
Di kantornya Tuan Rahendra tepatnya diruangan beliau.
" jadi ibunya nadia dinyatakan gila setelah kematian nadia. " tanya Arzan setelah mendengar sekilas cerita dari ayahnya barusan.
" yap menurut yang papi dengar sih begitu. " jawab Tuan Rahendra.
" terus ayahnya kenapa menghilang. " tanya Arzan lagi.
" mana papi tau karena setelah kematian nadia orang orang bilang ayahnya hilang entah kemana dan ibunya gila lalu dirawat dirumah sakit jiwa. " jelas Tuan Rahendra.
" lalu calon suaminya kemana bukankah tepat dihari kematian nadia calon suaminya juga ikut menghilang. "
" entah... " jujur Tuan Rahendra.
" hmmm.. curiga gak pi... "
" sama siapa.... "
" aku harus cari orang orang itu... " ucap Arzan tersenyum sinis dengan tatapan mematikan.
" ohya pi ibunya nadia dirawat dirumah sakit mana... " tanya Arzan.
" rumah sakit jiwa yang didepan toko besi pak Jono.... "
" oke pi makasih Arzan pamit dulu... "
" mau kemana.... "
" ada urusan penting pi.... "
" tapi kan ini masih jam kantor... "
" hallah pi tenang kan kita bos nya.. "
" gak profesional banget sih kamu.. "
" daa piii...... " mengabaikan perkataan ayahnya langsung saja Arzan keluar dari sana.
" andai aku punya anak yang lain yang pasti bukan Arzan penerusnya heran aku padanya heeuhhh dari dulu gak pernah berubah.. " frustasi Tuan Rahendra memijit pangkal hidungnya.
__ADS_1
Ditempatnya Arzan.
Ia telah sampai dilokasi yang ia tanyai pada ayahnya tadi, memang dari awal ia keluar tujuannya memang kesini.
Ia memasuki tempat yang dipenuhi dengan orang gangguan mental ah yanza pasti cocok dibawa kesini sekilas pikiran itu terlintas dipikiran Arzan.
Bermacam macam orang gila ada disana, ada yang bermain seperti anak kecil ada yang bicara sendiri dan ada juga teriak teriak gak jelas, tapi Arzan paling salut sama perawat disana karena mereka bisa bertahan menghadapi mereka semuaa.
Namun tiba tiba memang resiko jika masuk kesini karena Arzan kini dihampiri seorang wanita dan terus menarik narik tangannya.
" sayang kamu kembali.... sayang aku kangen.... ahahaha pacarku kembali... hiks... sayang bawa aku dari sini... hiks... ayo kita nikah.... ahahah.... hiks.... " racau wanita dengan penampilan kacau terus menarik Arzan.
" mbak... dia bukan pacarmu... eee maaf mas maklum aja ini tempat apa... ayo mbak.... " ucap perawat laki laki yang yang tengah membawa wanita itu agar menjauh dari Arzan.
Arzan mengangguk ramah dan ia pun mengerti dan memaklumi.
" kalau boleh tau pasien ini kenapa sepertinya ia ditinggal pacarnya ya... " tanya Arzan kepo.
" iya mas pasien ini kasian sekali karena orang tuanya bilang ia gila sebab ditinggal mati oleh pacarnya. " jelas perawat itu.
" ouuhh kasian juga yaa... " sahut Arzan ikut prihatin.
" kasian sekali yaaa untung aku tidak gila karena aku juga ditinggal mati oleh kekasih ku... " gumam Arzan.
Sekitar beberapa menit menunggu perawat lelaki itupun kembali sesuai perkataannya.
" maaf mas lama menunggu. " ucap perawat itu.
" santai saja... " jawab Arzan tersenyum.
" ohya kenalkan saya ilham...... " ujar perawat itu sambil mengulur tangan kanannya.
" Arzan Ralvian....... " jawab Arzan lalu menjabat tangan.
" ayo mas mau cari siapa ya... "
" seorang ibu ibu yang gila karena ditinggal mati oleh anaknya... "
" apakah yang mas maksud ibu susan... "
__ADS_1
" benar sekali.... "
" yasudah ikut saya.... "
Perawat itupun menuntun Arzan ketempat yang mereka maksud mencari sosok ibu gila itu.
Singkat nya mereka pun sampai kesana mendapati seorang ibu ibu yang duduk termenung sambil memeluk boneka.
Tak terasa airmata Arzan menetas melihat mantan ibu mertua dengan kondisi seperti itu kalau saja Arzan diposisi seperti itu maka juga sama hal nya ia akan gila.
" 19 tahun sudah ibu itu gila karena terus mengharapkan kehadiran anaknya yang sudah meninggal.... setiap malam ibu itu menjerit menangis memanggil nama anaknya dan terkadang beliau melamun seperti ini sambil memeluk boneka yang dikira anaknya..... " jelas ilham yang memang sering menyaksikan seperti yang ia jelaskan.
" ibu........ " lirih Arzan perlahan mendekati ibu susan yang tengah duduk melamun.
puk.......
Tepukan halus mendarat di bahu ibu susan membuat beliau terkejut dan berteriak mengusir Arzan yang tadi menepuk halus bahu beliau.
" PERGI KAMU PERGI JANGAN CELAKAI ANAKKU KALIAN SEMUA ORANG JAHAT... sayang cup cup putriku kau aman bersama ibu nak.... "
" tenang sayang ibu akan melindungi mu ibu tidak akan membiarkan ayahmu memaksamu sayang.... "
Sungguh hatinya teriris mengingat kembali kekasihnya dan ia lebih kecewa pada dirinya sendiri karena tidak bisa mengingat apa saja yang telah terjadi.
" hiks.... ibu tenanglah..hiks... " Arzan menerkam memeluk bu susan walaupun berkali kali ibu itu memukulnya.
" lepaskan... jangan mengekang anak saya dia berhak bahagia ini semua salah kalian kalian terlalu memaksakan kehendak pada putri ku... kalian jahat... hiks... " satu hal yang dapat disimpulkan dari perkataan bu susan kalau suaminya terlalu memaksa nadia demi memenuhi keinginannya.
" ibu ini aku Arzan orang yang dicintai anakmu hiks... "
Perawat itu juga ikut sedih menyaksikan pemandangan didepannya.
" maaf aku baru kembali aku sungguh tidak tau kejadian nya akan seperti ini... hiks. "
" aarrggghhhh.... kembalikan anakku... jangan mengekang nya.... hiks.... " perlahan bu susan luluh dan menangis dipelukan Arzan.
Banyak hal yang telah terjadi mulai dari calon suami nadia dan ayahnya yang menghilang lalu ditambah kondisi ibunya yang memprihatinkan.
Pertanyaan nya kemana orang orang itu kenapa tiba tiba menghilang apakah kematian nadia ada sangkut pautnya dengan mereka karena kematian nadia terasa janggal.
__ADS_1
Sepertinya dengan bangunnya Arzan dari koma ia bisa mengungkap misteri ini menemukan keadilan untuk sang kekasih.