya Eisya dengan wajah kaget plus polos.


" emang persiapan nya sudah siap... tiketnya, penerbangan nya gimana... terus sampai disana apa kita nanti gak planga plongo karena gak ngerti bahasa.. terus-


" terus terusss... ya terusss aja... heuh.. sayaang... istriku yang paling cantik.. semuanya itu sudah aku atur dibantu papi... masalah tiket beres mau terbang sekarang ayokk.. masalah bahasa itu mah gampang kan ada Google.. " jelas Arzan.


" lagian kita perginya pake pesawat pribadi sayang... " lanjut Arzan lebih mengagetkan Eisya.


" hah.. pribadi... emang punya.. " tanya Eisya.


" ck... kamu kurang nonton TV, kurang liat berita atau apa sih... gak liat apa wajah suami kamu ini begitu terkenal diberita berita ternama.. lebih tepatnya wajah ayah mertua kamu yang sering... akunya cuma nyempil kalo ada kepentingan perkenalan keluarga.. " lanjut Arzan.

__ADS_1


" ahahaha... sama saja bukan kamu... tapi ayah mertua... " jawab Eisya.


" kan aku anaknya.. " balas Arzan.


" pokoknya besok kita siap siap oke.. " lanjut Arzan.


" oke.. " balas Eisya tak lagi banyak bertanya.


Ditempatnya Yanza.


Kini ia tinggal dirumah peninggalan kakeknya bersama sang istri dan anak anak angkat nya beserta kedua orang tuanya yang masih berada disini.


Rencana nya lusa Pak Danuarta dan Nyonya Angelina harus balik ke China, bukan apa apa namun jika sudah menyangkut soal pekerjaan tak kan bisa ditunda.


Kedua orang penting itu lebih lega turun tangan sendiri daripada mempercayakan pada orang lain.


Setelah sarapan semua anggota keluarga sedang berkumpul diruang ramu kecuali Yanza dan Chika yang tidak ada karena Yanza telah pergi mengantarkan Chika kesekolah.


Rasanya canggung sekali duduk bersama mertua untuk pertama kali, untungnya mereka sedang asyik bermain dengan bayinya jadinya suasana bisa sedikit lebih terasa nyaman.


" ucucuuu... gemes nyaa... ciluk baa.. " Pak Danuarta memegang bayi itu dengan kedua tangannya sedangkan Nyonya Angelina sibuk menoel noel pipi si bayi.


" eheungg... " bayi tersenyum memperlihatkan gusinya.


Bayi Anita yang ketiga dinamai Ezraf Varza, memang acara menamakan si bayi lebih awal daripada acara pernikahan nya dengan Yanza cuma tidak diceritakan karena Author lupa. 😌


" hei menantu kenapa diam saja... bicaralah.. jangan malu maluu... " tegur Pak Danuarta berusaha mencairkan suasana agar Anita lebih berani.


" ah iya ayah... " balas Anita tersenyum.


" bagaimana perasaan muu.. apakah bahagia... heumm... " tanya Pak Danuarta mencari topik pembicaraan dengan menantunya.


Anita melihat lawan bicara lalu menyunggingkan senyum.


" sangat bahagia ayah... terimakasih kalian semua telah menerima saya dengan baik. "


" santai saja... apapun keluh kesah mu cerita kan pada kami jangan ragu ragu terutama pada suami mu sendiri... cobalah untuk selalu terbuka.. jangan sembunyikan apa pun. " terang Pak Danuarta sembari menyerahkan Bayi Ezraf kepada Nyonya Angelina dengan hati hati.

__ADS_1


" baik ayah... " jawab Anita.


" Oh ya besok kami mau pamit yaa.. kami harus segera kembali kesana.. " tutur Pak Danuarta.


" lhoh kenapa cepat sekali ayah.. " tanya Anita, jujur dengan keberadaan orang tua Yanza disini ia seperti merasakan kembali memliki keluarga yang utuh.


" soal pekerjaan sayang... " ucap Nyonya Angelina disela sela menimang nimang si bayi.


" kalau ada apa apa langsung bilang pada kami... okeeyy.. tenang saja... kami akan sering sering menjenguk kalian. " lanjut Nyonya Angelina dengan logatnya.


" baik baik disini dengan suami mu yaa.. ingat kalau ada suatu masalah selesaikan lah dengan baik.. jangan membuat janji ketika senang dan jangan mengambil keputusan ketika emosi.. banyak banyak lah bersabar. " jelas Pak Danuarta.


" tapi kalau Yanza bikin masalah hajar saja dia atau laporkan pada kami biar kita hajar dia sama sama.. " sambung Nyonya Angelina membuat Anita tersenyum.


" Yanza itu tipikal orang yang jarang emosi tapi kalau sudah emosi dia akan langsung berbicara pada intinya, atau kalau engga dia akan diam selama emosinya mereda. " ucap Pak Danuarta.


" sering sering lah tersenyum.. " lanjut Pak Danuarta membuat Anita semakin tersenyum lebar.


" iya ayahh... " jawab Anita.


" yang lalu biarlah berlalu... yang itu masa lalumu tapi yang ini adalah masa depanmu.. jangan terlalu mengenang masalalu sehingga melupakan masa depan yang harus dijalani... heumm... " Anita tersenyum mendengar penuturan ayah mertua, ternyata sifat Yanza memang sangat mirip dengan Ayah nya. Pandai sekali mengeluarkan kata kata, bedanya kata kata Yanza bikin ngeselin.


" jangan heran... dulu ayah mertua mu punya cita cita menjadi penulis novel tapi tidak jadi karena harus meneruskan perusahaan hihihi... " ucap Nyonya Angelina meledek.


" ah kamu itukan dulu.. memang sih punya cita cita menjadi penulis novel tapi aku punya kesulitan saat akan menyelesaikan ending cerita nya jadinya yaa terima saja menjadi penerus perusahaan dan gara gara itu aku jadi bertemu dengan mu dinegara lain.. " cerita Pak Danuarta membuat Nyonya Angelina dan Anita saling tertawa.


" romantis sekalii.. ayah dan ibu.. " tambah Anita.


" romantis apanya ibu mertua mu ini adalah wanita paling centil yang pernah aku temui dan kau tau aku sering sekali membuang sepatu nya yang tinggi tinggi itu. " Anita meledakkan tawanya mendengar itu sedangkan Nyonya Angelina sekali terlihat menggerutu.


" hei kau juga... suka sekali tebar pesona pada wanita wanita padahal tampan pun tidak. " balas Nyonya Angelina.


" lalu kenapa kau mau.. " ucap Pak Danuarta.


" karena akhirnya kau tampan juga... hehe.. " nyengir Nyonya Angelina.


" ahaha ahaha.. ibu dan ayah seru sekali pasti waktu masa mudanya.. " tambah Anita.

__ADS_1


" hah begitulah... masing masing kisah cinta punya cerita nya.. " ucap Pak Danuarta.


" iya ayah... " jawab Anita tersenyum.


__ADS_2